BAB III VISI DAN MISI
STRATEGI, KEBIJAKAN DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KOTA SUKABUMI 2008 - 2013
8. Program Prioritas Peningkatan dan Pengembangan Kesempatan Kerja Dan Berusaha Melalui Pemberdayaan Koperasi dan UMKM Serta
Sektor-Sektor Lainnya, dengan indikasi kegiatan :
a. Fasilitasi dan Penguatan Permodalan UMKM b. Peningkatan Kemampuan Kewirausahaan c. Penataan Sentra-Sentra Produk Unggulan
9. Program Prioritas Peningkatan Iklim Investasi, dengan indikasi kegiatan : a. Pembangunan Sistem Pelayanan Satu Atap,
BAB V P E N U T U P
5.1. Program Transisi Tahun 2014
Program transisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2008 – 2013 adalah Perencanaan Pembangunan Daerah daerah untuk mengisi kekosongan dokumen perencanaan pada tahun berakhirnya masa berlaku RPJMD 2008 – 2013 seiring dengan berakhirnya masa jabatan walikota dan wakil walikota masa jabatan 2008 – 2013. Program transisi ini berisi program indikatif untuk tahun 2014 yang mengacu pada RPJPD Kota Sukabumi Tahun 2005-2025 untuk masa perencanaan jangka menengah 2013 – 2018 yang memberikan arah sekaligus acuan bagi seluruh komponen pelaku pembangunan daerah dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkesinambungan;
Program Transisi Tahun 2014 mengatur tentang program indikatif Kota Sukabumi Tahun 2014;
Tujuan Program Transisi Tahun 2014 sebagimana dimaksud adalah untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2014 yang prosesnya dimulai pada bulan Januari Tahun 2013, dan pedoman bagi SKPD dalam menyusun Renja SKPD tahun 2014;
5.1.1. Issue Strategis
Permasalahan dan kondisi lingkungan strategis yang diperkirakan akan berpengaruh pada tahun 2014 diantaranya adalah :
1. Pemanasan Global dan Pengendalian Dampak Pencemaran, 2. Optimalisasi Daya Dukung Lingkungan Hidup,
3. Ketersediaan dan Pelayanan Infrastruktur Kota, 4. Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran, 5. Pemberdayaan Ekonomi Rakyat,
6. Peningkatan Kualitas Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan,
5.1.2. Kebijakan Umum Tahun 2013 – 2018
Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Beriman, Bertaqwa dan Berbudaya
Pada tahap ini dititikberatkan pada upaya perwujudan peningkatan kualitas SDM yang berdaya saing, ditandai dengan terus meningkatnya kualitas kesejahteraan rakyat dan aparatur pemerintah yang meningkat sebanding dengan tingkat kesejahteraan daerah-daerah berpenghasilan menengah. Di samping itu indikator lainnya adalah menguatnya kinerja kelembagaan pengelola SDM, dan tetap konsisten dalam upaya penegakan hukum serta pendayagunaan SDM yang berkesinambungan.
Mewujudkan Pelayanan Pendidikan Yang Berkualitas
Pada tahap ini dititik beratkan pada :
1. Peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan, termasuk yang berbasis keunggulan lokal;
2. Peningkatan manajemen pelayanan pendidikan yang efektif dan efisien; dan/atau
3. Mensinergikan antara pembangunan pendidikan, ilmu
pengetahuan dan teknologi serta peningkatan sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan standar pelayanan nasional.
Mewujudkan Pelayanan Kesehatan yang Berkualitas
Upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas pada tahap ini ditandai dengan terakreditasinya seluruh pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kesehatan rujukan yang dikelola secara profesional oleh tenaga kesehatan yang sudah mengikuti sertifikasi profesi dan berdampak pada menurunnya penderita gizi buruk, gizi kurang serta meningkatnya aksesibilitas penduduk miskin ke pelayanan kesehatan dasar dan rujukan dengan menggunakan jaminan/asuransi kesehatan masyarakat miskin dengan contact rate nya mencapai 1 kali setiap tahunnya.
Mewujudkan Pengembangan Perdagangan dan Sektor Lapangan Usaha Lainnya yang Berdaya Saing Tinggi
Pada tahap ini dititikberatkan pada upaya untuk mewujudkan kegiatan usaha yang berdaya saing antara lain :
1. Peningkatan mutu dan pengembangan teknologi agribisnis mulai dari hulu sampai hilir dalam kerangka merespons tuntutan konsumen terhadap mutu, kenyamanan, keamanan, kesehatan, dan kelestarian produk;
2. Menciptakan lingkungan usaha yang nyaman dan kondusif, pengembangan kemampuan inovasi dan peningkatan kemampuan sumber daya industri kecil; dan/atau
3. Perluasan kawasan perdagangan di daerah yang cepat tumbuh serta penataan distribusi barang.
Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik Dengan Aparatur Pemerintah Daerah Yang Profesional Dan Amanah
Pembangunan pemerintahan diarahkan pada pelembagaan aspek demokrasi yang menjunjung etika, penguatan produk hukum daerah
(Perda) untuk memantapkan pelaksanaan otonomi dan
penyelenggaraan pemerintahan. Pada tahap ini dititikberatkan pada : 1. Peningkatan operasionalitas dan profesionalitas aparatur yang
didukung oleh standar prosedur operasional yang jelas dan tata laksana serta kompetensi yang memadai;
2. Aspek keuangan daerah adalah dengan melanjutkan upaya-upaya yang telah dilaksanakan pada lima tahun kedua serta diarahkan pada peningkatan daya guna kekayaan dan asset daerah, optimalisasi pengelolaan belanja daerah terutama di Satuan Kerja Perangkat Daerah;
3. Menjaga kesinambungan fiskal daerah dan intensifikasi peluang-peluang untuk mendapatkan sumber dana di luar APBD Kota Sukabumi; dan/atau
4. Mengintensifkan kerjasama antar daerah, antara Kota Sukabumi dengan kota/kabupaten di dalam negeri maupun dengan kota-kota diluar negeri sebagai bentuk implementasi kerjasama Citynet (government to government dan city to city cooperation)
Mewujudkan Kota Sukabumi yang Nyaman dan Indah
Upaya untuk mewujudkan Kota Sukabumi yang nyaman dan indah pada tahap ini ditandai dengan semakin efisien dan efektifnya pemanfaatan ruang yang didukung oleh pemenuhan infrastruktur kota yang semakin memadai, penggunaan ruang untuk aktivitas perekonomian dan pemerintahan secara bertahap telah berjalan di wilayah kota baru. Sejalan dengan itu pemenuhan kebutuhan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana pendukung bagi seluruh masyarakat terus meningkat karena didukung oleh sistem pembiayaan perumahan jangka panjang dan berkelanjutan, efisien, dan akuntabel. Kondisi itu semakin mendorong terwujudnya kota tanpa permukiman kumuh.
5.1.3. Arah Kebijakan Pembangunan Tahun 2013 – 2018 :
Pada dasarnya kebijakan pembangunan ditekankan pada upaya memberikan perlindungan social dan keberpihakan terhadap masyarakat miskin serta meningkatkan akses mutu pelayanan dasar sesuai dengan Arah Kebijakan Nasional. Arah Kebijakan Pembangunan Kota Sukabumi ditekankan pada :
a. Penguatan daya saing perekonomian Kota Sukabumi yang semakin kompetitif dan terpadu,
b. Pemenuhan ketersediaan infrastruktur yang didukung oleh mantapnya kerjasama pemerintah dan swasta,
c. Penataan kelembagaan ekonomi untuk mendorong peningkatan efisiensi, produktivitas, penguasaan dan penerapan teknologi oleh masyarakat dalam kegiatan perekonomian.
d. Penciptaan lingkungan bisnis yang nyaman dan kondusif,
e. Pengembangan kemampuan inovasi, pengembangan industri kecil yang tangguh,
f. Perluasan kawasan perdagangan di daerah cepat tumbuh, pemberdayaan produk lokal serta pengembangan pasar dalam negeri dan luar negeri,
g. Pembangunan berkelanjutan,
5.1.4. Prioritas Pembangunan Daerah Tahun 2014
Prioritas pembangunan daerah tahun 2014 ditetapkan dengan mempertimbangkan issue strategis dan ditindaklanjuti oleh program dan kegiatan dalam rangka kesinambungan pembangunan dan upaya meraih kondisi masyarakat Kota Sukabumi yang lebih sehat, lebih cerdas dan lebih sejahtera. Adapun prioritas pembangunan daerah tahun 2014 terdiri dari :
1. Peningkatan Daya Beli Masyarakat, dengan sasaran :
Meningkatnya kinerja perekonomian kota untuk memperluas
kesempatan kerja,
Meningkatnya kapasitas sumberdaya manusia tenaga kerja,
Terwujudnya kemitraan strategis yang semakin kuat dan
harmonis antar UMKM, Koperasi, IKM, BUMD dan lembaga perbankan,
2. Peningkatan Kinerja Pemerintahan, dengan sasaran : Meningkatnya kualitas sumberdaya manusia aparatur, Meningkatnya kualitas pelayanan publik,
Meningkatnya akuntabilitas,
3. Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan,
Peningkatan Kualitas dan Daya Dukung Lingkungan
Perkotaan,
Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Infrastruktur Kota
5.2. Arah Kebijakan Keuangan Daerah
5.2.1. Arah Kebijakan Pendapatan Daerah
Pendapatan daerah masih merupakan alternatif pilihan utama dalam mendukung program dan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Kota Sukabumi. Arah pengelolaan pendapatan daerah kota Sukabumi tahun 2013 – 2018 yaitu mobilisasi sumber-sumber PAD dan penerimaan daerah lainnya melalui Optimalisasi eksetensifikasi pemungutan pajak-pajak daerah yang menjadi kewenangan kota tanpa harus menambah beban kepada masyarakat maupun intensifikasi melalui upaya yang terus menerus dalam melakukan perbaikan kedalam dan senantiasa meningkatkan kesadaran wajib pajak dan retribusi dalam memenuhi kewajibannya.
5.2.2. Arah Kebijakan Belanja Daerah
Belanja daerah diarahkan pada pola pengaturan pembelanjaan yang proporsional dalam penggunaannya, belanja daerah harus tetap mengedepankan efisiensi, efektivitas dan penghematan sesuai dengan prioritas, yang diharapkan dapat memberikan dukungan program-program strategis daerah dan keberpihakan pada upaya mencapai
pertumbuhan ekonomi, penanggulangan kemiskinan, ramah
lingkungan dan pada kesejahteraan masyarakat.
5.2.3. Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah
Kebijakan pembiayaan yang timbul dikarenakan jumlah pengeluaran lebih besar daripada penerimaan sehingga terdapat defisit, namun demikian jumlah kumulatif defisit anggaran tidak melebihi 2% - 4% dari Produk Domestik Regional Bruto tahun bersangkutan. Struktur pembiayaan daerah untuk sumber penerimaan tidak hanya berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran tahun lalu saja, namun diupayakan untuk mendapatkan sumber-sumber lain seperti penyertaan modal, pembayaran hutang pokok yang jatuh tempo dan transfer dari dana cadangan. Sedangkan untuk pengeluaran pembiayaan direncanakan antara lain dari penyertaan modal, pembayaran hutang pokok yang jatuh tempo dan kebutuhan pengeluaran penting lainnya.
5.3. Kebijakan Umum Anggaran Daerah Pendapatan Daerah
Formulasi kebijakan dalam mendukung pengelolaan anggaran pendapatan daerah akan lebih difokuskan pada upaya untuk mobilisasi pendapatan asli daerah dan penerimaan daerah lainnya. Dengan asumsi sebagai berikut :
Pendapatan Daerah Kota Sukabumi tahun 2013 – 2018 diperkirakan akan mengalami pertumbuhan rata-rata sekitar 4% - 7% dan pertumbuhan tersebut lebih disebabkan oleh adanya pertumbuhan pada komponen PAD dan komponen Dana Perimbangan yang masing-masing diperkirakan tumbuh rata-rata sekitar 9% - 10%.
Peranan Dana Perimbangan dalam membentuk total perolehan Pendapatan Daerah akan tetap diatas peranan PAD dengan perkiraan komposisi sekitar 79% untuk Dana Perimbangan dan sekitar 12% untuk PAD. Sedangkan untuk komponen Lain-lain Pendapatan yang Sah peranannya diperkirakan akan semakin mengecil yaitu sekitar 9%.
Belanja Daerah
Kebijakan belanja daerah sampai dengan 2013 diperkirakan akan didominasi oleh Belanja Langsung sekitar 54% - 60%. Dilihat dari sisi pertumbuhannya, komponen belanja daerah tahun 2008 – 2013 diperkirakan akan mengalami pertumbuhan rata-rata sekitar 10%, dimana pertumbuhan rata-rata untuk masing-masing komponen belanja adalah Belanja Langsung rata-rata 10% dan Belanja Tidak Langsung rata-rata 10%.
Pembiayaan Daerah
Adapun kebijakan yang ditetapkan dalam menyertai Pembiayaan Daerah adalah sebagai berikut :
Pendapatan Daerah tahun 2014 diperkirakan akan mengalami pertumbuhan rata-rata sekitar 4% - 7%, sedangkan kebutuhan Belanja Daerah diperkirakan akan mengalami pertumbuhan rata-rata sekitar 9% - 10%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perkiraan kebutuhan belanja daerah seimbang dengan perkiraan pendapatan daerah, sehingga APBD tahun 2014 diperkirakan akan mengalami defisit anggaran tidak lebih dari 2% - 4%.
5.2. Kaidah Pelaksanaan
Dalam upaya mengoptimalisasikan pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kota Sukabumi Tahun 2008 – 2013, perlu didukung oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) pembangunan Kota Sukabumi, baik Pemerintah Kota, Masyarakat dan Sektor Swasta. Karena RPJMD Kota Sukabumi Tahun 2008 – 2013 ini merupakan acuan SKPD dalam menyusun Renstra SKPD dan Renja SKPD, maka perlu disusun kaida-kaidah pelaksanaan sebagai berikut :
a. Seluruh SKPD dalam lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, masyarakat dan sektor swasta berkewajiban melaksanakan RPJMD Kota Sukabumi Tahun 2008 – 2013 sebagai bentuk implementasi
komitmen bersama dalam membangun Kota Sukabumi untuk 5 (lima) tahun ke depan,
b. Seluruh SKPD wajib menyusun Rencana Strategis (Renstra) SKPD yang memuat Visi, Misi, Strategi, Kebijakan dan Program SKPD sesuai dengan tugas dan fungsinya dengan mengacu pada RPJMD Kota Sukabumi Tahun 2008 – 2013,
c. Dalam rangka meningkatkan efektifitas pelaksanaan RPJMD Kota Sukabumi Tahun 2008 – 2013, Sekretaris Daerah melakukan koordinasi secaraintensif dan berkala dengan SKPD dalam rangka mewujudkan kondisi yang diharapkan di akhir Tahun 2013,
d. SKPD berkewajiban untuk menjamin konsistensi antara RPJMD Kota Sukabumi Tahun 2008 – 2013 dengan Renstra SKPD dan Renja SKPD serta berkewajiban untuk mewujudkan kondisi yang diharapkan di akhir Tahun 2013 sesuai dengan tugas dan fungsinya,
e. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) berkewajiban untuk melakukan pemantauan dan pengendalian penjabaran RPJMD Kota Sukabumi Tahun 2013 ke dalam Renstra SKPD dan Renja SKPD serta melakukan evaluasi pelaksanaannya,
f. Dalam rangka penyusunan LAKIP, maka perlu dilakukan pembobotan untuk masing-masing kegiatan terhadap program yang menjadi induknya,
5.3. P e n u t u p
RPJMD Kota Sukabumi Tahun 2008 – 2013 disusun sebagai bentuk pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. RPJMD Kota Sukabumi Tahun 2008 – 2013 berisi tentang Visi, Misi, Strategi, Kebijakan dan Program Pembangunan Walikota dan Wakil Walikota terpilih masa jabatan tahun 2008 – 2013 sebagai janji dan kesepakatan dengan masyarakat untuk membangun Kota Sukabumi dalam 5 (lima) tahun kedepan. Untuk tercapainya kondisi yang diharapkan pada akhir tahun 2013, maka peran serta masyarakat dan sektor swasta mutlak diperlukan dalam kerangka pembangunan Kota Sukabumi Tahun 2008 – 2013.