BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
1. Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari
Berdasarkan hasil data yang dikumpulkan mengenai profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dalam bahasa lisan sebagai berikut:
0 0 5,45
74,55
20,00
100 2030 4050 6070 80
Sangat Kurang Baik
Kurang Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik
0% - 20% 21% - 40% 41% - 60% 61% - 80% 81% - 100%
Tabel 8: Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik profil komunikasi antar budaya berada pada kategori baik dengan persentase 74,55%, adanya 11 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori sangat baik dengan persentase 20,00%, adanya 3 orang peserta didik memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori baik dengan persentase 5,45%, dan tidak ada peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya kurang baik dan sangat kurang baik.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:
0 0 5,45
Kurang Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik
0% - 20% 21% - 40% 41% - 60% 61% - 80% 81% - 100%
Gambar 4: Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Bahasa Lisan.
Berdasarkan gambar di atas dapat disimpulkan bahwa profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari bahasa lisan berada pada kategori baik.
2) Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Bahasa Tulisan.
Berdasarkan hasil data yang dikumpulkan mengenai profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari bahasa tulisan sebagai berikut:
Tabel 9: Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Bahasa Tulisan.
Klasifikasi Kategori F %
81% - 100% Sangat Baik 0 0.00
61% - 80% Baik 0 0.00
41% - 60% Cukup Baik 0 0.00
21% - 40% Kurang Baik 0 0.00
0% - 20% Sangat Kurang Baik 55 100
Jumlah 55 100
Berdasarkan Tabel 9, profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari bahasa lisan yaitu: adanya 55 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori sangat kurang baik dengan persentase 100%, dan tidak ada peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya pada kategori sangat baik, baik, cukup baik dan kurang baik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 5: Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Bahasa Tulisan.
Berdasarkan gambar di atas dapat dideskripsikan bahwa profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari bahasa tulisan berada pada kategori sangat kurang baik.
b. Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Komunikasi Nonverbal.
Berdasarkan hasil data yang dikumpulkan mengenai profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari komunikasi nonverbal sebagai berikut:
Tabel 10: Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Komunikasi Nonverbal.
Kurang Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik
0% - 20% 21% - 40% 41% - 60% 61% - 80% 81% - 100%
Berdasarkan Tabel 10, profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari komunikasi nonverbal yaitu: adanya 39 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori baik dengan persentase 70,91%, adanya 16 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori sangat baik dengan persentase 29,09%, dan tidak ada peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya pada kategori cukup baik, kurang baik dan sangat kurang baik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 6: Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Komunikasi Nonverbal.
Berdasarkan gambar di atas dapat disimpulkan bahwa profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari komunikasi nonverbal berada pada kategori baik.
0 0 0,00
Kurang Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik
0% - 20% 21% - 40% 41% - 60% 61% - 80% 81% - 100%
1) Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Pesan Kinestetik (Raut Wajah).
Berdasarkan jawaban responden tentang profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari pesan kinestetik (Raut Wajah). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 11: Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Pesan Kinestetik (Raut Wajah).
Klasifikasi Kategori F %
81% - 100% Sangat Baik 20 36.36
61% - 80% Baik 31 56.36
41% - 60% Cukup Baik 4 7.27
21% - 40% Kurang Baik 0 0
0% - 20% Sangat Kurang Baik 0 0
Jumlah 55 100
Berdasarkan Tabel 11, profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari pesan kinestetik (raut wajah) yaitu: adanya 31 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori baik dengan persentase 56,36%, adanya 20 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori sangat baik dengan persentase 36,36%, adanya 4 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori cukup baik dengan persentase 7,27%, dan tidak ada peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori kurang baik dan sangat kurang baik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 7: Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Pesan Kinestetik (Raut Wajah).
Temuan ini mendeskripsikan bahwa profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari pesan kinestetik (raut wajah) berada pada kategori baik.
2) Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Pesan Gestural (Anggota Badan).
Berdasarkan hasil data yang dikumpulkan mengenai profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari pesan gestural (anggota badan) sebagai berikut:
Tabel 12: Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Pesan Gestural (Anggota Badan).
Klasifikasi Kategori F %
Kurang Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik
0% - 20% 21% - 40% 41% - 60% 61% - 80% 81% - 100%
Berdasarkan Tabel 12, profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari pesan gestural (anggota badan) yaitu: adanya 37 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori baik dengan persentase 67,27%, adanya 12 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori sangat baik dengan persentase 21,82%, adanya 6 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori cukup baik dengan persentase 10,91%, dan tidak ada peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya pada kategori kurang baik dan sangat kurang baik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 8: Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Pesan Gestural (Anggota Badan).
Berdasarkan gambar di atas dapat disimpulkan bahwa profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA
Kurang Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik
0% - 20% 21% - 40% 41% - 60% 61% - 80% 81% - 100%
Negeri 3 Kota Solok dilihat dari pesan gestural (anggota badan) berada pada kategori baik.
3) Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Pesan Proksemik (Jarak/Keakraban).
Berdasarkan hasil data yang dikumpulkan mengenai profil komunikasi antara budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari pesan proksemik (jarak/keakraban) sebagai berikut:
Tabel 13: Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Pesan Proksemik (Jarak/Keakraban).
Klasifikasi Kategori F %
81% - 100% Sangat Baik 22 40.00
61% - 80% Baik 29 52.73
41% - 60% Cukup Baik 4 7.27
21% - 40% Kurang Baik 0 0
0% - 20% Sangat Kurang Baik 0 0
Jumlah 55 100
Berdasarkan Tabel 13, profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari pesan proksemik (jarak/keakraban) yaitu: adanya 29 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori baik dengan persentase 52,73%, adanya 22 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori sangat baik dengan persentase 40,00%, adanya 4 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori cukup baik dengan persentase 7,27%, dan tidak ada peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya kurang
baik dan sangat kurang baik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 9: Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Pesan Proksemik (Jarak/Keakraban).
Berdasarkan gambar di atas dapat dideskripsikan bahwa profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari pesan proksemik (jarak/keakraban) berada pada kategori baik.
4) Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Pesan Artifaktual (Penampilan).
Berdasarkan hasil data yang dikumpulkan mengenai profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari pesan artifaktual (penampilan) sebagai berikut:
0 0 7,27
52,73
40,00
0 10 20 30 40 50 60
Sangat Kurang Baik
Kurang Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik
0% - 20% 21% - 40% 41% - 60% 61% - 80% 81% - 100%
Tabel 14: Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Pesan Artifaktual (Penampilan).
Klasifikasi Kategori F %
81% - 100% Sangat Baik 20 36.36
61% - 80% Baik 29 52.73
41% - 60% Cukup Baik 6 10.91
21% - 40% Kurang Baik 0 0
0% - 20% Sangat Kurang Baik 0 0
Jumlah 55 100
Berdasarkan Tabel 14, profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari pesan artifaktual (penampilan) yaitu: adanya 29 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori baik dengan persentase 52,73%, adanya 20 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori sangat baik dengan persentase 36,36%, adanya 6 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori cukup baik dengan persentase 10,91%, dan tidak ada peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori kurang baik dan sangat kurang baik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 10: Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Pesan Artifaktual (Penampilan).
Berdasarkan gambar di atas dapat disimpulkan bahwa profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari pesan artifaktual (penampilan) pengetahuan berada pada kategori baik.
3. Rekapitulasi Deskripsi Hasil Penelitian
Rekapitulasi deskripsi hasil penelitian Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik di Kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok diuraikan dalam tabel berikut:
0 0
10,91
52,73
36,36
0 10 20 30 40 50 60
Sangat Kurang Baik
Kurang Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik
0% - 20% 21% - 40% 41% - 60% 61% - 80% 81% - 100%
Tabel 15. Rekapitulasi Deskripsi Hasil Penelitian
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat dideskripsikan, profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok secara umum yaitu: adanya 41 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya budaya berada pada kategori baik dengan persentase 74,55%, dan adanya 14 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori sangat baik dengan persentase 25,45%, dan tidak ada peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori cukup baik, kurang baik dan sangat kurang baik pada budaya
yang berbeda. Jadi dapat disimpulkan bahwa profil komunikasi antar budaya peserta didik berada pada kategori sangat baik.
Seperti yang dipaparkan oleh Sambas (2016:180) komunikasi antar budaya merupakan komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memilliki kebudayaan berbeda, seperti ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa komunikasi antar budaya merupakan suatu proses komunikasi atau penyampaian pesan yang lebih memberi penekanan pada aspek perbedaan budaya sebagai faktor yang menentukan keberlangsungan proses komunikasi. Selain itu budaya dan komunikasi saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lainnya, karena dari kedua itulah akan adanya hubungan timbal balik antara budaya dan bahasa , dengan melalui bahasa kita dapat memahami pola pikir individu dari budaya yang berbeda
Berdasarkan penjelasan tersebut dan berdasarkan data yang diperoleh oleh peneliti, dapat dimaknai bahwa profil komunikasi antar budaya peserta didik secara umum rata-rata termasuk dalam kategori baik. Hal ini dikarenakan bahwa dalam kehidupan sehari-hari komunikasi yang sering digunakan itu adalah komunikasi verbal, komunikasi dari bahasa yang diucapkan atau disampaikan oleh seseorang dengan mudah akan dimengerti, sesuai dengan hasil persentasenya lebih tinggi dari 55 responden, 41 orang peserta didik memiliki profil komunikasi antar budaya peserta didik yang berada pada kategori baik dengan persentase 74,55%. Profil tersebut
berdasarkan atas komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dari masing-masing peserta didik.
Berikut ini dapat di uraikan pembahasan berdasarkan masing-masing sub variabel :
1. Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Komunikasi Verbal.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat dideskripsikan, profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok secara umum yaitu: adanya 41 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori baik dengan persentase 74,55%, adanya 11 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori sangat baik dengan persentase 20,00%, adanya 3 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori cukup baik dengan persentase 5,45%, dan tidak ada peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori kurang baik dan sangat kurang baik pada antar budaya yang lain. Temuan ini mendeskripsikan bahwa profil komunikasi antar budaya di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari komunikasi verbal berada pada kategori baik.
Menurut Harapan dan Ahmad (2016:25) komunikasi adalah setiap bentuk perilaku seseorang baik verbal maupun nonverbal yang ditanggapi oleh orang lain. Komunikasi verbal adalah komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol verbal. Simbol verbal berupa bahasa merupakan pencapaian manusia yang paling impresif dalam
berkomunikasi dengan menggunakan lambang-lambang bahasa lisan dan bahasa tulisan. Seperti yang kita ketahui, bahwa komunikasi sangat mempengaruhi hubungan interaksi antar sesama individu. Karena komunikasi dapat dikatakan sebagai suatu proses penyampaian atau pertukaran pesan atau informasi dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya, pada umumnya komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) atau tulisan yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak tersebut.
Berdasarkan penjelasan dan keterangan tersebut dapat dimaknai, bahwa profil komunikasi antar budaya peserta didik dilihat dari komunikasi verbal rata-rata berada pada kategori baik, walaupun ada beberapa orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori sangat baik, cukup baik, dan tidak ada satu orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya yang kurang baik dan sangat kurang baik.
a. Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Bahasa Lisan.
Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan pada umumnya, profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari bahasa lisan yaitu: adanya 41 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori baik dengan persentase 74,55%, adanya 11 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori sangat baik dengan persentase 20,00%, adanya 3 orang
peserta didik memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori baik dengan persentase 5,45%, dan tidak ada peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori kurang baik dan sangat kurang baik. Temuan ini mendeskripsikan bahwa, profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari bahasa lisan berada pada kategori baik Menurut Harapan dan Ahmad (2016:25) bahasa lisan adalah bentuk bahasa yang diungkapkan secara langsung menggunakan tutur kata secara lisan. Oleh karena itu, bentuk bahasa ini terikat dengan ruang dan waktu, di mana aspek situasi berpengaruh besar terhadap pemahaman isi bahasa tersebut. Selain ucapan, pengungkapan bahasa lisan biasanya juga dilengkapi dengan nada suara, gerak tubuh, dan ekspresi wajah.
Seperti yang kita ketahui, bahwa komunikasi sangat mempengaruhi hubungan interaksi antar sesama individu. Karena hubungan timbal balik antara budaya dan bahasa dapat menunjukan bahwa tidak ada satu pun budaya yang dapat dimengerti atau dipahami tanpa memahami akan bahasanya, begitu pula sebaliknya. Artinya, dalam penyampaian informasi atau pesan kepada pihak lain, tutur kata dalam bahasa secara lisan berpengaruh terhadap ruang dan waktu dalam pemahaman isi bahasa dari kebudayaan lain.
Berdasarkan penjelasan dan keterangan tersebut dapat dimaknai, bahwa profil komunikasi antar budaya peserta didik dilihat
dari bahasa lisan rata-rata berada pada kategori baik, walaupun ada beberapa orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori sangat baik, cukup baik, dan tidak ada satu orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya yang kurang baik dan sangat kurang baik.
b. Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Bahasa Tulisan.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan, profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari bahasa lisan yaitu: adanya 55 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori sangat kurang baik dengan persentase 100%, dan tidak ada peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori sangat baik, baik, cukup baik dan kurang baik. Temuan ini mendeskripsikan bahwa, profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari bahasa tulisan berada pada kategori sangat kurang baik.
Menurut Harapan dan Ahmad (2016:25) bahasa tulisan adalah bentuk bahasa yang memakai teks tertulis sebagai media perantaranya. Itu sebabnya, jenis bahasa ini tidak terikat dengan ruang dan waktu. Dalam pembuatannya, bahasa tulisan mempunyai aturan-aturan dasar yang bersifat mengikat. Pada umumnya, bahasa tulisan banyak memanfaatkan tanda baca, diksi yang tepat, dan unsur-unsur gramatikal lainnya untuk memudahkan pemahaman akan isi bahasa.
Seperti yang kita ketahui, bahwa komunikasi sangat mempengaruhi hubungan interaksi antar sesama individu. Karena hubungan timbal balik antara budaya dan bahasa dapat menunjukan bahwa tidak ada satu pun budaya yang dapat dimengerti atau dipahami tanpa memahami akan bahasanya, begitu pula sebaliknya. Artinya, dalam komunikasi antar budaya dilihat dari bahasa tulisan memakai teks tertulis sebagai media perantaranya. Hal itulah yang membuatnya tidak terikat akan ruang dan waktu, sehingga sulit bagi individu untuk memahami dan mengerti akan bahasa tulisan dari kebudayaan yang berbeda, yang disebabkan adanya aturan-aturan dasar yang bersifat mengikat.
Berdasarkan penjelasan dan keterangan tersebut dapat dimaknai, bahwa profil komunikasi antar budaya peserta didik dilihat dari bahasa lisan semua responden berada pada kategori sangat kurang baik, hal ini dapat disebabkan karena individu sulit dalam memahami bahasa tulisan yang disampaikan melalui media perantara yang terikat akan aturan-aturan dasarnya.
2. Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Komunikasi Nonverbal.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan, profil komunikasi antar budaya peserta didik dilihat dari komunikasi nonverbal yaitu: adanya 39 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori baik dengan persentase 70,91%, adanya 16 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori
sangat baik dengan persentase 29,09%, dan tidak ada peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori cukup baik, kurang baik dan sangat kurang baik. Temuan ini mendeskripsikan bahwa, profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari komunikasi nonverbal berada pada kategori baik.
Menurut Jalaludin, 1985 (Harapan dan Ahmad, 2016:30) komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang menggunakan pesan-pesan nonverbal, untuk melukiskan semua peristiwa komunikasi di luar kata-kata terucap dan tertulis. Seperti pesan kinestik (raut wajah), pesan gestural (anggota badan), pesan proksemik (jarak/keakraban), dan pesan artifaktual (penampilan).
Seperti yang kita ketahui, bahwa komunikasi sangat mempengaruhi hubungan interaksi antar sesama individu. Karena komunikasi dapat dikatakan sebagai suatu proses penyampaian atau pertukaran pesan atau informasi dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya, pada umumnya komunikasi dilakukan dengan menggunakan pesan-pesan nonverbal, untuk melukiskan semua peristiwa komunikasi di luar kata-kata terucap dan tertulis. Misalnya, dengan menggunakan ekspresi wajah, sentuhan, emosi, penampilan dan lain sebagainya dalam penyampaian pesan kepada pihak dari kebudayaan lain, sesuai dengan simbol-simbol yang pada umumnya ada di dalam budaya tersebut agar terjadi hubungan timbal balik antara kedua belah pihak yang berkomunikasi.
Berdasarkan penjelasan dan keterangan tersebut dapat dimaknai, bahwa profil komunikasi antar budaya peserta didik dilihat dari komunikasi nonverbal rata-rata berada pada kategori baik, walaupun ada beberapa orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori sangat baik, dan tidak ada satu orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya yang cukup baik, kurang baik dan sangat kurang baik.
a. Profil Komunikasi Antar Budaya Peserta Didik Dilihat dari Pesan Kinestetik (Raut Wajah).
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan, profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari pesan kinestetik (raut wajah) yaitu: adanya 31 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori baik dengan persentase 56,36%, adanya 20 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori sangat baik dengan persentase 36,36%, adanya 4 orang peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya berada pada kategori cukup baik dengan persentase 7,27%, dan tidak ada peserta didik yang memiliki profil komunikasi antar budaya di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok kurang baik dan sangat kurang baik.
Temuan ini mendeskripsikan bahwa, profil komunikasi antar budaya peserta didik di kelas XI SMA Negeri 3 Kota Solok dilihat dari pesan kinestetik (raut wajah) berada pada kategori baik.
Menurut Jalaludin, 1985 (Harapan dan Ahmad, 2016:30) pesan kinestetik (raut wajah) merupakan komunikasi yang menggunakan raut wajah untuk menyampaikan makna tertentu, seperti
Menurut Jalaludin, 1985 (Harapan dan Ahmad, 2016:30) pesan kinestetik (raut wajah) merupakan komunikasi yang menggunakan raut wajah untuk menyampaikan makna tertentu, seperti