• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.8 Pemerintahan Orde Baru dalam Sejarah Indonesia

2.8.4 Program Pemerintahan Orde Baru

Keluarga Berencana (KB) dapat diartikan sebagai suatu usaha yang mengatur banyaknya kehamilan sedemikian rupa, sehingga berdampak positif bagi ibu, bayi, ayah, dan keluarganya yang bersangkutan tidak akan menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung dari kehamilan tersebut. Hal tersebut sejalan dengan Undang- Undang no 10 tahun 1992 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera, menyatakan bahwa keluarga berencana adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera.

Tujuan dilaksanakan program KB adalah untuk membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan sosial ekonomi suatu keluarga dengan cara pengaturan kelahiran anak, agar diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu, tujuan program KB adalah untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera yang menjadi dasar bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pertumbuhan penduduk Indonesia.

Manfaat KB bagi ibu adalah untuk perbaikan kesehatan, peningkatan kesehatan, waktu yang cukup untuk mengasuh anak, waktu yang cukup untuk istirahat, menikmati waktu luang, dan dapat melakukan kegiatan lain. Selanjutnya manfaat KB bagi anak adalah anak dapat tumbuh dengan wajar dan sehat, memperoleh perhatian, pemeliharaan dan makanan yang cukup, perencanaan kesempatan pendidikan lebih baik. Selanjutnya manfaat KB bagi keluarga adalah untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan harmonisasi lebh terjaga.

2) Program Wajib Belajar 9 Tahun

Program wajib belajar 9 tahun adalah salah satu program pemerintah pada masa pemerintahan orde baru. Menurut Bunau et.al (tanpa tahun), program wajib

belajar 9 tahun adalah program pemerintah pusat yang wajib dan harus diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia pada usia belajar pada tingkat pendidikan dasar, yang digolongkan sebagai tingkat pendidikan dasar adalah tingkat sekolah dasar dan sederajat serta tingkat sekolah menengah pertama dan sederajat. Tingkat Sekolah Dasar dan sederajat serta tingkat Menengah Pertama dan sederajat memiliki masa pendidikan yang berbeda. Masa pendidikan pada tingkatan ekolah Dasar adalah 6 tahun dan bisa saja lebih, sedangkan masa pendidikan pada tingkatan Sekolah Menengah Pertama adalah 3 tahun dan bisa saja lebih (Bunau et al, tanpa tahun). Jadi, dikatakan tamat wajib belajar 9 tahun apabila masyarakat Indonesia tamat tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.

Program wajib belajar 9 tahun menetapkan batas usia tertentu bagi peserta didik baik untuk tingkat Sekolah Dasar maupun tingkat Sekolah Menengah Pertama. Pada tingkat Sekolah Dasar, peserta didik berusia enam sampai dengan lima belas tahun, dan usia tiga belas sampai dengan lima belas tahun untuk Sekolah Menengah Pertama (Bunau et al, tanpa tahun). Selain itu, program wajib belajar diperuntukkan untuk anak-anak Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan tanpa memandang kaya atau miskin dan asal mereka apakah berasal dai kota, pedesaan, daerah terpencil, dan sebagainya (Bunau et al, tanpa tahun). Berdasarkakn paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa program wajib belajar bertujuan untuk melakukan pemerataan pendidikan, sehingga kualitas pendidikan masyarakat Indonesia juga baik. Menurut Perda No. 10 tahun 2005 (dalam Bunau et al, tanpa tahun), “Program wajib belajar 9 tahun dimaksudkan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan dalam kerangka pemerataan dan perluasan kesempatan memeroleh pendidikan”. Selain itu, tujuan program wajib belajar 9 tahun adalah untuk meningkatkan keadilan dan kesetaraan pendidikan antar kelompok masyarakat demi memenuhi hak dasar warga negara, memberantas buta aksara, baca tulis, dan berhitung melalui jalur formal (Bunau et al, tanpa tahun).

Pelaksanaan pemilihan umum merupakan salah satu program kerja orde baru. Pemilu adalah sarana perwujudan kedaulatan rakyat sekaligus merupakan arena kopetisi yang paling adil bagi partai politik beserta para anggotanya yang dapat menjadi calon dalam pemilihan umum, calon atau anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), DPRD, calon presiden atau wakil presiden, gubernur atau wakil gubernur, bupati atau wakil bupati, dan wali kota atau wakil walikota, sejauh mana telah melaksanakan fungsi dan perannya serta peranggungjawaban atas kinerjanya selama ini kepada rakyat yang telah memilihnya” (Sukriono, 2009:10). Oleh karena itu, melalui pemilu rakyat dapat memilih dan menentukan partai politik beserta para anggotanya yang dapat menjadi calon dalam pemilihan umum, calon atau anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), DPRD, calon presiden atau wakil presiden, gubernur atau wakil gubernur, bupati atau wakil bupati, dan wali kota atau wakil walikota yang dianggap dapat dipercaya dan dapat menampung aspirasinya.Selanjutnya kegiatan pemilu merupakan salah satu sarana penyampaian hak asasi warga negara yang sangat prinsipil (Sukriono, 2009). Oleh karena itu, merupakan suatu keharusan bagi pemerintah untuk melaksanakan pemilihan umum.

Berdasarkan penjelasan mengenai pengertian pemilu tersebut, maka tujuan dilaksanakannya pemilu adalah memungkinkan terjadinya pergantian pemerintah secara damai dan tertib, melaksanakan kedaulatan rakyat, dan melaksanakan hak -hak asasi warga negara Indonesia (Sukriono, 2009: 20). Selanjutnya menurut Jimly Asshiddiqie (dalam Sukriono:2009:20), tujuan pelaksanaan pemilu adalah sebagai berikut.

a. Untuk memungkinkan terjadinya pergantian peralihan kepemimpinan pemerintahan secaara tertib dan damai.

b. Untuk memungkinkan terjaidnya pergantian pejabat yang akan mewakili kepentingan rakyat di lembaga perwakilan.

c. Untuk melaksanakan prinsip kedaulatan rakyat.

4) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)

Selain program KB, wajib belajar 9 tahun, dan pemilu, ada program lain yang dilalksanakan untuk mensejahterakan rakyat. Program tersebut adalah Posyandu, sebagai salah satu program pemerintah di bidang kesehatan. Posyandu adalah salah satu pelayanan kesehatan yang dilaksanakan untuk memudahkan masyarakat dalam rangka mengetahui dan memeriksakan kesehatan terutama bagi Ibu dan anak balita (Nugroho dan Nurdiana, 2009:2). Jadi melalui Posyandu masyarakat terutama Ibu dan anak dapat dengan mudah memperoleh layanan kesehatan. Oleh karena itu, tujuan diadakan program Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) adalah untuk mempercepat penurunan kematian bayi, angka keliharan bayi, dan angka kematian ibu hamil, dan memoercepat terwujudnya NormaKeluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS), (Nugroho dan Nurdiana, 2009:3).

59

Dokumen terkait