BAB III DESKRIPSI INSTANSI Rocky Advertising
B. Profil Perusahaan
Berikut ini adalah profil singkat perusahaan Rocky Advertising Surakarta :
Nama Perusahaan : Rocky Advertising
Alamat : Jl Jl.Merpati no.41,Kerten,Solo
Telp : (0271) 713717,(0271)5853911
E-mail : [email protected]
Bidang usaha : Advertising Agency
Jasa spesifik : Outdoor Advertising &
Digital Printing Managing Director : Rocky Super Artha
commit to user 20
Sekretaris : Dewi
Account Executive : Rosyid
Creative Design Spanduk : Titin & Khusnah Creative Design Digital Printing : Eko
Production Crew Spanduk : Marwanto , Sriyono, Gopeng, Anto Production Crew Digital Printing : Budi, Paskas
(Sumber: Rocky Advertising Solo)
C. Logo Rocky Advertising
Logo Perusahaan
(Sumber: Rocky Advertising Solo)
D. Visi dan Misi Perusahaan Ø Visi :
Menjadi perusahaan yang dapat melayani dengan professional serta dapat menjadi image perusahaan yang selalu mengutamakan kerja dan kualitas hasil produksi yang terdepan.
commit to user 21 Ø Misi :
Memberikan inovasi dan kemudahan-kemudahan kepada masyarakat dan pemerintah dengan layanan yang professional sesuia kemajuan dibidang periklanan.
(Sumber: Rocky Advertising Solo)
E. Daftar Klien Tetap Rocky Advertising
NO. Perusahaan Klien Lokasi
1.
commit to user 22
15. Sabun skincare Solo
(Sumber: Rocky Advertising Solo)
F. Bagan Struktur Organisasi
Bagan 1
Struktur Organisasi Perusahaan
(Sumber: Rocky Advertising Solo 2011)
Direktur
Account Executive
Sekretaris
Production Crew Digital Printing Creative Design Digital Printing
Production Crew Spanduk Creative
Design Spanduk
commit to user
23 BAB IV
PELAKSANAAN KULIAH KERJA MEDIA
A. Materi Kuliah Media
Setelah penulis mendapatkan kepastian kapan mulai magang, penulis diberikan briefing bagaimana magang di Rocky Advertising. Di Rocky Advertising magang dimulai pukul 09.00 WIB sampai dengan Pukul 16.00 WIB dengan jam istirahat pukul 12.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB. Selama magang harus mengenakan pakaian rapi. Dalam satu minggu kegiatan dilakukan 6 hari termasuk hari sabtu tanpa ada pengecualian jam kerja.
Salah satu syarat untuk memperoleh gelar professional mahasiswa tingkat akhir adalah Kuliah Kerja Media (KKM). Praktek Kuliah Kerja Media merupakan salah satu sarana untuk mengenal lebih jauh dunia kerja nyata bagi mahasiswa.
Proses Kuliah Kerja Media di Rocky Advertising.telah memberikan pelajaran penting pada Berbagai aspek tugas dan tanggung jawab seorang kreator di Rocky Advertising.
Penulis melaksanakan magang selama lima minggu terhitung tanggal 1 Maret sampai dengan 31 Maret 2011 selama pelaksanaan magang. Penulis mengalami banyak tambahan ilmu bahkan pengalaman yang tidak pernah penulis daptkan di perkuliahan. Untuk lebih jelasnya penulis akan menguraikan secara detail tentang segala sesuatu yang telah penulis kerjakan dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Media di Rocky Advertising Solo.
commit to user
24 1. Pelaksanaan Kuliah Kerja Media (KKM)
Berikut ini adalah ulasan mengenai kegiatan Kuliah kerja media yang telah dirangkum oleh penulis selama satu bulan dan akan dijelaskan per-pekan . a) Pekan I (Antara tanggal 1 Maret – 5 Maret 2011)
Penulis diberi pengarahan tentang apakah sebenarnya Advertising itu, bagaimana sistem kerjanya jika ingin berkecimpung di dunia Advertising, dan lain sebagainya. Penulis dalam pelaksanaan magang di Rocky Advertising ini benar-benar diberi pengarahan yang jelas tentang seluk beluk kinerja Rocky Advertising dalam menjalankan sebuah produksi dan diberikan kebebasan untuk bertanya sejelas mungkin hingga penulis paham mengenai apa yang belum penulis ketahui. Dalam pengarahan ini penulis diberikan waktu untuk melakukan adaptasi dengan pekerja yang sudah ada agar bisa tercipta teamwork yang sangat baik.
Dalam kesempatan ini pula penulis diberikan kesempatan untuk mempelajari beberapa hasil desain yang telah naik cetak pada Rocky advertising. Tujuanya adalah agar penulis memahami akan apa tugas yang akan dijalaninya nanti.
b) Pekan II (Antara tanggal 7 Maret – 12 Maret 2011)
Penulis yang memilih divisi kreatif di Rocky Advertising ini diberi tugas dan tanggung jawab oleh Bapak Rocky selaku pimpinan melalui mbak titin, penulis dibimbing untuk membuat desain MMT Rocky advertising pada Hari pertama minggu kedua. Selain itu Penulis diberikan
commit to user
25
pengarahan dalam membuat desain tersebut dengan diberikan beberapa ketentuan untuk desain MMT Rocky Adv.
Pada hari selanjutnya penulis diberikan tugas mendesain untuk MMT maupun spanduk dari bentuk skate ataupun patch ulang desain jadi agar bisa di kerjakan oleh bagian produksi. Desain-desain ini merupakan hasil olahan dari klien maupun berupa gambaran angan dari klien yang mendatangi kantor Rocky advertising. Beberapa desain telah dikerjakan penulis dan penulis cukup puas dengan hasil tersebut.
c) Pekan III (Antara tanggal 14 Maret – 19 Maret 2011)
Penulis diberikan kepercayaan dan tanggung jawab untuk membuat desain dari seoarang klien yang ingin membuat MMT maupun Spanduk tanpa dampingan dari mbak titin, selain itu karena kurangnya SDM pada Rocky Advertising pada waktu itu, penulis diberi kesempatan untuk menemani mas Rosyid bertemu klien yang ingin melakukan produksi di Rocky Advertising.
Hari ke-2 minggu ke-3 ini penulis ditugaskan berada dibagian Produksi menemani mas Rosyid yang pada saat itu selain menjadi AE, beliau juga memegang kendali alat Produksi MMT selama belum ada gantinya.
d) Pekan IV (Antara tanggal 21 Maret – 31 Maret 2011)
Dalam rentang waktu kira-kira 10 hari terakhir kegiatan Kuliah Kerja Media, Produksi Pertama yang penulis kerjakan adalah melakukan cetak MMT ukuran 5x10m. Cetak ini dirasa sangat sulit bagi penulis
commit to user
26
karena selain membutuhkan ketelitian, pemilihan warna juga harus pas agar cetak MMT menjadi sempurna tanpa ada kesalahan, selain itu ukuran bahan yang besar menyebabkan penulis ekstra hati-hati dalam proses cetak.
Awal minggu ke-4 hingga akhir masa KKM, penulis telah banyak melakukan cetak dengan berbagai ukuran dan berbagai jenis media outdoor maupun indoor lainya.
B. Kegiatan Produksi Indoor Dan Outdoor
Divisi produksi dalam Rocky Advertising bekerja berdasarkan desain yang diberikan oleh divisi creative design dengan persetujuan dari klien bahwa desain tersevut sudah benar dan siap cetak, divisi produksi mengubah desain yang telah diberikan ke dalam bentuk jadi. Divisi produksi melakukan segala hal yang berhubungan dengan produksi iklan, baik itu iklan outdoor maupun iklan indoor dengan segala kemaksimalan ilmu yang dia kuasai sehingga tidak terjadi kesalahan. Berikut merupakan kegiatan yang penulis siapkan mengenai proses produksi dalam divisi Produksi :
1. Pra-Produksi
Dalam proses ini meliputi kegiatan : a. Komunikasi dengan klien
Dalam kegiatan ini, sama sekali tidak ada komunikasi dengan klien, karena tempat produksi pada Rocky Advertising Solo hanya untuk karyawan, sehingga apabila suatu desain sudah
commit to user
27
masuk ke dalam divisi produksi, berarti desain tersebut telah fix untuk di cetak.
b. Komunikasi dengan perusahaan
Pada saat pra-produksi, komunikasi inilah yang sangat dibutuhkan, yaitu koordinasi antara divisi produksi,desain,serta account axecutive (AE). karena pada tahap ini divisi produksi menerima desain dari divisi kreatif dengan instruksi singkat.
Sehingga apabila terjadi masalah bagian AE akan mengarahkan proses cetak akan dibuat menurut keinginan klien.
c. Aktifitas tekhnis
Satu unit komputer untuk menerima desain dari divisi kreatif yang disalurkan melalui kabel LAN, satu unit semacam Handy Talky (HT) untuk berkomunikasi dengan AE apabila terjadi masalah.
2. Produksi
a. Komunikasi dengan klien
Pada saat produksi, tidak ada kegiatan yang melibatkan seorang klien, karena Produksi pada Rocky Advertising Solo sangat tertutup bagi selain karyawan.
b. Komunikasi dengan perusahaan
Dalam kegiatan ini divisi produksi bekerja secara individual tanpa adanya campur tangan dari divisi lain, sehingga
commit to user
28
kegiatan produksi pada Rocky Advertising Solo hanya melibatkan orang-orang produksi.
c. Aktivitas tekhnis
Mesin digital printing Winjet LIMO/ Fox Spectra Polaris yang bekerja 24jam non-stop, mesin ini adalah mesin baru yang diimpor dari luar negri pertengahan februari lalu. Serta membutuhkan satu unit komputer untuk menentukan posisi,warna,serta ukuran saat cetak.
3. Paska Produksi
a. Komunikasi dengan klien
Kegiatan paska produksi ini masih sama seperti kegiatan sebelumnya, yaitu tanpa adanya campur tangan dari klien. Dalam kegiatan ini, pihak perusahaan tidak membiarkan sembarang orang bisa memasuki area produksi.
b. Komunikasi dengan perusahaan
Setelah hasil printing telah tercetak, maka hasil tersebut akan dilanjutkan menuju ke bagian finishing yaitu bagian terakhir dalam proses cetak digital printing, pada bagian ini hasil cetakan akan dibuat seperti apa yang klien inginkan.
commit to user
29 c. Aktifitas tekhnis
Penulis akan menata dan mengkaji ulang hasil cetakan yang telah tercetak, apabila hasil cetakan telah cocok dan bagus, maka cetakan tersebut akan segera disalurkan ke bagian finishing.
C. Kendala Selama Proses Produksi
Selama pelaksanaan KKm di Rocky Advertising, penulis mengalami beberapa kendala diantaranya :
1. Pra-produksi
dalam kegiatan pra produksi, hal yang paling sering penulis temukan sehingga menjadi kendala dalam proses produksi adalah kurang jelasnya instruksi desainer yang telah ada sehingga terkadang proses cetak menjadi terhambat. Selain itu pada saat kabel LAN yang menghubungkan komputer divisi kreatif dan Produksi tidak berjalan lancer, maka kegiatan produksi tidak bisa berjalan, karena dengan jaringan tersebut desain dapat dikirim dari komputer satu ke komputer lainya.
2. Produksi
Karena mesin yang dimiliki Rocky Advertising Solo ini merupakan mesin produksi baru di Indonesia khususnya, maka terkadang masi banyak kendala dalam pengoprasian mesin ini. Misalkan perbedaan warna saat cetak, heat mati karena tidak tahu cara perawatanya.
3. Paska produksi
commit to user
30
Minimnya SDM pada Rocky Advertising pada saat penulis melaksanakan KKM, membuat penulis berjibaku dengan waktu. Setelah hasil cetakan keluar, penulis harus segera memotong hasil print sesuai ukuran dan melipat serta menyalurkan ke bagian finishing.
D. Solusi Untuk Menghadapi Kendala 1. Pra-produksi
Penulis beserta divisi produksi lainya berkoordinasi dengan perusahaan akan kendala yang penulis rasakan selama kegiatan KKM berjalan.
2. Produksi
Pihak perusahaan menghubungi pihak penyedia mesin digital print tersebut agar bisa memberikan penjelasan kepada karyawan sehingga tidak akan ditemui kembali kendala yang seperti itu.
3. Paska produksi
Penulis berkoordinasi dengan perusahaan tentang minimnya karyawan mempersulit proses produksi sehingga jalanya produksi tidak bisa mencapai target yang perusahaan inginkan.
commit to user
31 E. Kemajuan Yang dicapai
1. Pra-produksi
Kegiatan koordinasi antara divisi produksi dengan AE maupun dengan divisi kraetif desain menjadi lebih lancer dengan adanya HT (handy-Talk) sebagai inisiatif perusahaan untuk mempermudah proses produksi.
2. Produksi
Tidak adanya lagi kendala yang ditemui sehingga proses produksi dengan mesin Winjet berjalan lancer untuk saat penulis membuat laporan ini.
3. Paska produksi
Sampai penulis membuat laporan ini, jumlah karyawan pada Rocky Advertising mulai bertambah. Hal ini meringankan beban yang dipikul dari karyawan yang divisinya kekurangan karyawan.
commit to user
32 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Suatu pengalaman yang sangat berharga dalam dunia kerja nyata yang dapat diambil oleh penulis selama praktek Kuliah Kerja Media di biro iklan Rocky Advertising. Praktek kerja seperti ini sangat bagus bagi mahasiswa guna mengasah secara langsung ilmu dan teori ilmu yang sudah didapat selama perkuliahan. Teori memang tidak ada arti tanpa sebuah pembuktian lapangan secara langsung. Dengan demikian Penulis menyimpulkan beberapa hal dari kegiatan KKM .
1. Magang
· Proses Produksi iklan adalah sebuah kegiatan atau pekerjaan dimana sebuah konsep promosi atau desain alat promosi diolah dan dan dirangkai untuk menjadi alat promosi dan siap untuk disampaikan kepada masyarakat atau konsumen.
· Sebagai kreatif dalam industri periklanan ada dua aturan yang harus kita patuhi, yaitu kepuasan klien dan keuntungan perusahaan.
· Proses produksi merupakan suatu proses penentu berhasil tidaknya pesan dapat sampai kepada khalayak
commit to user
33 2. Produksi
· Seseorang yang bekerja di divisi produksi harus mampu bekerja cepat dan tanggap dan cermat dalam mengatasi masalah dalam proses produksi sehingga apabila terjadi hal yang tidak di inginkan akan cepat tanggap dalam mengambil keputusan.
· Dalam melaksanakan produksi seorang pekerja divisi kreatif harus bisa memposisikan diri mereka sebagai klien dan konsumen, dengan begitu mereka dapat mengurangi tingkat resiko revisi karena mereka tahu apa tanggapan yang akan dilontarkan oleh konsumen dan klien.
· Harus memiliki teknik atau penguasaan terhadap semua sarana produksi dengan baik dan tingkat ketelitian dan kehati-hatian yang tinggi.
· Harus memiliki mental dan tenaga yang sangat kuat untuk menjadi seorang kreatif produksi.
B. Saran
Sebagai mahasiswa periklanan DIII Universitas Sebelas Maret yang telah menempuh ilmu Advertising hamper tiga tahun, maka dengan terselesaikanya KKM ini, Penulis memiliki beberapa saran yang mungkin nantinya dapat berguna.
1. Rocky Advertising
· Sebaiknya rocky Advertising menambah jumlah SDM sebagai karyawan, sehingga apabila terjadi overload job , pihak perusahaan tidak kebingungan megerjakan proses produksi.
commit to user
34
· Kedisiplinan sangatlah penting demi kemajuan suatu perusahaan, dan sebaiknya kedisiplinan itu tertanam dalam karyawan rocky advertising.
2. Prodi DIII Periklanan FISIP UNS
· Hendaknya pola mata kuliah diubah agar lebih spesifik sehingga mahasiswa tidak akan merasa kebingungan dengan apa yang diterapkan oleh perusahaan karena telah mendapat materi secara detail dari jurusan.
· Jurusan harus lebih memberikan mata kuliah yang lebih detail tentang periklanan sehingga mahasiswa paham dan memiliki angan-angan dan tujuaan kemana arah mereka dalam menempuh magang ataupun kerja setelah lulus.
3. Keilmuan Komunikasi Terapan
· Sebaiknya mahasiswa mendapatkan pengajaran yang layak dengan pengajara yang telah handal, sehingga akan tercetak generasi periklanan yang sangat handal.
· Dibuangnya mata kuliah yang tidak berkonsentrasi dalam periklanan agar mahasiswa periklanan bisa berkonsentrasi menentukan masa depan. Sebagai contoh : PKN
· Sistem pengajaran yang lebih mendominasi didunia advertising dan mendalami setiap bagian atau divisi yang ada di dalam dunia advertising.