BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Profil PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk dan Kantor Cabang
Danamon adalah salah satu institusi keuangan terbesar di Indonesia dari jumlah pegawai sekitar 60,618 (termasuk karyawan anak perusahaan) pada Desember 2014 yang berfokus untuk merealisasikan visinya:
“Kita peduli dan membantu jutaan orang mencapai kesejahteraan.” Danamon
adalah bank ke-enam terbesar di Indonesia berdasarkan aset, dengan jaringan sejumlah sekitar 2.074 pada akhir Juni 2015, terdiri dari antara lain kantor cabang konvensional, unit Danamon Simpan Pinjam (DSP) dan unit Syariah, serta kantor-kantor cabang anak perusahaannya. Danamon juga didukung oleh serangkaian fasilitas perbankan elektronik yang komprehensif.41
Danamon Simpan Pinjam (DSP) hadir untuk melayani pengusaha secara khusus. DSP adalah sebuah divisi yang dikembangkan oleh Bank Danamon secara khusus untuk melayani dan membantu mengembangkan usaha berskala mikro dan kecil. Semua produk, proses kantor cabang dan layanan di DSP dirancang dan dikembangkan secara khusus hanya untuk memenuhi kebutuhan pengusaha mikro dan kecil.
41 Danamon, Home, Tentang Danamon, Propfil Perusahaan,
http://www.danamon.co.id/Home/AboutDanamon/CorporateInformation/CompanyProfile/tabid/223/Default.aspx, diakses pada tangga12 Agustus 2016, 13:00
Dalam definisi Bank Danamon, usaha mikro dan kecil adalah usaha yang memiliki tingkat penjualan tahunan yang tidak lebih dari Rp.2.000.000.000, (dua milyar rupiah) atau memiliki kebutuhan pinjaman antara Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah) hingga Rp.500.000.000,- (lima ratus juta rupiah). Sebagian besar usaha ini adalah usaha informal yang tidak berbadan hukum, dimiliki dan dikelolah oleh perorangan.
1. Struktur Organisasi PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk. Kantor Cabang Pembantu Lasusua
Berdasarkan hasil survei pada tahun 2010 di Kabupaten Kolaka Utara, pihak PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk, menilai bahwa di Kabupaten Kolaka Utara masih banyak usaha mikro dan kecil yang membutuhkan dana bantuan untuk mengembangkan usaha mereka namun mereka tidak mempunyai akses yang cukup untuk megajukan permohonan bantuan ke lembaga perbankan. Pada Tanggal 25 Mei 2011 PT. bank Danamon Indonesia, Tbk, mulai membuka Kantor Cabang Pembantu di Kecamatan Lasusua Kabupaten Kolaka Utara yang kini dikenal dengan nama DSP Unit Pasar Lasusua.
Struktur organisasi perusahaan merupakan landasan bagi seluruh karyawan yang ada dalam suatu perusahaan. Struktur organisasi ini pada dasarnya mengandung penerapan dan pembatasan tugas, wewenang dan tanggungjawab dari masing-masing karyawan perusahaan. Berikut adalah struktur organisasi PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk Kantor Cabang Pembantu Lasusua:
Gambar 1.1 Struktur Organisasi PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk. Kantor Cabang Pembantu Lasusua.
Sumber: PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk. Kantor Cabang Pembantu Lasusua.
Keterangan gambar:
1. Unit Manager (UM), adalah orang yang mempunyai kewenangan dan tanggungjawab terhadap lancarnya kegiatan kerja pada unit PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk.
2. Credit Officer, adalah orang yang bertanggungjawab untuk memverifikasi dan menganalisa setiap proposal kredit yang diajukan, serta memutus kredit sesuai dengan batas maksimum putusan kredit. 3. Operation Officer, adalah orang yang bertanggungjawab terhadap
kegiatan operasional di unit PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk. serta melakukan fungsi kontrol dan supervisi terhadap teller dan security. 4. Teller, adalah orang yang bertanggungjawab atas proses pembukuan
Custumer Information File (CIF), pembukuan rekening, penutupan rekening, transaksi nasabah serta memastikan semua dokumen
Credit Officer Account Officer
Operation Officer
Loan Admin Unit Manager
Teller
didokumentasikan dengan baik. Teller juga melakukan layanan cash pick up (transaksi setoran ditempat usaha debitur) dan melakukan berbagai proses operasional dengan efisien, sesuai dengan prosedur dan kebijakan yang berlaku
5. Account Officer, adalah orang yang memiliki tanggungjawab dalam penjualan atau pemasaran kredit serta collection untuk membantu tercapainya target dari unit PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk.
6. Loan Admin, adalah orang yang betanggungjawab atas administrasi dokumen kredit debitur.
7. Security, adalah orang yang menjaga dan bertanggungjawab atas keamanan selama jam operasional unit, mengawas petugas cash pick up serta cover dana.
2. Prosedur Pemberian Kredit Pada PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk. Kantor Cabang Pembantu Lasusua
Pelaksanaan pemberian kredit pada PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk. Kantor Cabang Pembantu Lasusua dinilai telah melaksanakan prosedur yang tepat. Kriteria penilaian yang umum untuk mendapatkan nasabah yang benar-benar layak untuk diberikan kredit dilakukan sesuai dengan Ketentuan Umum Kredit yang telah ditetapkan oleh PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk. antara lain:42
1. Menetapkan Target Pemasaran
Dalam menetapkan target pemasaran hal-hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
a) Calon debitur adalah pedagang, pengusaha perorangan atau individu berpenghasilan tetap.
b) Tempat usaha calon debitur berada di dalam radius ± 2 km dari unit Danamon Simpan Pinjam
2. Persyaratan Umum Calon Debitur
Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh calon debitur untuk mengajukan permohonan kredit adalah sebagai berikut:
a) Calon debitur adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di wilayah Indonesia.
b) Usia calon debitur minimal 21 tahun atau 18 tahun untuk yang telah menikah. Sedangkan usia maksimal calon debitur untuk mengajukan pinjaman adalah 60 tahun.
c) Tidak adak informasi negatif, misalnya penjudi, pemabok, berkarakter atau memiliki reputasi buruk lainnya.
d) Lama usaha minimal 2 tahun di bidang usaha yang sejenis.
e) Status tempat usaha, tempat tinggal dan jaminan kepemilikannya atas nama debitur, pasangan debitur, orang tua kandung maupun anak kandung debitur. Khusus produk Dana Talangan dan Dana Siaga kepemilikannya bisa sewa minimal telah 5 tahun.
f) Wajib dilakukan BI Checking kepada debitur dan pasangan untuk total kredit di atas Rp. 100 juta; untuk take over; serta produk Pinjaman Rekening Koran (PRK) DSP.
g) Tujuan pinjaman untuk modal kerja, investasi penunjang usaha maupun untuk konsumtif.
3. Maksimum Fasilitas
Maksimum fasilitas kredit yang dapat diberikan yaitu:
a) Khusus untuk Dana Talangan dan Dana Siaga, calon debitur hanya diperkenankan untuk memiliki maksimal 1 produk pinjaman dari antara 2 produk tersebut.
b) Tidak diperkenankan untuk memberikan lebih dari satu fasilitas kredit kepada debitur baru yang sama pada saat yang bersamaan.
c) Setiap calon debitur hanya diperkenankan memiliki satu fasilitas PRK DSP.
4. Batas Maksimal Pembiayaan
a. Kemampuan membayar debitur harus sesuai dengan batas maksimal Installment to Disposible Income Ratio(IDIR) yang berlaku pada tiap-tiap produk.
b. Kebutuhan modal kerja sesuai dengan maksimal Working Investment (WI) yang berlaku.
c. Kecukupan jaminan khusus untuk produk dengan jaminan sesuai dengan batas maksimal Loan to Value (LTV) yang berlaku pada tiap produk dan tiap jenis jaminan.
5. Jenis Usaha yang Dihindari
a. Usaha yang baru berdiri kurang dari 2 tahun (start up business). b. Usaha yang illegal dan tidak etis atau tidak sesuai dengan
norma-norma yang berlaku di masyarakat umum misalnya, perjudian, pelacuran, tempat hiburan seperti bar, diskotik, karaoke dan bola tangkas.
c. Usaha pembiayaan baik formal maupun informal.
d. Usaha yang pendapatan usahanya diterima lebih dari 1 bulan sekali (misalnya setiap 3 bulan, 6 bulan dan lainnya) atau musiman.
e. Usaha yang berada di luar radius unit Danamon Simpan Pinjam yang telah disetujui.
f. Jenis usaha lainnya yang dilaran melalui Memorandum Internal yang diterbitkan oleh Risk Management Kantor Pusat.
3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kredit Macet (Bermasalah) Atas Pinjaman Nasabah PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk. Kantor Cabang Pembantu Lasusua
Alasan utama adanya kredit bermasalah dan kemungkinan kerugian adalah ketidakmampuan peminjam untuk mewujudkan pendapatan dari kegiatan bisnis yang normal, kesempatan kerja, atau penjualan hartanya43.
Berdasarkan hasil wawancara, lebih lanjut dijelaskan oleh Pimpinan PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk. Kantor Cabang Pembantu Lasusua bahwa ada dua faktor yang menjadi penyebab timbulnya kredit macet yaitu faktor internal dan faktor eksternal44.
43 Rachmadi Usman, Aspek-Aspek Hukum Perbankan di Indonesia, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2001, Hlm. 355.
44 Hasil wawancara, bersama Pimpinan PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk. Kantor Cabang Pembantu Lasusua, tanggal 13 Agustus 2016.
Faktor internal yang menjadi penyebab timbulnya kredit macet yaitu:
1. Kebijakan perkreditan yang ekspansif.
2. Penyimpangan dalam pelaksanaan prosedur perkreditan. 3. Itikad kurang baik dari pemilik, pengurus atau pegawai bank.
4. Lemahnya sistem administrasi dan pengawasan kredit serta lemahnya sistem informasi kredit macet.
Sedangkan faktor eksternal penyebab timbulnya kredit bermasalah adalah: 1. Kegagalan usaha debitur.
2. Musibah terhadap debitur atau terhadap kegiatan usaha debitur.
3. Pemanfaatan iklim persaingan perbankan yang tidak sehat oleh debitur. 4. Menurunnya kegiatan ekonomi dan tingginya suku bunga kredit.
Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa sejumlah pinjaman yang diberikan untuk tujuan pembiayaan bisnis dan keperluan pertanian dapat berkembang menjadi kredit bermasalah dan kerugian karena berbagai faktor. Walaupun beberapa penyebabnya mungkin timbul di luar dunia usaha, dan beberapa analisa telah berusaha untuk menjelaskan kegagalan dunia usaha dalam bentuk penyebab intern dan ekstern, sebagian besar kesalahan dapat ditimpakan pada manajemen.
Manajemen sebuah perusahaan mempunyai tanggung jawab yang besar, yang meliputi pemilihan sasaran dan jenis organisasi untuk menjalankannya, pemilihan kebijaksanaan yang akan dijalankan sehingga memberikan hasil yang wajar pada pemilik perusahaan, pengendalian atas
proses produksi barang dan jasa yang dapat dijual, serta melakukan penyesuaian atas kebijaksanaan dan prosedur yang ada untuk menjamin kelangsungan operasional yang berhasi45.
Jika tanggung jawab ini tidak dipenuhi, kemampuan untuk menghasilkan pendapatan akan menurun, akibatnya kemampuan untuk membayar kembali pinjaman bank juga akan semakin berkurang. Banyak yang menjadi alasan terjadinya kerugian pinjaman, dan semua alasan yang ada bisa saja tidak berlaku untuk semua perusahaan. Sebagian pejabat kredit mengatakan bahwa penyebab yang paling utama adalah manajemen yang buruk.46
Faktor penting lainnya adalah yang dinamakan dengan kondisi ekonomi yang buruk, selain itu digabungkan dengan ketergantungan yang terlalu besar pada pinjaman47.
Berdasarkan analisa penulis dari hasil penelitian, adanya faktor kecurangan juga merupakan penyebab utama kerugian pinjaman. Walaupun faktor tersebut juga mungkin saja dihadapi jika hubungan antara bank dan peminjam mengalami ketegangan dan adanya kemunduran kerja sama antara peminjam dan pihak bank yang bersangkutan. Hal ini mungkin terjadi jika likuidasi perusahaan harus dilakukan.
45 http://www.majalahtrust.com/subscribe.html, diakses pada tanggal 14 diakses pada Tanggal Agustsus 2016, 10:30 46Ibid, Hlm. 2.
47 Eko B. Supriyanto, Sepuluh Tahun Krisis Moneter, Kesiapan Menghadapi Krisis Kedua, InfoBank Publishing, Jakarta, 2007, Hlm.11.
B. Penyelesaian Kredit Macet Dengan Jaminan Hak Tanggungan Berupa