• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program-program Pendidikan, Pelaksanaan dan Tujuan bela Negara pada Komando Resort Militer Garuda Hitam Bandar Lampung pada Komando Resort Militer Garuda Hitam Bandar Lampung

PELAKSANAAN BELA NEGARA DI INDONESIA (Komando Resort Militer Garuda Hitam)

B. Program-program Pendidikan, Pelaksanaan dan Tujuan bela Negara pada Komando Resort Militer Garuda Hitam Bandar Lampung pada Komando Resort Militer Garuda Hitam Bandar Lampung

Di Indonesia sendiri, program bela Negara, terutama yang terkait dengan program bela Negara di bidang militer, masih belum dijalankan secara masiv dan

menyeluruh. Meski pun begitu, program ini pada dasar nya tetap dijalankan oleh pemerintah melalui resimen – resimen khusus baik itu di perguruan tinggi, di sekolah menengah atas, atau pun di tempat – tempat lain melalui sosialisasi dan pengarahan serta memberikan materi Wawasan Kebangsaan Bela Negara.

Kegiatan yang berhubungan dengan Bela Negara sendiri sering di lakukan di berbagai tempat seperti yang dilakukan Kepala Staf Korem 043/Gatam Letnan Kolonel Inf Utten Simbolon yang memberikan materi Wawasan Kebangsaan tentang Nilai-Nilai Pancasila kepada Mahasiswa Fakultas Tarbyah IAIN Lampung pada hari Kamis tangal , 12 Januari 2017. Di aula Rektorat IAIN Lampung Jl. Letkol. H. Hendro Suratmin Sukarame Bandar Lampung. Dengan jumlah peserta kurang lebih 300 orang.

Kegiatan yang di prakarsai oleh Dewan Legislatif Mahasiswa Fakultas (DLMF) yang Diketuai M. ALi tergabung pada mahasiswa Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan ini mengambil Tema, “ Dengan

Berubahnya Status IAIN menjadi UIN Kita Tingkatkan Dewan Legislatif Mahasiswa Fakultas (DLMF) Menuju Sebuah Lembaga yang berkwalitas Lebih Baik,”.

Materi wasbang yang di berikan oleh Kepala Staf Korem 043/Gatam untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang pentingnya wawasan kebangsaan yang meliputi empat pilar kebangsaan yaitu

Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, yang akhir-akhir ini sudah mulai luntur dan pudar," dan Peduli Bangsa serta Proxy war.

Menurut Kasrem, di hadapan mahasiswa , menjelaskan berbagai kalangan berpandangan bahwa perkembangan politik, ekonomi, sosial dan budaya di Indonesia sudah sangat memprihatinkan,bahkan kekhawatiran itu semakin menjadi nyata ketika menjelajah pada apa yang dialami oleh setiap warga negara yakni memudarnya wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air.

Dan yang lebih menyedihkan lagi bilamana masyarakat kita kehilangan wawasan tentang makna hakekat bangsa dan kebangsaan sebagai penggerak wawasan, sehingga akan mendorong terjadinya perpecahan.

Hadir dan turut mendampingi Kasrem, wakil Rektor IAIN Lampung prof. Khairil Anwar, Dekan Fakultas Tarbiyah Saiful A., Pasi Ter Rem 043/Gatam Mayor prabowo serta para Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung.

Kegiatan bela Negara juga tergambarkan melalui hubungan baik antara warga Negara dan anggota TNI yang di lakukan Kodim 0426/ Tulang bawang melalui kegiatan pembukaan TMMD ke 99 bertempat di Lapangan Desa Tanjung Jaya kecamatan Rawa jitu Utara Kabupaten Mesuji yang di pimpin langsung oleh Bupati Mesuji Khamamik . SH yang di dampingi oleh Danrem 043/Gatam Kolonel Inf Hadi basuki S. Sos MM pada 4 Juli 2017 lalu.

Dandim 0426/Tuba Letkol Kav Fiandar memberikan keterangan Kegiatan TMMD ke 99 meliputi pekerjaan Fisik dan Non Fisik Yaitu Pembukaan Jalan baru desa Rawajitu sepanjang 300 m, Pembuatan jembatan Penghubung antar desa Rawa jitu utara dan rehab rumah ibadah dan pembuatan Pos Kamling sementara untuk Non Fisik meliputi Penyuluhan Kesehatan, Wawasan Kebangsaan Bela Negara, Penyuluhan pertanian dan Kb Kesehatan.

kata Dandim 0426/Tuba Selain itu Pelaksanan TMMD ke 99 dimulai dari Pra TMMD selama 14 hari dan kegiatan inti selama 30 hari. Yang mengerahkan 150 Prajurit TNI dan Masyarakat.

Danrem 043/Gatam Kolonel Hadi Basuki, menambahkan Tujuan dan manfaat TMMD ke 99 adalah untuk sarana dalam Kemanunggalan TNI dan Masyarakat serta menjaga dan melestarikan gotong rotong di tengah-tengah masyarakat. TMMD ke 99 mengambil tema "Dengan Semangat Kemanunggalan TNI DAN Rakyat Kita Percepat Pembangunan Di Daerah Guna

Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Dalam Rangka Menjaga Keutuhan NKRI "

Kegiatan di buka pada pukul 09.00 Wib, turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Mesuji AKBP Prianto Teguh N, Dandim 0411/Lampung Tengah Letkol Inf Jajang Kurniawan, Dandenkesyah Letkol Dr. Angiat Sahat, Kasi Log rem 043/Gatam Letkol Inf Prabowo. Perwakilan Lanud dan Marinir serta para camat Kabupaten Mesuji.

Kegiatan bela Negara juga dilakukan melalui kegiatan penanaman pohon sebagai bentuk cinta tanah air sebelum memberikan pengarahan dan Sosialisasi Kebangsaan yang di adakan Korem 043/Gatam, Kolonel Inf Hadi Basuki, S.Sos. MM, memberikan materi kepada Kader Bela Negara Kota Bandar Lampung bertempat di Aula gedung petemuan SMPN 2 Bandar Lampung beralamat Jalan Pramuka Bandar lampung dengan jumlah peserta 250 kader bela Negara.

Kegiatan sosialisasi pemeliharaan Kader Bela Negara yang di Prakarsai Kementrian Pertahanan (Kemhan) Mabes TNI dan Pemda Kota Bandar Lampung berlangsung selama 2 hari dari tanggal, 14 s/d 15 Februari 2017 di Pimpin dan sekaligus di buka oleh Dirjen Pothan Kemhan, Kolonel Arh Eddy Endrayana.

Dalam Materinya, Peningkatan KESADARAN BELA NEGARA harus menjadi perhatian utama bagi generasi muda. Sejak memasuki era Reformasi, dirasakan semakin memudarnya Wawasan Kebangsaan bagi masyarakat, khususnya bagi generasi muda, sehingga kurangnya kepedulian terhadap Bela Negara. Kita pahami bersama bahwa Bela Negara merupakan sebuah keniscayaan bagi semua komponen bangsa Indonesia, sesuai Pasal 27 ayat 3 UUD 1945, serta Pasal 30 ayat 1 dan 2 UUD 1945. Definisi Bela Negara adalah sikap, perilaku, dan tindakan warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan

Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara seutuhnya.

Oleh karena itu, pendidikan Kesadaran Bela Negara harus ditanamkan kembali secara terencana, berkelanjutan, sistematis, dan komprehensif kepada semua orang tanpa terkecuali, khususnya generasi muda dan menyadarkan akan pentingnya Bela Negara dan Bangsa, diatas kepentingan pribadi, kelompok dan golongan agar nilai-nilai Persatuan,

Kesatuan, Cinta Tanah Air, dan Wawasan

Kebangsaan dapat terus terjaga dan kokoh kembali.

Penyelenggaraan Pendidikan Bela Negara tidak saja ditujukan untuk menghasilkan kualitas manusia Indonesia yang dapat mengembangkan kemampuan dan kesediaan untuk mempertahankan dan membela bangsa, Negara dan tanah air, tetapi juga memberikan bekal sebagai warga Negara Indonesia yang baik, terutama dalam mempertahankan dan mengembangkan kehidupan bangsa dan Negara serta membangkitkan kehidupan bangsa dan Negara serta membangkitkan motivasi dan dedikasi berupa rasa turut memiliki, rasa ikut tanggung jawab serta turut berpartisipasi dalam pembangunan Nasional guna mewujudkan suatu masyarakat yang tentram.

Pada hakikatnya tujuan Bela Negara bertujuan untuk menumbuhkan :

a. Kecintaan kepada tanah air

c. Keyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai ideologi Negara d. Kerelaan berkorban untuk Negara

e. Memiliki kemampuan awal bela Negara

Memiliki kerelaan berkorban untuk Negara dan bangsa, dalam perwujudannya sebagai berikut.

Rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, dan harta benda untuk kepentingan umum, sehingga siap mengorbankan jiwa raga bagi kepentingan bangsa dan Negara. Dalam tatanan teoritis tujuan bela Negara sangat luas cangkupannya sama seperti yang di jelaskan

Holil Adi Syaputra mengenai tujuan bela Negara tak lain dan tak bukan untuk membangkitkan semangat Nasionalisme, kecintaan kepada Negara ini serta memperkokoh NKRI.65 M. Choiril Anwar menambahkan bahwa tujuan bela Negara itu sendiri untuk mempertahankan istitusi 4 pilar yaitu Pancasila, Undang- undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka tunggal ika66

Berdasarkan definisi di atas, dapat di katakana bahwa Tujuan Bela adalah mewujudkan warga negara Indonesia yang memiliki tekad, sikap, dan tindakan yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berlanjut guna meniadakan setiap ancaman baik dari luar maupun dari dalam negeri yang membahayakan

65 Holil Adi Syaputra, wawancara dengan penulis, Makorem Gatam, Lampung, 21 Desember 2016.

66 M. Choiril Anwar, wawancara dengan penulis, Makorem Gatam, Lampung, 21 Desember 2016.

Kemerdekaan dan Kedaulatan Negara, kesatuan dan Persatuan Bangsa, keutuhan wilayah dan yurisdiksi nasional serta nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

BAB IV