• Tidak ada hasil yang ditemukan

a. Sosialisasi dan Pelatihan Nugget Jagung (Getgu)

Sosialisasi dan Pelatihan Nugget Jagung (Getgu) merupakan program pelatihan diversifikasi olahan produk jagung, salah satu potensi sumber daya alam (SDA) di Desa Pende dengan target sasaran masyarakat umum. Pelatihan dilakukan dengan metode penyuluhan interaktif dan demonstrasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah jagung agar menjadi produk yang sehat dan layak jual sehingga menjadi alternatif sumber pendapatan bagi warga desa.

Latar Belakang

Keberadaan jagung di Desa Pende cukup melimpah. Tanaman ini bisa dikatakan sebagai salah satu potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki oleh masyarakat Desa Pende. Namun dalam pemanfaatannya hasil panen jagung masih belum optimal memberikan sumbangsih pendapatan bagi warga desa dikarenakan hanya dijual

49

mentah ke pasar atau dikonsumsi sendiri. Oleh karena itu, tim KKN kerjasama memberikan pelatihan diversifikasi produk berupa nugget jagung kepada masyarakat Desa Pende

Progress atau Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan ini dilaksanakan hari kamis, 1 Agustus 2019 bertempat di Aula Balai Desa Pende jam 13.00 WIB dan dihadiri oleh 25 orang. Kemudian pelatihan pembuatan nugget jagung (getgu) dilaksanakan kembali pada Rabu, 20 Agustus 2019 di rumah salah satu warga RT 02 / RW 04 yaitu rumah Ibu Itsna secara praktik langsung bersama ibu-ibu warga RT 02 RW 04 Desa Pende.

Metode pelaksanaannya yaitu : i. Melakukan koordinasi anggota tim KKN.

j. Melakukan koordinasi dan meminta persetujuan Kepala Desa Pende serta pengurus PKK.

k. Menentukan waktu pelaksanaan.

l. Persiapan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam pelaksanaan program.

m. Pelaksanaan program sosialisasi pembuatan Nugget Jagung.

50

Hasil Kegian

Nugget merupakan salah satu produk makanan yang digemari masyarakat. Tetapi biasanya nugget yang beredar di masyarakat hanya mengandung protein hewani, padahal protein nabati juga baik bagi tubuh para penggemar nugget, terutama bagi mereka yang vegetarian atau bagi yang alergi daging ayam. Untuk itu perlu diciptakan produk baru berupa nugget dengan bahan jagung sehingga dengan bahan tersebut diharapkan kebutuhan protein nabati bisa tercukupi. Program ini didukung dengan melimpahnya sumberdaya alam berupa jagung di desa Pende. Selain itu, banyak ibu-ibu dan remaja putri yang memiliki waktu luang di rumah yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian dan membuat ciri khas dari desa Pende. Cara Pembuatannya adalah

 Alat : Panci, blender, baskom, wajan, pisau, gelas, loyang, dan talenan.

 Bahan

a) 1 Kg jagung yang sudah dikukus, dan dihaluskan. b) 10 sendok tepung terigu

c) 2 butir telur

d) 5 sendok makan susu bubuk e) 9 sendok makan gula

f) 1 bungkus vanili

51 h) 50 gr keju parut i) Garam secukupnya j) Air secukupnya

 Langkah-langkah pembuatannya adalah

a) Kukus jagung hingga matang, kemudian pipil jagung yang telah dikukus.

b) Haluskan jagung yang sudah dipipil.

c) Campurkan jagung yang telah dihaluskan dengan tepung, gula, telur, vanili, keju, air dan aduk sampai rata.

d) Siapkan loyang yang sudah diolesi dengan margarin. e) Tuang adonan ke dalam loyang dan ratakan.

f) Siapkan kukusan dan panaskan air hingga mendidih. g) Angkat adonan kemudian dinginkan.

h) Setelah dingin, potong adonan sesuai selera i) Larutkan tepung terigu dengan air secukupnya. j) Lumuri potongan adonan dengan tepung basah lalu

masukan ke dalam tepung panir. k) Goreng hingga kecoklatan.

l) Tambahkan topping setelah nugget dingin. m) Sajikan selagi masih hangat

Dari kegiatan ini, sasaran mendapatkan pengetahuan mengenai manfaat dan kandungan gizi jagung serta keterampilan baru mengolah jagung menjadi nugget melalui demonstrasi.

52

Mitra Kegiatan (TIDAK ADA) Luaran

Luaran yang diharapkan dari adanya program ini adalah munculnya minat masyarakat dalam mempraktikkan dan mengembangkan produk nugget jagung dirumah masing-masing. Sesuai data penyebaran jajak pendapat selama sesi diskusi penyuluhan dan konsultasi/pendampingan, 90% masyarakat mengatakan proses produksi cukup mudah dan dari tiga penilaian dasar produk yaitu rasa, warna, dan aroma 95% masyarakat mengaku suka terhadap produk tersebut. Dari analisa data ini, ada potensi cukup besar untuk dikembangkan menjadi produk khas desa, baik melalui peran Ibu PKK maupun pembentukan komunitas sendiri.

Penutup

Pelatihan ini diadakan dengan melihat potensi pertanian yang ada di Desa Pende, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Harapannya melalui pelaksanaan program ini, hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat yang diwujudkan dengan bertambahnya pengetahuan dan peningkatan keterampilan mengolah jagung menjadi produk yang inovatif, sehat, dan layak jual.

53

54

b. Sosialisasi dan Pelatihan Sari Kacang Hijau (Sarjo)

Sari kacang hijau merupakan minuman yang berbahan dasar kacang hijau. Sari kacang hijau berbeda dengan bubur kacang hijau. Biasanya bubur kacang hijau hanya direbus dan diberi gula. Saat membuat sari kacang hijau, kacang hijau yang telah direbus akan diblender hingga halus. Kemudian kacang yang telah halus dicampurkan dengan gula atau susu. Sari kacang hijau ini memiliki tekstur yang sangat lembut saat dinikmati dan menyehatkan. Program ini didukung dengan melimpahnya sumber daya alam berupa kacang hijau di Desa Pende. Selain itu dari program ini diharapkan nantinya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian di Desa Pende.

55

Latar Belakang

Desa Pende terletak di Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Desa Pende memiliki total 5 RW dengan masing-masing RW terdiri dari 4 RT. Sebagian besar masyarakat Pende bermata pencaharian sebagai petani. Masyarakat banyak juga menanam kacang hijau dan jagung.

Banyaknya petani kacang hijau di Desa Pende mengakibatkan menurunnya harga kacang hijau, karena itu mahasiswa berinisiatif untuk meningkatkan harga jual kacang hijau dengan melakukan sosialisasi pembuatan sari kacang hijau ke warga sekitar.

Dengan harapan masyarakat mampu mem-followup kegiatan sosialisasi tersebut sebagai usaha rumahan, sebagai pemasukan tambahan rumah tangga dan petani kacang hijau merasa diuntungkan dengan mudahnya menjual biji kacang hijau kering dengan naiknya harga jual kacang hijau.

Pelaksanaan Kegiatan

Metode Pelaksanaannya adalah

a. Melakukan koordinasi anggota tim KKN.

b. Melakukan koordinasi dan meminta persetujuan Kepala Desa Pende serta pengurus PKK.

c. Menentukan waktu pelaksanaan.

d. Persiapan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam pelaksanaan program.

56

e. Pelaksanaan program sosialisasi pembuatan Sari Kacang Hijau.

f. Evaluasi

Sosialisasi pembuatan sari kacang hijau dilaksanakan pada Kamis, 1 Agustus 2019 bertempat di Balai Desa Pende. Masyarakat sangat antusisas dalam kegiatan sosialisasi. Masyarakat yang hadir dalam sosialisasi ini adalah 30 ibu-ibu masyarakat Pende. Kemudian pelatihan pembuatan sari kacang hijau dilaksanakan kembali pada Rabu, 20 Agustus 2019 di rumah salah satu warga RT 02 RW 04 yaitu rumah Ibu Itsna secara praktik langsung bersama ibu-ibu warga RT 02 RW 04 Desa Pende.

Hasil Kegiatan

Sari kacang hijau merupakan alternatif olahan untuk kacang hijau. Pembuatan sari kacang hijau tidaklah rumit sehingga sangat mudah dipahami oleh ibu-ibu masyarakat Pende. Bahan yang digunakan dalam pembuatan sari kacang hijau yaitu panci, blender, baskom, saringan, da gelas. Ada pun bahan yang digunakan dalam pembuatannyayaitu kacang hijau 500 gram, gula jawa 250 gram, daun pandan, jahe, dan air. Berikut langkah-langkah pembuatannya:

1. Rendam kacang hijau selama 8-10 jam 2. Rebus gula jawa dan saring

3. Ambil 500 gram kedelai rendaman, rebus sampai agak melar

57 4. Blender bersama airnya

5. Saring dan tambah air sehingga total 4000 ml, rebus 6. Tambahkan gula jawa yang sudah direbus

7. Tambahkan daun pandan dan jahe

Masyarakat sangat antusisas dalam kegiatan sosialisasi pembuatan sari kacang hijau yang dilaksanakan pada Kamis, 1 Agustus 2019 di Balai Desa Pende. Masyarakat yang hadir dalam sosialisasi ini adalah 30 ibu-ibu masyarakat Pende. Dalam sosialisasi ini selain dijelaskan bagaimana cara pembutaan sari kacang hijau, dijelaskan pula apa saja manfaat yang terkandung dalam sari kacang hijau. Ada pun manfaat dari sari kacang hijau, yaitu:

1. Menurunkan kadar kolesterol 2. Meningkatkan kepadatan tulang 3. Baik untuk penderita diabetes 4. Menjaga sistem kekebalan tubuh

5. Membantu menjaga kesehatan rambut dan kulit 6. Mengatasi sembelit

7. Menjaga kesehatan janin

8. Membantu menjaga berat badan 9. Menurunkan risiko penyakit jantung 10. Meningkatkan daya tahan tubuh

Sosialisasi pembuatan sari kacang hijau yang kedua dilaksanakan pada Rabu, 20 Agustus 2019 di rumah salah satu warga RT 02 RW 04 yaitu rumah Ibu Itsna. Sari kacang

58

hijau dibuat langsung secara bersama-sama oleh ibu-ibu yang hadir. Setelah sari kacang hijau siap dihidangkan, ibu-ibu juga diajak untuk membuat nugget dari bahan dasar jagung. Ibu-ibu sangat antusias melakukan praktik secara langsung pembuatan sari kacang hijau.

Mitra Kegiatan (TIDAK ADA) Luaran

Dengan adanya program sosialisasi pembuatan sari kacang hijau, ibu-ibu dapat membuat sari kacang hijau. Kegiatan ini juga menjadikan produk sari kacang hijau memiliki nilai jual untuk membantu perekonomian masyarakat Pende, menjadikan kerjasama antara petani kacang hijau dengan produsen sari kacang hijau, dan memenuhi gizi dengan biaya minimal.

Penutup a. Simpulan

Sosialisasi pembuatan sari kacang hijau yaitu pelatihan yang bertujuan supaya ibu-ibu masyarakat Pende dapat membuat sari kacang hijau supaya produk sari kacang hijau memiliki nilai jual untuk membantu perekonomian masyarakat Pende. Kegiatan ini dilaksanakan pada 1 Agustus 2019 dan 20 Agustus 2019 berlokasi di RT 02 RW 04 Desa Pende dan Balai Desa Pende. Adanya program kerja ini diharapkan masyarakat

59

dapat mempraktikkan langsung membuat sari kacang hijau.

b. Saran

Permasalahan menurunnya harga kacang hijau yang dikarenakan banyaknya petani kacang hijau perlu mendapatkan perhatian lebih agar pendapatan masyarakat meningkat.

Sebaiknya masyarakat diharapkan untuk dapat lebih kreatif mengembangkan produk sari kacang hijau yang sudah diajarkan pembuatannya, agar lebih menarik daya jualnya.

60

c. Pelatihan Digital Marketing, Packaging

Di era melek teknologi seperti sekarang, perlu adanya kemampuan adaptasi bagi setiap pelaku usaha untuk memahami pemasaran (marketing) secara digital atau berbasis teknologi. Dengan menjamurnya e-commerce, seperti bukalapak, shopee, tokopedia, lazada, dll. Peluang akan perkembangan bisnis semakin luas sehingga perlu dimanfaatkan dengan baik.

Salah satu kunci berhasilnya sebuah bisnis adalah pada cerdiknya pemasaran yang dilakukan. Usaha dengan tata cara pemasaran yang tradisional akan mudah tergerus dengan mereka yang menggunakan digital marketing karena mencakup konsumen yang lebih luas, biaya yang lebih murah, dan waktu yang lebih hemat. Oleh karena itu, pelatihan mengenai digital marketing perlu diberikan kepada

61

masyarakat desa Pende sebagai media edukasi sehingga dapat diterapkan di masa mendatang.

Latar Belakang

Dalam menjalankan usaha, masyarakat Desa Pende tlah mengenal adanya promosi melalui social media, namun belum seluruhnya memahami mengenai digital marketing. Berbasis pada kondisi tersebut, perlu rasanya diberikan sosialisasi mengenai digital marketing yang juga merupakan kegiatan lanjutan dari sosialisasi diversifikasi produk jagung dan kacang hijau sebelumnya sehingga menjadi edukasi berkelanjutan dan komprehensif bagi masyarakat sasaran. Dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat diharapkan lebih memahami dan berminat untuk mencoba mempraktikkan melalui salah satunya E-commerce.

Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan ini dilaksanakan hari Selasa, 20 Agustus 2019 bertempat di Aula Balai Desa Pende jam 13.00 WIB dengan 20 orang peserta. Adapun Metode Pelaksanaan kegiatan ini adalah :

a. Melakukan koordinasi anggota tim KKN

b. Melakukan koordinasi dan meminta persetujuan Kepala Desa serta pengurus PKK

c. Menentukan waktu pelaksanaan dan undangan kepada masyarakat

62

d. Membuat sampel produk nugget jagung dan sari kacang hijau yang sudah dikemas dan diberi label

e. Persiapan sarana prasarana dan briefing pra-kegiatan f. Pelaksanaan program berupa presentasi dan diskusi aktif

serta menjelaskan marketing produk Getgu dan Sarjo g. Evaluasi program

Hasil kegiatan

Hasil dari kegiatan ini adalah sisi edukasi, dimana masyarakat memahami apa itu digital marketing dan unsur-unsur apa saja yang ada didalamnya. Dalam sisi implementasi, hasil kegiatan ini adalah menelaah secara langsung salah satu bagian dari marketing yaitu kemasan atau packaging yang menarik itu seperti apa. Hal ini akan bermanfaat ketika mengembangkan produk diversifikasi sebelumnya yaitu nugget jagung dan sari kacang hijau.

Mitra Kegiatan (TIDAK ADA) Luaran Program

Luaran program yang diharapkan adalah masyarakat lebih paham mengenai digital marketing dan cara berpromosi di platform jualan atau juga di media sosial. Dalam sisi implementasi, diharapkan pula masyarakat mampu menerapkan ilmu tersebut baik dari cara promosi, kemasan

63

(packaging) produk, dan hal lainnya saat mengembangkan produk Getgu dan Sarjo.

Penutup

Adanya peralihan dari konsep tradisional menjadi digitalisasi tidak lantas mengecualikan dunia bisnis. Pergerakan perilaku pasar yang menuntut kemudahan menjadikan keberadaan media sosial maupun platform digital lainnya begitu penting bagi entitas bisnis, utamanya dalam hal memasarkan produk. Tentu hal ini harus dipahami setiap pelaku usaha. Dengan adanya pelatihan digital marketing ini, dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai unsur-unsur dasar dalam digital marketing yang perlu dipahami seperti bagaimana memanfaatkan media sosial untuk promosi, dll.

64

d. Pelatihan Pembukuan Keuangan UKM

Rapih pembukuan merupakan program sosialisasi dan pelatihan mengenai pentingnya pembukuan dan pencatatan keuangan bagi pelaku UMK (Usaha Mikro dan Kecil) di desa Pende, Banjarharjo. Selanjutnya dalam sosialisasi ini juga dikenalkan pembukuan berbasis aplikasi android seperti akuntansi UKM dan Aplikasi PTIK yang merupakan aplikasi yang disediakan hasil kolaborasi Bank Indonesia (BI) dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Selain itu, dalam sosialisasi ini juga dijelaskan mengenai untung ruginya produk Nugget Jagung dan Sari Kacang Hijau sebagai follow up sehingga dapat memberikan gambaran kepada masyarakat desa Pende akan kelayakan produk-produk tersebut jika dijadikan bisnis di masa mendatang.

65

Latar Belakang

Ajakan agar UKM melakukan pencatatan atau pembukuan sederhana sudah menjadi program pemerintah, utamanya karena sumbangsih UKM terhadap PDB nasional. Oleh karena itu, pelatihan ini salah satu upaya mendukung program pemerintah melalui edukasi pentingnya pembukuan bagi UKM dan pengenalan digitalisasi accounting melalui aplikasi android. Dalam kegiatan ini juga diberikan analisa untung-rugi produk Getgu dan Sarjo sebagai bagian dari tindak lanjut sosialisasi sebelumnya.

Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari selasa, 20 Agustus 2019 bertempat di Aula Balai Desa Pende jam 13.00 WIB dengan 20 orang peserta. Adapun metode pelaksanaan kegiatan ini adalah :

a. Melakukan koordinasi anggota tim KKN

b. Melakukan koordinasi dan meminta persetujuan Kepala Desa serta pengurus PKK

c. Menentukan waktu pelaksanaan dan undangan kepada masyarakat

d. Persiapan sarana prasarana dan briefing pra-kegiatan e. Pelaksanaan program berupa presentasi dan diskusi aktif

serta menjelaskan print out laporan keuangan yang dibagikan kepada peserta

66

Hasil program

Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat sadar akan pentingnya pembukuan bagi pelaku UKM, menambah pengetahuan mengenai aplikasi akuntansi apa saja yang bisa digunakan untuk mencatat keuangan. Dari kegiatan ini juga dihasilkan informasi mengenai untung-rugi produk Getgu dan Sarjo sehingga menjadi gambaran kelayakan usaha kedua produk tersebut.

Mitra Kegiatan (TIDAK ADA) Luaran program

Luaran program yang diharapkan adalah masyarakat memahami pentingnya pembukuan bagi pelaku UKM, mendownload aplikasi akuntansi di Android dan menerapkannya pada bisnis mereka masing-masing. Selain itu, luaran program yang diharapkan adalah meningkatkan keyakinan masyarakat untuk mengembangkan produk Getgu dan Sarjo setelah mengetahui gambaran potensinya dari segi ekonomi.

Penutup

Pelatihan pembukuan ini merupakan salah satu upaya mendukung program masyarakat untuk mendorong pelaku UKM mengenal dan menerapkan pembukuan pada usahanya. Selain itu, mendukung dampak era globalisasi dan digitalisasi bisnis juga masyarakat sasaran dikenalkan pada

67

beberapa aplikasi akuntansi yang bisa digunakan untuk membukukan usaha mereka. Beberapa aplikasi tersebut adalah kolaborasi bank indonesia (BI) dengan IAI. Dari kegiatan tersebut diharapkan memberikan kebermanfaatan kepada peserta.

68

PROGRAM KERJA BIDANG LINGKUNGAN DAN

Dokumen terkait