• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM PEMBANGUNAN DIMENSI KEWILAYAHAN

H. PROGRAM PEMBANGUNAN PERKERETAAPIAN MELALUI INVESTASI

I. PROGRAM PEMBANGUNAN DIMENSI KEWILAYAHAN

Pengembangan transportasi perkeretaapian di Pulau Sumatera meliputi : a. Pembangunan jaringan KA Trans Sumatera (Nangroe Aceh Darussalam –

Lampung) yang direncanakan dengan beban gandar 18-22 ton dengan lebar spoor 1,435 mm;

b. Pengembangkan jaringan kereta api untuk angkutan barang yang potensial (semen, CPO, karet, kayu, batubara, pulp) untuk mewujudkan transportasi yang efektif dan efisien termasuk berbiaya murah dan hemat energi;

c. Pengembangan jaringan kereta api untuk angkutan penumpang untuk memenuhi potensi pasar di kota-kota besar diantaranya dengan kereta api perkotaan seperti di Medan dan Palembang;

d. Menghubungkan jaringan KA dengan pelabuhan laut maupun bandara dalam rangka mendukung integrasi antar moda;

e. Peningkatan tingkat keselamatan perjalanan kereta api dengan peningkatan keandalan prasarana kereta api diantaranya melalui rehabilitasi jalur/jembatan KA, peningkatan jalur/jembatan KA, modernisasi persinyalan, modernisasi telekomunikasi dan peningkatan fasilitas pintu perlintasan sebidang.

Rencana kegiatan pembangunan perkeretaapian di Pulau Sumatera kurun waktu 2010-2014 difokuskan pada upaya peningkatan, rehabilitasi, pengembangan aksesibilitas dan pembangunan sarana dan prasarana sebagai berikut:

a. Rehabilitasi jalur KA di pulau Sumatera sepanjang 47 km, diantaranya pada lintas Tarahan – Waytuba, Lahat - Lubuk Linggau dan Prabumulih - Muara Enim;

b. Peningkatan jalur KA di pulau Sumatera termasuk menghidupkan kembali lintas mati serta peningkatan spoor emplasemen sepanjang 347 km, diantaranya pada lintas Tarahan - Waytuba, Muara enim – Lahat, Martapura - Prabumulih, Teluk Bayur – Sawahlunto, Lubuk alung – Naras, Lubuk alung – Pariaman, Solok – Sawahlunto, Medan – Binjai, Kisaran - Tanjung Balai, Medan - Tebing Tinggi – Siantar, Binjai – Besitang, Tebing Tinggi - Rantau Prapat, serta menghidupkan kembali jalur KA antara Padang - Pulau Aer,

57 | h a l a m a n Muaro Kalaban – Muaro, Padang Panjang – Payakombo, Medan – Belawan, Bandar Tinggi - Kuala Tanjung, Medan – Gabion;

c. Pembangunan jalur KA baru/shorcut/parsial double track/double

track/double double track di pulau Sumatera termasuk pembangunan spoor

emplasemen sepanjang 100 km, diantaranya jalur ganda Tulung Buyut - Blambangan Umpu, jalur ganda Martapura - Tigagajah, shortcut Rejosari – Tarahan, Bandar Lampung – Panjang, shortcut Solok – Padang, Duku – Bandara Minangkabau (KA Bandara), Rantauprapat – Kota Pinang, Araskabu – Bandara Kualanamu (KA Bandara) serta lanjutan pengembangan perkeretaapian NAD yaitu Lhokseumawe – Bireun;

d. Peningkatan jembatan KA sebanyak 58 unit yang tersebar di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Lampung;

e. Peningkatan/modernisasi persinyalan perkeretaapian di pulau Sumatera sebanyak 46 paket, terdiri dari :

1) Peningkatan persinyalan mekanik menjadi elektrik termasuk rehab track di emplasemen untuk mendukung persinyalan elektrik sebanyak 23 paket, diantaranya pada Sta, Tarahan, Labuanratu, Prabumulih Lama, Belawan, Kisaran, Rantauprapat, Araskabu, Tiga Gajah, Baturaja;

2) Peningkatan persinyalan mekanik SNH tanpa blok menjadi SNH dengan blok TBI berbasis PLC dengan saluran blok FO sebanyak 6 paket diantaranya pada lintas Teluk Bayur – Indarung, Padang – Lubukalung, Sicincin - Sawahlunto;

3) Peningkatan persinyalan Alkmaar ke SNH dengan blok TBI berbasis PLC sebanyak 1 paket yaitu pada lokasi antara Sta, Pariaman - Lubukalung (3 stasiun);

4) Peningkatan saluran blok dengan kabel FO sebanyak 7 paket diantaranya pada lintas Kertapati – Prabumulih, Prabumulih – Lahat, Lahat – Lubuklinggau, Muaraenim –Tanjungenimbaru, Prabumulih – Martapura;

5) Pembangunan persinyalan mekanik SNH dengan blok TBI berbasis PLC dan saluran blok FO pada lintas – lintas mati / baru yang rencananya akan dioperasikan sebanyak 9 paket diantaranya pada lintas Tarahan – Tanjungenim, Biereun – Lhokseumawe, Binjai – Besitang, Padang – Puluaer.

f. Peningkatan/modernisasi telekomunikasi perkeretaapian di pulau Sumatera sebanyak 24 paket, terdiri dari :

1) Peningkatan sistem telekomunikasi berbasis SDH sebanyak 15 paket, diantaranya pada lintas Biereun – Lhokseumawe, Telukbayur – Indarung, Padang – Sawahlunto, Kertapati - Lubuklinggau, X5 - Baturaja – Tarahan, Pidada - Panjang;

58 | h a l a m a n 2) Pembangunan sistem radio traindispatching sebanyak 4 paket yaitu di

Sumatera Barat;

3) Pembangunan sistem SCADA sebanyak 5 paket yaitu di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Sumatera Selatan.

g. Pembangunan/rehabilitasi bangunan operasional perkeretaapian di pulau Sumatera sebanyak 47 paket, diantaranya berupa pembangunan gudang logistik/depo peralatan, pembangunan/rehab bangunan gedung stasiun di NAD, Sumatera Utara dan Sumatera Bagian Selatan serta pembangunan balai yasa di Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Lampung;

h. Peningkatan fasilitas pintu perlintasan sebidang termasuk penanganan berupa flyover/underpass di pulau Sumatera sebanyak 40 paket yang tersebar di NAD, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Lampung.

Adapun pembangunan perkeretaapian di pulau Sumatera melalui peran Pemerintah Daerah, BUMN dan Swasta meliputi :

a. Pembangunan jalur KA untuk angkutan Batubara, meliputi :

1) Jalur ganda antara Stasiun Sukacinta – Stasiun Kertapati, Sumsel sepanjang 190 km;

2) Jalur KA antara Tanjung Enim – Pulau Baai, Sumsel & Bengkulu meliputi Tanjung Enim - Kota Padang ± 150 km (single track) dan Kota Padang - Pulau Baai ± 160 km (double track);

3) Jalur KA antara Muara Enim - Tanjung Api-Api, Sumsel sepanjang 265 km;

4) Jalur KA antara Banko Tengah – Srengsem, Sumsel sepanjang 280 km;

5) Jalur KA shortcut Tanjung Enim – Baturaja, Sumsel sepanjang 78 km. b. Pengadaan/sewa sarana KA (lokomotif dan gerbong) untuk

penyelenggaraan KA Batubara Sumatera Bagian Selatan terdiri dari lokomotif sebanyak 50 unit dan gerbong sebanyak 1.200 unit.

Tabel V-7

Target Fisik dan Pendanaan Kegiatan Pembangunan Perkeretaapian Tahun 2010-2014 di Pulau Sumatera

* dalam milyar rupiah SUB KEGIATAN SATUAN

TARGET FISIK DAN PENDANAAN

JUMLAH

2010 2011 2012 2013 2014

VOL BIAYA* VOL BIAYA* VOL BIAYA* VOL BIAYA* VOL BIAYA* VOL BIAYA*

APBN PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN PRASARANA DAN FASILITAS PENDUKUNG KERETA API Rehabilitasi Jalur KA Km 5,70 21,40 6,05 23,78 11,60 27,06 11,60 27,06 11,60 27,06 46,55 126,36 Peningkatan jalur KA Km 114,44 145,24 109,81 146,45 40,22 132,28 40,59 161,62 41,42 176,40 346,48 761,99

59 | h a l a m a n

SUB KEGIATAN SATUAN

TARGET FISIK DAN PENDANAAN

JUMLAH

2010 2011 2012 2013 2014

VOL BIAYA* VOL BIAYA* VOL BIAYA* VOL BIAYA* VOL BIAYA* VOL BIAYA*

Pemb, jalur KA baru/shorcut/ parsial double track/double track/double double track

Km 12,87 157,34 21,74 250,34 24,24 311,74 20,20 371,15 20,20 371,15 99,25 1.461,71 Rehabilitasi/Peningkatan Jembatan KA Unit 7,00 35,34 12,00 30,60 13,00 39,60 13,00 39,60 13,00 37,76 58,00 182,90 Peningkatan/ Modernisasi Persinyalan Pkt 4,00 116,21 5,00 98,52 11,00 134,25 15,00 147,50 11,00 82,25 46,00 578,72 Peningkatan/ Modernisasi Telekomunikasi Pkt 0,00 0,00 5,00 23,00 5,00 25,50 6,00 43,50 8,00 50,50 24,00 142,50 Pembangunan/ Rehabilitasi Bangunan Operasional Pkt 3,00 17,74 9,00 30,50 11,00 50,00 11,00 50,50 13,00 56,50 47,00 205,24 Penanganan Perlintasan Sebidang Unit 8,00 8,00 8,00 14,40 8,00 14,40 8,00 14,40 8,00 14,40 40,00 65,60 JUMLAH (a) 501,27 617,58 734,83 855,33 816,02 3.525,03 PEMDA/BUMN/SWASTA PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN PRASARANA DAN FASILITAS PENDUKUNG KERETA API Pemb, jalur KA baru/shorcut/ parsial double track/double track/double double track

Km 0,00 0,00 30,00 1.375,00 255,50 10.405,00 418,25 15.905,00 419,25 17.015,00 1.123,00 44.700,00 PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN BIDANG KESELAMATAN DAN TEKNIK SARANA KERETA API Pengadaan/Sewa Sarana KA untuk penyelenggaraan KA Batubara Sumatera Bagian Selatan (Lokomotif dan Gerbong)

Unit 90,00 247,00 90,00 247,00 204,00 363,22 341,00 601,28 525,00 783,20 1.250,00 2.241,70

JUMLAH (b) 247,00 1.622,00 10.768,22 16.506,28 17.798,20 46.941,70

JUMLAH (a+b) 748,27 2.239,58 11.503,05 17.361,61 18.614,22 50.466,73

Sumber : Hasil Rencana, 2009

2. Pulau Jawa

Pengembangan transportasi perkeretaapian di Pulau Jawa meliputi upaya untuk: a. Optimalisasi jalur kereta api lintas selatan dan lintas utara jawa serta pembangunan jalur ganda secara bertahap diantaranya untuk peningkatan kapasitas lintas;

b. Pengembangan jaringan kereta api perkotaan yang akan dikembangkan pada kota Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya untuk mendukung pergerakan orang dan barang secara massal, cepat, aman, dan efisien;

c. Menghidupkan kembali lintas KA dan meningkatkan kapasitas jaringan prasarana KA secara bertahap serta modernisasi sistem persinyalan dan

60 | h a l a m a n telekomunikasi untuk mendukung optimalisasi peran moda KA di Pulau Jawa;

d. Menghubungkan jaringan KA dengan pelabuhan laut maupun bandara dalam rangka mendukung integrasi antar moda;

e. Peningkatan tingkat keselamatan perjalanan kereta api dengan peningkatan keandalan prasarana kereta api diantaranya melalui rehabilitasi jalur/jembatan KA, peningkatan jalur/jembatan KA, modernisasi persinyalan, modernisasi telekomunikasi dan peningkatan fasilitas pintu perlintasan sebidang;

f. Meningkatkan share pada moda kereta api terutama untuk penumpang kereta api di Pulau Jawa dengan peningkatan pelayanan perjalanan kereta api agar bisa kompetitif dengan moda lainnya;

g. Persiapan pembangunan kereta api cepat atau High Speed Train (HST). Rencana kegiatan pembangunan perkeretaapian di Pulau Jawa kurun waktu 2010-2014 difokuskan pada upaya peningkatan, rehabilitasi, pengembangan aksesibilitas dan pembangunan sarana dan prasarana sebagai berikut:

a. Rehabilitasi jalur KA di pulau Jawa sepanjang 151 km, diantaranya pada lintas Cikarang – Cikampek, Sukabumi – Padalarang, Padalarang - Bandung - Banjar, Cikampek – Padalarang, Cikampek – Cirebon, Semarang – Gambringan, Semarang – Cirebon, Gundih – Surabaya, Semarang – Gundih – Solo, Banjar – Kroya, Yogyakarta –Solo, Surabaya – Solo, Bangil - Blitar – Kertosono, Surabaya – Bojonegoro, Probolinggo – Jember, Jember - Banyuwangi;

b. Peningkatan jalur KA di pulau Jawa termasuk menghidupkan kembali lintas mati dan peningkatan spoor emplasemen sepanjang 1.014 km, diantaranya pada lintas Cikarang – Cikampek, Jakarta – Merak, Ps, Senen - Tj, Priok, Jakarta Gudang - Jakarta Kota - Tj, Priok, Bogor – Sukabumi, Sukabumi - Cianjur – Padalarang, Padalarang - Bandung – Banjar, Cikampek – Padalarang, Cikampek - Cirebon – Tegal, Semarang – Pekalongan, Tuntang – Ambarawa, Semarang – Cirebon, Semarang – Gambringan, Semarang – Gundih, Banjar – Kroya, Cirebon – Kroya, Kroya – Yogyakarta, Yogyakarta – Solo, Solo – Madiun - Surabaya, Kutoarjo – Purworejo, Solo Kota – Wonogiri, Tegal – Pekalongan, Surabaya – Madiun, Kandangan - Indro/Gresik, Gundih – Surabaya, Surabaya - Malang - Blitar - Kediri – Kertosono, Bangil - Pasuruan - Probolinggo - Jember - Kalisat – Banyuwangi, serta menghidupkan kembali jalur KA antara Cilegon – Anyerkidul, Rangkasbitung – Labuan, Cirebon – Kadipaten, Rancaekek – Tanjungsari, Cikudapateuh - Soreang – Ciwidey, Cibatu – Garut – Cikajang, Kedungjati – Ambarawa, Sidoarjo - Tulangan – Tarik, Tuban – Jombang dan Kalisat – Panarukan;

61 | h a l a m a n c. Pembangunan jalur KA baru/shorcut/parsial double track/double

track/double double track termasuk pembangunan spoor emplasemen,

sepanjang 344 km, diantaranya Manggarai – Cikarang (double double

track), Serpong – Maja – Rangkasbitung, Tonjong – Pelabuhan Bojonegara,

Duri – Tangerang, Manggarai - Bandara Soekarno Hatta (KA Bandara), perpanjangan jalur KA JICT – Pasoso, shortcut Parungpanjang – Citayam, Cisomang – Cikadondong – Padalarang, Purwakarta – Ciganea, Kiaracondong – Cicalengka, shortcut Cibungur – Tanjungrasa, Cirebon – Brebes, Tegal – Pekalongan, Pekalongan – Semarang, Semarang – Bojonegoro, Bojonegoro – Surabaya, Cirebon – Kroya, Kroya – Kutoarjo, Solo – Madiun, Surabaya – Sidoarjo, Tulangan – Gununggangsir serta termasuk tramway kampus Universitas Indonesia (UI) Depok dan pembangunan MRT antara Lebak Bulus – Dukuh Atas;

d. Rehabilitasi/peningkatan jembatan KA di pulau Jawa sebanyak 174 unit yang tersebar diantaranya di Jabotabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, lintas utara jawa, lintas selatan jawa dan Jawa Timur;

e. Peningkatan/modernisasi persinyalan perkeretaapian di pulau Jawa sebanyak 79 paket, terdiri dari :

1) Peningkatan persinyalan mekanik menjadi elektrik termasuk rehab track di emplasemen untuk mendukung persinyalan elektrik sebanyak 32 paket, diantaranya pada Sta, Tanah Abang, Sta, Tanjung Priok, Sta, Brumbung, Sta, Gambringan, Sta, Maguwobaru Bandara Adi Sucipto, Sta, Sidoarjo, Sta, Semarang Tawang/Poncol, Sta, Cirebon, Sta, Surabayakota, Sta, Garahan, Sta, Kalistail;

2) Peningkatan persinyalan mekanik SNH tanpa blok menjadi SNH dengan blok TBI berbasis PLC dengan saluran blok FO sebanyak 4 paket diantaranya pada lintas Jember – Banyuwangi dan Bogor-Sukabumi;

3) Peningkatan persinyalan Alkmaar ke SNH dengan blok TBI berbasis PLC sebanyak 6 paket yaitu pada lintas Sukabumi – Cianjur, Solokota - Wonogiri, Kutoarjo – Purworejo dan Sukabumi – Padalarang;

4) Peningkatan saluran blok dengan kabel FO sebanyak 26 paket diantaranya pada antara Manggarai – Jatinegara – Bekasi, Wonokromo – Sidoarjo, Bandung – Tasik, Tegal – Cirebon, Semarang Tawang – Bojonegoro - Surabaya Pasarturi, Maos – Cilacap, Yogyakarta – Madiun – Solo, Garahan – Pasuruan, Bangil - Malang - Blitar – Kertosono;

5) Pembangunan persinyalan mekanik SNH dengan blok TBI berbasis PLC dan saluran blok FO pada lintas - lintas mati / baru yang rencananya akan dioperasikan sebanyak 7 paket diantaranya pada lintas Kalisat – Situbondo dan Sidoarjo – Tulangan – Tarik;

62 | h a l a m a n 6) Modifikasi sistem CTC / CTS sebanyak 4 paket yaitu pada Sta, Cirebon

Prujakan, Sta, Manggarai, Sta, Semarang Tawang dan Sta, Purwokerto.

f. Peningkatan/modernisasi telekomunikasi perkeretaapian di pulau Jawa sebanyak 25 paket, terdiri dari :

1) Peningkatan sistem telekomunikasi berbasis SDH sebanyak 21 paket, diantaranya pada lintas Manggarai – Jatinegara – Bekasi, Manggarai - Jatinegara – Bekasi, Bandung – Tasik, Maos – Cilacap, Yogyakarta – Solo, Kertosono – Madiun – Solo, Semarang – Bojonegoro – Surabaya, Banyuwangi – Kalisetail, Garahan – Pasuruan;

2) Pembangunan sistem SCADA untuk jaringan telekomunikasi di Pulau Jawa sebanyak 4 paket.

g. Peningkatan/modernisasi pelistrikan perkeretaapian di pulau Jawa sebanyak 80 paket, terdiri dari :

1) Peningkatan elektrifikasi (listrik aliran atas) sebanyak 45 paket yang meliputi antara lain :

a) Pembangunan listrik aliran atas/elektrifikasi diantaranya pada lintas Citayam – Nambo, Maja – Merak, Serpong - Maja, Duri – Tangerang, Cikarang - Cikampek dan Yogyakarta – Solo;

b) Rehabilitasi jaringan LAA pada lintas Manggarai – Depok, Jakarta kota - Tj, Priok, Jatinegara - Senen - Kp, Bandan, Kemayoran - Tj, Priok);

c) Penggantian kawat trolley antara Palmerah – Kebayoran, Sudimara – Serpong, Kemayoran - Ancol - Tj, Priok;

d) Pemasangan feeder wire LAA pada lintas Jatinegara - Ps, Senen, Kp, Bandan - Ps, Senen, Kemayoran - Tj, Priok, Tanah abang – Serpong.

2) Pembangunan dan peningkatan gardu listrik (substation) sebanyak 35 paket yang meliputi antara lain :

a) Pembangunan gardu listrik di Cibinong, Nambo, Bojonggede, Ps, Senen, Tigaraksa, Tenjo, Cicayur, lintas Maja – Merak, lintas Cikarang – Cikampek, lintas Bogor – Sukabumi;

b) Pembangunan remote gardu listrik untuk lintas Tanahabang - Maja dan Duri – Tangerang;

c) Penggantian gardu listrik yang sudah berumur lebih dari 20 tahun di Jabodetabek (Jakartakota, Jatinegara, Duri, Kedungbadak); d) Penambahan daya PLN Gondangdia, Ancol, Tangerang, Grogol,

Kalideres.

h. Pembangunan/rehabilitasi bangunan operasional perkeretaapian di pulau Jawa sebanyak 27 paket, diantaranya berupa pembangunan/rehab bangunan gedung stasiun termasuk peron di Jabodetabek dan lintas utama pulau Jawa, pembangunan gudang logistik dan depo peralatan di

63 | h a l a m a n Parungpanjang, pembuatan stabling yard termasuk perluasan stock yard di Pekalongan dan Cirebon/Jatibarang;

i. Peningkatan fasilitas pintu perlintasan sebidang di pulau Jawa minimal sebanyak 166 paket yang tersebar di seluruh propinsi di Pulau Jawa. Adapun pembangunan perkeretaapian di pulau Jawa melalui peran Pemerintah Daerah, BUMN dan Swasta meliputi :

a. Pengembangan angkutan massal/perkotaan diantaranya pembangunan Monorail;

b. Rehabilitasi/memperpanjang umur ekonomis untuk sarana eksisting (kelas bisnis dan eksekutif) meliputi lokomotif sebanyak 25 unit, kereta sebanyak 16 unit, kereta pembangkit/bagasi sebanyak 4 unit;

c. Pengadaan/sewa sarana KA (Lokomotif, Kereta, Bagasi/Kereta Pembangkit, Gerbong) untuk pelayanan KA eksisting Jawa (non Jabotabek) meliputi lokomotif sebanyak 100 unit, kereta sebanyak 452 unit, kereta pembangkit/bagasi sebanyak 44 unit dan gerbong sebanyak 1.200 unit; d. Pengadaan/sewa KRL untuk untuk pelayanan KA eksisting Jabotabek

dengan total sebanyak 650 unit.

Tabel V-8

Target Fisik dan Pendanaan Kegiatan Pembangunan Perkeretaapian Tahun 2010-2014 di Pulau Jawa

* dalam milyar rupiah SUB KEGIATAN SATUAN

TARGET FISIK DAN PENDANAAN

JUMLAH

2010 2011 2012 2013 2014

VOL BIAYA* VOL BIAYA* VOL BIAYA* VOL BIAYA* VOL BIAYA* VOL BIAYA*

APBN PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN PRASARANA DAN FASILITAS PENDUKUNG KERETA API Rehabilitasi Jalur KA Km 7,36 19,32 15,87 36,58 21,79 42,04 41,50 81,25 63,57 122,06 150,08 301,24 Peningkatan jalur KA Km 205,25 431,61 203,15 525,14 215,22 583,41 186,13 487,86 203,30 622,01 1.013,05 2.650,03 Pemb, jalur KA baru/shorcut/ parsial double track/double track/double double track

Km 54,20 1.007,23 45,26 2.148,66 64,88 2.381,06 83,17 2.739,65 96,25 3.674,42 343,76 11.951,02 Rehabilitasi/Peningkatan Jembatan KA Unit 60,00 153,04 22,00 113,95 26,00 150,46 33,00 172,46 33,00 185,66 174,00 775,57 Peningkatan/ Modernisasi Persinyalan Pkt 12,00 256,34 15,00 279,44 17,00 246,40 15,00 244,30 20,00 323,55 79,00 1.350,03 Peningkatan/ Modernisasi Telekomunikasi Pkt 0,00 0,00 3,00 17,00 5,00 26,00 7,00 44,50 10,00 60,25 25,00 147,75 Peningkatan/ Modernisasi Pelistrikan Pkt 13,00 185,49 14,00 189,84 17,00 248,84 18,00 296,75 18,00 319,75 80,00 1.240,67 Pembangunan/ Rehabilitasi Bangunan Operasional Pkt 16,00 117,88 4,00 25,79 4,00 26,79 2,00 9,79 1,00 10,00 27,00 190,25 Penanganan Perlintasan Sebidang/Flyover/ Underpass Pkt 5,00 1,20 36,00 64,83 38,00 68,83 38,00 68,83 49,00 89,70 166,00 293,39 JUMLAH (a) 2.172,11 3.401,23 3.773,82 4.145,39 5.407,39 18.899,95

64 | h a l a m a n

SUB KEGIATAN SATUAN

TARGET FISIK DAN PENDANAAN

JUMLAH

2010 2011 2012 2013 2014

VOL BIAYA* VOL BIAYA* VOL BIAYA* VOL BIAYA* VOL BIAYA* VOL BIAYA*

PEMDA/BUMN/SWASTA PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN PRASARANA DAN FASILITAS PENDUKUNG KERETA API Pemb, jalur KA baru/shorcut/ parsial double track/double track/double double track

Km 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 12,00 2,000,00 12,00 2,800,00 24,00 24,00 PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN BIDANG KESELAMATAN DAN TEKNIK SARANA KERETA API Rehab/Memperpanjang Umur Ekonomis Sarana Kereta Api

Unit 5,00 40,00 13,00 56,20 13,00 56,20 7,00 44,40 7,00 44,40 241,80 281,20 Pengadaan/Sewa Sarana

KA untuk Pelayanan KA Eksisting Jawa (Jabotabek & Non Jabotabek)

Unit 205,00 1.130,67 305,00 2.430,67 459,00 2.718,41 642,00 3.521,88 835,00 4.037,80 2.446,00 2.241,00

JUMLAH (b) 1.170,67 2.486,87 2.774,61 5.566,28 6.882,20 18.880,63

JUMLAH (a+b) 3.342,78 5.888,10 6.548,43 9.711,67 12.289,59 37.780,58

Sumber : Hasil Rencana, 2009

3. Pulau Kalimantan

Pengembangan transportasi perkeretaapian di Pulau Kalimantan meliputi upaya pembangunan jaringan kereta api yang memiliki kapasitas tinggi, handal, cepat dan murah dengan titik berat untuk angkutan barang dan tidak menutup kemungkinan untuk angkutan penumpang. Adapun pembangunan jaringan tersebut berupa akses dari sentra produksi (tambang, perkebunan, perhutanan) menuju outlet terdekat (pelabuhan, angkutan sungai).

Rencana kegiatan pembangunan perkeretaapian di Pulau Kalimantan kurun waktu 2010-2014 melalui APBN difokuskan pada persiapan dan kajian rinci pengembangan jaringan untuk memenuhi kebutuhan pergerakan barang dan merangsang pertumbuhan wilayah, khususnya untuk angkutan batubara. Adapun pembangunan perkeretaapian di pulau Kalimantan melalui peran Pemerintah Daerah, BUMN dan Swasta meliputi pembangunan jalur KA angkutan batubara diantaranya :

a. Jalur KA antara Puruk Cahu – Bangkuang, Kalteng sepanjang 185 km; b. Jalur KA antara Bangkuang – Lupak Dalam, Kalteng sepanjang 175 km; c. Jalur KA antara Kudangan – Kumai, Kalteng sepanjang 195 km;

65 | h a l a m a n

Tabel V-9

Target Fisik dan Pendanaan Kegiatan Pembangunan Perkeretaapian Tahun 2010-2014 di Pulau Kalimantan

* dalam milyar rupiah SUB KEGIATAN SATUAN

TARGET FISIK DAN PENDANAAN

JUMLAH

2010 2011 2012 2013 2014

VOL BIAYA* VOL BIAYA* VOL BIAYA* VOL BIAYA* VOL BIAYA* VOL BIAYA*

PEMDA/BUMN/SWASTA PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN PRASARANA DAN FASILITAS PENDUKUNG KERETA API Pemb, jalur KA baru/shorcut/ parsial double track/double track/double double track

Km 0,00 0,00 0,00 0,00 234,00 9.800,00 235,00 9.900,00 236,00 13.320,00 705,00 33.020,00 JUMLAH 0,00 0,00 0,00 0,00 234,00 9.800,00 235,00 9.900,00 236,00 13.320,00 705,00 33.020,00 Sumber : Hasil Rencana, 2009

4. Pulau Sulawesi

Pengembangan transportasi perkeretaapian di Pulau Sulawesi meliputi upaya pembangunan jaringan kereta api yang berkapasitas tinggi, berkecepatan tinggi, berbiaya murah dan hemat energi baik angkutan penumpang dan barang untuk memenuhi kebutuhan pergerakan/transportasi dan merangsang pertumbuhan wilayah.

Rencana kegiatan pembangunan perkeretaapian di Pulau Sulawesi kurun waktu 2010-2014 melalui APBN difokuskan pada upaya persiapan dan kajian rinci pengembangan jaringan antara lain lintas Manado – Bitung, Makassar – Parepare dan Gorontalo – Bitung serta pengembangan jaringan kereta api pada kawasan perkotaan metropolitan Makassar – Maros – Sungguminasa – Takalar.

Dokumen terkait