• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM DAN KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN BAPPEDA LABUHANBATU UTARA LABUHANBATU UTARA

TINJAUAN UMUM GOOD GOVERNANCE DI INDONESIA A. Pengertian Good Governance dan Asas-Asas Good Governance

B. PROGRAM DAN KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN BAPPEDA LABUHANBATU UTARA LABUHANBATU UTARA

3. Kebijakan Umum dan Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Bebas KKN

Pemerintahan yang bersih dan bebas KKN merupakan prioritas nasinal, korupsi,kolusi dan nepotisme dianggap bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan menyebabkan rusaknya sendi-sendi kehidupan masyarakat yang berdab , sehingga korupsi ditetapkan sebagai tindak kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Upaya mendukung prioritas nasinal adalah dengan menciptakan pemerintahan yang bersih. Kabupaten Labuhanbatu Utara sebagai bahagian dari Negara kesatuan Republik Indonesia mempunyai prinsip yang sama, memilik kebijakan untuk mendukung terciptannya pemerintahan yang bersih dan bebas KKN.

Strategi yang dikembangkan melalui penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, akuntabilitas, partisipasif dan penegakan hukum dengan 4(empat) arah kebijakan yakni :

a) Dukungan terhadap penegakan hukum yang kuat dan dapat dipercaya dari aparat penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, kehakiman, dan komisi pemnberantas korupsi (KPK) dengan melakukan pemerikasaan internal dan melaporkan aparatur yang terindikasi melakukan tindak pidan akorupsi

b) Pencegahan KKN melalui penegakan sistem integritas aparatur pemerintahan daerah.

Diantarannya mewajibkan setiap pejabat publik untuk mendatangi falkta integritas untuk tidak melakukan KKN

c) Peningkatan partispasi masyarakat dalam pengawasan melalui pembukaan ruang bagi organisasi masyarakat yang kredibel untuk turut dalam mengawasi sektor-sektor yang rawan tindak pidana korupsi seperti pengadaan barang dan jasa. Indikatornya adalah presentase jumlah pengaduan yang disampaikan oleh masyarakat yang menindaklanjuti d) Peningkatan transparansi dalam pengadaan barang dan jasa serta penggunaan anggaran pembangunan daerah. Peningkatan transparansi ini dapat dilakukan melalui penciptaan sistem pengadaan barang dan jasa secara elektronik yang bisa diakses oleh setiap orang sehingga dapat mengurangi terjadinnya negoisasi dan tawar menawar diantara panitia dan rekanan.

Sesuai dengan kebijakan umum penciptaan pemerintahan yang bersih bebas KKN di kabupaten Labuhanbatu Utara maka program pembangunan daerah nya dalah :

(a) Program penerapan kepemerintahan yang baik, dengan indikator kerja : Adanya dokumen fakta integritas yang terkaitdengan komitmen menjalankan kepemerintahan yang baik

Presentase pejabat publik yang menandatangani fakta integrritas Tersusunnya perda transparansi dan partisipasi publik

Pengadaan barang dan jasa telah melaui e-procurement.

(b) Program peningkatan pengawasan aparatur, dengan indikator kinerja : a. Adanya penataan sistem pengawsan internal pemerintahan daerah b. Terlaksanananya penguatan kapasitas kelembagaan dan aparatur

pengawas.

4. Kebijakan Umum Pelayanan Publik Yang Berkualitas

Fungsi dasar dari pemerintahan adalah mendorong terciptannya kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan publik yang berkualitas, tentunnya terus dilakukan namun belum maksimal. Survei integritas yang dilakukan KPK unit-unit pelayanan publik didaerah pada tahun 2008 adalah 6.69 dari skala 10.

Kabupaten Labuhanbatu Utara yang merupakan kabupaten hasil pemekeran di tahun 2008, berkomitmen untuk melakukan pelayanan publik yang prima. Strategi pelayanan publik yang prima dilakukan dengan arah kebijakan :

a. Memperkuat manajemen dan sistem pelayanan publik b. Penerapan standar pelayanan minimal pelayanan publik

c. Pengemabangan sistem evaluasi kinerja pelayanan publik didaerah.

Terkait dengan strategi pelayanan dan arah kebijakan diatas, program pembangunan daerah dalah :

5. Kebijakan Umum Peningkatan Kapasitas dan Akuntabilitas Kerja Penyelenggara Pemerintahan dan Pelayanan Publik dalah Birokrasi.

Birokrasi yang secara efektif, efesien dan bertanggungjawab sangat menentukan pengelolaan sumberdaya manusia dan dana menuju pelayanan publik yang lebih baik. Sehingga peningkatan kapasitas akuntabilitas kinerja pemerintah merupkan bahagian yang sangat penting untuk mendukung kepemerintahn yang baik dan pelayanan publik yang berkualitas.Strategi yang ditempuh dalam peningkatan kapasitas akuntabilitas birokrasi adalah dengan penguatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja kelembagan dan aparatur, dengan arah kebijakannya :

a.) Penataan kelembagaan instansi pemerintah sejalan dengan prinsip struktur mengikuti fungsi (structure follow function).

b.) Pengembangan ketatalaksanaan untuk mendukung peningkatan efesiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam proses kerja pemerintahan.

c.) Peningkatan profesionalisme, netralitas, dan kesejahteraan SDM aparatur d.) Peningkatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah

6. Kebijakan Umum Penanggulangan Kemiskinan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Penanggulang kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pada prinsipnya memilik area yang saling bersinggungan dan saling melingkupi.

Tertanggulangi kemiskinan secara otomatis akan menaikkan tingkat kesejahteraan suatu daerah. Demikian pula halnnya dengan meningkatkan kesejahteraan, didalamnya termasukunsur pemerataan yang melingkupi upaya penurunan angka kemiskinan penduduk sehingga kebijakannnya tidak dilakukan pemisahan secara tegas.

7. Program Kerja SKPD

Bahwa perencanaan program kerja dan kegiatan menjadi kesatuan dengan perencanaan anggaran, sehingga program kerja dan kegiatan yang direncanakan akan sesuai dengan kemampuan pembiayaan yang tersedia. Seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah melaksanakan program kerja dan kegiatan berdasarkan tugas dan fungsi masing-masing instansi / lembaga ditiap tingkat pemerintahan daerah. Didalam pengertian Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) adalah pelaksana fungsi eksekutif yang harus berkoordinasi agar penyelenggaraan pemerintahan berjalaan dengan baik. Dasar hukum yang berlaku sejak tahun 2004 untuk pembentukan SKPD adalah pasal 120 UU no.32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah.

Kedalam SKPD termasuk Sekertariat Daerah, Staf-Staf ahli, Kepala Dinas, Sekertariat DPRD, Dinas-Dinas, Badan-Badan, Inspektorat Daerah, Lembaga-Lembaga daerah yang lain yang bertanggungjaawab langsung kepada Kepala Daerah. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dikelola berdasarkan prestasi kerja / anggaran kinerja, yang berati program kerja dan kegiatan yang dilaksanakan dengan menggunakan APBD harus dirumuskan secara jelas dan terukur apa output dan outcome nya. Dasar Hukum SKPD juga tertuang didalam PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NO 54 TAHUN 201O Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintahan, Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksana Rencana Pembangunan Daerah.Berikut program BAPPEDA yang akan dilaksanakan SKPD :

a). Program dan Kegiatan SKPD Dinas Kesehatan

Cakupan dan kualitas pelayanan bidang kesehatan mengacu kepada standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan. Dalam hal pencapaian sudah sama atau diatas capaian SPM, maka dilakukan upaya untuk mempertahankan dan atau meningkatkannya sehingga diatas SPM. Sementara yang belum mencapai SPM, upaya daerah adalah merancang program dan kegiatan untuk mencapai SPM. Mendukung pencapaian SPM adalah pemenuhan sarana prasarana kesehatan dan upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui perilaku hidup bersih dan sehat.Dalam upaya mendukung kebijakan umum peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan, program pembangunan daerah adalah :

(a) Program obat dan perbekalan kesehatan (b) Program upaya kesehatan masyarakat (c) Program pengawasan obat dan makanan (d) Program pengembangan obat asli Indonesia

(e) Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat (f) Program perbaikan gizi masyarakat

(g) Program pengembangan lingkungan sehat

(h) Program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular (i) Program standarisasi pelayanan kesehatan

(j) Program pelayanan kesehatan penduduk miskin

(k) Program pengadaan, peningkatan sarana prasarana rumah sakit, puskesmas dan pustu

(l) Program pengadaan peningkatan sarana prasarana rumah sakit

(m) Program pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit

(n) Program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan anak balita (o) Program peningkatan pelayanan kesehatan lanjut usia

(p) Program pengawasan dan pengendalian kesehatan makanan (q) Program keselamatan ibu melahirkan dan anak

b) Program dan kegiatan SKPD Dinas Pendidikan

Peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dicapai melalui peningkatan cakupan pelayanan dan ketersediaan sarana dan prasarana di setiap jenjang pendidikan (PAUD, pendidikan dasar, pendidikan menengah sesuai dengan standar pelayanan minimal (SPM) bidang pendidikan. Upaya peningkatan cakupan kualitas pelayanan ini, juga memperhatikan pemerataan saran dan prasarana di sekolah negeri dan sekolah swasta.Sesuai dengan arah kebijakan untuk peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan pendidikan, program pembangunan daerah adalah :

(a) Program pendidikan anak usia dini

(b) Program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun (c) Program pendidikan menengah

(d) Program pendidikan non formal (e) Program pendidikan luar biasa

(f) Program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan (g) Program pengembangan budaya baca dan pembinaan

perpustakaan

(h) Program manajemen pelayanan pendidikan (i) Program pendidikan tinggi

c.) Program dan kegiatan SKPD Dinas Pekerjaan Umum

Peningkatan dan perbaikan sarana jalan sesuai dengan kewenangan kabupaten/kota yakni jalan kabupaten, poros desa dan jalan lingkungan.Tujuannnya agar akses kewilayahan dari ibukota kabupaten ke ibukota kecamatan maupun dari ibukotakecamatan ke desa serta jalan ke usaha tani (sentra pertanian) dapat berjalan lancar. Dengan dukungan transportasi yang baik, sehingga arus manusia dan barang seperti distribusu pangan, produksi dan sarana prasarananya dapatberlangsung dengan baik dan lancar. Sementara peningkatan dan perbaikan sarana prasarana irigasi ditujukan upaya peningkatan produsi dan produktivitas tanaman pangan dan perikanann darat.

Sehingga kesejahteraan petani meningkat dan ketahanan pangan dapat terjamin di Kabupaten Labuhanbatu UtaraUntuk mendukung kebijakan umum peningkatan dan perbaikan sarana jalan dan irigasi program pembangunan Kabupaten Labuhanbatu Utara adalah :

(a) Program pembangunan jalan dan jembatan

(b) Program rehabilitas/pemeliharaan jalan dan jembatan (c) Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi,

rawa dan jaringan pengairan lainnya

(d) Program pembangunan turap,talud/bronjong (e) Program rehabiltasi/pemeliharaan talud/bronjong

(f) Program inspeksi kondisi jalan dan jembatan (g) Program tanggap darurat jalan dan jembatan

(h) Program pengembangan, pengelolaan dan konservasi sungai, danau dan sumberdaya air lainnya

d). Program dan kegiatan SKPD Dinas Sosial dan Ketenagaakerjaan

Penurunan tingkat pengangguran terbuka dicapai melalui tiga strategi yakni memperluas kesempatan kerja, peningkatan kualitas angkatan kerja dan perbaikan iklim ketenagakerjaan dan investasi. Adapun kebijakannya terutama diarahkan pada upaya menyiapkan tenaga kerja terampil melalui Balai Latihan Kerja (BLK), membangun kesepakatan dengan perusahaan untuk memprioritaskan tenaga lokal yang terampil dan mendorong investasi dengan mencipatakan daya saing daerah .Terkait dengan strategi dan arah kebijakan pembangunan, program pembangunan Kabupaten Labuhanbatu Utara adalah :

(a) Program peningkatan kesempatan kerja

(b) Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja (c) Program perlindungan dan pengembangan lembaga

ketenagakerjaan

(d) Program perlindungan tenaga kerja dan pengembangan sistem pengawasan ketenagakerjaan

e). Program dan kegiatan SKPD Dinas Pertanian

Kebijakan umum ketahanan pangan sebagai upaya untuk menjamin ketersediaan, distribusi, keterjangkauan dan keamanan bahan pangan. Untuk itu, dikembangkan tiga strategi yakni peningkatan produksi dan produktifitas bahan pangan lokal, melakukan gerakan diversifikasi konsumsi pangan berbasis sumberdaya lokal, menjamin kelancaran ditribusi, keterjangkauan, dan keamanan bahan pangan. Berdasarkan ketiga strategi untuk menjamin ketahanan pangan masyarakat ini, selanjutnya dijabarkan arah kebijakannya diantarannya jaminan terhadap ketersediaan bibit unggul, pengadaan dan perbaikan sarana prasarana, mencegah terjadinnya alih fungsi lahan.Terkait dengan kebijakan umum ketahanan pangan tersebut, program pembangunan daerah untuk ketahanan pangan adalah :

(a) Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa, dan jaringan pengairan lainnya.

(b) Program peningkatan ketahanan pangan pertanian (c) Program peningkatan produksi pertanian/ perkebunan (d) Program peningkatan penerapan teknologi pertanian (e) Program peningkatan produksi hasil peternakan

(f) Program pencegahan dan penangulangan penyakit ternak (g) Program pengembangan budidaya perikanan

(h) Program pemberdayaan masyarakat dalam pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan.

f). Program dan kegiatan SKPD Dinas Pertanian

Pertanian termasuk didalamnya pertanian tanaman pangan, perkebunan, perikananadan kehutanan merupakan lapangan usaha terbesar bagi masyarakat Kabupaten Labuhanbatu Utara. Dengan demikian, masyarakat Kabupaten Labuhanbatu Utara memiliki ketergantungan yang sangat besar terhadap sektor pertanian. Sehingga kesejahteraan masyarakat

(a) Program peningkatan kesejahteraan petani

(b) Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan

(c) Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan (d) Program peningkatan ketahanan pangan

(e) Program peningkatan produksi pertaniann / perkebunan

(f) Program pemberdayaan penyuluhan pertanian / perkebunan lapangan

(g) Program pencegahan penanggulangan penyakitternak (h) Program peningkatan produksi hasil peternakan

(i) Program peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan (j) Program peningkatan penerapan teknologi peternakan (k) Program peningkatan kualitas dan kuantitas bibit

(l) Program pencapaian swasembada daging dan penyediaan pangan hewani yang aman, sehat dan utuh

(m) Program peningkatan produksi pakan peternakan

(n) Pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan menular, strategis dan penyakit zoonosis

g) Program dan kegiatan SKPD Dinas UKM dan Koperasi

Koperasi dan UMKM merupakan salah satu tonggak perekonomian daerah. Konsep ekonomi kerakyatan yang sering diseminarkan dan dijadikan komoditipolitik di massa kampanye merujuk ke koperasi dan UMKM. Hanya saja dalam prakteknnya, sektor yang memiliki kemandirian ekonomi yang tangguh dan terbukti ketika krisis moneter, terabaikan ketika pemerintah lebih fokus mengejar pertumbuhan dengan keterberpihakan terhadap ekonomi pasar.

Koperasi umumnya tidak aktif karena kurangnya pembinaan dan terbatasnnya akses terhadap permodalan. UMKM umumnya mampu bertahan, namun jarang sekali terjadi peningkatan menjadi perusahaaan menengah dan besar dengan permasalahan utam yakni bahan baku , permodalan dan pemasaran.

Padahal sektor ini memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kesejahteraan keluaraga dan masyarakat di sekitarnya, maka rencana program pembangunan daerah kabupaten Labuhanbatu Utara :

(a) Program penciptaan iklim usaha-usaha kecil menegah yang kondusif

(b) Program pengembangan kewirausahaan dan unggulan kompetitif usaha kecil menengah.

(c) Program pengembangan sistem pendukung usaha bagi usaha mikro kecil dan menengah

(d) Program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi.

h) Program dan kegiatan SKPD Dinas Perindustrian

Pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) secara kuantitasdan kualitas akan membuka kesempatan lapangan pekerjaan. IKM di Kabupaten Labuhanbatu Utara didominasi oleh industri pengelolahan produksi perkebunan (buah sawit menjadi cpo) dan tanaman pangan (ubi kayu, ubi jalar dan ketela menjadi kripik).

Potensi investasi untuk industri pengelolaan di Kabupaten Labuhanbatu Utara cukup besar. Hal ini terkait dengan luasnnya perkebunan dan produktifitas yang tinggi, terutama perkebunan sawit. Selama ini, hasil akhir dari industri pengelolahan adalah minyak CPO, sementara industri hilir yang mengelola CPO akan meningkatkan daya saing industri kecil menengah dengan terwujudnya pola kemitraan dengan industri besar.Industri pengelolahan tanaman pangan menjadi bahan makanan alternatif dan jajanan memiliki prospek. Daya saing industri ini dapat ditingkatkan dengan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan, kemasan yang standar dan pemenuhan standar kesehatan dan keamanan. Selain berkontribusi terhadap pendapatan masyarakat juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan. Untuk mendukung dan mencapainnya, maka kebijakan pembangunan diarahkan pada peningkatan nilai tambah dan mendorong berkembangnya industri pengelolaan setta terjadinnya kemitraan antara industri kecil menengah dan besar.Terkait dengan kebijakan tersebut, maka rencana program pembangunan Kabupaten Labuhanbatu Utara adalah :

a. Program peningkatan kapasitas IPTEK sistem produksi b. Program pengembagan industri kecil dan menengah c. Program peningkatan kemampuan teknologi industri d. Program penataan struktur industri

e. Program pengembagnagan sentra-sentra industri potensial f. Program perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan g. Program peningkatan dan pengembangan ekspor

C. TOLAK UKUR KEBERHASILAN PROGRAM GOOD