• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV.USULAN PROGRAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

B. Program Rekoleksi Meningkatkan Kemampuan

Berdasarkan dari hasil penelitian yang sudah penulis lakukan, untuk menanggapi permasalahan siswa-siswi yang belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai suara hati, baik dari pengertian, maupun fungsi dan peranannya dalam kehidupan sehari-hari. Penulis mencoba mengusulkan program kegiatan rohani berupa rekoleksi bagi siswa-siswi kelas XI di SMA Pangudi, Luhur, Sedayu, Bantul, di Daerah Istimewa Yogyakarta.

1. Latar Belakang Pemilihan Program

Pada kenyataannya bahwa siswa-siswi kelas XI di SMA Pangudi Luhur, Sedayu, Bantul, di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki pemahaman dan pengetahuan mengenai suara hati dan rekoleksi. Pada umumnya mereka juga sudah pernah mengkuti rekoleksi lebih dari satu kali. Namun siswa-siswi masih perlu untuk diberi pendampingan agar mereka mengetahui cara-cara yang dapat dilakukan untuk membina suara hati. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membantu pemahaman tentang suara hati dan cara untuk membina suara hati, baik itu secara pribadi maupun dalam kelompok, diantaranya dengan berdoa, merenungkan sabda Allah dengan terang Kitab Suci, dengan membaca buku-buku tentang suara hati, lewat pendidikan di sekolah dan sebagainya.

Adapun cara lain yang dapat dilakukan untuk membina suara hati menurut Bloch (2002: 14) bahwa kunci untuk mendapatkan suara hati adalah dengan berdiam diri, menenangkan pikiran dan biarkan intuisi muncul dalam kesadaran. Untuk dapat mencapai ketenangan tersebut orang perlu melalui proses

penenangan diri dan penentraman pikiran seperti meditasi, membayangkan, jalan- jalan, berkendaraan di pedesaan dan sebagainya. Di tengah kesunyian tersebut intuisi seseorang akan berbicara melalui berbagai cara melalui kata-kata, rangsangan tubuh, perasaan tertentu, gambar, ataupun hanya berupa sebuah citrarasa bisa mengenai sesuatu. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melatih diri dan membiasakan diri seseorang akan dapat mengenal suara hatinya dengan jelas. Rekoleksi sebagai salah satu usaha yang dilakukan di SMA Pangudi Luhur Sedayu, Bantul, di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mewujudkan visi sekolah yang beriman, berciri Katolik semangat persaudaraan sejati dalam cinta dan kasih. Untuk menjawab masalah tersebut perlu adanya solusi yang dapat membantu siswa-siswi dalam memahami suara hati. Penulis mengusulkan adanya rekoleksi dengan metode, model, tema, materi, isi serta sarana yang dapat mendukung dan membantu dalam upaya meningkatkan kemampuan mendengarkan suara hati.

Rekoleksi hanyalah salah satu program yang diusulkan oleh penulis dalam usaha menjawab permasalahan yang dialami oleh siswa-siswi kelas XI di SMA Pangudi Luhur Sedayu, Bantul, di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam upaya meningkatkan kemampuan mendengarkan suara hati. Meskipun Rekoleksi sudah dilakukan di SMA Pangudi Luhur Sedayu, Bantul, di Daerah Istimewa Yogyakarta. Adapun cara lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan suara hati dengan berdoa, berefleksi, merenungkan Sabda Tuhan dll. Rekoleksi merupakan cara efektif yang dapat dilakukan dalam upaya meningkatkan kemampuan mendengarkan suara hati, dimana dalam rekoleksi kelompok atau komunitas ini dapat memotivasi siswa-siswi untuk mau

belajar dan berkembang dalam menggali pengalaman, pengetahuan dan wawasan baru. Saling berbagi pengalaman satu sama lain, berelasi satu sama lain, saling memberi kekuatan satu dengan lain dengan demaikian siswa-siswi semakin diperkaya akan pengalaman satu dengan yang lain. Rekoleksi merupakan kegiatan untuk melakukan latihan hidup rohani dan berbagai rangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan teratur dalam bidang rohani. Pada kesempatan ini peserta mengumpulkan pengalaman kembali, kemudian pengalaman itu diolah seperti berdoa, melakukan pemeriksaan batin, mengadakan refleksi, membuat renungan atau meditasi, kontemplasi, bersemedi dan sebagainya guna mencapai hasil dalam hidup rohani.

Melakukan pemeriksaan batin dengan maksud melihat karya Allah dalam diri pribadi sesorang, melihat cara kerja Allah serta bimbingan-Nya dan seperti apa tanggapan terhadap karya Allah itu (Mangunhardjana, 1985: 10). Pada saat melakukan serangkaian kegiatan dalam proses rekoleksi tersebut yang didukung dengan keheningan berdoa memohon supaya rahmat Allah hadir dalam diri pribadi, sehingga dapat mengalami perjumpaan dengan Allah dan berkomunikasi dengan Allah, dengan demikian apa yang disampaikan Allah atau diperintahkan Allah dapat didengar dengan baik, diterima dengan pikiran dan hati, kemudian hati nurani atau suara hati memberikan penegasan dan mempertimbangkannya bahwa hal tersebut baik dan harus dilakukan.

Dalam rekoleksi pemilihan tema dan pengolahan materi yang sesuai, kreatif sangat diperlukan agar dapat menyentuh hati peserta. Selain itu supaya rekoleksi sungguh-sungguh dapat menjadi salah satu kegiatan yang dapat

meningkatkan kemampuan mendengarkan suara hati, materi harus ada kaitanya dengan suara hati. Lewat materi yang disampaikan oleh pendamping dapat menambah pemahaman, pengetahuan dan wawasan baru mengenai suara hati. Semakin berkembang dalam berelasi dengan sesamanya, berkembang dan berkualitas dalam segi keimanan dan hidup rohaninya sehingga semakin dekat dengan Allah.

Program rekoleksi dibuat oleh penulis dengan maksud dan tujuan untuk membantu pemahaman siswa-siswi tentang pengertian rekoleksi dan pengertian suara hati serta cara-cara yang dapat dilakukan untuk membina suara hati, dengan demikian dapat membantu siswa/i dalam meningkatkan kemampuan mendengarkan suara hati. Membantu siswa/i akan pemahaman yang lebih luas dan mendalam menyangkut keseluruh unsur-unsur yang masih berkaitan dengan suara hati seperti peranan suara hati dan fungsi suara hati dalam kehidupan sehari- hari, lebih-lebih pada waktu menghadapi masalah, menentukan pilihan-pilihan hidup, pengambil keputusan dan sebagainya.

Untuk itu dalam kaitanya dengan pengambilan keputusan, orang perlu mengenal mana suara hati yang benar dan mana suara hati yang salah. Suara hati yang benar ditandai dengan hadirnya kedamaian diri, kebahagiaan dan merasakan kehadiran Tuhan dalam diri seseorang. Sedangkan suara hati yang salah akan menimbulkan kecemasan bukannya ketenangan, beban bukannya kebahagiaan, kebimbangan bukannya cinta kasih, kebingungan bukannya kejelasan dan kendala bukannya kelancaran (Bloch, 2002: 14-15).

Suara hati peru di bina secara terus menerus, dengan membina hati nurani berarti setiap orang sebagai subjek yang mengambil keputusan turut mengembangkan nilai-nilai kebaikan dan menghindari hal-hal yang jahat atau buruk yang dapat merugikan kehidupan manusia baik secara personal maupun kelompok sosial masyarakat. Oleh karena itu penulis mencoba mengusulkan program rekoleksi. Dengan harapan melalui program rekoleksi ini dapat meningkatkan kemampuan mendengarkan suara hati.

2. Tujuan Pemilihan Program

Untuk menentukan tujuan program ini disesuaikan dengan kebutuhan, situasi serta perkembangan peserta. Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa dalam mempersiapkan suatu usulan program sangatlah penting mengetahui siapa peserta rekoleksi tersebut, apa kebutuah peserta, seperti apa peranan pendamping dalam memberikan materi rekoleksi. Program rekoleksi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas dan kongkrit tentang suara hati serta cara membina suara hati, supaya siswa-siswi dapat meningkatkan kemampuan mendengarkan suara hatinya melalui tiap proses acara dalam rekoleksi yang telah dipersiapkan.

C.Usulan Program Rekoleksi

Dalam membuat program usulan berupa kegiatan rekoleksi penulis akan menyusun langkah-langkah rekoleksi, supaya pogram ini dapat dilaksanakan dan digunakan sebagai salah satu cara atau upaya yang dapat dilakukan untuk

meningkatkan kemampuan mendengarkan suara hati bagi siswa-siswi kelas XI di SMA Pangudi Luhur Sedayu, Bantul, di Daerah Istimewa Yogyakarta.

1. Tema: “Mendidik Suara Hatiku”

Program rekoleksi bagi remaja ini mengangkat tema tentang “Mendidik Suara Hatiku”. Hal ini dapat membantu peserta untuk memahami dan mengerti tentang suara hati masing-masing pribadi secara jelas dan mendalam serta cara- cara untuk membina suara hati. Dengan demikian peserta memiliki kesadaran akan pentingnya mengerti tentang suara hati dan mendidik atau membina suara hati, agar suara hati terarah dan dapat mengambil keputusan yang baik berdasarkan penilaian suara hati yang benar.

2. Tujuan

a. Peserta dapat memahami dan mengerti pengertian, fungsi, peranan, dan sifat- sifat suara hati serta cara yang dapat dilakukan suara hati

b. Peserta mampu membedakan mana suara hati yang benar dan mana suara hati yang keliru, sehingga mampu mengambil keputusan berdasarkan penilaian suara hati yang benar.

c. Peserta menyadari akan pentingnya mendidik suara hati dan mampu memahami perbedaan baik dan buruk sehingga, mampu menuju suara hati yang dewasa Kristiani.

3. Peserta

Peserta rekoleksi adalah siswa-siswi/remaja berusia 14-18 tahun kelas XI di SMA Pangudi Luhur, Sedayu, Bantul, di Daerah Istimewa Yogyakarta.

4. Tempat dan Waktu

a. Tempat : Wisma Salam b. Waktu : September 2015

5. Bentuk Rekoleksi

Adapun bentuk rekoleksi disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta. Mengingat peserta rekoleksi adalah siswa-siswi dan masih dikategorikan usia remaja, penulis menawarkan bentuk rekoleksi yang dapat mendorong semangat peserta yaitu dengan gerak dan lagu, games, musik instrument, doa, renungan, ibadat dan misa. Dengan demikian mereka dapat terbantu dalam memahami suara hati dan cara yang dapat dilakukan untuk ,membina suara hati. Pada akhirnya mereka dapat meningkatkan kemampuan mendengarkan suara hati, sehingga mampu mengambil keputusan berdasarkan penilaian suara hati yang benar.

6. Metode Rekoleksi

Adapun metode yang digunakan dalam rekoleksi ini metode informasi, metode sharing kelompok, metode dinamika kelompok, metode diskusi kelompok, dan metode refleksi.

7. Sarana

a. Peralatan multimedia : Laptop, LCD, screen, speaker, wireless dan kabel roll b. Alat Musik : Keyboard/organ dan gitar

c. Kitab Suci, Madah Bakti, buku doa, teks lagu, spidol, bolpoint

d. Perlengkapan pribadi peserta: pakaian ganti secukupnya + satu pasang pakaian olah raga, alat mandi, handuk, alat tulis, payung/jas hujan (jika hujan)

e. Peralatan permaian/games (untuk outbond)

8. Tim Pendamping

Rekoleksi bagi siswa-siswi/remaja akan dipandu oleh tim pendamping dari mahasiswa IPPAK Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan bekerjasama dengan guru pendamping dari pihak sekolah di SMA Pangudi Luhur Sedayu, Bantul, di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekaligus yang bertanggungjawab akan kedisiplinan peserta, menemani peserta sampai rekoleksi selesai.

9. Susunan acara

Tabel 9.

Jadawal Acara Rekoleksi Remaja

Tgl Waktu Acara Petugas Catatan

Hari 1

14.00-14.15 Persiapan di Sekolah dan pengarahan dari kepala sekolah.

Kepala Sekolah 14.15-15.30 Berangkat menuju lokasi

atau dalam perjalanan.

dari guru pendamping mengenai tata tertib, jadwal rekoleksi, informasi ruang, pembagian kamar dan hal-hal praktis lainya yang berkaitan dengan kegiatan selama mengikuti rekoleksi.

pendam- ping Peserta

16.00-16.45 Keperluan pribadi (mandi, dll).

Peserta & Team 16.45-17.00 Snack + minum Peserta &

Team 17.00-17.20 Doa Pembukaan, Perkenalan, dan pengantar. Tim (salah satu) 17.20-17. 30 Gerak dan lagu. Semua

Sesi I

Mengolah Pengalaman: “Memahami Suara Hati” 17.30-17.45 Menonton slide “Pilihan

Hidup” Team IPPAK Menonton film dari Laptop. 17.45-18.00 Sharing pengalaman dalam kelompok. Menceritakan pengalaman 18. 00-18.15 Penjelasan suara hati, dan

sifat-sifat suara hati..

Peserta Powerpoint 18.15-18.30 Permainan: “Balon

Meletus”.

Peserta 18.30-18.50 Fungsi dan peranan suara

hati dalam pengambilan keputusan Team IPPAK Ditampilkan dalam bentuk powerpoint 18.50-19.00 Gerak dan lagu: “Ku Daki-

daki”

19.00-19.45 Makan Malam Bersama- sama Sesi II

Refleksi Iman:

“Melihat, Aku dan Suara Hatiku” 19.45-20.15 Aku Remaja & Kristiani Team

IPPAK

Powerpoint 20.15-20.45 Gerak dan lagu Team

IPPAK 20.45-21.00 Klip/film tentang Team

“Petualangan Mencari Jati Diri”

IPPAK

21.00-21.15 Refleksi pribadi Peserta Lembar kerja

21.15-22.00 Ibadat Team

IPPAK 22.00-… Tidur

Hari 2

05.00-06.00 Bangun pagi dan mandi 06.00-06.30 Doa Pagi

Doa Yesus Kontemplasi

Team IPPAK 06.30-07.00 Sarapan pagi

Sesi III:

“ Membina Suara Hati dengan Terang Kitab Suci” 07.00-07.15 Cara mendidik atau

membina suara hati. Kitab Suci (Roma 13: 5-7)

Team IPPAK 07.15-09.00 Sharing kelompok Peserta 09.00-10.00 Permaianan “Mencari

Harta Karun” Peserta

10.00-10.30 Snack + minum

Sesi IV

“Menuju Suara Hati Kristiani yang Dewasa 10.30-.10.45 Klip/film tentang

“Membangun Hidup”

Peserta

10.45-11.00 Menulis buah-buah yang di peroleh selama mengikuti rekoleksi dan hal-hal yang mau di kembangkan dalam kaitannya dengan suara hati.

Peserta

11.00-11.30 Persiapan Misa penutup Semua 11.30-13.00 Misa penutup Semua 13.00-… Makan siang + Sayonara Semua

Table 10.

Matrik Program Rekoleksi D. Matrik Program Rekoleksi

Tema umum : Usaha meningkatkan kemampuan mendengarkan suara hati bagi siswa/i dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan umum : Memberikan pemahaman yang lebih jelas dan kongkrit tentang suara hati serta cara membina suara hati,

sehingga siswa-siswi dapat meningkatkan kemampuan mendengarkan suara hatinya melalui tiap proses acara dalam rekoleksi yang telah dipersiapkan.

No Tema Rekoleksi Judul Pertemuan Tujuan Pertemuan

Materi Metode Sarana Sumber Bahan

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

0 Pembukaan Pendamping dan

peserta saling memperkenalkan diri satu dengan yang lain dan saling mengakrabkan diri satu sama lain.

a. Doa pembukaan b. Perkenalan c. Pengantar pertemuan. d. Gerak dan lagu. a. Infomasi b.Gerak dan lagu “ Chiken Dance” a. Speaker b. Laptop Pengalaman

1. Mendidik Suara Hatiku Sesi I Mengolah Pengalaman: “Memahami Suara Hati” Mengajak peserta untuk mengung- kapkan pengalaman yang serupa atau mirip dengan klip/film tersebut yang pernah dialami. a. Menonton klip “Pilihan Hidup” b. Sharing pengalaman. c. Pengertian suara hati dan sifat- sifatnya d. Permaianan “Balon meletus” e. Fungsi dan peranan suara hati dalam pengambilan keputusan f. Tanya jawab g. Gerak & lagu

“Ku Daki- daki” a. Informai b. Tanya- Jawab c. Refleksi d. Diskusi e. Sharing a.Handout dan power point b. Speaker c. Laptop d. LCD a.Pengalaman peserta b.Klip “Petualangan

Mencari Jati diri” dari Laptop c.KGK d.Iman Katolik e. Rukitanto. 2013.Teologi Moral Katolik. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma f.Paassen. 2002. Suara Hati Kompas Kebenaran. Jakarta: Obor. g. Bloch.2002. Mendengarkan Suara Hati. Yogyakarta: Kanisius.

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8 2 Mendidik Suara Hatiku Sesi II Refleksi Iman: “Melihat, Aku dan Suara Hatiku” Peserta diajak untuk semakin memahami pengertian suara hati dan mengerti cara-cara yang dapat dilakukan dalam mendidik atau membina suara hati. a.Aku Remaja dan Kristiani b.Gerak dan lagu c.Nonton klip/film “Petualangan Mencari Jati Diri” a. Nonton b. Informasi c. Tanya Jawab d. Refleksi Pribadi a. Klip “Membangu n Hidup” b. Laptop c. Speaker d. LCD a.Hurlock.1980. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan Edisi Kelima, Jakarta: Erlangga.

b.Film dari Laptop c.Bloch.2002. Mendengarkan Suara Hati. Yogyakarta: Kanisius. h. Majalah Mawas Diri.1980. Mari Mendidik Suara Hati. i. Shelton.1988. Moralitas Kaum Muda: Bagaimana Menanamkan Tanggung Jawab Kristiani, Yogyakarta: Kanisius.

(1) (2) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 3. Mendidik Suara Hatiku Sesi III Membina Suara hati dengan Terang Kitab Suci Peserta semakin menyadari dan memahami akan pentingnya

membina suara hati, sehingga berani dan bijaksana dalam menentukan dan mengambil keputusan. a.Cara membina sura hati b.Gerak dan lagu. c. Mrk 7: 20-23 d. Rm13: 5-7 e. Diskusi kelompok. f. Sharin a.Informasi b.Refleksi c.Diskusi a.Speaker b.Laptop c. LCD a. Perikop tentang Kepatuhan Terhadap Pemerintah (Rm 13:5-7) b. Mrk 7:20-23 c. Majalah Mawas Diri.1980. Mari Mendidik Suara Hati. d. Bloch.2002. Mendengarkan Suara Hati. Yogyakarta: Kanisius (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 4 Mendidik Suara Hatiku Sesi IV Menuju Suara Hati yang Dewasa Kristiani Peserta mampu memahami

perbedaan baik dan buruk sehingga, dapat mengambil keputusan

berdasarkan

penilaian suara hati yang benar. a. Kilp/film “Membangun Hidup” b.Menulis niat- niat pribadi. c. Menulis niat kelompk d.Selebrasi dengan e. Ekaristi f. Penutup a. Informasi b.Sharing c. Refleksi kritis dan pribadi a. Klip/film “Memba- ngun Hidup” b. Kitab Suci c. Buku MB d. Salib e. Lilin f. Speaker g. Laptop h. LCD a.Pengalaman peserta b.Kitab Suci Tentang

Persembahan Berhala (1Kor 8:7-10)

E. Contoh Salah Satu Persiapan Sesi I 1. Pemikiran Dasar

Zaman sekarang ini disebut zaman global, yang dicirikan oleh makin cepat, terbuka, dan canggihnya teknologi komunikasi dan informasi. Akibatnya adalah hampir semua informasi yang baik maupun tidak baik dapat diakses dari tempat kita berada. Lewat internet, TV, video, majalah, surat kabar, lautan informasi, dan iklan membanjiri kita (Suparno, 2011: 5). Dalam keadaan seperti ini jika seseorang tidak memiliki sikap kritis dan pegangan nilai yang kuat, maka seseorang akan mudah bingung, terombang-ambing, mengikuti arus saja, atau bahkan terjerumus. Dalam menyikapi situasi dan keadaan seperti ini diperlukan suatu pikiran yang jernih dan sikap yang bijak. Karena mau tidak mau orang dihadapkan pada situasi di mana seseorang harus menentukan sikap, dan pada sebuah pilihan hidup.

Untuk dapat membuat pilihan seseorang perlu mempertimbangkan apakah pilihan itu baik atau buruk sehingga akhirnya sampai pada pengambilan keputusan yang benar dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Keputusan yang benar hendaknya melibatkan suara hati yang benar pula. Suara hati yang benar ditandai dengan hadirnya kedamaian diri, kebahagiaan dan merasakan kehadiran Tuhan dalam diri seseorang. Sedangkan suara hati yang salah akan menimbulkan kecemasan bukannya ketenangan, beban bukannya kebahagiaan, kebimbangan bukannya cinta kasih, kebingungan bukannya kejelasan dan kendala bukannya kelancaran (Bloch, 2002: 14-15).

Arus zaman ini juga menyeret kehidupan banyak orang, pada hal-hal yang negatif. Terlebih pada dunia remaja, karena mereka lebih akrab dan dekat dengan dunia teknologi. Dengan penguasaan teknologi informasi yang mereka miliki, mereka dengan mudah mengakses berbagai macam informasi, baik itu informasi yang mendukung untuk menambah wawasan maupun informasi yang kurang mendidik. Apalagi tanpa pengawasan orang tua, hal ini akan memberi peluang bagi mereka untuk bergerak bebas. Akibatnya remaja sibuk dengan dunianya sendiri, lupa akan tanggungjawab dan kewajiban serta tugasnya sebagai remaja.

Remaja Katolik memiliki peranan yang amat penting dalam memperkembangkan Gereja. Remaja merupakan generasi penerus dan pewaris harta Gerejani dan iman akan Yesus Kristus. Mendidik, mendampingi dan mengarahkan remaja Katolik bukan hanya tanggung jawab orang tua dalam keluarga, namun juga pihak Gereja secara bersama-sama memberikan perhatian secara khusus melalui pendidikan disekolah maupun pendampingan berupa kegiatan rohani. Menyadari pentingnya peranan remaja dalam hidup mengereja sebagai upaya meningkatkan dan memperkembangkan iman, maka perlu diadakan pendampingan terhadap remaja.

Rekoleksi bagi remaja merupakan kegiatan yang dilaksanakan sebagai usaha untuk menjawab permasalahan yang ada pada remaja. Dengan mengikuti serangkaian kegaiatan rekoleksi seperti berdiam diri, menenangkan pikiran dan melakukan pemeriksaan batin, mengadakan refleksi, membuat renungan atau meditasi, kontemplasi, bersemedi dan sebagainya. Pada kesempatan itu peserta diharapkan dapat mengolah diri pribadi dan menghadirkan Tuhan dalam diri

secara pribadi, sehingga dapat berkomunikasi dengan Tuhan dan mendengarkan suara Tuhan lewat mata batin. Melalui tiap-tiap proses rekoleksi secara tidak langsung peserta sudah belajar membiasakan diri membina suara hatinya.

Untuk itu dalam program rekoleksi ini pentinglah dirumuskan tujuan secara umum dan tujuan secara khusus. Tujuan-tujuan tersebut tertuang dalam tiap sub tema pertemuan. Dengan adanya suatu tujuan yang jelas, kegiatan rekoleksi akan lebih terarah, mengetahui apa yang mau dicapai dalam kegiatan tersebut. Selain itu akan memudahkan pendamping dalam memandu setiap proses kegiatan selama rekoleksi, supaya jalannya acara lebih teratur, terarah dan tidak terkesan berantakkan. Dengan demikian memungkinkan adanya suatu keberhasilan yang memuaskan peserta maupun sebagai pendamping. Dengan keberhasilan tersebut peserta dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari baik dalam keluarga, sekolah, Gereja maupun di masyarakat pada umumnya.

2. Tujuan Pertemuan Sesi I

Mengajak peserta untuk mengungkapkan pengalaman yang serupa atau mirip dengan klip/film tersebut yang pernah dialami.

3. Materi : Menonton film “Pilihan Hidup”, pengalaman peserta, pengertian suara hati, sifat-sifat, fungsi dan peranan suara hati.

4. Sumber Bahan:

Katolik, Rukitanto. 2013. Teologi Moral Katolik. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma, Paassen. 2002. Suara Hati Kompas Kebenaran. Jakarta: Obor, Bloch. 2002. Mendengarkan Suara Hati. Yogyakarta: Kanisius

5. Metode: Informasi, diskusi kelompok, sharing, tanya jawab

6. Sarana: Handout dan power point, speaker, Laptop, LCD, spidol, kertas manila.

7. Langkah-langkah dalam sesi I: a. Pembukaan:

1) Doa Pembukaan:

Allah Bapa yang maha kasih dan bijaksana, terimakasih atas segala karunia penyertaan yang Engkau berikan kepada kami. Sehingga kami dapat sampai ditemapat ini dan dapat berkumpul bersama dalam keadaan sehat. Bapa berkatilah kami yang sebentar lagi akan memulai acara rekoleksi ini. Supaya acara rekoleksi dapar berjalan dengan lancar tanpa ada halangan yang berarti. Dan semoga materi-materi rekoleksi yang akan kami dalami bersama, sungguh- sungguh dapat kami pahami dan kami mengerti. Sehingga kami semakin terbantu untuk mengenal Engkau dan mengenal suara hatiMU. Bapa utuslah Roh Kudus- Mu agar kami mampu membina suara hati kami, supaya kami mampu bersikap dan bertindak dengan benar, mampu membedakan yang baik dan yang buruk. Tanamkanlah suara hati kami seperti suara hatiMu agar jangan kami keliru dan

tersesat dari jalanMU. Doa yang jauh dari sempurna ini kami haturkan melalui pengantaraan Kristus Tuhan dan juru slamat kami. Amin.

2) Perkenalan:

Peserta dan pendamping berkenalan menggunakan gaya, misalnya menyebutkan nama dengan gaya narsis, modeling dll.

3) Pengantar:

Teman-teman yang terkasih, kita patut bersykur karena pada malam hari ini kita dapat berkumpul bersama di ruangan ini. Tentunya teman-teman sudah mengetahui apa alasan kita untuk berada di tempat yang jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kendaraan kota yang lalu lalang. Mulai hari ini kita memasuki suasana yang berbeda dari hari-hari yang kita jalani seperti biasanya. Kita juga meninggalkan sejenak segala rutinitas atau kesibukkan kita sehari, seperti aktivitas belajar mengajar di ruangan kelas dll. Nah…hari ini kita berada di

Dokumen terkait