• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Pengendalian Inflasi Daerah

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Halaman 3 (Halaman 96-100)

III. PERKEMBANGAN INFLASI DAERAH

3.2 Program Pengendalian Inflasi Daerah

TPID Provinsi Kaltim terus berupaya melakukan penguatan dan inovasi kegiatan pengendalian inflasi yang mengacu pada strategi 4K (ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga serta komunikasi efektif). Mengingat hampir semua bahan pangan Kaltim sangat tergantung dengan daerah produsen di luar Kaltim, maka strategi pengendalian inflasi di Kaltim dengan melakukan 4 hal penting. Pertama, upaya peningkatan produksi pangan lokal untuk meningkatkan pasokan. Kedua, penguatan sinergi/koordinasi di internal TPID dan fungsi lembaga penyangga bahan pangan di Kaltim sebagai upaya peningkatan kelancaran distribusi dan pasokan. Ketiga, sinergi lintas TPID antara lain melakukan kerjasama antar daerah dengan wilayah produsen pangan, dengan terlebih dulu melakukan

1.52

Jan Mar May Jul Sep Nov Jan Mar May Jul Sep Nov Jan Mar May Jul Sep Nov Jan Mar May Jul

2018 2019 2020 2021

JanFeb Mar Apr May JunJulAug SepOct Nov DecJanFeb Mar Apr May JunJulAug SepOct Nov DecJanFeb Mar Apr Mei JunJul

2019 2020 2021

IHK Makanan, Minuman, Tembakau Transportasi

%mtm

Halaman | 97 pemetaan kemampuan produksi bahan pangan lokal serta memetakan kebutuhan bahan pangan di setiap Kota/Kabupaten di Kaltim. Keempat, penguatan komunikasi dengan media massa serta mengoptimalkan portal laminetam.id sebagai Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) milik TPID Kaltim untuk memudahkan berbagai instansi dalam melakukan pemantauan harga secara harian hingga ke tingkat pasar di seluruh Kota/Kabupaten di Provinsi Kaltim. Dengan demikian, kebijakan stabilisasi harga dapat dilaksanakan dan dipantau dengan lebih efektif.

Selama triwulan II 2021, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di berbagai wilayah Kaltim terus meningkatkan koordinasi dan kegiatan dalam upaya mengendalikan harga dan menjaga stabilitas harga bahan pangan pokok dan barang penting (bapokting) khususnya menjelang HBKN Ramadhan dan Idul Fitri. Selama bulan April 2021 setidaknya diselenggarakan enam kali agenda High Level Meeting (HLM) yang dipimpin langsung oleh Kepala Daerah dalam rangka koordinasi stok persediaan bahan pangan menjelang Idul Fitri. HLM pertama dilaksanakan oleh TPID Kota Samarinda pada 6 April 2021 yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Samarinda (Tabel III.7). Selain TPID Kota Samarinda, TPID Provinsi Kalimantan Timur, TPID Kabupaten Penajam Paser Utara, TPID Kabupaten Paser, TPID Kota Balikpapan dan juga TPID Kabupaten Berau telah melaksanakan HLM selama bulan April 2021 dalam rangka memastikan kecukupan stok bahan makanan dan menyusun strategi pengendalian inflasi selama bulan Ramadhan (Tabel III.7). Beberapa agenda HLM tersebut kemudian dipublikasikan melalui media online/ sosial dan juga media cetak maupun elektronik sebagai bentuk komunikasi publik untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat sehingga dapat berbelanja dengan lebih bijak dan tidak berlebihan sehingga pasokan bahan pangan yang tersedia tetap dapat mengimbangi permintaan masyarakat.

Sejumlah agenda HLM tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan kegiatan sidak pasar untuk memastikan mekanisme rantai distribusi berjalan secara efisien. Pada tanggal 10 Mei 2021 atau dua hari jelang Idul Fitri, TPID Kota Samarinda melakukan sidak pasar yang dipimpin langsung oleh Walikota Samarinda. Kegiatan sidak pasar dilakukan di beberapa tempat yaitu Pasar Segiri, Pasar Semi Modern (Indogrosir), SPBU Juanda, serta Pergudangan BULOG Regional Samarinda. Dari hasil sidak di pasar tradisional, terdapat kenaikan yang cukup signifikan untuk beberapa komoditas seperti daging ayam ras, daging sapi, dan juga cabai rawit.

Kenaikan ini selain disebabkan karena peningkatan permintaan tetapi juga disebabkan

Halaman | 98 lemahnya supply khususnya komoditas cabai sehingga harus mendatangkan dari Provinsi Sulawesi Barat menggunakan pesawat terbang karena terbatasnya pasokan.

Dalam rangka penguatan sinergi dan fungsi lembaga penyangga bahan pangan, TPID Kota Samarinda bersama lembaga penyangga terkait kembali mengadakan kegiatan Gelar Pangan Murah dan Pasar Ramadhan. Kegiatan ini dilaksanakan guna memperpendek rantai distribusi sehingga selisih harga dapat dinikmati sepenuhnya oleh konsumen dan produsen.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Walikota Samarinda dan dihadiri oleh berbagai instansi terkait seperti Bank Indonesia, BULOG, dan seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Daerah. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diperkenalkan dengan QRIS (Quick Response Indonesia Standard) sebagai alternatif cara pembayaran non tunai yang lebih aman dan nyaman di era pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Koordinasi dalam kerangka Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di wilayah Kalimantan Timur terus dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga. Pada bulan Juni 2021, TPID di wilayah Kaltim melakukan kegiatan pengendalian inflasi daerah salah satunya melalui rapat koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) yang membahas mengenai program pengendalian inflasi daerah, kendala yang dihadapi serta meminta dukungan dari pemerintah pusat. Selain itu, TPID Provinsi Kaltim juga melakukan studi banding mengenai program kartu kendali gas Elpiji kemasan 3 kg sebagaimana yang telah lebih dulu diterapkan oleh Pemkot Tanjung Pinang. Terakhir, TPID Provinsi Kaltim juga terus melaksanakan edukasi yang konsisten mengenai belanja bijak kepada masyarakat.

Tabel III.7 Kegiatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah di Wilayah Kaltim Triwulan II 2021

Sumber: TPID Wilayah Kalimantan Timur

NO TPID TANGGAL KEGIATAN KETERANGAN PIMPINAN KEGIATAN

Halaman | 99

 Stabilitas sistem keuangan daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada triwulan II 2021 secara umum menunjukan perbaikan yang bersumber dari membaiknya stabilitas sistem keuangan korporasi, rumah tangga, intermediasi perbankan, termasuk syariah dan pembiayaan UMKM. Kinerja korporasi yang ditopang oleh komoditas utama menunjukan perbaikan, bergitu pula kinerja sektor rumah tangga yang diikuti dengan optimisme masyarakat ke depan. Selain itu, kinerja perbankan secara umum turut membaik, baik penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) maupun penyaluran pembiayaan. Dari sisi perbankan syariah, penyaluran pembiayaan syariah Kaltim triwulan II 2021 juga tumbuh positif melanjutkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya meskipun DPK syariah pada triwulan yang sama terpantau tumbuh melambat.

 Meskipun risiko pembiayaan secara total meningkat, namun masih berada di bawah ambang batas 5%. Di sisi lain, risiko pembiayaan syariah menurun atau relatif membaik.

Halaman | 100

IV. PEMBIAYAAN DAERAH SERTA PENGEMBANGAN

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Halaman 3 (Halaman 96-100)