KEBIJAKAN DAN PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN
C. Program dan Kegiatan Penanggulangan Kemiskinan
Kelompok program penanggulangan kemiskinan diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2013 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di Kota Salatiga. Berdasarkan perda tersebut terdapat 3 (tiga) Kelompok Program, yaitu Kelompok Program Bantuan dan Perlindungan Sosial Berbasis Keluarga, Kelompok Program Pemberdayaan Masyarakat, dan Kelompok Program Pemberdayaan Usaha Ekonomi Mikro dan Kecil.1
1. Kelompok Program Bantuan Sosial Terpadu Berbasis Keluarga a. Tujuan Program
Kelompok program bantuan sosial terpadu berbasis keluarga bertujuan untuk memenuhi hak dasar, pengurangan beban hidup, dan perbaikan kualitas hidup penduduk miskin. Bantuan sosial terpadu berbasis keluarga memiliki karakteristik bantuan langsung tunai bersyarat bagi keluarga miskin, keluarga hampir miskin, dan keluarga rentan miskin.
b. Cakupan Program
Cakupan program pada kelompok program bantuan sosial terpadu berbasis keluarga, antara lain meliputi:
28 1) Bantuan sosial langsung kepada keluarga sasaran, bantuan
langsung dapat berupa bantuan tunai bersyarat (Program Keluarga Harapan/PKH), Bantuan Langsung Bersyarat (conditional cash transfer), bantuan langsung dalam bentuk barang, misalnya pemberian beras bagi masyarakat miskin (raskin), serta bantuan bagi kelompok masyarakat rentan, seperti mereka yang cacat, lansia, yatim/piatu dan sebagainya;
2) Bantuan pendidikan berupa beasiswa dan pendidikan anak usia dini;
3) Bantuan kesehatan termasuk penyuluhan bagi orang tua berkaitan dengan kesehatan dan gizi (parenting education) melalui pemberian pelayanan kesehatan yang ditunjuk.
c. Sasaran Program
Keluarga miskin, keluarga hampir miskin, dan keluarga rentan miskin.
d. Jenis Program/Kegiatan
1) Program Keluarga Berencana, dengan kegiatan sebagai berikut:
a) Pelayanan KIE;
b) Pembinaan Keluarga Berencana;
c) Peningkatan kualitas Pelayanan KB;
d) Penyediaan Biaya Operasional KB.
Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
2) Program Kesehatan Reproduksi Remaja, dengan kegiatan memperkuat dukungan dan partisipasi masyarakat. Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
3) Program Pelayanan Kontrasepsi, dengan kegiatan pelayanan pemasangan kontrasepsi dan kegiatan pengadaan alat kontrasepsi.
Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana.
4) Program Pembinaan Peran Serta Masyarakat dalam Pelayanan KB/KR Yang Mandiri, dengan kegiatan fasilitasi pembentukan kelompok masyarakat desa. Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
29 5) Program Perbaikan Gizi Masyarakat, dengan kegiatan Pemberian Tambahan Makanan dan Vitamin (PMTAS). Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perempuan Dan Perlindungan Anak.
6) Program Pengembangan Perumahan, dengan kegiatan Monitoring, evaluasi dan pelaporan. Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perempuan Dan Perlindungan Anak.
7) Program Peningkatan Peran serta dan Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan, dengan kegiatan pendidikan dan pelatihan peningkatan peran serta dan kesetaraan gender. program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perempuan Dan Perlindungan Anak.
8) Program Upaya Kesehatan Masyarakat, dengan kegiatan perbaikan gizi masyarakat. Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Kesehatan.
9) Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan, dengan kegiatan, dengan kegiatan kemitraan asuransi kesehatan masyarakat. Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Kesehatan.
10) Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, dengan kegiatan Penyediaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) jenjang SD/MI/SDLB dan SMP/MTs. Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Pendidikan.
11) Program Pelayanan Dan Rehabilitasi Kesejahteraan Daerah, dengan kegiatan fasilitasi pemberian bantuan pangan. Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Sosial.
12) Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial, dengan kegiatan peningkatan kesejahteraan veteran. Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Sosial.
13) Program Perlindungan Dan Jaminan Sosial, dengan kegiatan fasilitasi pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH). Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Sosial.
30 2. Kelompok Program Pemberdayaan Masyarakat
a. Tujuan Program
Kelompok program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk mengembangkan potensi dan memperkuat kapasitas keluarga miskin dan penduduk miskin.
Program pada kelompok program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat memiliki ciri sebagai berikut:
1) Masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan pembangunan, dari mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, serta pemeliharaan dan pelestariannya;
2) Pengelolaan program dilaksanakan melalui kelembagaan masyarakat di tingkat desa/kelurahan secara transparan dan akuntabilitas; dan
3) Pemerintah menyediakan tenaga pendampingan (technical assistance) secara berjenjang dari mulai tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan tingkat pusat.
b. Cakupan Program
Cakupan bidang kegiatan program pada kelompok program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat meliputi :
1) Peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan infrastruktur pendukung sosial ekonomi di tingkat kelurahan;
2) Peningkatan kapasitas bagi keluarga miskin dan penduduk miskin yaitu upaya untuk mengembangkan kemampuan dasar dan kemampuan berusaha keluarga miskin dan penduduk miskin antara lain melalui pelatihan ketrampilan dan bantuan permodalan melalui kelompok usaha bersama (KUBE).
c. Sasaran Program
Penerima manfaat adalah kelompok masyarakat yang dikategorikan miskin, hampir miskin, dan rentan miskin.
d. Jenis Program/Kegiatan
1) Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat, dengan kegiatan pemberdayaan pekarangan pangan dan kegiatan manajemen dan administrasi kelembangaan
31 ketahanan pangan. Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Pangan.
2) Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/Perkebunan), dengan kegiatan sebagai berikut :
a) Penanganan daerah rawan pangan;
b) Analisis dan pola konsumsi dan suplai pangan;
c) Pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan pangan;
d) Pemantauan dan analisis akses pangan;
e) Pemantauan dan analisis harga pangan pokok;
f) Pengembangan cadangan pangan daerah;
g) Pengembangan desa mandiri pangan;
h) Pengembangan lumbung pangan desa;
i) Peningkatan mutu dan keamanan pangan;
j) Penyuluhan sumber pangan alternatif;
k) Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan.
Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Pangan.
3) Program Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan, dengan kegiatan pemberdayaan lembaga dan organisasi masyarakat. Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
4) Program Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Teknis dan Mayarakat, dengan kegiatan pelatihan bagi masyarakat Program Terpadu Pemberdayaan Masyarakat Berpresptif Gender (P2MBG) dan kegiatan Penyuluhan PRA/Participatory Rural Apparaisal untuk P2MBG. Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak.
5) Program Pengembangan dan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan, dengan kegiatan sebagai berikut:
a) Pemasyarakatan minat dan kebiasaan membaca untuk mendorong terwujudnya masyarakat pembelajar;
b) Pengembangan Minat & bdy baca;
32 c) Supervisi, pembinaan dan stimulasi perpus umum, khusus,
sekolah, masyarakat;
d) Penyediaan bantuan pengembangan perpustakaan dan minat baca di daerah;
e) Publikasi dan sosialisasi minat dan budaya baca;
f) Penyediaan bahan pustaka Perpustakaan Umum Daerah.
Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
6) Program Ekonomi Masyarakat di Lingkungan Industri Hasil Tembakau Dalam Rangka Pengentasan Kemiskinan, dengan kegiatan sebagai berikut:
a) Penguatan ekonomi masyarakat di lingkungan industri hasil tembakau dalam rangka pengentasan kemiskinan;
b) Peningkatan produksi perikanan budidaya;
c) Penyuluhan dan pemberdayaan perikanan.
Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Pertanian.
7) Program Pengembangan Kinerja Pengolahan Sampah, dengan kegiatan penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan. program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Lingkungan Hidup.
8) Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil(Kat), Dan Pmks Lainnya, dengan kegiatan pelatihan keterampilan berusaha bagi keluarga miskin dan kegiatan pelatihan keterampilan bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial.
Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Sosial.
9) Program Pelayanan Dan Rehabilitasi Kesejahteraan Daerah, dengan kegiatan sebagai berikut:
a) Peningkatan kualitas pelayanan, sarana dan prasarana rehabilitasi kesejahteraan sosial Bagi PMKS;
b) Pendataan dan validasi data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS);
c) Peningkatan kesejahteraan bagi lanjut usia;
33 d) Peningkatan keamanan dan keterlibatan bagi PMKS;
Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Sosial.
10) Program Pembinaan Anak Terlantar, dengan kegiatan sebagai berikut:
a) Pelatihan keterampilan dan praktek belajar kerja bagi anak terlantar dan kegiatan
b) Pengembangan bakat dan keterampilan anak terlantar.
Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Sosial.
11) Program Pembinaan Para Penyandang Cacat Dan Trauma, dengan kegiatan Pendayagunaan para penyandang cacat dan eks trauma. Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Sosial.
12) Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial, dengan kegiatan pendidikan dan pelatihan keterampilan berusaha bagi penyandang penyakit sosial. Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Sosial.
13) Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial, dengan kegiatan sebagai berikut:
a) Peningkatan peran aktif masyarakat dan dunia usaha;
b) Peningkatan kualitas SDM kesejahteraan sosial masyarakat;
c) Pengembangan dan perlindungan SDM lanjut usia.
Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Sosial.
14) Program Peningkatan Kesempatan Kerja., dengan kegiatan penyusunan informasi bursa tenaga kerja. Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.
15) Program Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah Yang Kondusif, dengan kegiatan Pembinaan kemampuan dan ketrampilan kerja masyarakat di lingkungan IHT dan kegiatan Penguatan ekonomi masyarakat dilingungan IHT dalam rangka pengentasan
34 kemiskinan. Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.
16) Program Pengembangan Perumahan, dengan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana rumah sederhana sehat.
Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
17) Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan, dengan kegiatan fasilitas pembangunan prasarana dan sarana dasar pemukiman berbasis masyarakat. Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
18) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Dan Air Limbah, dengan kegiatan penyediaan prasarana dan sarana air limbah bagi MBR (masyarakat berpenghasilan rendah). Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
19) Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat, dengan kegiatan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan tenaga teknis masyarakat dan kegiatan dan kegiatan koordinasi perumusan kebijakan sinkronisasi pelaksanaan upaya-upaya penanggulangan.
Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Kecamatan Sidomukti.
20) Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Desa, dengan kegiatan Pembinaan Kelompok Masyarakat Pembangunan Desa. Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Kecamatan Tingkir.
21) Program Pemberdayaan Masyarakat, dengan kegiatan sebagai berikut:
d) Pelatihan Budidaya Jamur;
e) Pelatihan Merangkai Bunga;
f) Pelatihan Merangkai Bunga.
Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Kecamatan Argomulyo.
35 3. Kelompok Program Pemberdayaan UMKM
a. Tujuan Program
Kelompok program pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan kecil bertujuan untuk mempercepat pembangunan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya lokal.
b. Cakupan Program
Cakupan kelompok program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan usaha kecil dan mikro antara lain dalam bentuk :
1) Penguatan kelembagaan ekonomi mikro dan kecil yaitu penguatan kelembagaan yang dilakukan melalui :
a) Pendataan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Kecil bukan bank dan bukan koperasi;
b) Pendampingan terhadap Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang belum berbadan hukum; dan
c) Pembinaan dan pengawasan terhadap Lembaga Keuangan Mikro (LKM).
2) Perluasan akses permodalan bagi keluarga miskin dan penduduk miskin pelaku usaha mikro dan kecil melalui upaya meningkatkan jumlah kredit dan debitur usaha mikro dan kecil.
c. Sasaran Program
Usaha Kecil Menengah (UKM), koperasi, dan Pedagang Kaki Lima yang ada di Kota Salatiga.
d. Jenis Program/Kegiatan
PD pengampu Kelompok Program Pemberdayaan UMKM sesuai dengan tugas pokok dan fungsi adalah Disperindagkop dan UMKM karena membidangi pemberdayaan industri dan koperasi, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah.
Adapun program dan kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:
1) Program Pembinaan PKL dan Asongan, dengan kegiatan pembinaan pkl dan asongan. Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Perdagangan.
2) Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri, dengan kegiatan pembinaan kemampuan teknologi industri. Program dan
36 kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
3) Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UKM, dengan kegiatan sebagai berikut:
a) Penyelenggaraan Pelatihan Kewirausahaan;
b) Fasilitasi Pengembangan Sarana Promosi Hasil Produksi;
c) Fasilitasi pengembangan inkubator teknologi dan bisnis;
d) Memfasilitasi Peningkatan kemitraan Usaha bagi usaha mikro kecil menengah.
Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Koperasi dan UKM.
4) Program Penciptaan iklim usaha UKM yang kondusif, dengan kegiatan sebagai berikut:
a) Penguatan ekonomi masyarakat di lingkungan industri hasil tembakau dalam rangka pengentasan kemiskinan;
b) Pembinaan dan pendampingan UMKM;
c) Fasilitasi kemudahan formalisasi badan usaha-usaha kecil menengah;
d) Perencanaan, koordinasi dan pengembangan usaha kecil menengah;
e) Pengembangan jaringan infrastruktur usaha kecil menengah.
Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Koperasi dan UKM.
5) Program Pengembangan Sistem Pendukung Bagi UMKM, dengan kegiatan sebagai berikut:
a) Penyelenggaraan promosi produk usaha mikro kecil menengah;
b) Pengembangan sarana pemasaran produk usaha mikro kecil menengah;
c) Penyelenggaraan pembinaan Industri rumah tangga, industri kecil dan industri menengah;
d) Pendataan dan pembuatan profil UMKM;
Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Dinas Koperasi dan UKM.
37 6) Program penyusunan Perencanaan Pengembangan Ekonomi
Masyarakat, dengan kegiatan sebagai berikut:
a) Pameran (1 Tahun);
b) Pengadaan sarana prasarana pameran;
c) Promosi melalui Website;
d) Rembug klaster;
e) Rakor FEDEP;
f) Rakor Pelaksana PEL;
g) Koordinasi Pelaksanaan Program Kerja FEDEP dan PEL;
h) Monev PEL;
i) Pameran Salatiga Fair.
Program dan kegiatan ini dilaksanakan dan diampu oleh Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah.
44 BAB V
PENUTUP
1. Berdasarkan Data BPS, dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir, jumlah penduduk miskin, angka kemiskinan (prosentase) dan garis kemiskinan Kota Salatiga cenderung menurun dengan data-data sebagai berikut :
Tabel 5.1
Jumlah Penduduk Miskin, Angka Kemiskinan dan Garis Kemiskinan Kota Salatiga Tahun 2014-2018
No Uraian Kota Salatiga
2014 2015 2016 2017 2018
1 Jumlah Penduduk
Miskin (jiwa) 10,786 10,620 9,730 9,550 9.240 2 Angka Kemiskinan
(Prosentase) 5,93 5,80 5,24 5,07 4,84
3 Garis Kemiskinan
(Rp.) 320,884 337,511 345,146 359.944 380.856 Indeks Kedalaman
Kemiskinan (P1) 0,87 1,07 0,60 0,85 0,69
Indeks Keparahan
Kemiskinan (P2) 0,21 0,26 0,11 0,21 0.13
Sumber: BPS, 2018 (data diolah)
2. Permasalahan
Dalam pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan terdapat beberapa permasalahan sebagai berikut :
a. Beberapa kegiatan pelaksanaannya direncanakan pada triwulan IV, sehingga kegiatan baru bisa direalisasikan di triwulan IV.
b. Basis Data Terpadu belum sepenuhnya dipergunakan oleh OPD sebagai penerima manfaat program penanggulangan kemiskinan.
c. Belum optimalnya corporate social responsibility (CSR) karena belum mengarah pada upaya peningkatan keterampilan/skill masyarakat miskin.
d. Hasil pengamatan TKSK, kondisi RTLH sesuai data yang ada sudah banyak yang bagus sehingga sebagian sudah tidak memenuhi kriteria.
e. Adanya regulasi yang mengatur bahwa penerima hibah bantuan sosial harus berbadan hukum sehi ngga beberapa program/kegiatan tidak dilaksanakan.
45 f. Kurangnya internalisasi program penanggulangan kemiskinan kepada
masyarakat dan pelaku usaha.
3. Rencana Tindak Lanjut
Berdasarkan permasalahan yang ada, maka TKPK merekomendasikan dan menyusun rencana tindak lanjut sebagai berikut :
a. Meningkatkan kinerja TKPK, Sekretariat TKPK, Kelompok Kerja dan Kelompok Program TKPK.
b. Pengembangan data penanggulangan kemiskinan yang dinamis dan realtime dan teritegrasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
c. Melakukan validasi data kemiskinan setiap tahun melalui mekanisme pemutakhiran mandiri.
d. Optimalkan upaya pemberdayaan masyarakat miskin melalui kegiatan ekonomi produktif
e. Perlu perlibatan secara aktif peran stakeholder (DPRD, NGO, perguruan tinggi, TOGA/TOMA, TP PKK) dan dunia usaha melalui program CSR/PKBL
f. Manfaatkan sistem informasi penanggulangan kemiskinan yang tersedia untuk penentuan penerima manfaat program dan kegiatan yg berbasis BDT.
g. Penguatan kelembagaan TKPKD sampai dengan tingkat basis