PERMASALAHAN DAN SOLUSI
XIV. Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan
LKKPPJJBBuuppaattiiBBuunnggooTTaahhuunnAAnnggggaarraann22001144 368 10. Ds. Tanjung Kec. Tanah Sepenggal Jentayo 30 30
Jumlah 10 kelompok tani 230 216
XIV. Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan
Peningkatan Kemampuan Kelembagaan Kelompok Tani dan Petugas Perkebunan
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan dengan dana sebesar Rp. 82.267.600,- realisasi sebesar Rp. 69.398.600,- atau 84,48%., realisasi keuangan yang tidak mencapai 100% hal ini dikarenakan efisiensi anggaran sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan tidak berdampak terhadap kinerja secara keseluruhan. Kegiatan yang telah dilaksanakan berupa pelatihan petani dan Petugas Perkebunan Lapangan (PPL) di 6 (enam) lokasi yakni Kecamatan Bathin III, Tanah Sepenggal Lintas, Jujuhan Ilir, Pelepat Ilir, Pelepat, Rantau Pandan masing-masing peserta pelatihan sebanyak 30 orang.
XV. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani.
1. Pelatihan Petani dan Pelaku Agribisnis.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Pelaksana
Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan dengan dana
sebesar Rp. 112.357.000,- dan realisasi sebesar
L
LKKPPJJBBuuppaattiiBBuunnggooTTaahhuunnAAnnggggaarraann22001144 369 Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah pelatihan pembenihan ikan lele dan percontohan lahan agribisnis bidang pertanian, perkebunan dan perikanan di 17 UPTB-BP3K, serta
pengembangan potensi sumber daya penyuluh melalui
pendampingan kegiatan (percontohan) di 30 lokasi tersebar pada 17 Kecamatan dalam Kabupaten Bungo.
2. Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Pelaksana
Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan dengan dana
sebesar Rp. 448.855.900,- realisasi sebesar
Rp. 370.267.400,- atau 82,49%. Realisasi keuangan yang tidak mencapai 100% hal ini dikarenakan efisiensi anggaran sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah:
1. Melaksanakan pembinaan dan evaluasi Gabungan Kelompok
Tani (Gapoktan) sebanyak 664 kelompok yang terdiri dari beberapa kelas kelompok yaitu Kelas BDK sejumlah 77 kelompok, Kelas Pemula 464 kelompok, Kelas Lanjut 75 kelompok, Kelas Madya 14 kelompok dan Kelas Utama sebanyak 4 kelompok. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini yaitu sebanyak 5 Kelompok Tani sudah naik kelas dari pemula menjadi lanjut.
2. Pertemuan Komisi Penyuluhan Tingkat Kabupaten sebanyak 1 (satu) kali, tujuan untuk mengetahui permasalahan penyuluh dan petani serta mengevaluasi Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan (BP3K).
3. Kunjungan Kerja Tim Komisi Penyuluhan ke Magelang dengan hasil kegiatan yaitu Tim Komisi Penyuluh diharapkan
L
LKKPPJJBBuuppaattiiBBuunnggooTTaahhuunnAAnnggggaarraann22001144 370 dapat membantu meningkatkan kinerja BP3K yang sifatnya lebih kepada pendampingan kegiatan petani.
XVI. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan.
1. Pelatihan dan Bimbingan Pengoperasian Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Pelaksana
Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan dengan dana
sebesar Rp. 111.995.000,- realisasi sebesar
Rp. 111.995.000,- atau 99,70%.
Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah:
1. Publikasi Informasi Penyuluhan melalui media cetak sebanyak 12 kali pada Harian Bungo Pos.
2. Membuat demplot (lahan percontohan) ayam kampung unggul pada 2 lokasi yaitu Kecamatan Muko-muko Bathin VII dan Kecamatan Bungo Dani.
3. Promosi hasil pembangunan dalam rangka HUT Kabupaten Bungo.
XVII. Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan.
1. Peningkatan Kapasitas Tenaga Penyuluh Pertanian/Perkebunan.
L
LKKPPJJBBuuppaattiiBBuunnggooTTaahhuunnAAnnggggaarraann22001144 371
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Pelaksana
Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan
Rp. 65.256.000,- realisasi sebesar Rp. 65.238.300,- atau 99,97%. Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah identifikasi potensi wilayah kerja penyuluh dalam bentuk programa penyuluh dan penyusunan materi penyuluhan dari tingkat Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), tujuan untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan serta penyusunan rencana kerja bulanan penyuluh, lokasi setiap UPTB-BP3K dalam Kabupaten Bungo.
2. Peningkatan Kesejahteraan Tenaga Penyuluh Pertanian/Perkebunan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Pelaksana
Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan
Rp. 13.981.000,- realisasi sebesar Rp. 11.369.000,- atau 81,25%. Realisasi keuangan yang tidak mencapai 100% hal ini dikarenakan efisiensi anggaran sesuai dengan kebutuhan yaitu salah satu kegiatan rapat penyusunan kredit point penyuluh tidak dilaksanakan.
Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah penilaian angka kredit penyuluh yang dilakukan oleh tim, yang telah dibentuk melalui Surat Keputusan Sekretaris Daerah Kabupaten Bungo.
3. Penyuluhan dan Pendampingan Bagi Pertanian/ Perkebunan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Pelaksana
Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan
Rp. 439.596.050,- realisasi sebesar Rp. 430.956.950,- atau 98,03 %.
L
LKKPPJJBBuuppaattiiBBuunnggooTTaahhuunnAAnnggggaarraann22001144 372 Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah mengikuti perayaan Hari Krida Pertanian Tingkat Kabupaten lokasi di Kabupaten Muaro Jambi dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang dan perayaan Pekan Nasional di Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur dengan jumlah peserta sebanyak 89 orang.
4. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Penyuluh dan Petani.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Pelaksana
Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan
dengan dana sebesar Rp. 183.328.000,- realisasi sebesar Rp. 180.744.300,- atau 98,59%.
Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah:
1. Pertemuan teknis penyuluh se-Kabupaten Bungo
dilaksanakan sebanyak 1 kali yang dikuti oleh seluruh penyuluh di 17 UPTB-BP3K sebanyak 164 orang.
2. Pelatihan dan supervisi penyuluh di 17 Balai Penyuluhan Kecamatan, dengan volume 2 kali (dua) setiap bulan.
3. Penilaian penyuluh teladan pada 17 balai penyuluhan kecamatan yang bertujuan meningkatkan kinerja dan ketrampilan penyuluh untuk melakukan pembinaan petani di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan, dengan hasil penyuluh teladan dari Penyuluh BP3K Kecamatan Tanah Sepenggal, Bathin II Babeko dan Bathin III sedangkan untuk kategori petani teladan diraih dari Kecamatan Bathin II Babeko, Tanah Sepenggal dan Pasar Muara Bungo.
4. Pelatihan dasar penyuluh ahli kerjasama dengan Balai Pelatihan Jambi yang diikuti oleh 10 orang peserta, dimana 5 orang peserta dibiayai dari APBD Kabupaten dan 5 orang dari APBD Provinsi.
L
LKKPPJJBBuuppaattiiBBuunnggooTTaahhuunnAAnnggggaarraann22001144 373
5. Pembangunan Kantor Balai Penyuluh (DAK dan Sharing)
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Pelaksana
Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan
Rp. 582.214.056,- realisasi sebesar Rp. 573.176.000,- atau 98,45%.
Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah :
1. Pembangunan pagar Balai Penyuluh Kecamatan sebanyak 2 paket, lokasi Kecamatan Jujuhan Ilir dan Muko-Muko Bathin VII.
2. Pembangunan Gedung Kantor Balai Penyuluh Kecamatan sebanyak 1 (satu) unit, lokasi Kecamatan Pasar Muara Bungo.
6. Renovasi Kantor Balai Penyuluh
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Pelaksana
Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan
Rp. 111.480.000,- realisasi sebesar Rp. 110.449.600,- atau 99,08%.
Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah renovasi ruang pertemuan Kantor Balai Penyuluh sebanyak 1 (satu) unit lokasi Balai Penyuluh Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas.
L
LKKPPJJBBuuppaattiiBBuunnggooTTaahhuunnAAnnggggaarraann22001144 374
PERMASALAHAN DAN SOLUSI
Permasalahan:
1. Masih rendahnya minat masyarakat (petani) untuk mengikuti percontohan di UPTB-BP3K dan memanfaatkan data hasil pemetaan identifikasi potensi wilayah.
2. Belum optimalnya sosialisasi mengenai fungsi dari akta pendirian Gapoktan bagi petani sehingga masih ada terdapat Gapoktan yang belum memiliki surat pengukuhan Gapoktan.
Solusi:
1. Kegiatan yang bersifat percontohan di UPTB-BP3K lebih diarahkan pada kegiatan bersifat Farmfield Day agar masyarakat (petani) mengetahui jenis komoditi tanaman, luas lahan percontohan dan hasil produksi yang dicapai, serta mengetahui hasil pemetaan identifikasi potensi tanaman yang cocok diwilayahnya.
2. Meningkatkan pembinaan pada Gapoktan yang sudah ada dan sosialisasi mengenai pentingnya fungsi Surat Keputusan (SK) Pengukuhan secara resmi baik dari Pemerintah tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten.
2. KEHUTANAN