BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.2.3 Profil Literasi Digital Peserta Didik
American Library Association (ALA) dalam Becher (2018) menyatakan bahwa literasi digital adalah kemampuan untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk menemukan, memahami, mengevaluasi, membuat, dan mengkomunikasikan informasi digital, suatu kemampuan yang membutuhkan kognitif baik dan keterampilan teknis. Dapat disimpulkan bahwa literasi digital merupakan kemampuan membaca, menulis atau memahami informasi digital dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang ada pada komputer (teknologi informasi dan komunikasi lainnya).
Penelitian Ngabekti et al., (2019) menyatakan bahwa integrasi ke empat bidang STEM membuat peserta didik mudah mempelajari suatu materi. Hasil penelitiannya menunjukan 97,8% peserta didik setuju bahwa penggunaan STEM mampu meningkatkan literasi sains dan mencapai nilai 92 untuk literasi teknologi sehingga dikatakan efektif untuk literasi sains dan teknologi. Dari penelitian tersebut dapat menjadi referensi bahwa penggunaan teknologi mampu meningkatkan literasi digital peserta didik.
Pada penelitian ini literasi digital peserta didik diukur dengan menggunakan angket literasi digital yang memuat 5 indikator yaitu menemukan informasi, memahami informasi, mengevaluasi, membuat dan mengkomunikasikan. Masing-masing indikator dijabarkan ke dalam 3 poin penilaian. Hasil literasi digital peserta didik dianalisis tiap butir pernyataan dan tiap peserta didik. Hasil analisis dapat dilihat pada Tabel 4.1 halaman 62.
Indikator pertama yaitu menemukan informasi dijabarkan pada poin 1, 2, dan 3 dimana pada poin 1 persentasenya 82%, poin 2 85% dan poin 3 72% yang berarti rata-rata peserta didik sangat setuju bahwa mereka sering menggunakan internet untuk mengakses pembelajaran IPA untuk mendapat pengetahuan tentang
hal-hal baru yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya sehingga pengetahuan peserta didik semakin kaya.
Indikator kedua yaitu memahami informasi yang dijabarkan pada poin 4, 5, dan 6. Poin 4 menyatakan bahwa peserta didik dapat memahami informasi khususnya pembelajaran IPA melalui internet, hal ini dibuktikan dengan hasil persentase yaitu 71% yang menyatakan peserta didik setuju dengan hal tersebut. Persentase pada poin 5 yaitu 70% yang berarti peserta didik sudah terampil
menggunakan komputer dan perangkat digital lainnya untuk mengakses
situs-situs pembelajaran khususnya aplikasi Quizizz. Hal tersebut dibuktikan dengan
banyaknya peserta didik yang mampu log in ke aplikasi dan mengerjakan soal dengan benar. Persentase pada poin 6 yaitu 72% yang berarti peserta didik setuju bahwa dengan mengakses situs internet mampu memberikan contoh lebih banyak tentang manfaat getaran gelombang dan bunyi. Hal ini terlihat pada jawaan peseta didik pada LKPD yang diberikan guru.
Indikator ketiga yaitu mengevaluasi yang dijabarkan pada poin 7, 8, dan 9. Persentase butir pernyataan ke 7 yaitu 95% yang menyatakan bahwa peserta didik
tahu dan dapat membedakan mana informasi yang benar dan salah khususnya dalam pembelajaran IPA. Pada poin ke 8 persentase yang diperoleh yaiu 82% yang berarti peserta didik sudah mampu membandingkan dan memilih informasi yang akurat dari berbagai websie atau sumber lain di internet. Akan tetapi pada poin ke 9 persentase yang diperoleh cukup rendah yaitu 63% dengan pernyataan peserta didik sering memberikan komentar atau saran pada suatu blog/website yang memuat konten yang salah. Dapat kita simpulkan pada indikator mengevaluasi peserta didik sudah mampu membedakan mana informasi yang benar dan salah serta yang paling akurat dari berbagai website atau situs internet. Akan tetapi peserta didik masih jarang memberikan komentar atau saran pada website atau postingan yang salah.
Indikator keempat yaitu membuat yang dijabarkan pada poin 10, 11, dan 12. Persentase butir pernyataan ke 10 yaitu 64%, pernyataan 11 54% dan pernyataan 12 52%. Pada indikator membuat masuk kategori kurang setuju. Hal ini dikarenakan peserta didik kurang mampu sampai pada tahap membuat dengan
71
indikator penilaian membuat konten baik berupa foto atau video pembelajaran IPA melalui perangkat digital seperti handphone, computer atau perangkat lainnya. Butir pernyataan 11 mendapat persentase rendah karena kebanyakan peserta didik belum menjelajah sampai pada website yang menyajikan eksperimen sederhana mengenai pembelajaran IPA contohnya Phet dan lainnya. Sehingga perlu perlu dilatih dan ditingkatkan terus menerus literasi digital peserta didik pada indikator membuat supaya dapat mengikuti perkembangan era global.
Indikator kelima yaitu mengkomunikasikan dengan aspek penilaian dijabarkan pada poin 13, 14, 15. Pernyataan butir 13 mendapat persentase 74% yang berarti peserta didik sangat setuju bahwa mereka seringkali berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai pelajaran IPA melalui sosial media via chat ataupun telfon. Butir pernyataan 14 mendapat persenase 62% yang berarti cukup setuju atau dapat sismpulkan peserta didik masih jarang membagikan link mengenai pembelajaran IPA. Peserta didik cenderung mencari materi atau tambahan sumber belajar untuk diri mereka sendiri. Butir pernyataan nomor 15 mendapat persentase 73% yang berarti peserta sangat setuju bahwa mereka seringkali memainkan kuis online tentang IPA di aplikasi Quizizz.
Berdasarkan hasil analisis angket literasi digital peserta didik dapat kita simpulkan bahwa dengan menggunakan alat evaluasi online dapat menambah literasi digital yang mereka miliki. Hal itu terlihat dari pernyataan bahwa dengan adanya alat evaluasi online pengetahuan mereka semakin bertambah karena memancing mereka untuk mencari informasi lebih banyak lagi. Selain itu peserta didik juga sudah mampu memahami penggunaan berbagai media untuk pembelajaran serta membedakan informasi yang benar dan salah. Akan tetatpi peserta didik belum sampai pada kemampuan untuk memberikan kritik dan saran terhadap informasi yang mereka anggap salah. Peserta didik juga belum terlalu mahir untuk membuat dan membagikan informasi mengenai pelajaran IPA melalui media sosial. Sehingga persentase pada indikator membuat masih tergolong rendah. Oleh karena itu perlu adanya peran guru dalam proses pembelajaran untuk mengadakan kegiatan yang dapat melatih kemampuan peserta
didik untuk membuat informasi mengenai IPA dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil tersebut didukung oleh penelitian Basuki & Hidayati (2019) yang menyatakan bahwa penyertaan teknologi atau aplikasi web dalam kuis online harian membawa kemajuan yang luar biasa bagi peserta didik. Aplikasi yang digunakan lebih baik digunakan adalah aplikasi Quizizz karena lebih kolaboratif. Selain itu dengan menggunakan Quizizz peserta didik juga dilatih untuk menggunakan perangkat digital yang menjadikan literasi digital peserta didik semakin bertambah.
73