• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program PMTS-LSL sudah dilaksanakan sejak tahun 2010 dengan dukungan AusAID. Awalnya dilaksanakan di 10 kota (Kota Medan. Kota Pekanbaru. Kota Batam. Kota Jakarta Barat. Kota Bandung.

Kota Surabaya. Kota Denpasar. Kota Balikpapan. Kota Pontianak dan Kota Makassar). Pada September 2011, setelah proses evaluasi dengan provinsi dan kebupaten/kota, disepakati untuk dikembangkan menjadi 37 kota/kabupaten di 10 provinsi. Daftar Provinsi dan Kabupaten Kota yang menerima dukungan dana DKIA ada pada Tabel 4 di bahwa ini.

Tabel 2. Daftar Provinsi dan Kabupaten/Kota yang Menerima Dukungan DKIA untuk Program PMTS - LSL

10 DKI Jakarta Jakarta Barat

11 Jakarta Timur

31 Kaltim Kota Balikpapan

32 Kota Samarinda

33 Kota Tarakan

34 Kalbar Kota Pontianak

35 Kota Singkawang

36 Sambas

37 Ketapang

27 | LAPORAN DKIA 2012

Dukungan DKIA untuk kelanjutan Program PMTS-LSL ini akan dibagi menjadi 3 yaitu:

1. Kegiatan di tingkat Nasional

2. Kegiatan di tingkat Provinsi dan kota/kabupaten 3. Kegiatan yang dilaksanakan oleh GWL-INA Kegiatan di tingkat Nasional antara lain:

a. Pertemuan rutin pemangku kepentingan di tingkat nasional

Pertemuan ini untuk membahas kemajuan program dan mendapatkan masukan-masukan dari pemangku kepentingan dan jaringan komunitas untuk perbaikan program.

b. Lokakarya penyusunan rencana kerja program PMTS-LSL tahun 2013

Kegiatan ini digunakan untuk menyusun perencanaan kelanjutan program PMTS-LSL.

c. Pertemuan Konsultasi dengan Komunitas GWL

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk melakukan review terhadap SRAN GWL.

d. Dukungan Pelatihan Penatalaksanaan IMS

Dukungan diberikan dalam bentuk bantuan anoscopy bagi layanan kesehatan yang sudah melayani GWL namun belum mempunyai cukup anoscopy.

e. Penguatan Kapasitas Pemangku Kepentingan non medis

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengurangi stigma dan diskriminasi dari pemangku kepentingan non-medis. Metode pengurangan stigma dan diskriminasi dilakukan dengan mengkomunikasikan isu kesehatan reproduksi dan seksual termasuk di dalamnya mengenai seksualitas dan gender.

f. Pelatihan Monev PP-LSL dan Pengelola Monev Provinsi

Kegiatan ini bersifat penguatan kepada PP-LSL dalam hal pelaporan dan penguatan koordinasi untuk pelaporan dari KPA Provinsi kepada KPA Kota terutama terkait program PMTS-LSL.

g. Pertemuan Evaluasi Nasional

Kegiatan ini untuk mengevaluasi Program PMTS-LSL yang sudah berjalan di tingkat provinsi dan kota/kabupaten dan bertujuan untuk mendapatkan rekomendasi-rekomendasi untuk perbaikan program.

h. Supervisi

Kegiatan ini dilakukan untuk melakukan monitoring dan memberikan bantuan teknis untuk kemajuan program PMTS-LSL di provinsi dan kota/kabupaten.

i. Survei Cepat Perilaku LSL

Survei ini dilakukan untuk mendapatkan data baseline mengenai status program. Data yang diperoleh digunakan untuk memperbaiki kualitas program ke depan.

j. Penelitian

Dukungan untuk penelitian ini merupakan kelanjutan dukungan dana kepada Universitas La Trobe dan Universitas Indonesia dalam melakukan penelitian tentang LSL di Indonesia yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2011.

Implementasi Program PMTS-LSL dilaksanakan di tingkat daerah sebagaimana telah dijelaskan di atas. Kegiatan di tingkat Provinsi dan Kota/Kabupaten antara lain adalah:

1. Dukungan Penguatan Kelembagaan & Manajemen

Dana ini digunakan untuk gaji PP-LSL, insentif dan tambahan operasional kantor yang dananya akan dikelola oleh KPA Provinsi dan Kota/kabupaten.

28 | LAPORAN DKIA 2012

2. Pertemuan 3 bulanan Provinsi

Dana ini digunakan untuk mengundang PP-LSL dalam pertemuan 3 bulanan yang didanai oleh GF SSF Fase II. PP-LSL terlibat secara aktif untuk menyampaikan capaian dan diskusi tentang program PMTS khususnya pada populasi kunci GWL. Output: Rekomendasi dan Rencana Tindak Lanjut untuk program LSL.

3. Supervisi

Dana ini digunakan oleh KPAP untuk melakukan monitoring dan memberikan bantuan teknis khususnya untuk kemajuan program LSL di kota/kabupaten. Output: Laporan hasil supervisi dan bantuan teknis KPAP ke KPAK tentang Program LSL.

4. Pertemuan Bulanan di Layanan Kesehatan

Dana ini digunakan untuk memfasilitasi pertemuan antara komunitas GWL dengan layanan (IMS, testing dan konseling HIV –TKH, atau perawatan dukungan dan pengobatan - PDP).

Petugas kesehatan dapat memberikan materi dan mempromosikan layanan ke komunitas GWL. Output: (1) Komunitas GWL mendapatkan informasi mengenai layanan dan (2) akses komunitas GWL ke layanan meningkat.

5. Pertemuan Monitoring Implementasi Layanan Ramah GWL

Dana ini digunakan untuk pertemuan monitoring dari layanan – layanan yang telah mendapatkan pelatihan klinik ramah GWL yang didukung oleh UNDP dan Kementerian Kesehatan. Kegiatan ini hanya dilaksanakan di Kota Bandung. Kota Surabaya dan Kota Medan.

Output: Adanya informasi perkembangan mengenai layanan-layanan yang sudah dilatih dan RTL/rekomendasi dari pertemuan.

6. Pelatihan Pendidik Sebaya

Dana ini digunakan untuk meningkatkan kapasitas Pendidik Sebaya GWL. Pelatih yang telah dilatih di tingkat nasional bertugas memberikan pelatihan kepada komunitas yang dapat dijadikan pendidik sebaya sesuai dengan kriteria yang disepakai di tingkat daerah. Output:

Adanya pendidik sebaya terlatih yang dapat memberikan informasi yang benar mengenai HIV dan AIDS dasar dan akses layanan terkait HIV.

7. Pertemuan Monitoring dan evaluasi rutin

Dana ini digunakan untuk pertemuan monev bulan pertama dan ke-2 di kota/kabupaten untuk koordinasi dan menyepakati data bulanan tingkat kota/kabupaten. Output: Adanya data bulanan yang disepakati dan rekomendasi/RTL pertemuan.

Peran jaringan komunitas sangat penting dalam mencapai efektivitas program. Dalam hal ini, GWL-INA perlu memperkuat jaringannya di 10 provinsi implementasi program di bidang pengelolaan program, kelompok dukungan sebaya, dan penguatan program di lapangan. Adapun kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan oleh GWL-INA adalah sebagai berikut:

a. Lokakarya penulisan dan pendokumentasian bagi organisasi anggota jaringan GWL-INA di 10 provinsi

b. Lokakarya peningkatan staf keuangan organisasi anggota jaringan GWL-INA di 10 Provinsi c. Pertemuan pembuatan draft modul pembentukan dan penguatan KDS

d. Pertemuan pembuatan finalisasi draft modul pembentukan dan penguatan KDS

e. Lokakarya penguatan dan pembentukan KDS bagi organisasi anggota jaringan GWL-INA di 10 provinsi

f. Pengelolaaan website www.proyekcinta.com

29 | LAPORAN DKIA 2012

g. Pelibatan dan penguatan sistem komunitas: kontributor lepas h. Pertemuan konsultasi dan revisi buku panduan kesehatan waria i. Pertemuan assessment pra pertemuan advokasi program GWL Muda j. Pertemuan advokasi program GWL Muda

k. Pengadaan pojok informasi dan mobile pelayanan layanan tes HIV pada kegiatan Q-Festival 2013 di kota Jakarta

l. Pertemuan konsultasi program GWL pada kelompok waria m. Pertemuan konsultasi kegiatan supervisi

n. Kunjungan supervisi dan assessment program internal jaringan GWL-INA di 10 kota di 10 provinsi.

Tabel di bawah adalah rangkuman dana untuk program PMTS-LSL.

Tabel. Ringkasan Rencana Penggunaan Anggaran Program PMTS-LSL

No. Keterangan Jumlah (Rp.)

1 Kegiatan di Tingkat Nasional 2.282.607.500

2 Kegiatan di Tingkat Provinsi dan Kota/Kabupaten 963.357.500

3 Kegiatan yang dilakukan oleh GWl-INA 1.254.035.000

TOTAL 4.500.000.000

Progress Pengembangan Sistem Informasi Strategis Nasional

Informasi stategis dalam program penanggulangan HIV dan AIDS sangat penting untuk proses

perencanaan, termasuk penetapan strategi pelaksanaan program yang tepat sasaran dan efisien, serta proses pengendalian pelaksanaan program, maupun evaluasi keberhasilan program. Untuk

mendapatkan informasi strategis yang mendukung pelaksanaan program, dibutuhkan data dasar yang mewakili kondisi populasi terkait di wilayah tempat program dilaksanakan.

Kegiatan untuk pengembangan sistem informasi strategis adalah:

1. Pengembangan sistem pencatatan dan pelaporan (RR) secara berjenjang, dari tingkat layanan, tingkat kabupaten/kota dan provinsi, dan dilanjutkan ke tingkat nasional. Dalam hal ini, RR di tingkat layanan yang berkaitan dengan komunitas dan pengelolaan programnya adalah RR yang masih kurang tertangani secara komprehensif. Oleh sebab itu, dukungan DKIA salah satunya akan diarahkan pada pengembangan di tingkat ini.

a. Tingkat layanan

Latar belakang: Sehubungan dengan dilaksanakannya Layanan Komprehensif Berkesinambungan (LKB) secara bertahap, diperlukan sistem pencatatan dan pelaporan (RR – Recording & Reporting) yang terstandar dari tingkat kader (yang secara langsung berhubungan dengan komunitas) sampai ke pelayanan kesehatan (Yankes, termasuk Puskesmas, klinik, dan rumah sakit).

Tujuan: Memperoleh sistem pencatatan dan pelaporan yang tepat guna dan terstandar dari tingkat kader sampai ke tingkat Yankes.

Output: Alur, format, dan panduan RR

30 | LAPORAN DKIA 2012 b. Tingkat komunitas

Latar belakang: Sistem RR terkait penanggulangan HIV AIDS dari tingkat komunitas (LSM, komunitas populasi kunci, dan lain-lain) masih belum tertata dengan baik, sehingga data yang dilaporkan lembaga terkait (Dinkes Provinsi/Kabupaten/Kota) tidak akurat.

Tujuan: Memperbaiki sistem RR dari tingkat komunitas sehingga Dinas Kesehatan di provinsi/kabupaten/kota memiliki data yang tepat dan akurat atau bahkan tidak tersedia.

Output: Alur sistem pencatatan dan pelaporan dari tingkat komunitas sampai ke tingkat Dinas Kesehatan wilayah dan KPA setempat

c. Tingkat Manajemen

Latar belakang: Data hasil pemantauan yang sudah dikumpulkan di semua tingkat,

nasional/provinsi/kabupaten/kota masih jarang atau bahkan tidak pernah digunakan untuk analisis lebih lanjut bagi kepentingan daerah.

Tujuan: Mengembangkan sistem yang dapat menganalisis data yang masuk untuk menjadi informasi siap pakai dalam pengambilan

Output: Informasi yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik yang disusun sebagai dashboard.

2. Pengembangan sistem integrasi data hasil survey, penelitian, dan hasil studi.

Latar belakang: KPAN telah memiliki kumpulan data dan informasi yang sangat banyak, termasuk di antaranya data pemantauan bulanan, data estimasi, hasil pemetaan, hasil STBP, laporan sero survei serta data yang dihasilkan dari survei dan penelitian lainnya. Kumpulan data tersebut masih berdiri sendiri dan belum dilakukan analisis lanjut.

Tujuan: Mengembangkan sistem yang dapat memungkinkan dilakukannya analisis data hasil survey, penelitian, dan hasil studi lainnya untuk menjadi informasi yang siap pakai dalam pengambilan keputusan.

Output: Informasi yang disajikan dalam bentuk table dan grafik yang disusun sebagai dashboard.

3. Integrasi data HIV AIDS Nasional berbasis web.

Latar belakang: Untuk menelaah informasi dan data hasil pemantauan yang telah ada dalam sistem RR dari semua sektor/lembaga yang melaksanakan program penanggulangan HIV AIDS, akan dilakukan integrasi data yang berbasis web.

Tujuan: Memilih indikator yang akan menjadi indikator nasional (indikator utama dan indikator tambahan), melakukan pengkategorian indikator, dan mengembangkan diagram alur RR.

Output: Indikator nasional (indikator utama dan indikator tambahan)

31 | LAPORAN DKIA 2012

KESIMPULAN

Laporan ini adalah Laporan Semester Pertama Dukungan DKIA, yaitu periode Juli-Desember 2012, yang juga telah menggambarkan perencanaan kegiatan periode Januari – Juni 2013. Dokumen ini dikeluarkan oleh Sekretariat KPA Nasional sebagai bahan untuk laporan resmi baik dalam forum Kelompok Kerja DKIA maupun dalam forum Komite Pengarah DKIA.

Laporan ini bertujuan untuk menyarikan serangkaian kejadian dan kegiatan dalam satu dokumen.

Dengan demikian, informasi lebih lanjut dapat diberikan oleh pihak terkait dalam koordinasi Sekretariat KPA Nasional.

Hasil kegiatan yang telah dijabarkan dalam bagian rencana Januari – Juni 2013 akan dilaporkan kemudian setelah program berjalan pada laporan semester setelah ini. Sepanjang waktu tersebut, komunikasi intensif dari semua pihak terkait, khususnya dari kedua forum DKIA untuk perbaikan program sangat dibutuhkan. Pemantauan secara sistematis dilakukan baik oleh KPA Nasional maupun oleh anggota forum pada waktu yang disepakati.

32 | LAPORAN DKIA 2012

LAMPIRAN

33 | LAPORAN DKIA 2012

Lampiran 1. Kegiatan di Tingkat Nasional Program PMTS-LSL

No. Kegiatan Tujuan Mekanisme Pelaksana/Peserta Tempat

1 Pertemuan rutin pemangku kepentingan di tingkat nasional

Membahas perkembangan program dan mendapatkan

2 Lokakarya penyusunan rencana kerja program PMTS-LSL tahun 2013

Menyusun rencana kerja kelanjutan program tahun 2013

Rapat KPAN. KPAP. KPAK/K.

GWL-INA. Kemkes

Jakarta

3 Pertemuan Konsultasi dengan Komunitas GWL

Mendapatkan masukan-masukan dari anggota jaringan GWL-INA mengenai program

Rapat GWL-INA Jakarta

4 Dukungan Pelatihan Penatalaksanaan IMS

Memberikan bantuan awal berupa anuscopy kepada layanan IMS yang sudah aktif melayani GWL.

Pengadaan dan pengiriman

KPAN

5 Penguatan Kapasitas Pemangku Kepentingan non Medis

Mengurangi stigma dan diskrimasi tentang keragaman gender dan seksualitas pada pemangku kepentingan non Medis

Penguatan kapasitas

KPAN. GWL-INA. Ke Jakarta

6 Pelatihan Monev PP-LSL dan Pengelola Monev Provinsi

Menguatkan PP-LSL dalam hal pelaporan dan koordinasi pelaporan dengan KPAP.

7 Pertemuan Evaluasi Nasional

Mengevaluasi kegiatan yang dilaksanakan oleh KPAP dan KPAK/K

Rapat KPAN. GWL-INA.

Kemkes. KPAP. KPAK.

Jakarta

34 | LAPORAN DKIA 2012

dan mendapatkan rekomendasi untuk perbaikan program

8 Supervisi Melakukan monitoring dan

memberikan bantuan teknis untuk kemajuan program

Kunjungan Lapangan

KPAN 10 Provinsi

9 Survei Cepat Perilaku LSL Mendapatkan data baseline perilaku LSL

Rapat.

Pelatihan.

Pengambilan data lapangan

10 kota prioritas

10 Penelitian Melanjutkan dukungan penelitian yang sudah dilaksanakan sejak 2011.

La Trobe University dan Pusat Kajian Gender FISIP Universitas Indonesia

5 kota

35 | LAPORAN DKIA 2012

Lampiran 2. Pengembangan sistem pencatatan dan pelaporan di tingkat layanan (LKB)

No Kegiatan Tujuan Mekanisme Peserta/Pelaksana Tempat

1 Analisis situasi Memahami berbagai macam sistem RR yang

berlaku saat ini Workshop, 3 hari efektif

KPAN; PIC program (3),

Konsultan KPAN (2), staf Monev (4), Admin (1)

Nara sumber (2 orang) Kemkes, NU, PKBI @ 2 orang Peserta prov (Jabar, Sumsel, NTT) @ 3 orang (staf KPAK/K, petugas lapangan, kader atau yang relevan)

Jakarta, hotel

Perjalanan 2 konsultan M&E Bogor dan Makassar @ 4

hari

3 Pengembangan sistem Mengembangkan draft sistem RR yang baru Workshop, 1 hari penuh

KPAN; PIC program (3),

Konsultan KPAN (2), staf Monev (4), Admin (1)

Nara sumber (2 orang) Kemkes, NU, PKBI @ 2 orang

Jakarta, hotel

Perjalanan 2 konsultan M&E Bandung @ 3 hari

Pertemuan koordinasi di KPA Perwakilan 3 SSR: @ 2 org Admin

Ruang pertemuan

5Finalisasi dan implementasi

Melakukan finalisasi terhadap sistem RR yang sudah disempurnakan dengan masukan dari lapangan

Workshop, 1 hari penuh

KPAN; PIC program (3),

Konsultan KPAN (2), staf Monev (4), Admin (1)

Nara sumber (2 orang) Kemkes, NU, PKBI @ 2 orang

Jakarta, hotel

6 Monitoring & evaluasi Mengevaluasi sistem RR yang baru Deskreview Konsultan M&E KPAN Sekretariat KPAN 2 Kunjungan lapangan Melihat dari dekat pelaksanaan sistem RR

yang ada di lapangan

4 Ujicoba Mencoba draft sistem RR yang baru

36 | LAPORAN DKIA 2012

Lampiran 3. Pengembangan sistem pencatatan dan pelaporan di tingkat komunitas (KPAP/K/K)

No Kegiatan Tujuan Mekanisme Peserta/Pelaksana Tempat

1 Analisis situasi

Memahami berbagai macam alur dan format yang digunakan pada sistem RR dari tingkat komunitas yang berlaku saat ini

Workshop, 3 hari efektif

KPAN; PIC program (3), Konsultan KPAN (2), staf Monev (4), Admin (1)

Nara sumber (2 orang) Kemkes, NU, PKBI @ 2 orang Peserta prov (Jatim, Makassar, Sumut) @ 3 orang (staf KPAK/K, petugas lapangan, perwakilan komunitas atau yang relevan)

Jakarta, hotel

Perjalanan 2 konsultan M&E Bandung, Jawa Tengah

Pertemuan koordinasi di KPA

3 Pengembangan sistem Mengembangkan draft sistem RR yang baru

(alur dan format) Workshop, 3 hari

KPAN; PIC program (3), Konsultan KPAN (2), staf Monev (2), Admin (1)

Nara sumber (2 orang) Kemkes, NU, PKBI @ 2 orang HCPI (1 orang)

SUM2 (1 orang)

Bogor, hotel

Perjalanan 2 konsultan M&E Bandung dan Surabaya @ 3

hari Perwakilan 3 SSR: @ 2 org Perwakilan Dinkes setempat (2

Melakukan finalisasi terhadap sistem RR yang sudah disempurnakan dengan masukan dari lapangan

Workshop, 1 hari penuh

KPAN; PIC program (3), Konsultan KPAN (2), staf Monev (4), Admin (1)

Nara sumber (2 orang) Kemkes, NU, PKBI @ 2 orang HCPI

SUM2

Jakarta, hotel

6 Monitoring & evaluasi Mengevaluasi sistem RR yang baru Deskreview Konsultan M&E KPAN Sekretariat KPAN Melihat dari dekat pelaksanaan sistem RR dari

tingkat komunitas yang ada di lapangan 2 Kunjungan lapangan

4 Ujicoba Mencoba draft sistem RR yang baru

37 | LAPORAN DKIA 2012

Lampiran 4. Pengembangan sistem pencatatan dan pelaporan di tingkat manajemen

No Kegiatan Tujuan Mekanisme Peserta/Pelaksana Tempat

1 Analisis situasi

Memperoleh gambaran awal bentuk analisis apa yang dibutuhkan di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota

Deskreview 2 konsultan M&E Sekretariat KPAN

Perjalanan 2 konsultan M&E 4 provinsi @ 2 kab/kota @ 3 hari

Pertemuan satu penuh di KPA provinsi

Konsultan M&E KPAN (2) KPAP: Sekretaris, PP, PM 2 KPAK/K: @ Sekretaris, PP, PK Admin

Ruang pertemuan

3 Pengembangan sistem Memperoleh format informasi yang akan

digunakan di tingkat provinsi dan kab/kota Deskreview 2 konsultan M&E Sekretariat KPAN 4 Rekrutmen konsultan webMenambahkan menu informasi pada RR

online KPA

Kontrak selama 15 hari @ 1

juta/hari Staf pengadaan KPAN Sekretariat KPAN

Pembuatan manual Membuat manual cara menggunakan menu

sistem informasi yang baru dikembangkan Pembuatan manual Konsultan web Sekretariat KPAN

4 Ujicoba Uji coba menu sistem informasi yang baru dikembangkan

Melakukan finalisasi terhadap sistem RR yang sudah disempurnakan dengan masukan dari lapangan

Workshop, 1 hari penuh

KPAN; PIC program (3),

Konsultan KPAN (2), staf Monev (4), Admin (1)

Nara sumber (2 orang) Kemkes, NU, PKBI @ 2 orang

Jakarta, hotel

6 Monitoring & evaluasi Mengevaluasi sistem RR yang baru Deskreview Konsultan M&E KPAN &

konsultan web Sekretariat KPAN

Mendapatkan masukan dari provinsi/kab/kota mengenai informasi yang dibutuhkan

Kunjungan lapangan 2

38 | LAPORAN DKIA 2012

Lampiran 5. Pengembangan sistem integrasi data hasil survei, penelitian, dan hasil studi

No Kegiatan Tujuan Mekanisme Peserta/Pelaksana Tempat

1 Analisis situasi Mengumpulkan dan melakukan listing

terhadap data yang ada di KPAN Interview terhadap para PIC 2 konsultan M&E Sekretariat KPAN Membuat rancangan awal triangulasi data

yang tersedia Bekerja sendiri 2 konsultan M&E Sekretariat KPAN

Memaparkan dummy rancangan awal kepada pimpinan dan staf KPAN yang terkait untuk mendapatkan masukan

Paparan Pimpinan dan staf terkait KPAN Sekretariat KPAN

3 Rekrutmen konsultan web Menambahkan menu informasi triangulasi data pada RR online KPA

Kontrak selama 15 hari @ 1

juta/hari Staf pengadaan KPAN Sekretariat KPAN

Pembuatan manual Membuat manual cara menggunakan menu

sistem informasi yang baru dikembangkan Pembuatan manual Konsultan web Sekretariat KPAN

4 Ujicoba Uji coba menu sistem informasi yang baru dikembangkan

Pelatihan penggunaan menu triangulasi data yang baru dikembangkan serta meminta masukan (snack dan makan siang)

Pimpinan dan staf terkait KPAN

(lebih kurang 30 orang) Sekretariat KPAN

5 Finalisasi dan implementasi

Melakukan finalisasi terhadap menu sistem triangulasi yang sudah disempurnakan setelah mendapatkan masukan

Paparan Konsultan web dan konsultan

M&E KPAN Sekretariat KPAN

6 Monitoring & evaluasi Mengevaluasi menu data triangulasi yang

baru Deskreview Konsultan M&E KPAN &

konsultan web Sekretariat KPAN

2 Pengembangan sistem

39 | LAPORAN DKIA 2012

Lampiran 6. Integrasi data HIV dan AIDS Nasional berbasis web

No Kegiatan Tujuan Mekanisme Peserta/Pelaksana Tempat

1 Rekrutmen konsultan web

Konsultan/lembaga pengembang web bertugas untuk mengembangkan web di mana semua data HIV AIDS yang ada terkumpul ke dalam satu tempat yang akan bermuara di server Pusdatin

Proses pengadaan Tim pengadaan Sekretariat KPAN

2 Telaah sistem pencatatan dan pelaporan

Menelaah sistem RR yang ada di semua sektor/lembaga yang melaksanakan program Perwakilan 3 PR @ 2 orang 3 orang perwakilan lembaga digunakan saat ini untuk kemudian memilah dan mengelompokkannya

Kerja di kantor Tim konsultan M&E KPAN Sekretariat KPAN

Pemilihan indikator yang akan menjadi indikator nasional (indikator utama dan indikator tambahan);

Pengkategorian indikator;

Pengembangan diagram alur RR

Workshop 4 hari efektif 60 orang, TBD Hotel, Bandung

Penyamaan indikator, ID Code Workshop 4 hari efektif 60 orang, TBD Hotel, Bandung Rekapitulasi seluruh bahan hasil workshop Kerja di kantor Tim konsultan M&E KPAN Sekretariat KPAN 4

Mengembangkan draft sistem RR nasional - konten

40 | LAPORAN DKIA 2012

No Kegiatan Tujuan Mekanisme Peserta/Pelaksana Tempat

Kunjungan lapangan ke mitra terkait di Jakarta Perjalanan dalam kota Konsultan web

Mitra terkait (transport sudah masuk dalam paket konsultan)

Kunjungan lapangan ke mitra terkait di luar

Jakarta Perjalananan @3 hari Konsultan web

Bandung, Bali, satu

Menilai dan menyempurnakan konten dan tampilan web yang sedang dikembangkan

6 kali pertemuan koordinasi (2x sncak dan makan siang)

Tim kecil terdiri dari:

2 orang konsultan M&E KPAN 4 orang staf monev KPAN 3 orang staf program KPAN Perwakilan 3 PR @ 2 orang 3 orang perwakilan lembaga donor @ 1 orang

2 orang narasumber

Sekretariat KPAN

Ujicoba Mencoba sistem yang baru dikembangkan Sekretariat KPAN

Evaluasi sistem Melakukan evaluasi sistem yang sudah

diberlakukan Pertemuan koordinasi

Tim kecil terdiri dari:

2 orang konsultan M&E KPAN 4 orang staf monev KPAN 3 orang staf program KPAN Perwakilan 3 PR @ 2 orang 3 orang perwakilan lembaga donor @ 1 orang

2 orang narasumber 5 Mengembangkan draft

sistem RR nasional - web

Dokumen terkait