• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian

B. Deskripsi Subjek Penelitian

2. Profil subjek berdasarkan frekuensi diet Tabel 5

Frekuensi Jumlah Presentase

1 - 4 kali 85 responden 61,6%

5 – 10 kali 24 responden 17,4%

>10 kali 16 responden 11,6%

Saya selalu melakukan diet

13 responden 9,4%

Total 138 responden 100%

58 3. Profil subjek berdasarkan cara diet

Tabel 6.

Cara Diet Jumlah Presentase

Berpuasa 60 43,5%

59 C. Deskripsi Data Penelitian

Pada bagian ini, peneliti akan menjabarkan data penelitian yang didapat dari 138 responden. Deskripsi data ini dapat diketahui dengan melakukan perhitungan mean teoretik dan mean empirik. Mean empirik didapatkan dengan cara dihitung dengan menggunakan aplikasi SPSS. Sedangkan mean teoretik didapatkan melalui perhitungan manual dengan menggunakan skor tertinggi dan terendah dalam sebuah skala. Jika mean empirik lebih besar dari mean teoretik maka dapat dikatakan jika subjek memiliki kecenderungan yang tinggi pada variabel tersebut. Namun sebaliknya, apabila mean empirik lebih rendah dari mean teoretik maka subjek memilki kecenderungan yang rendah pada variabel tersebut.

Mean empirik akan dihitung menggunakan uji one sample t-test pada aplikasi IBM SPSS Statistic versi 24. Sedangkan mean teoretik dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini:

( ) ( )

Hasil perhitungan mean empirik dan mean teoretik dari variabel sikap terhadap peran gender stereotipe dan perilaku pengurangan berat badan secara tidak sehat akan disajikan dalam tabel berikut ini.

60 Tabel 7.

Hasil perhitungan mean empirik dan mean teoretik

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa mean empirik pada variabel sikap terhadap peran gender stereotipe sebesar 78,18 dan mean teoretik sebesar 97,5 dengan signifikansi 0,000. Hal ini mengindikasikan terdapat perbedaan yang signifikan antara mean empirik dan mean teoretik pada variabel tersebut.

Dalam perhitungan tersebut terlihat jika mean teoretik lebih besar daripada mean empirik sehingga dapat diartikan jika kelompok subjek dalam penelitian ini memiliki tingkat sikap terhadap peran gender stereotipe yang cenderung rendah.

Pada variabel perilaku pengurangan berat badan secara tidak sehat dapat dilihat pula bahwa mean empirik diketahui sebesar 2,69 dan mean teoretik

61

sebesar 3 dengan signifikansi 0,000. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara mean empirik dan mean teoretik pada variabel tersebut. Dari perhitungan di atas terlihat jika mean teoretik lebih besar daripada mean empirik sehingga dapat dikatakan jika kelompok subjek dalam penelitian ini memiliki tingkat perilaku pengurangan berat badan secara tidak sehat yang cenderung rendah.

D. Analisis Data Penelitian 1. Uji Asumsi

a. Uji Normalitas

Hasil uji normalitas pada penelitian ini akan disajikan pada tabel di bawah ini:

62

Dari tabel di atas, dapat dilihat jika melalui hasil uji normalitas, variabel sikap terhadap peran gender stereotipe memiliki persebaran data yang tidak normal karena memilliki nilai Signifikansi kurang dari 0,05 (Santoso, 2010) yaitu sebesar 0,035. Pada variabel perilaku pengurangan berat badan secara tidak sehat, didapatkan nilai Signifikansi 0,000 sehingga dapat dikatakan bahwa data tidak berdistribusi normal dikarenakan nilai signifikansi yang kurang dari 0,05 (Santoso, 2010).

b. Uji Linearitas

Hasil uji linearitas pada penelitian ini akan disajikan pada tabel di bawah ini:

63 Gambar 1.

Scatter Plot Hubungan Sikap Terhadap Peran Gender Stereotipe dan Perilaku Pengurangan Berat Badan Secara Tidak Sehat

Dari tabel di atas, dapat dilihat jika melalui uji linearitas kedua variabel mendapatkan nilai Signifikansi Linearity sebesar 0,469. Hasil ini lebih besar dari 0,05 (p 0,05) yang menunjukkan bahwa variabel tidak linear (Santoso, 2010). Dari gambar scatter plot dapat dilihat pula bahwa kedua variabel tidak membentuk garis linear.

2. Uji Hipotesis

Uji hipotesis dilakukan untuk melihat apakah hipotesis penelitian yang diajukan diterima atau ditolak. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara sikap terhadap peran gender stereotipe dan perilaku pengurangan berat badan secara tidak sehat. Berdasarakan uji asumsi diketahui data kedua variabel tidak berdistribusi normal dan tidak

64

linear. Oleh sebab itu, peneliti melakukan uji hipotesis menggunakan uji non parametrik Spearman Rho. Berikut ini akan disajikan hasil uji korelasi penelitian ini:

Berdasarkan uji korelasi di atas, diketahui bahwa nilai signifikansi kedua variabel lebih besar dari 0,05 (p 0,05), yaitu 0,710 dengan koefisien korelasi r = 0,032. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis nol diterima atau tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dua variabel.

Hasil ini sejalan dengan hasil uji linearitas yang tidak signifikan dan scatter plot yang tidak menunjukkan garis lurus sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ini ditolak. Menurut Azwar (2009) hipotesis nihil yang menyatakan tidak adanya korelasi linear dapat langsung diterima jika persebaran koordinat titik data X dan Y pada scatter plot tidak menunjukkan pola garis lurus yang jelas tetapi menyebar. Hal ini didukung oleh Santoso (2010) yang menyatakan bahwa kenaikan variabel bebas yang diikuti oleh kenaikan atau penurunan variabel terikat secara acak, menunjukkan bahwa kedua variabel tidak berkorelasi atau memiliki korelasi yang sangat lemah. Jadi, tidak terdapat

65

hubungan antara sikap terhadap peran gender stereotipe dan perilaku pengurangan berat badan secara tidak sehat.

E. Pembahasan

Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan antara sikap terhadap peran gender stereotipe dan perilaku pengurangan berat badan secara tidak sehat. Berdasarkan uji asumsi yang telah dilakukan, berupa uji normalitas dan uji linearitas, diketahui bahwa data berdistribusi normal dan tidak linear. Hal ini juga didukung oleh hasil scatter plot yang menunjukkan tidak adanya pola garis lurus sehingga dapat disimpulkan jika hipotesis penelitian ini ditolak.

Hasil penelitian ini berseberangan dengan hasil penelitian serupa yang dilakukan oleh beberapa peneliti. Dari hasil studi yang dilakukan pada remaja Costa Rica, ditemukan jika sikap remaja terhadap peran gender stereotipe ini berpengaruh pada pola makan remaja di sana. Tuntutan yang diberikan oleh lingkungan sekitar membuat remaja di sana merasa perlu untuk melakukan diet, baik secara sehat maupun tidak sehat (Monge-Rojas et al., 2015). Hasil ini serupa dengan hasil yang diperoleh pada remaja Amerika Serikat. Dari hasil studi yang dilakukan oleh Nagata et al. (2020) ditemukan jika norma-norma gender di dalam masyarakat, seperti pandangan tentang tubuh ideal bagi perempuan berkorelasi secara positif terhadap peningkatan remaja perempuan untuk melakukan perilaku pengurangan berat badan secara tidak sehat karena remaja perempuan merasa tidak memenuhi standar ideal di masyarakat (Nagata et al., 2020).

66

Dari hasil pemaparan di atas, peneliti menduga terdapat beberapa hal yang dapat menjadi penyebab tidak terbuktinya hipotesis penelitian ini. Berikut ini akan dipaparkan beberapa hal yang diduga mempengaruhi hasil penelitian ini.

Beberapa hal tersebut meliputi penyebab ketidaknormalan dan ketidaklinearan data, penggunaan item tunggal pada salah satu variabel, kekurang sesuaian dalam memilih variabel bebas serta kemungkinan kedua variabel tidak berkorelasi secara langsung.

Pada penelitian ini, didapatkan hasil bahwa kedua data tidak berdistribusi normal. Menurut Santoso (2010) ketidaknormalan data dapat disebabkan oleh adanya nilai ekstrem atau sering disebut outliers. Munculnya outliers ini dapat disebabkan oleh adanya kemungkinan kesalahan entri data oleh penulis. Selain itu, kemungkinan subjek tidak kooperatif dalam mengerjakan kuisioner dan juga adanya keadaan istimewa dari subjek. Dalam hal ini, peneliti sudah berusaha untuk membuang data-data outliers tersebut namun demikian setelah dihitung kembali tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Dengan kata lain tidak membawa dampak yang berarti pada hasil uji normalitas.

Di samping itu, saat dilakukan uji linearitas, kedua variabel tidak menunjukkan arah yang linear. Hal ini kemungkinan dapat terjadi karena jumlah subjek yang kurang besar. Hal ini didasari dengan anggapan bahwa dengan semakin besar subjek maka dapat memperkecil rerata kuadrat untuk error yang dapat meningkatakan kemungkinan untuk menolak hipotesis nol (Santoso, 2010).

67

Pada variabel perilaku pengurangan berat badan secara tidak sehat, peneliti menggunakan skala dengan item tunggal atau single item. Penggunaan single item atau item tunggal pada salah satu variabel mungkin berkontibusi pada hasil penelitian ini. Single item atau item tunggal sendiri merupakan skala penelitian yang mengukur suatu konstruk dengan satu pertanyaan. Penggunaan item tunggal dalam penelitian masih menjadi perdebatan berkaitan dengan reliabilitas dan validitasnya sehingga skala dengan item tunggal kerap menimbulkan skeptisisme dan perhatian metodologis (Sarstedt & Wilczynski, 2009). Selain itu, kelemahan lain dari skala dengan item tunggal adalah penyederhanaan yang dilakukan pada topik multidimensional serta kurang mampu dalam mengukur perbedaan halus antar individu atau subjek (Nunnally & Bernstein, 1994 dalam Brailovskaia & Margraf, 2018).

Perhatian metodologis yang sering disematkan pada penggunaan item tunggal adalah berkaitan dengan reliabilitas serta validitasnya. Reliabilitas pada item tunggal sering kali dipertanyakan terkait dengan konsistensi internal dari item tersebut. Di samping itu, permasalahan tentang validitas isi dari item tunggal semakin meguatkan permasalahan metodologis dari penggunaan item tunggal (Gardner et al., 1998).

Selain itu, faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap hasil penelitian ini adalah kekurangsesuaian peneliti dalam memilih variabel bebas, berupa sikap terhadap peran gender stereotipe. Kemungkinan kedua variabel di dalam penelitian ini bukan merupakan variabel dengan korelasi langsung. Maka dari

68

itu, saat dilakukan korelasi secara langsung, kedua variabel tidak menunjukkan korelasi yang kuat dan signifikan.

Hal ini serupa dengan temuan dari penelitian Neumark-Sztainer, Wall, Story, dan Perry (2003). Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa norma-norma sosial seperti norma-norma berat badan di lingkungan keluarga dan rekan serta keterhubungan antar keluarga tidak secara langsung atau berkorelasi kuat dengan perilaku pengurangan berat badan secara tidak sehat. Namun demikian, norma-norma sosial tersebut berkorelasi kuat dengan kekhawatiran pada berat badan, yang mana kekhawatiran pada berat badan ini berkorelasi kuat dengan perilaku pengurangan berat badan secara tidak sehat.

69 BAB V

Dokumen terkait