1. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang menyelenggarakan Program Pascasarjana yang dikelola oleh Direktur Pascasarjana dan bertanggungjawab kepada Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang.
2. Direktur Program Pascasarjana diangkat dan diberhentikan oleh Ketua setelah mendapat pertimbangan Senat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang. 3. Direktur Program Pascasarjana diangkat untuk masa 4 (empat) tahun dan dapat
diangkat kembali dengan ketentuan tidak lebih dari dua kali masa jabatan berturut-turut.
Pasal 43
Prosedur Pengangkatan Direktur Pascasarjana
1. Senat Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang mengadakan penjaringan sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang bakal calon Direktur Pascasarjana.
2. Dalam hal tidak terpenuhinya jumlah minimal 3 (tiga) bakal calon Direktur Pascasarjana sebagaimana dimaksud pada ayat (1), maka proses pemilihan dan pengajuan tetap dilanjutkan.
3. Senat Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang wajib meminta persetujuan/penolakannya kepada Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang terhadap atas bakal calon Direktur Pascasarjana dengan dilengkapi persyaratan-persyaratan dan pertimbangan Senat Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang.
4. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang harus memberikan persetujuan/penolakan selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sejak diterima surat permintaan dari Senat Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang.
5. Apabila Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang memberikan penolakan terhadap nama atau nama-nama yang dimintakan persetujuannya, maka Senat Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang harus mengajukan kembali nama atau nama-nama baru ditambah dengan nama atau nama-nama yang diberikan persetujuan seperti ayat (2) pada pasal ini tanpa mencantumkan nama atau nama-nama ditolak tersebut.
6. Senat Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang melaksanakan uji publik untuk setiap calon Direktur Pascasarjana dimaksud di depan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang, Dosen Program Studi dimaksud, Mahasiswa Program Studi dimaksud selambat-lambatnya 10 (Sepuluh hari) hari sejak diterimanya persetujuan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang.
7. Senat Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang melaksanakan pemilihan langsung dengan system tertutup calon Direktur Pascasarjana dimaksud selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sejak pelaksanaan Uji Publik. Pemilihan langsung yang dimaksudkan adalah untuk menentukan jumlah suara pemilih yang didapatkan oleh masing-masing calon Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang. Pemilih yang dimaksud adalah civitas akademika, yaitu Dosen Program Studi dimaksud, perwakilan mahasiswa (himpunan Mahasiswa Program Studi Pascasarjana dimaksud) 1 suara.
8. Senat Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang menyerahkan nama pemenang dari pemilihan langsung tersebut dan nama-nama lainnya berdasarkan urutan jumlah perolehan suara disertai kelengkapan administrasinya kepada Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak pemilihan.
9. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang akan menetapkan pemenang hasil pemilihan langsung melalui SK Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang.
10. Yayasan melalui Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang dalam keadaan tertentu dapat mengambil kebijakan lain tentang penetapan Ketua dengan atau tanpa pertimbangan Senat Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang ataupun mengabaikan hasil pemilihan langsung tersebut demi kemaslahatan umat Islam dan keberlangsungan perguruan serta Yayasan.
Pasal 44
Prosedur Pengangkatan Wakil Ketua,
Wakil Direktur Pascasarjana, Sekretaris Program Studi Pascasarjana dan Sekretaris Program Studi
Ketua/Direktur Pascasarjana/Ketua Program Studi/Ketua Program Studi Pascasarjana definitif mengajukan nama-nama yang akan menduduki jabatan yang dimaksudkan kepada Senat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang ataupun Senat Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang untuk diberikan pertimbangan nama-nama yang akan menduduki jabatan yang dimaksudkan, sebagai berikut:
1. Wakil Ketua:
a. Senat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang wajib meminta persetujuan/penolakannya kepada Pengurus Yayasan melalui surat Senat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang terhadap atas bakal calon Wakil Ketua.
b. Pengurus Yayasan meneruskan permintaan persetujuan/ penolakannya kepada Yayasan terhadap atas bakal calon yang dimaksud dengan memberikan pertimbangan berbagai aspek lainya yang berhubungan.
c. Yayasan harus memberikan persetujuan/penolakannya selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak diterima surat permintaan dari Senat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang dengan dasar pertimbangan berbagai aspek lainya yang berhubungan.
d. Apabila Yayasan memberikan penolakan terhadap nama atau nama-nama yang dimintakan persetujuannya, maka Senat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang harus mengajukan kembali nama atau nama-nama baru ditambah dengan nama atau nama-nama yang diberikan persetujuan tanpa mencantumkan nama atau nama-nama ditolak tersebut.
e. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang akan menetapkan nama atau nama-nama Wakil Ketua yang disetujui bersama antara Yayasan, Senat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang dan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang melalui SK Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang.
f. Yayasan dalam keadaan tertentu dapat mengambil kebijakan lain tentang
penetapan Wakil Ketua dengan atau tanpa pertimbangan Senat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang demi kemaslahatan umat Islam dan
keberlangsungan perguruan serta Yayasan. 2. Wakil Direktur Pascasarjana:
a. Senat Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang wajib meminta persetujuan/penolakannya kepada Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang melalui Senat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang terhadap atas bakal calon Wakil Ketua.
b. Senat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang meneruskan permintaan persetujuan/penolakannya kepada Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang terhadap atas bakal calon yang dimaksud dengan memberikan pertimbangan berbagai aspek lainya yang berhubungan. c. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang harus memberikan
persetujuan/penolakannya selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak diterima surat permintaan dari Senat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang dengan dasar pertimbangan berbagai aspek lainnya yang berhubungan. d. Apabila Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang memberikan penolakan terhadap nama atau nama-nama yang dimintakan persetujuannya, maka Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang harus mengajukan kembali nama atau nama-nama baru ditambah nama atau nama-nama yang diberikan persetujuan tanpa mencantumkan nama atau nama-nama ditolak tersebut.
e. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang akan menetapkan nama atau nama-nama Wakil Direktur Pascasarjana yang disetujui bersama antara Yayasan, Direktur Pascasarjana, Senat Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang dan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang melalui SK Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang.
f. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang dengan persetujuan
Yayasan dalam keadaan tertentu dapat mengambil kebijakan lain tentang penetapan Wakil Direktur Pascasarjana dengan atau tanpa pertimbangan Direktur Pascasarjana dan Senat Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang ataupun Senat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang demi kemaslahatan umat Islam dan keberlangsungan perguruan serta Yayasan.
3. Sekretaris Program Studi Pascasarjana:
a. Senat Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang wajib meminta persetujuan/penolakannya kepada Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang terhadap atas bakal calon Sekretaris Program Studi Pascasarjana.
b. Senat Pascasarjana meneruskan permintaan persetujuan/ penolakannya kepada Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang terhadap atas bakal calon yang dimaksud dengan memberikan pertimbangan berbagai aspek lainya yang berhubungan.
c. Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang harus memberikan persetujuan/penolakannya selambat-lambatnya 7 (tujuh)
hari sejak diterima surat permintaan dari Senat Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang dengan dasar pertimbangan berbagai aspek lainya yang berhubungan.
d. Apabila Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan
Santang memberikan penolakan terhadap nama yang dimintakan
persetujuannya, maka Ketua Program Studi Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang harus mengajukan kembali nama baru ditambah nama yang diberikan persetujuan tanpa mencantumkan nama ditolak tersebut.
e. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang akan menetapkan nama yang disetujui bersama antara Yayasan, Direktur Pascasarjana, Ketua Program Studi Pascasarjana, Senat Pascasarjana dan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang melalui SK Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang.
f. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang dengan persetujuan
Yayasan dalam keadaan tertentu dapat mengambil kebijakan lain tentang penetapan Sekretaris Program Studi Pascasarjana dengan atau tanpa pertimbangan Direktur Pascasarjana dan Senat Pascasarjana ataupun Senat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang demi kemaslahatan umat Islam dan keberlangsungan perguruan serta Yayasan.
4. Sekretaris Program Studi:
a. Senat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang wajib meminta persetujuan/penolakannya kepada Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang terhadap atas bakal calon Sekretaris Program Studi.
b. Senat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang meneruskan permintaan persetujuan/penolakannya kepada Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang terhadap atas bakal calon yang dimaksud dengan memberikan pertimbangan berbagai aspek lainya yang berhubungan. c. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang harus memberikan
persetujuan/penolakannya selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak diterima surat permintaan dari Senat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang dengan dasar pertimbangan berbagai aspek lainnya.
d. Apabila Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang memberikan penolakan terhadap nama yang dimintakan persetujuannya, maka Ketua Program Studi harus mengajukan kembali nama baru ditambah nama yang diberikan persetujuan tanpa mencantumkan nama-nama yang tersebut.
e. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang akan menetapkan nama yang disetujui bersama antara Yayasan, Ketua Program Studi, Senat Pascasarjana dan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang melalui SK Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang.
f. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang dengan persetujuan
Yayasan dalam keadaan tertentu dapat mengambil kebijakan lain tentang penetapan Sekretaris Program Studi dengan atau tanpa pertimbangan Senat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang demi kemaslahatan umat
Islam dan keberlangsungan perguruan serta Yayasan.
Pasal 45
Pelaksana Administratif
1. Satuan pelaksana administratif pada Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang menyelenggarakan pelayanan teknis dan administratif sesuai dengan struktur organisasi yang ditetapkan oleh Ketua;
2. Satuan pelaksana administrasi ditetapkan oleh Ketua sesuai dengan struktur organisasi dan peraturan yang berlaku di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang.
Pasal 46
Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
1. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat merupakan unsur pelaksana di lingkungan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik untuk melaksanakan kegiatan penelitian/pengkajian dan pegabdian kepada masyarakat. 2. Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT)
Rakeyan Santang, terdiri atas Ketua Lembagan yang diangkat dan bertanggung jawab kepada Ketua Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat dibantu oleh Sekretaris, para kepala pusat, tenaga peneliti, tenaga ahli dan tenaga administrasi. 3. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat terdiri dari :
a. Pusat Penelitian
1) Pusat Penelitian merupakan unsur pelaksana Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan akademik untuk melaksanakan kegiatan penelitian /pengkajian.
2) Pusat Penelitian dibentuk sesuai dengan keperluan penelitian dan kemampuan, terutama sumber daya manusia.
3) Pusat Penelitian di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang, terdiri atas Kepala Pusat Penelitian dibantu oleh tenaga peneliti.
b. Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat
1)
Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi IlmuTarbiyah (STIT) Rakeyan Santang melalui Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (Pusat Pengabdian kepada Masyarakat), Program Studi, Laboratorium, Kelompok, dan Perorangan.
2)
Pusat Pengabdian kepada Masyarakat merupakan unsur pelaksana dilingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang untuk menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan ikut mengusahakan sumber daya yang diperlukan mengusahakan serta mengendalikan administrasi sumber daya yang diperlukan.
3)
Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT)Rakeyan Santang terdiri atas Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat yang dibantu oleh tenaga ahli.
Pasal 47
Unit/Pusat/Lembaga Penjaminan Mutu
1. Penjaminan Mutu dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang di semua unit kerja.
2. Unit/Pusat/Lembaga Penjaminan Mutu merupakan unsur pelaksana di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang untuk mengawasi/ mengendalikan mutu seluruh kegiatan akademik dan non-akademik di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang.
3. Unit/Pusat/Lembaga Penjaminan Mutu Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang terdiri atas Kepala Pusat/Ketua Unit/Ketua Lembaga yang diangkat dan bertanggung jawab kepada Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang dibantu oleh Sekretaris, Auditor dan tenaga administrasi.
BAB IX
DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN