• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Toili Sulawesi Tengah dalam pemberian materi biasanya dilakukan sebulan sekali namun untuk di setiap kelas biasanya dilakukan satu minggu sekali ketika ada waktu jam kosong pelajaran di masing-masing kelasnya. Adapun program yang biasa dilakukan yaitu :

1. Bimbingan Pribadi adalah pembinaan yang dilakukan terhadap siswa untuk menerapkan kemantapan keimanan, potensi diri, minat pemahaman diri dalam pengambilan keputusan sehingga dapat terarah ke hal yang positif.

2. Bimbingan sosial adalah bidangyang meliputi kemampuan dalam berkomunikasi, berargumentasi, bertingkah laku sesuai dengan kebiasaan di rumah, sekolah dan lingkungan masyarakat.

3. Bimbingan belajar adalah bimbingan yang dilakukan untuk pemantapan sikap dan kebiasaan dalam belajar yang efektif dalam penguasaan materi, program belajar disekolah sesuai dengan kondisi psikis / psikologi siswa/siswi, sosial budaya yang ada di masyarakat.

4. Bimbingan karier ( karakter ) adalah bidang yang meliputi pengarahan perbaikan akhlak, dan pemantapan pemahaman diri berkenaan dengan kecenderungan karier yang hendak dikembangkan dan dipilih. Pengembangan karier ini mulai dilaksanakan sejak kelas X-XII.

Program Bimbingan Keagamaan yang di Lakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Toili Sulawesi Tengah guna mencapai kecerdasan Spiritual Siswa di antaranya :

5. Bimbingan akidah merupakan bimbingan pelayanan yang dilakukan guru agama islam yang membantu siswa konseling dalam proses mengenal, memahami, menghayati, mengamalkan. Kemudian mengembangkan dirinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, beriman kepada ALLAH SWT, istikomah, mandiri, sehat dan bahagia baik lahiriah dan batiniah berdasarkan rukun islam seperti yang di ajarkan dalam ajaran Agama Islam.

6. Bimbingan akhlak merupakan bimbingan dalam bentuk pelayanan membentuk akhlak dari siswa ( konseli ) dalam mengembangkan sikap dan tingkah laku kearah yang lebih baik dan positif. Mengarahkan untuk mematuhi peraturan seperti melaksanakan kewajiban dan menjauhi larangan. Sehingga memiliki akhlak mahmudah dan jauh dari akhlak mazmumah. Tujuan yang hendak dicapai oleh bidang bimbingan ini yaitu pribadi yang mulia.

7. Bimbingan ibadah merupakan pelayanan yang dilakukan untuk mengrahkan siswa ( konseli ) untuk mendekatkan diri terhadap sang Penciptanya. Dalam hal membantu konseli menjalin hubungan serta pengabdiaannya dengan ALLAH SWT, dengan melaksanakan ibadah dan menjalankan perintahnya serta menjauhi larangannya.

8. Bimbingan muamalah merupakan bidang bimbingan dalam pelayanan membina, dan mengembangkan hubungan yang serasi di antara siswa ( Konseli ) dan seimbang antara sesama manusia dan makhluk, sehingga terciptannya kehidupan yang harmonis dan selaras dalam umat beragama.

Kegiatan penunjang lainnya dalam membentuk kecerdasan spiritual siswa / siswi :

5. Membiasakan salam

Dalam keseharian siswa / siswi di arahkan untuk mengucapkan salam baik di kelas ketika akan memulai mata pelajaran, dan ketika bertemu guru dan juga teman.

6. Membaca doa

Membaca doa di awal masuk kelas ketika akan belajar dan saat selesai belajar dijam waktu pulang juga merupakan pembiasaan yang di lakukan agar siswa dapat terus mengigat pencipta –Nya dan mendekatkan diri dengan ALLAH SWT.

7. Sholat dzuhur berjamaah

Kegiatan sholat dzuhur ini dilaksanakan secara serentak dan bersama – sama di mushola sekolah.

8. Jumat sero (jum’at sehat rohani) dan jum’at Seja (sehat jasmani) kegiatan jum’at sero yaitu kegiatan dalam bentuk pengajian yang dilaksanakan secara bersama dar siswa kelas X - XII basanya

pengajian dilakukan di lapangan dan aula sekolah. Dan kegiatan jumat sero juga biasanya siswa akan diajarkan mengaji, baca surah yasin. Sementara untuk jumat seja ( sehat jasmani ) yaitu biasanya akan melakukan senam dan juga kerja bakti dan juga dalam bentuk lomba – lomba lainnya.

9. Menghafal surah – surah pendek

Menghafal surah – surah pendek ini dilakukan untuk siswa yang mengalami terlambat bahkan tidak datang masuk kelas di jam pelajaran agama jadi guru akan memberikan hukuman yang mengarhkannya pada kecerdasan spritual dan maanfaat bagi dirinya.

Selain proram bagi semua siswa juga ada layanan tertentu untuk siswa yang di anggap membutuhkan. Bimbingan ini dapat dilakukan secara individu, kelompok dan juga klasikal, dilakukan di luar jam tatap muka yang sudah di jadwalkan. Bentuk pelayanan konseling yang dibutuhkan yaitu diantaranya :

1. Layanan orientasi : layanan yang memungkinkan siswa memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah, untuk mengetahui seperti apa tugas yang akan dilaksanakan, layanan ini biasanya untuk siswa baru ketika mendaftar dan sudah di terima disekolah.

2. Layanan penempatan / penyaluran : layanan ini diberikan terhadap siswa untuk menentukan penempatan kelas misalnya siswa ingin mengambil jurusan apa yang dia inginkan, misalnya jurusan Teknik Komunikasi dan

Jaringan ( TKJ), TAV ( Teknik Audio Vidio) dan lain – lain sesuai jurusan yang ada di sekolah.

3. Layanan informasi merupakan bentuk layanan yang didalamnya memungkinkan siswa menerima, memahami dan menginformasikan hal-hal peraturan yang ada di sekolah.

4. Layanan konseling perorangan : layanan yang memungkinkan seorang siswa mendapatkan suatu pembinaan secara tatap muka atau Face to face dan juga pembinaan secara langsung antara guru konseling dan siswa.

5. Layanan konseling kelompok : layanan konseling dalam bentuk kelompok ini memungkinkan siswa kelompok akan mendapatkan pembinaan, pembahasan dan pengetesan permasalah pribadi yang sedang dialaminya kemudian mencari solusinya.

Selain dari bimbingan terseut di sekolah menengah kejuruan Negeri 1 toili juga melaksanakan bimbingan pendukung di antaranya :

1. Instrumentasi bimbingan konseling adalah bentuk pelayanan bimbingan yang dilakukan dengan mencari tahu apa yang melatar belakangi siswa ( klien ) bermasalah. Misalnya mencari tahu terlebih dahulu apa yang menyebabkan siswa bolos, dan tidak melaksanakan sholat dzuhur berjamaah.

2. Konferensi kasus adalah bentuk pelayanan bimbingan yang dilakukan secara khusus dan mendalam biasanya dalam bimbingan ini akan

diadakan pertemuan antara siswa (klien ) yang bermasalah dengan guru bimbingan konseling dan orang tua siswa dan juga kepala sekolah. Kemudian melakuan pembinaan dan penyelesaian masalah.

3. Alih tangan kasus adalah bentuk pelayanan proses layanan pembinaan siswa ( klien) oleh guru bimbingan konseling yang bermasalah. Misalnya siswa tersangkut kasus kriminalitas seperti, tawuran, obat – obatan terlarang. Maka pembinaan akan diserah kan kepada pihak yang berwajib.

LAMPIRAN II : Dokumentasi Gambar

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 TOILI SULAWESI TENGAH TAMPAK DARI DEPAN

Kegiantan jumat Sero : kegiatan pengajian dan pembacaan surah yasin secara bersama siswa kelas X - XII

Kegiatan Bimbingan Konseling Secara kelompok di kelas oleh guru Agama Islam

Bimbingan Konseling Yang dilaksanakan Secara Kelompok di Kelas Oleh guru BK dan Guru Agama Islam