Dengan memperhatikan perkembangan pelaksanaan APBN 2007 dalam semester I, serta berbagai langkah kebijakan yang telah dan akan ditempuh dalam tahun 2007, maka pendapatan negara dan hibah dalam semester II tahun 2007 diperkirakan mencapai Rp398.102,4 miliar. Jumlah ini terdiri dari: (i) penerimaan perpajakan sebesar Rp284.257,0 miliar, atau 55,8 persen dari sasarannya yang ditetapkan dalam APBN 2007 sebesar Rp509.462,0 miliar; (ii) penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp111.503,1 miliar, atau 52,9 persen dari sasarannya yang ditetapkan dalam APBN 2007 sebesar Rp210.927,0 miliar, dan (iii) penerimaan hibah sebesar Rp2.342,3 miliar, atau 87,8 persen dari sasarannya yang ditetapkan dalam APBN 2007 sebesar Rp2.669,0 miliar.
Lebih tingginya perkiraan pendapatan negara dan hibah dalam semester II tahun 2007 tersebut terutama dipengaruhi antara lain oleh: (i) perkembangan berbagai variabel ekonomi makro; (ii) langkah-langkah penyempurnaan sistem administrasi dan prosedur perpajakan, kepabeanan dan cukai; serta (iii) langkah penyempurnaan sistem dan prosedur penyetoran PNBP.
Berdasarkan perkiraan realisasi harga minyak, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, dan tingkat suku bunga SBI rata-rata 3 bulan, serta rencana disbursement PHLN dan tingkat penyerapan
anggaran oleh K/L, belanja negara dalam semester II tahun 2007 diperkirakan akan mencapai Rp458.023,2 miliar, atau 60,0 persen dari pagu anggarannya dalam APBN 2007 sebesar Rp763.570,8 miliar. Dengan demikian, dalam keseluruhan tahun 2007, belanja negara diperkirakan akan mencapai Rp746.418,0 miliar, atau 97,8 persen dari pagu anggarannya dalam APBN 2007.
Sementara itu, dari perkiraan realisasi belanja negara dalam semester II tahun 2007 tersebut, diantaranya merupakan perkiraan belanja pemerintah pusat sebesar Rp320.561,9 miliar, atau 63,5 persen dari pagu anggarannya yang ditetapkan dalam APBN 2007 sebesar Rp504.776,2 miliar. Tingginya penyerapan anggaran pemerintah pusat dalam semester II tahun 2007 tersebut, terkait dengan mulai dilaksanakannya proyek-proyek fisik, yang menyebabkan tingginya penyerapan belanja modal. Selain itu, tingginya penyerapan belanja pemerintah pusat dalam semester II tahun 2007 juga terkait dengan lebih tingginya realisasi subsidi listrik sebagai akibat dari adanya peningkatan biaya produksi penyediaan listrik. Realisasi anggaran belanja ke daerah dalam semester II tahun 2007 diperkirakan mencapai Rp137.461,3 miliar, atau 53,1 persen dari pagu anggaran belanja ke daerah yang ditetapkan dalam APBN 2007 sebesar Rp258.794,6 miliar. Berdasarkan perkiraan realisasi belanja ke daerah semester I tahun 2007, dan melihat kecenderungan realisasi belanja ke daerah dalam semester II tahun 2007 tersebut, maka secara keseluruhan, alokasi anggaran belanja ke daerah dalam tahun 2007 diperkirakan mencapai Rp252.537,3 miliar. Jumlah tersebut berarti lebih rendah Rp6.257,3 miliar (2,4 persen) dari pagu alokasi anggaran belanja ke daerah yang ditetapkan dalam APBN 2007, terutama sebagai akibat dari lebih rendahnya perkiraan realisasi DBH BPHTB dan SDA migas.
Sejalan dengan perkiraan realisasi pendapatan negara dan hibah, serta perkiraan realisasi belanja negara, maka dalam semester II tahun 2007 diperkirakan terdapat defisit anggaran sebesar Rp59.920,8 miliar, atau 147,9 persen dari sasarannya yang ditetapkan dalam APBN 2007. Defisit anggaran tersebut diperkirakan dapat ditutup dengan pembiayaan dalam negeri sebesar Rp39.389,0 miliar, atau 71,5 persen dari sasarannya dalam APBN 2007, dan pembiayaan luar negeri (neto) sebesar Rp9.887,7 miliar, atau negatif 67,9 persen dari sasarannya dalam APBN 2007.
Perkiraan realisasi pembiayaan anggaran dalam semester II tahun 2007 diharapkan dapat dicapai sejalan dengan ditempuhnya beberapa kebijakan yang telah diprogramkan, antara lain penerbitan obligasi baru, privatisasi, penjualan aset program restrukturisasi yang meliputi divestasi, penjualan aset saham nonbank, aset properti, dan aset kredit, serta percepatan penyelesaian policy matrix sebagai syarat pencairan pinjaman program. Dengan ditempuhnya berbagai langkah kebijakan tersebut, maka postur pembiayaan anggaran dalam semester II tahun 2007 tersebut akan menjadi sebagai berikut. Perkiraan realisasi pembiayaan dalam negeri terdiri dari perbankan dalam negeri Rp10.823,2 miliar, privatisasi Rp4.700,0 miliar, dikurangi dengan penyertaan modal negara Rp2.700,0 miliar, hasil penjualan aset program restrukturisasi perbankan Rp521,7 miliar, dan penerbitan SBN neto Rp28.044,0 miliar. Sementara itu, perkiraan realisasi pembiayaan luar negeri dalam semester II tahun 2007 tersebut terdiri dari penarikan pinjaman program Rp19.110,0 miliar, dan penarikan pinjaman proyek Rp20.184,6 miliar dikurangi dengan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri Rp29.407,0 miliar.
Gambaran APBN dalam semester II tahun 2007 dan perkiraan realisasi tahun 2007 dapat dilihat dalam Tabel II.8
A. Pendapatan Negara dan Hibah 723.057,9 19,1 286.365,5 39,6 398.102,4 55,1 684.467,9 94,7
I. Penerimaan Dalam Negeri 720.389,0 19,1 285.999,9 39,7 395.760,1 54,9 681.760,1 94,6
1. Penerimaan Perpajakan 509.462,0 13,5 205.634,9 40,4 284.257,0 55,8 489.891,8 96,2 2. Penerimaan Negara Bukan Pajak 210.927,0 5,6 80.365,1 38,1 111.503,1 52,9 191.868,2 91,0
II. Hibah 2.669,0 0,1 365,5 13,7 2.342,3 87,8 2.707,8 101,5
B. Belanja Negara 763.570,8 20,2 288.394,8 37,8 458.023,2 60,0 746.418,0 97,8
I. Belanja Pemerintah Pusat 504.776,2 13,4 173.318,8 34,3 320.561,9 63,5 493.880,7 97,8
II. Belanja Ke Daerah 258.794,6 6,8 115.076,0 44,5 137.461,3 53,1 252.537,3 97,6
C. Keseimbangan Primer 44.573,6 1,2 40.501,7 90,9 -16.161,3 -36,3 24.340,4 54,6
D. Surplus/Defisit Anggaran (A - B) -40.512,9 -1,1 -2.029,3 5,0 -59.920,8 147,9 -61.950,1 152,9
E. Pembiayaan (I + II) 40.512,9 1,1 12.673,5 31,3 49.276,7 121,6 61.950,1 152,9
I. Pembiayaan Dalam Negeri 55.068,3 1,5 35.170,7 63,9 39.389,0 71,5 74.559,7 135,4
II. Pembiayaan Luar Negeri (neto) -14.555,4 -0,4 -22.497,3 154,6 9.887,7 -67,9 -12.609,6 86,6
1) Perbedaan satu angka di belakang koma terhadap angka penjumlahan adalah karena pembulatan 2) Menggunakan PDB dengan basis perhitungan realisasi PDB tahun 2006
Tabel II.8 Uraian Perkiraan Realisasi % thd APBN APBN 2007 (miliar rupiah) PROGNOSIS APBN 2007 1) % thd APBN % thd APBN Prognosis Semester II % thd PDB Perk. Real Semester I 2)
(1) (3) (4) (5)
42 PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK 210.926.957,8 80.365.100,7 38,1
421 PENERIMAAN SUMBER DAYA ALAM 146.256.914,0 49.891.457,0 34,1
4211 Pendapatan minyak bumi 103.903.700,0 34.455.650,0 33,2
421111 Pendapatan minyak bumi 103.903.700,0 34.455.650,0 33,2
4212 Pendapatan gas alam 35.989.000,0 10.618.590,0 29,5
421211 Pendapatan gas alam 35.989.000,0 10.618.590,0 29,5
4213 Pendapatan pertambangan umum 3.564.214,0 3.810.727,0 106,9
421311 Pendapatan iuran tetap 59.246,0 43.550,0 73,5 421312 Pendapatan royalti batubara 3.504.968,0 3.767.177,0 107,5
4214 Pendapatan kehutanan 2.550.000,0 958.050,0 37,6
42141 Pendapatan dana reboisasi 1.302.000,0 659.906,0 50,7 42142 Pendapatan provisi sumber daya hutan 1.217.000,0 254.500,0 20,9 42143 Pendapatan iuran hak pengusahaan hutan 31.000,0 43.644,0 140,8
4215 Pendapatan perikanan 250.000,0 48.440,0 19,4
421511 Pendapatan perikanan 250.000,0 48.440,0 19,4
422 PENDAPATAN BAGIAN PEMERINTAH ATAS LABA BUMN 19.100.000,0 1.924.740,0 10,1
4221 Pendapatan bagian pemerintah atas laba BUMN 19.100.000,0 1.924.740,0 10,1
423 PENDAPATAN PNBP LAINNYA 45.570.043,8 14.879.583,0 32,7
42311 Pendapatan penjualan hasil produksi/sitaan 8.257.489,3 1.560.449,2 18,9
423111 Pendapatan penjualan hasil pertanian, kehutanan, dan perkebunan 2.564,5 9.392,8 366,3 423112 Pendapatan penjualan hasil peternakan dan perikanan 7.287,5 6.806,8 93,4 423113 Pendapatan penjualan hasil tambang 6.111.487,7 195.783,5 3,2 423114 Pendapatan penjualan hasil sitaan/rampasan dan harta peninggalan 2.128.061,1 55.286,7 2,6 423115 Pendapatan penjualan obat-obatan dan hasil farmasi lainnya 206,3 1.332,6 646,1 423116 Pendapatan penjualan informasi, penerbitan, film, survey, Pemetaan,
dan hasil cetakan lainnya 5.082,0 2.553,3 50,2 423117 Penjualan dokumen-dokumen pelelangan 307,9 3.875,9 1.258,8 423118 Pendapatan penjualan cadangan beras pemerintah dalam rangka
Operasi Pasar Murni - 1.276.052,5 -423119 Pendapatan penjualan lainnya 2.492,3 9.365,1 375,8
42312 Pendapatan penjualan aset 26.845,8 53.453,8 199,1
423121 Pendapatan penjualan rumah, gedung, bangunan, dan tanah 101,5 1.538,3 1.514,8 423122 Pendapatan penjualan kendaraan bermotor 622,3 742,0 119,2 423123 Pendapatan penjualan sewa beli 25.035,1 33.660,7 134,5 423124 Penjualan asset bekas milik asing - 474,0 -423129 Pendapatan penjualan aset lainnya yang berlebih/rusak/dihapuskan 1.086,9 17.038,8 1.567,7
42313 Pendapatan sewa 33.911,3 28.480,0 84,0
423131 Pendapatan sewa rumah dinas/rumah negeri 13.020,7 12.312,4 94,6 423132 Pendapatan sewa gedung, bangunan, dan gudang 18.529,1 13.072,0 70,5 423133 Pendapatan sewa benda-benda bergerak 1.825,2 1.096,8 60,1 423139 Pendapatan sewa benda-benda tak bergerak lainnya 536,3 1.998,8 372,7
Nomor Kode MAP Jenis Penerimaan (2) Lampiran Perkiraan Realisasi Semester I % thd APBN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK,
(juta rupiah)
SEMESTER I 2007
APBN
(1) (3) (4) (5)
42314 Pendapatan jasa I 9.397.752,5 3.676.326,3 39,1
423141 Pendapatan rumah sakit dan instansi kesehatan lainnya 1.930.095,7 107.129,6 5,6 423142 Pendapatan tempat hiburan/taman/museum dan pungutan usaha
pariwisata alam (PUPA) 20.669,4 3.425,5 16,6 423143 Pendapatan surat keterangan, visa, paspor, SIM, STNK, dan BPKB 2.354.471,3 1.003.856,5 42,6 423144 Pendapatan hak dan perijinan 2.936.949,5 520.357,2 17,7 423145 Pendapatan sensor/karantina, pengawasan/pemeriksaan 44.788,5 39.275,0 87,7 423146 Pendapatan jasa tenaga, pekerjaan, informasi, pelatihan,
teknologi, pendapatan BPN, pendapatan DJBC (jasa pekerjaan
dari cukai) 1.754.794,0 1.775.982,9 101,2 423147 Pendapatan jasa Kantor Urusan Agama 64.972,4 27.127,2 41,8 423148 Pendapatan jasa bandar udara, kepelabuhanan, dan kenavigasian 289.366,2 177.374,9 61,3 423149 Pendapatan jasa I lainnya 1.645,6 21.797,6 1.324,6
42315 Pendapatan jasa II 2.120.027,2 1.265.683,6 59,7
423151 Pendapatan jasa lembaga keuangan (jasa giro) 477.359,7 536.769,9 112,4 423152 Pendapatan jasa penyelenggaraan telekomunikasi 820.000,0 555.678,1 67,8 423153 Pendapatan iuran lelang untuk fakir miskin 5.469,1 28,2 0,5
423154 Pendapatan jasa pencatatan sipil - 2,2
-423155 Pendapatan biaya penagihan pajak-pajak negara dengan surat paksa 3.025,6 1.421,7 47,0 423156 Pendapatan uang pewarganegaraan - 5.856,5
-423157 Pendapatan bea lelang 28.528,0 36.416,9 127,7 423158 Pendapatan biaya pengurusan piutang dan lelang negara 86.184,0 16.123,1 18,7 423159 Pendapatan jasa II lainnya 699.460,8 113.387,0 16,2 42316 Pendapatan bukan pajak dari luar negeri 310.155,9 24.220,5 7,8 423161 Pendapatan dari pemberian surat perjalanan Republik Indonesia 28.890,9 9.704,2 33,6 423162 Pendapatan dari jasa pengurusan dokumen konsuler 281.265,0 14.108,0 5,0 423169 Pendapatan rutin lainnya dari luar negeri - 408,3
-42317 Pendapatan bunga - 13.690,0
-423171 Pendapatan bunga atas investasi dalam obligasi - 10,5
-423172 Pendapatan BPPN atas bunga obligasi - 9,1
-423179 Pendapatan bunga lainnya - 13.670,4
-42319 Pendapatan premium atas obligasi negara - 311.998,7
-423191 Pendapatan premium atas obligasi negara dalam negeri / rupiah - 311.998,7
-42321 Pendapatan kejaksaan dan peradilan 27.573,4 36.290,0 131,6
423211 Pendapatan legalisasi tanda tangan 1.057,9 168,6 15,9 423212 Pendapatan pengesahan surat di bawah tangan 250,5 30,7 12,3 423213 Pendapatan uang meja (leges) dan upah pada panitera badan
pengadilan (peradilan) 615,3 390,1 63,4 423214 Pendapatan hasil denda/tilang dan sebagainya 15.759,0 30.610,2 194,2 423215 Pendapatan ongkos perkara 8.525,6 2.409,5 28,3 423219 Pendapatan kejaksaan dan peradilan lainnya 1.365,2 2.681,0 196,4
42331 Pendapatan pendidikan 5.597.840,3 868.009,8 15,5
423311 Pendapatan uang pendidikan 4.631.979,1 787.679,7 17,0
Lampiran (lanjutan) (2) Nomor Kode MAP Jenis Penerimaan % thd APBN 2007 APBN Perkiraan Realisasi Semester I
(1) (3) (4) (5) 423312 Pendapatan uang ujian masuk, kenaikan tingkat, dan akhir
pendidikan 27.008,4 6.062,1 22,4 423313 Uang ujian untuk menjalankan praktik 15,5 1.042,3 6.720,5 423319 Pendapatan pendidikan lainnya 938.837,3 73.225,6 7,8
Pendapatan lain-lain 19.798.448,0 7.040.981,0 35,6
42341 Pendapatan dari penerimaan kembali belanja
tahun anggaran berjalan 6.649,9 -
-423411 Penerimaan kembali belanja pegawai pusat 5.190,3 -
-423412 Penerimaan kembali belanja pensiun 1.310,0 -
-423413 Penerimaan kembali belanja lainnya rupiah murni 149,6 -
-42342 Pendapatan dari penerimaan kembali belanja tahun anggaran yang lalu 4.099,0 1.646.303,1 40.163,6 423421 Penerimaan kembali belanja pegawai pusat 2.453,7 27.255,0 1.110,8 423422 Penerimaan kembali belanja pensiun 1,3 14.495,1
-423423 Penerimaan kembali belanja lainnya rupiah murni 1.625,0 1.600.768,8 98.506,7 423424 Penerimaan kembali Belanja lain Pinjaman LN 19,0 1.863,2 9.795,6 423425 Penerimaan kembali Belanja lain Hibah - 1.464,6
-423426 Penerimaan kembali Belanja Swadana - 456,3
-42343 Pendapatan laba bersih BBM - 116.302,5
-423431 Pendapatan penjualan bahan bakar minyak - 116.302,5
-42344 Pendapatan pelunasan piutang 7.850.929,2 2.364.830,5 30,1 423441 Pendapatan pelunasan piutang non-bendahara 7.850.000,0 2.353.984,5 30,0 423442 Pendapatan pelunasan ganti rugi atas kerugian yang diderita oleh negara (masuk TP/TGR) bendahara 929,2 10.846,0 1.167,3 42345 Pembetulan pembukuan TAB - 6,7
-423451 Pembetulan pembukuan belanja rupiah murni TAB - 6,7
-42346 Pembetulan pembukuan TAYL - 7,0
-423461 Pembetulan pembukuan belanja rupiah murni TAYL - 3,5
-423462 Pembetulan pembukuan belanja dari pinjaman luar negeri TAYL - 2,2
-423463 Pembetulan pembukuan belanja dari hibah TAYL - 1,3
-423465 Pembetulan pembukuan belanja subsidi pajak TAYL - 0,1
-42347 Pendapatan lain-lain 11.936.770,0 2.913.531,2 24,4 423471 Penerimaan kembali persekot/uang muka gaji 2.284,8 3.611,8 158,1 423472 Penerimaan denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan pemerintah 1.960,4 16.616,2 847,6 423473 Pendapatan atas denda administrasi BPHTB 1.818,7 684,9 37,7 423474 Penerimaan premi penjaminan perbankan nasional - 637,8
-423475 Pendapatan denda pelanggaran di bidang pasar modal 13.000,0 6.443,4 49,6 423476 Pendapatan dari gerakan nasional rehabilitasi hutan dan lahan (GNRHL) 4.200.000,0 2,8
-423479 Pendapatan anggaran lain-lain 7.717.706,1 2.888.406,2 37,4 Pengembalian - 2.871,8
-SURPLUS BANK INDONESIA - 13.669.320,7 -Lampiran (lanjutan) % thd APBN (2) Nomor Kode MAP Jenis Penerimaan 2007 APBN Perkiraan Realisasi Semester I