HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Profil Usaha Jajanan Pasar Dalam Aspek Jenis- Jenis Produk, Pendapatan, dan Keterserapan Tenaga Kerja di Pasar Bantengan, Pendapatan, dan Keterserapan Tenaga Kerja di Pasar Bantengan,
1. Profil Usaha Jajanan Pasar dalam Aspek Jenis- Jenis Produk
Produk yang dijual oleh Pengusaha jajanan di Pasar Bantengan merupakan produk konsumsi siap makan dan tidak untuk diolah kembali. Berdasarkan tujuan dan pemakaian, produk ini dijual untuk memenuhi kebutuhan misalnya acara ulang tahun, acara pengajian, arisan, dan acara lainnya yang memerlukan konsumsi. Adapun yang membeli produk jajanan ini yang kemudian untuk dikomersialkan lagi.
66
Produk- produk yang dijual oleh para pengusaha merupakan makanan titipan dari produksen- produksen dan bukan diproduksi sendiri oleh para pengusaha jajanan pasar. Meskipun hanya 4 (empat) outlet saja yang melakukan penjualan dengan metode penitipan ini namun variasi produk yang ditawarkan cukup beragam.
Produk- Produk yang dijual oleh Pengusaha Jajanan Pasar ini ternyata tidak hanya jenis makanan tradisional saja melainkan ada beberapa jenis lain yaitu Produk Kue dan Bakery (Bread, Bakery, and Cake), dan Produk Makanan Inovasi. Tidak terbatas hanya menyediakan kue, ternyata usaha jajanan pasar menyediakan aneka jenis nasi bungkus, nasi mika (Nasi Uduk, Nasi Kuning, Nasi Rames) beserta lauk pauknya.
Merujuk dari pendapat Yasa Boga (2007: 2) Jajan Pasar adalah istilah untuk kue basah tradisional indonesia, karena zaman dahulu kue- kue ini hanya dapat dibeli di pasar tradisional. Sedangkan Jajan pasar yang dijual di Pasar Bantengan ternyata tidak hanya kue basah tradisional saja melainkan berbagai jenis roti modern, Produk kue Inovasi baru, bahkan lauk pauk sekalipun. Hal ini bisa jadi karena perkembangan zaman yang semakin maju serta bahan- bahan yang semakin variasi, sehingga munculah aneka variasi produk jajanan pasar dengan versi yang baru bahkan beda sama sekali dengan produk sesungguhnya. Adapun tersedianya aneka macam lauk- pauk dan aneka nasi bungkus dikerenakan lokasi pasar bantengan ini yang strategis karena hanya di pinggir jalan dan waktu buka bersamaan dengan jam sekolah maupun jam kerja. Adanya tuntutan konsumen yang mencari sarapan baik untuk bekal anak
67
sekolah maupun bekal kerja, sehingga pengusaha melihat peluang untuk menyediakan sarapan dalam bentuk bungkusan maupun kemasan mika.
Jenis- jenis produk yang dijual di Pasar Bantengan juga dilihat berdasarkan teknik olah dan bahan yang digunakan. Berdasarkan hasil penelitian seluruh produk yang dijual di pasar bantengan sangat bervariasi dari dilihat dari bahannya yaitu tepung terigu, tepung ketan, tepung beras, tepung agar- agar, beras, beras ketan dan bahan- bahan makanan lain seperti tahu, tempe, pisang, umbi- umbian yang diolah dengan berbagai macam tehnik olah. Dari seluruh varian produk yang ada di pasar batengan bahan utama yang dominan digunakan yaitu tepung terigu dengan tehnik olah yang sering digunakan adalah tehnik kukus dan goreng. Dari keterangan diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar produknya merupakan jenis kue basah. Hal ini diungkapkan sesuai pendapat Yuyun Alamsyah (2006:8) yang menyebutkan bahwa kue basah merupakan makanan yang disajikan dalam keadaan basah/ dan kandungan airnya banyak, biasanya diolah dengan tehnik direbus dan dikukus. Menurut pendapat Yasa Boga (2007:2) bahwa jajanan pasar atau dikenal dengan kue- kue tradisional indonesia hampir tidak pernah dibuat dari bahan tepung terigu, kalaupun ada berarti kue- kue tersebut sudah dipengaruhi pengaruh barat maupun dimodifikasi. Dari pendapat tersebut maka diketahui kalau jenis- jenis produk yang dijual di pasar bantengan sudah didominasi produk inovasi baru dan produk pengembanga. Berdasarkan hasil diketaui bahwa jajanan yang dijual oleh ke-4 (empat) outlet usaha banyak di dominasi oleh jenis produk berbahan dasar Tepung terigu yang dioleh menjadi gorengan dan aneka produk kue basah.
68
Jenis- Jenis produk ini juga dilihat dari kapasitas produk yang dijual. Berdasarkan keterangan diatas bahwa mayoritas produk banyak dijual yaitu jenis kue basah dan gorengan. Berdasarkan hasil penelitian yang dapat dilihat pada tabel 13 diketahui bahwa masing- masing outlet memiliki beberapa produk unggulan produk unggulan dari ke-4 (empat) outlet yaitu produk tahu tempe goreng, Risoles, dan bolu kukus, yang ketiganya menggunakan bahan tepung terigu serta tehnik olahi goreng dan kukus.
Keterangan diatas menyebutkan meskipun penjual menyebut usaha penjual jajanan pasar namun tidak seluruhnya produk yang dijual adalah produk jajanan tradisional dan jajan pasar. Hal tersebut merujuk pada pendapat Rinto Habsari (2010:6) bahwa makanan tradisional biasanya dijual di pagi hari, dengan bahan utama yang digunan yaitu tepung beras, tepung ketan, hunkwe maupun sagu dengan cairan berupa santan. Namun kenyataanya seiring berkembangnya zaman semakin banyaknya produk kreasi baru dengan memodifikasi makanan yang sudah ada dan menciptakan jenis produk makanan baru dengan bahan- bahan seperti tepung terigu, umbi-umbuan, buah buahan, dan bahan makanan lainnya.
Variasi produk yang ditawarkan dari ke empat outlet usaha ternyata memiliki kesamaan produk yang dijual, hal ini dikarenakan lokasi penjualan yang mengelompok dalam satu area sehingga produksen dan distributor kue lebih mudah dalam menyetorkan produknya. Kesamaan produksen pada ke-4 (empat) outlet usaha bukan berarti memiliki jumlah variasi yang sama pada tiap outletnya. Setiap outlet memiliki jumlah varian produk yang berbeda. Total varian produk yang dijual di Pasar Bantengan adalah 116 varian produk. Varian
69
produk yang dijual mayoritas merupakan jenis yang tidak tahan lama karena hanya dijual habis dalam sehari dan hanya bertahan 1-2 hari masa konsumsi. Komponen lain yang terdapat pada jenis produk yaitu kemasan. Kemasan – kemasan yang digunakan merupakan kemasan umum dan sederhana. Kemasan pada produk yang dijual oleh ke-4 (empat) pengusaha jajanan diantaranya kemasan daun pisang, kemasan plastik, kemasan mika, kemasan kertas/ cake cases, bahkan ada pula yang tidak menggunakan kemasan dengan persentase paling tinggi yaitu 36%.
Beberapa keterangan diatas menjelaskan beberapa aspek dilihat dari jenis produknya atara lain jenis produk berdasarkan variasi produk, bahan dan teknik olah yang digunakan, jenis- jenis kemasan yang digunakan, daya tahan penyimpanannya serta beberapa produk yang banyak diminati di Pasar Bantengan, Banguntapan, Bantul.