BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG
B. Pengembangan Karir Karyawan
2. Program Kegiatan Pengembangan Karir
Kegiatan personalia seperti penyaringan, pelatihan, dan penilaian
berfungsi untuk dua peran dasar dalam organisasi. Pertama, peran tradisional
32 A. Sihotang, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta : Pradnya Paramita, 2007), cet. 1, hal. 205
mereka adalah menstafkan organisasi. Kedua, mengisi posisi-posisinya dengan
karyawan yang mempunyai minat, kemampuan, dan keterampilan yang
memenuhi syarat. Akan tetapi semakin banyak dari kegiatan ini berlangsung pada
peran kedua yang memastikan bahwa minat jangka panjang dari karyawan
dilindungi oleh organisasi dan bahwa khususnya karyawan didorong untuk
tumbuh dan merealisasikan potensinya secara penuh. Perujukan pada penstafan
atau manajemen personalia seperti manajemen sumber daya manusia
mencerminkan peran kedua ini. Anggapan dasar yang melandasi peran ini adalah
bahwa manajer memiliki satu kewajiban untuk memanfaatkan
kemampuan-kemampuan karyawan secara penuh dan memberikan semua karyawan satu
kesempatan untuk menumbuh kembangkan dan merealisasikan potensi mereka
secara penuh serta mengembangkan karir yang berhasil33.
Adapun kegiatan personalia yang hendak dilaksanakan setelah kegiatan
penyaringan karyawan adalah sebagai berikut :
1. Orientasi dan Pelatihan Karyawan
Setelah diseleksi dan diterima di perusahaan, karyawan ditempatkan
pada suatu pekerjaan dan diperkenalkan dengan organisasi melalui berbagai
bentuk orientasi. Orientasi adalah “usaha untuk membantu para pekerja agar
33 Gary Dessler, Manajemen Sumber Daya Manusuia, (Jakarta: Prenhallindo, 1997), Edisi Bahasa Indonesia, Jilid 2, hal. 45
mengenali secara baik dan mampu beradaptasi dengan suatu situasi atau
dengan lingkungan atau iklim bisnis suatu organisasi atau perusahaan”34. Proses orientasi ini perlu dilakukan secara hati-hati dan bijaksana,
karena proses ini merupakan proses pengenalan sederhana dengan para
karyawan lama, tetapi juga merupakan proses panjang yang meliputi
pemberian informasi mengenai kebijaksanaan-kebijaksanaan personalia,
prosedur-prosedur kerja, gambaran umum sejarah dan sifat perusahaan, dan
manfaat-manfaat yang diperoleh karyawan baru.
Menurut Drs. A. Sihotang dalam buku Manajemen Sumber Daya
Manusia tentang pelatihan adalah “setiap kegiatan untuk memperbaiki
performansi pekerja pada suatu pekerjaan tertentu yang merupakan tanggung
jawabnya”.35
Ada dua tujuan utama program latihan karyawan. Pertama, latihan
yang dilakukan untuk menutup “gap” antara kecakapan atau kemampuan
karyawan dengan permintaan jabatan. Kedua, program-program tersebut
diharapkan dapat meningkatkan efesiensi dan efektivitas kerja karyawan
dalam mencapai sasaran-sasaran kerja yang telah ditetapkan. Meskipun
usaha-usaha ini memakan waktu dan mahal, tetapi akan mengurangi perputaran
tenaga kerja dan membuat karyawan menjadi lebih produktif.36
34 Gouzali Saydam, Manajemen Sumber Daya Manusia , hal. 208 35 A. Sihotang, Manajemen Sumber Daya Manusia, hal. 157
Orientasi dan pelatihan yang dilaksanakan manajemen personalia
merupakan pengetahuan dan bahan pendidikan yang menjadi proses belajar
untuk dapat meningkatkan keterampilan di luar sistem pendidikan yang
berlaku dalam waktu yang relatif singkat dengan menggunakan metode
praktikum.
2. Penilaian Prestasi Kerja Karyawan
Dalam buku yang ditulis T. Hani Handoko yang berjudul Manajemen
Personalia dan Sumberdaya Manusia, menurutnya bahwa penilaian prestasi
kerja adalah “proses melalui mana organisasi-organisasi mengevaluasi atau
menilai prestasi kerja karyawan”. Kegiatan ini dapat memperbaiki
keputusan-keputusan personalia dan memberikan umpan balik kepada para karyawan
tentang pelaksanaan kerja mereka.37
Salah satu cara untuk mengembangkan karir seseorang adalah melalui
peningkatan prestasi kerja. Disamping itu juga prestasi kerja memberikan
keuntungan lain yaitu memperbaiki kualitas kerja. Prestasi kerja merupakan
prestasi seseorang dalam melakukan pekerjaannya mulai dari disiplin waktu
bekerja, pencapaian target, maupun kualitas pekerjaannya.
Menurut Kasmir dalam buku Manajemen Perbankan, ada beberapa
tujuan dalam penilaian prestasi kerja antara lain :
• Memperbaiki kualitas pekerjaan, artinya apabila seseorang dalam pekerjaannya tidak mampu atau dengan kata lain prestasi kerjanya
menurun, maka perlu dilakukan perbaikan. Melalui penilaian prestasi
kerja akan terlihat pula kualitas pekerjaan seseorang.
• Keputusan penempatan, yaitu memudahkan bank dalam menempatkan seseorang dalam bidang tertentu apakah untuk kegiatan transfer atau
promosi.
• Perencanaan dan pengembangan karir, akibat dari penilaian prestasi kerja, maka dua hasil yang akan diperoleh yaitu berprestasi atau tidak
berprestasi. Apabila berprestasi maka akan memudahkan perusahaan
dalam perencanaan dan pengembangan karirnya dan sebaliknya jika tidak
berprestasi maka kan segera diperbaiki kualitas pekerjaannya.
• Kebutuhan latihan dan pengembangan, bagi karyawan yang kurang berprestasi maka penilaian prestasi kerja untuk memudahkan karyawan
masuk ke dalam program pelatihan dan pengembangan yang sudah
direncanakan.
• Penyesuaian kompensasi, sebagian besar karyawan penilaian prestasi kerja akan sangat berpengaruh tehadap perolehan kompensasi di masa yang
akan datang. Dengan adanya kompensasi menyebabkan karyawan akan
semakin bergairah dalam melaksanakan pekerjaannya. Hal ini dikarenakan
• Kesempatan kerja yang adil, jelas bahwa pada akhirnya penilaian prestasi kerja akan memberikan keadilan bagi seluruh karyawan. Bagi yang
berprestasi akan memperoleh berbagai keuntungan dan sebaliknya.38
BAB III
GAMBARAN UMUM
BANK MUAMALAT INDODESIA CABANG KENDARI.
A. Sejarah Singkat Berdirinya Bank Muamalat Indonesia Cabang Kendari.
Pada tahun 2004 PT. Bank Muamalat Indonesia berhasil mendirikan
salah satu cabangnya di Propinsi Sulawesi Tenggara yaitu Bank Muamalat
Indonesia Cabang Kendari yang didirikan pada tanggal 7 Januari 2004 yang
diresmikan langsung oleh Menteri Agama Said Agil Al-Munawwarah1.
Dalam proses pengembangan Bank Muamalat, banyak upaya yang
dilakukan Pimpinan Bank Muamalat Cabang Kendari dengan
memperkenalkan produk-produk Bank Muamalat kepada masyarakat yang
belum mengenal produk perbankan dengan sistem syariah. Hasilnya Bank
Muamalat Cabang Kendari dapat dipandang sebagai salah satu cabang
yang besar di kawasan Indonesia Timur oleh Bank Muamalat Pusat karena
Bank Muamalat Cabang Kendari lebih besar dari Cabang Makassar,
Kalimantan, Ambon, dan lain sebagainya2.
1 Wawancara pribadi dengan Ibu Mirnawati, Staff Manajer Personalia Bank Muamalat Cabang Kendari , Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 170 Kendari, 22 Juni 2010.
2 Wawancara pribadi dengan Ibu Haerunnisa, Manajer Personalia Bank Muamalat Cabang Kendari , Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 170 Kendari, 23 Sepetember 2010.
Pada tahun 2005 setelah satu tahun didirikan, Bank Muamalat
Cabang Kendari berhasil membuka Unit Pelayanan Syariah (UPS) yang
bertempat di Kolaka. Pada tahun berikutnya tepatnya pada 2006, Bank
Muamalat dapat membuka Unit Pelayanan Syariah (UPS) di Bau-Bau.
Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya produk Bank Muamalat
serta masyarakat telah memahami sistem yang dijalankan adalah sistem
syariah maka pada tahun berikutnya yaitu pada tahun 2006 Bank Muamalat
juga berhasil membuka Unit Pelayanan Syariah (UPS) di Bombana. Dan
pada tahun 2007 Bank Muamalat Cabang Kendari membuka Kantor Kas
(KK) di Konawe karena setiap tahunnya permintaan nasabah Bank
Muamalat Cabang Kendari terus membengkak3.
Secara ringkasnya, setelah beroperasi enam tahun Bank Muamalat
Cabang Kendari mampu membuka UPS (Unit Pelayanan Syariah) di 3
(Tiga) Kota, yaitu: Kolaka dibuka pada tahun 2005, Bau-Bau dibuka pada
tahun 2006, dan di Bombana dibuka pada tahun 2007, serta KK (Kantor
Kas) di Konawe.
Kemajuan Bank Muamalat tidak lepas dari dukungan penuh
masyarakat Kota Kendari dan Kru Muamalat yang berpotensi serta kerja
keras Kru Muamalat Bank Muamalat Cabang Kendari dalam
mengembangkan produk dan jasa Muamalat. Selain itu Bank Muamalat
3 Wawancara pribadi dengan Ibu Mirnawati, Staff Manajer Personalia Bank Muamalat Cabang Kendari , Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 170 Kendari, 22 Juni 2010.
Cabang Kendari adalah satu-satunya bank yang sistem operasionalnya
menjalankan sistem syariah yang berlandaskan Al-Qur'an dan Al-Hadits.
B. Visi, Misi, dan Tujuan PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk. 1. Visi Bank Muamalat
Menjadi bank syariah utama di Indonesia, dominan di pasar spiritual,
dikagumi di pasar rasional.
2. Misi Bank Muamalat
Menjadi ROLE MODE Lembaga Keuangan Syariah dunia dengan
penekanan pada semangat kewirausahaan, keunggulan manajemen dan
orientasi investasi yang inovatif untuk memaksimumkan nilai bagi
stakeholder.
3. Tujuan Bank Muamalat
• Meningkatkan kualitas kehidupan sosial masyarakat Indonesia
• Mniengkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan
• Mengembangkan lembaga bank dan sistem perbankan yang sehat
• Mendidik masyarakat untuk berfikir secara ekonomi4
C. Struktur Organisasi PT. Bank Muamalat Indonesia (BMI) Tbk.
Setiap organisasi perusahaan memiliki ketentuan sendiri untuk menyusun
organisasinya. Struktur organisasi ini diciptakan menurut perkembangan
kebutuhan, oleh karenanya struktur organisasi bersifat dinamis dan berubah
setiap saat.
4 www. Muamalat-institute.com
Secara garis besar organisasi Bank Muamalat dapat dijelaskan sebagai
berikut :
1. Rapat Umum Pemegang Saham (RPUS)
Adalah pemegang kekuasaan tertinggi dalam perusahaan. RPUS ini
diadakan pada akhir tahun yang terdiri dari pemegang saham di perusahaan.
2. Dewan Pengawas Syariah (DPS)
Terdiri dari cendikiawan muslim dan ulama yang berkompeten. DPS
bertugas untuk menyeleksi produk-produk dan jasa-jasa yang dihasilkan oleh
Bank Muamalat Indonesia, apakah sesuai dengan ketentuan syariah atau tidak.
3. Dewan Komisaris
Didalam struktur kedudukannya sejajar dengan dewan pengawas syariah.
Dewan komisaris terdiri dari pemegang saham serta membawahi dewan direksi
dan dewan audit.
4. Dewan Direksi
Dewan direksi berfungsi dan bertanggung jawab atas segala aktivitas
bank baik produk jasa yang dipasarkan, maupun atas semua pembiayaan yang
akan diberikan. Dewan direksi membawahi tiga orang direktur dan beberapa
urusan, yaitu :
a. Direktur Operasi
Direktur operasi bertanggung jawab atas segala aktivitas yang dimaksud
adalah administrasi dari produk yang dihasilkan. Direktur operasi
- Urusan organisasi sumber daya insani
Yaitu divisi yang menangani produktivitas para karyawan agar kegiatan
operasional perusahaan berjalan secara efektif.
- Urusan Operasi
Yaitu yang menangani administrasi suatu bank yang berhubungan dengan
masyarakat.
- Urusan teknologi sistem informasi
Yaitu divisi yang menangani dan bertanggung jawab atas sistem teknologi
informasi bank.
b. Direktur Pembiayaan Usaha Menengah
Direktur ini mengatur segala pembiayaan yang termasuk pada golongan usaha
menengah. Direktur ini membawahi :
- Group marketing
- Urusan support pembiayaan
- Urursan penyelesaian pembiayaan
c. Direktur Pembiayaan Usaha Kecil
Direktur ini mengatur dan bertanggung jawab atas segala pembiayaan yang
termasuk pada golongan usaha kecil. Direktur ini membawahi :
- Urursan individual banking
- Urusan lembaga keuangan mikro syariah
STRUKTUR ORGANISASI5
PT. BANK MUAMALAT INDONESIA Tbk.
Shareholder Meeting 5Ibid Sharia SupervisoryBoard Boar of Commissioners President Director Internal Audit Group/SKAI Assistant Director
Compliance and Corporate SupportDirector Business Direktur Compliance Staff Direktur Muda Financing Corporate Support Group Financing & Setlement Group Administration Group Business Unit Business Development
D. Karakteristik Bank Muamalat Indonesia6
Bank Muamalat Indonesia memiliki banyak sekali karakter yang
membuatnya berbeda dari institusi sejenisnya. Beragam hal biasa ditemukan
begitu memasuki lingkungan Muamalat, orang akan bisa mengenali Muamalat
baik dari artifaktur, simbol-simbol, sampai pada budaya yang tidak terlihat. Public
bisa mengenali Muamalat, misalnya dari warna hijau pekat atau yang menjadi
latar belakang simbol d-i-n yang ditulis dengan khat khufi. Namun lebih dari itu,
orang akan merasakan nuansa atmosfir yang berbeda ketika memasuki konter
Muamalat dibanding ketika mereka memasuki institute sejenis.
Yang pertama dilihat adalah penampilan kru Muamalat yang dibalut
busana islami. Para wanitanya dengan ramah melayani keperluan para nasabah,
berbusana rapi plus jilbab menawan. Sementara para pria menggunakan baju koko
lengkap dengan kopiah hitam (khususnya pada acara ceremonial) bagi banyak
orang. Busana mungkin bukan suatu subtansial, namun demikian muamalat
melihatnya sebagai sesuatu yang penting. Tidak bisa dipungkiri busana sangat
mendukung citra dan dalam banyak kasus menjadi penilaian awal dari sisi
pelanggan terhadap kualitas dari jasa yang disajikan.
Selain seragam, nasabah mungkin sedikit surprise. Ketika adzan zuhur
bergema, kru muamalat menutup konter barang selama 10 menit dan
mempersilahkan nasabah untuk bersama-sama dengan mereka menjalankan sholat
dzuhur berjamaah di mushollah. Bagi sebagian orang, barangkali ini mengganggu
layanan namun tentu saja bukan maksud Muamalat untuk mengurangi
kenyamanan pelayanan, tapi itu dimunculkan lebih untuk menanamkan
kebersamaan dalam jamaah dan menguatkan sillaturahmi. Disamping itu juga
sebagai perwujudan bentuk diferensi yang jelas dan memperkuat postioning
Muamlat dibandingkan institusi sejenis.
Buah dari sholat berjamaah, kru Muamalat juga diwajibkan
menunaikan zakat. Bukan suatu yang mudah meotong 2,5% dari penghasilan
mereka tiap bulannya untuk zakat, namun dengan berbagai penjelasan kiranya kru
Muamalat menyadari pemotongan zakat itu tidak lain untuk mensucikan harta dan
membuatnya lebih berkah.
Sesuai dengan tekad untuk menjadi role model bagi institusi sejenis,
baik ditingkat nasional maupun internasional, Muamalat menyadari betul
perlunya membentuk organisasi yang bersih dari segala macam kemudharatan.
Karenanya setiap pejabat yang diangkat bahkan seluruh kru yang ada, secara rutin
harus diingatkan pentingnya menjaga diri dari kemungkinan terjadinya conflic of
interest. Misalnya melalui penanda tanganan kembali perjanjian dengan
organisasi. Komitmen ini akan memagari kru Muamalat dari tindakan tidak
terpuji, semisal menerima sogok, bahkan hadiah dari kliennya yang di banyak
tempat dianggap sebagai kewajaran. Klausula yang menggambarkan
Muamalat, tapi juga memaksa semua nasabah, vendor, supplier untuk mentaati
ini.
Merusak diri adalah perbuatan terlarang dan diharamkan islam.
Meskipun demikian kontroversi, merokok termasuk kedalam kategori sesuatu
yang makruh. Nabi Muhammad SAW mengajarkan untuk meninggalkan hal-hal
yang makruh. Kru Muamalat sepatutnya menghindari rokok, bukan saja karena
alasan agama, rokok dari berbagai sudut pandang (kesehatan, keindahan,
kenyamanan) tidak bisa diterima. Untuk menegaskan betapa buruknya rokok,
maka Muamalat membuat surat pernyataan dilarang merokok yang harus diisi
oleh kru yang baru memasuki lingkungan kerja Muamalat, dan tidak
tanggung-tanggung apabila melanggar sanksinya adalah Pemutusan Hubungan Kerja
dengan tanpa menerima imbalan dalam bentuk apapun.
Ruangan kerja menjadi cerminan bagaimana sebuah kantor organisasi
dikelola. Sebagai organisasi yang menjadi rujukan umat, ruang kerja di Muamalat
memancarkan aura kesederhanaan, kepraktisan dan keterbukaan diantara kru yang
ada. Simbul-simbul kemegahan yang tak lain menimbulkan persaingan dan
orientasi pikir yang tak fokus pada tujuan organisasi untuk ibadah dan perjuangan
perlu disingkirkan. Karenanya, tembok-tembok yang memisahkan kepala devisi
dengan krunya, sekat-sekat yang mengotak-ngotakan satu grup dengan grup
lainnya, bahkan yang memisahkan satu direktur dengan direktur lainnya harus
yang harus disembunyikan dibalik dinding. Suasana transparan ini melancarkan
komunikasi, menimbulkan perasaan satu dan mencegah permainan-permainan tak
sehat dengan tamu yang datang.
Sumber Daya Manusia sebagai makhluk atau khalifah yang mulia di
dunia sebagai faktor perubahan suatu lingkungan usaha. Karena perubahan faktor
manusia terlihat dari hati dan keimanannya, oleh karena itu perhatian akan SDM
penting sekali. Berbeda dengan karyawan di bank lainnya, awak Muamalat tidak
menganggap dirinya sekedar karyawan biasa. Mereka akan dengan bangga
menyebut dirinya sebagai kru. Karena kru adalah mujahid yang membangun dan
mengembangkan ekonomi syariah khususnya Bank Muamalat dengan hati dan
pikiran yang jernih, iman yang kokoh dan senantiasa konsisten guna meraih
keridhoan Allah. Oleh karena itu untuk menciptakan suatu destinasi yang
diimpikan bersama demi tegaknya syariah, keadilan sosial dan sebagainya, maka
harus bekerjasama dalam tatanan sebagai kru. Karena kru ini nilainya lebih
kepada mengingatkan kita terhadap suatu perjuangan bahwa kita ini berada diatas
sebuah kapal yang berlayar di pulau yang dituju bersama untuk kebahagiaan
bersama.
Kru Muamalat pun telah berhasil secara konsisten
mengimplementasikan credo “Pertama Murni Syariah” dan juga dengan budaya
Manajemen Langitnya, Zikr, Pikr, Mikr yang membedakan Muamalat dengan
nilai-nilai “Callestial Manajement” atau Manajemen Langit yang tertanam kokoh
dijajaran kepemimpinan dan dijaga oleh seluruh kru Muamalat, Bank Muamalat
Indonesia menempatkan sumber daya manusia sebagai unsur utama dalam strategi
operasi perbankan syariah. Hal ini yang menjadikan Bank Muamalat dikenal
sebagai pemain utama yang handal dipasar spritual. Untuk mencapai tujuan
tersebut diperlukan tidak hanya pelayanan terbaik, namun juga kesanggupan kru
untuk memahami konsep dan penerapan prinsip perbankan syariah serta untuk
menanamkan budaya perusahaan.
E. Hubungan Manajemen Personalia dengan Pengembangan Karir Karyawan
Perubahan teknologi yang sangat cepat, memaksa organisasi untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan usahanya. Perubahan tersebut telah
menggeser fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia yang selama ini
hanya dianggap sebagai kegiatan administrasi, yang berkaitan dengan
perekrutan pegawai staffing, coordinating yang dilakukan oleh bagian personalia
saja.
Saat ini manajeman SDM berubah dan fungsi spesialisasi yang
berdiri sendiri menjadi fungsi yang terintegrasi dengan seluruh fungsi lainnya di
dalam organisasi, untuk bersama-sama mencapai sasaran yang sudah
ditetapkan serta memiliki fungsi perencanaan yang sangat strategik dalam
Oleh karenanya manajemen SDM mempunyai kewajiban untuk :
memahami perubahan yang semakin sempurna yang selalu terjadi di
lingkungan bisnis, harus mengantisipasi perubahan teknologi, dan memahami
dimensi internasional yang mulai memasuki bisnis akibat informasi yang
berkembang cepat. Perubahan paradigma dari manajemen SDM tersebut telah
memberikan fokus yang berbeda dalam melaksanakan fungsinya di dalam
organisasi.
Ada kecenderungan untuk mengakui pentingnya SDM dalam
organisasi dan pemusatan perhatian pada kontribusi fungsi SDM bagi
keberhasilan pencapaian tujuan strategi perusahaan. Hal ini dapat dilakukan
perusahaan dengan mengintegrasikan pembuatan keputusan strateginya dengan
fungsi-fungsi SDM maka akan semakin besar kesempatan untuk memperoleh
keberhasilan.
Tingkat integrasi antara perencanaan strategis dengan
fungsi-fungsi SDM terwujud dalam empat macam hubungan :
1. Hubungan Administrasi
Disini manajer puncak dan manajer fungsional yang lainnya
menganggap fungsi SDM relatif tidak penting dan memandang manusia bukan
sebagai keterbatasan maupun aset perusahaan dalam pengambilan keputusan
2. Hubungan Satu Arah
Terdapat hubugan skuensial antara perencanaan strategis dengan
fungsi-fungsi SDM. Fungsi SDM merancang program dan sistem untuk mendukung
tujuan strategis perusahaan. Jadi SDM bereaksdi terhadap inisiatif strategis
tetapi tidak memiliki pengaruh, karena meskipun sudah dianggap penting namun
belum dianggap sebagai mitra bisnis yang strategis.
3. Hubungan Dua Arah
Ditandai dengan hubungan saling ketergantungan antara perencanaan
strategi dengan SDM. Fungsi SDM dipandang penting dan dapat dipercaya.
SDM berperan dalam penentuan arah strategis perusahaan dan sudah
dijadikan mitra strategis.
4. Hubungan /integratif
Ditandai oleh hubungan yang dinamis dan inter aktif antar fungsi-fungsi
SDM dan perencanaan strategis. Di sini manajer SDM dipandang sebagai
PK ! ÚóŽY¼ 1 [Content_Types].xml
¢ (
ù8¦ ºÐëzwd/Ý/vÆIüï;’#Q G¢ º „Øç}wÞ™ÑêêÙ»â 2Ú *qQ.E AGcî ¿6w‹o¢@RÁ( Tâ (®ÖŸ?-6Ç Xðé€•Ø ¥ïR¢ÞƒWXÆ ¿Ô1{Eüšw2)ýGí@^.—_¥Ž
Ђ †X¯~° l *Ó½ò¬#Ÿb6²Ž‘B$À’q¢¸> k¤+¡RrV+bãò1˜W¢‹X×Vƒ ßÞIKàrLx1ÙJ mx É v-n V GÅí3×ç I
îm R .í@uÚˆú
š 0` <´¯†äÝ @ â ˜aYtä¡ë÷
òô ñ¦ ›u yTŸx ƒlŸÓM´˜QÉš—òFm LÎüÌ¥_У&ž`ûs¶ôÿ Ùƒ2³4À
<¤ßÏŸŽù at¿ æô™©“í ý ÿÿ PK ! -‘ ·ó N
_rels/.rels
¢ (
†ï ßaÈ}7Û "ÒÙÞH¡w"ë „™ì w
̤ھ½£
ºPÛ^æôçËOÖ›ƒ›Ô;§< ¯aYÕ Ø›`Gßkxm·‹ PYÈ[š‚g GΰinoÖ/<‘”¡<Œ1«¢â³†A$>"f S ‘Ì
3°£\…ȾTº I
]7 ~
fïØË‰ È aoÙ.b*lIÆr j)õ, l0Ï% ‘b¬
6ài¢ÕõDÿ_‹Ž…, ¡ ‰Ïó|uœ Z^ tÙ¢yǯ;!Y, }{ûCƒ³/h> ÿÿ PK !
-Ïÿ…T N word/_rels/document.xml.rels
¢ (
¬UËNÃ0 ¼#ñ ‘ïÄi òPÓ^ R¯ $®®³yˆØŽì- ¿giU7¥•¹øbi'ÊÌhv½ž/¿U— |‚u-Ñ9›¤ K@KS¶ºÎÙ[ñ|uÏ ‡B—
¢3 r6€cËÅåÅü : ô“kÚÞ%Ä¢]Î Äþ‘s' PÂ¥¦ M_*c•@*mÍ{!?D |še3nÇ lqÄ™¬ÊœÙUIúÅГòÿܦªZ Ðëïê ü]LyÐ¥686°GB ¦1-è Zƒ¥é:„à¡ ‰IL rãШwjºïDšr ò A ‡b ÓMe
þi‹‡‚‘DÍ éÊÂ! mÉ·g0‰Û˜I|Áú i:Fwd Ó Í oQTFc!ÖÝ( …\ÜÄ4áN²Ø#! 1-ü
âxaîj? üè Xü ÿÿ PK ! àì#<ax ‰Ú word/document.xmlì][s⸠~ߪó-T<O ä¾Ô†- ’ÝìN¦RIÎy X€ðµ$ –ýõç“oØàLì
w ØÌñ H8²·ÄÕ¹ï{½v[NæÌ¦òØõ˜ƒ‹SWØÔÇW1kÛT˜ w4qm
AW ‡mEÝ^¹Âð„;aR¢u ]L)v;?zw<€ŠDúD™.äß™ôĦÜIÉ(íØ’ *¼c ¯ ½»-Hm ÁXô¡Kc×X«O ¬zÐEãñºÕé \v;øÓJš- èNçö¢{s>L GlJ Ëß½ý!Ó R~ êCzt‚Q M‹«-Ÿ]Aã£/ … øn«-n]LpaI-ëÖ ZÎDÔ*":âÖu| ‰ ¨œp~Ýzæ6“ä;[‘Gצ •Uo>pdÁ• ö8ü+ÿMÞpr Q—ÿ~UD÷&m û ¶ÉåÑÓ ºµ qR=Á§ ÷ Ï…C—
]0À3 ¥ëP‹S Gm483f ¡L`üo*¸P ×t…¯-5èÎ`|†8 -‚»(fpH s»§@EîôF(éùk b–-³¬'Ÿ ?¶ Of¥ -P Bð·ô-¸ã7Ž¡G·‹%@î 1 „b•bG'9|¥JÿKu[w)”bB§±ÿ›!š ¼T¿7ƒŸ÷ÈñtÿÙæ|œcBaqգ׃˜ŸD+*FyB ÃF7 –00ˆ ÁæÊ÷í+Æ" þ#ŸÍ}ØíÖÅýa”) Òÿ †V¿þúî(å= ¨½«Ø-:«Às4³ âmæõp.L¦ ù6 › ñ‘å˜ æSÏÄ ï 3* ¿ b2± h ?0‰Á ˜ž N$› ¤lðMR•-¢ Zç 3…$ ¾QD'LØÜQdMæ T*R€®|É h $< ™‘ |.2IĤ‚9”ÌA xX²qà ©Ðˆ"h#e4£"˜sb ->• < 5/| :û!Fwѽ8» …¹‰8¾Þ˜Vct[ Šýe-45ºb 4 V-³1 &Ú}”hùX >%‚;
e/Š< ýL½(7%eB •N¹=ïœwnB-ÞO˜¸ŸV<¼‘‡ ýÓ‹Lå‚ÿý¡ ý°ÕO$ á&¼\/'›òpáftr5èî)¹ñ'£*» ðéXª Çg‚&& £BuÓsåuëüò" ™[TB#½#Ícdn ýôúU7$€
ˆ´é CnpÕ¯0©[ta"ýíÛãlßnF7H ÌAü ëV6w'"D.Ê΢x Èd(b yÑ Šzü¾¬(¨ò—;&dÄäDpO Zrê … iš"›×¸L¯mò Wª
]N-·&/Û •WÓ·Q %Í™œŸFIJyÝW’&Ϩb
× /!~-9,v\ä+ ¶k3Až cBÁ*Çwy³ÿÉ(ac+qâ±{R=õ ›` «©^
‰óâ¼B~ ƒøšÁìä~ò ³w¤‘äÈ߆2–Ç (ät¥ÀFB¶^2 ݘzÁ>Jñ˜qv…Ž"s]h.Úg q•búÀ › 8 Ú›ñð-æ SÄ’…812Áµ ÄIÑFúD ;2ø$ q.áRÃi>sGY 3fX | »å7W‡ºÝ˸ ïW
* ˆ5ôÉUº-|ð½Ê? é
füèx ª …éÂ: § Oˆæ«
‰ j((Q”âäà |E>j
~¦2™* «²S5ái KÔÔ!6 ’– ÜdXTŒM +¬ hÌ&S—þÄ n’±R©Ÿ ~'kdu
/ŽƒŽ°rÊÀ–¸R¬iì Mì4·°O¹
d 35 ú”¢p'< GòCW—šÊ ;Ú° ~Ë Š§ñ 8þÔq8 #–>€cårüŽà4/Ž-ç3 Qe³˜v³Å!YLÛäE-5)¨`--³8v6ÖÒƒN¹… h3"×ÒgöÁGâáîïf¦Ó¯¼ò n åò…<Óq¸„äð—ÃŒ ¶»r¿žb*¥{ gJ
¬‹ö™c0ÁŒ :cCÁ¨ íˆS»©Â“ š… :nÙÁÑx ‡ ÔS8`lvð |L¹yГWMó‚Í [-WØâð0 @ÖäÒµ N“KOÏ Õ
N-WË-|¬iæ ©+¨6à fR‡s!šhSË€F2 ÇSÏ ÍÎu«¸’¦¦ ¤ âµ Îú°—-4õŸ¦þ³õ 6šÅBØÿ´ÀÙ_ãR±ƒ®eÖšúÁèpøF2ú%wšÚNtnªfgÂ4çKê)
ßìDÓq Z‰ßÌ/úÍ/ ¿¹d vèSSL† ¦‘ ]×ô ¨z¤©y ö
ù *þ ÿÿì[ms›8 þ+