• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Supervisi Akademik Pengawas PAI

Dalam dokumen TESIS HUSEIN YAHYA NIM (Halaman 122-127)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Supervisi Akademik Pengawas PAI

1. Program Supervisi Akademik Pengawas PAI

SMK YPE Sampang juga demikian, supervisi kelompok dilakukan oleh kepala sekolah ketika ada rapat guru dan IHT. Menurut hasil wawancara dengan ibu Solichatun sejak berlakunya kurikulum 2013, SMK YPE Sampang selalu mengadakan In House Training (IHT) pada setiap awal tahun ajaran. IHT tersebut berkaitan dengan penyusunan administrasi pembelajaran yang harus dimiliki oleh guru. Hal itu dilakukan untuk memberikan dorongan kepada guru untuk menyusun perangkatnya sesuai dengan aturan yang berlaku, yang mana terkadang ada perubahan. IHT tersebut biasanya dipimpin oleh kepala sekolah dan waka kurikulum sebagai pembicara ditambah pemateri undangan dari dinas terkait. Hal tersebut disampaikan oleh informan sebagai berikut:

Di sekolah kami hampir tiap awal tahun ajaran mengadakan IHT kaitannya dengan kurikulum 2013 untuk menyampaikan perubahan-perubahan yang ada seperti perubahan-perubahan susunan perangkat pembelajaran, penilaian, maupun struktur mata pelajaran untuk tahun ajaran 2017/2018.40

Rapat dinas atau IHT di sekolah merupakan solusi yang ditempuh oleh kepala sekolah sebagai supervisor dalam mencari dan memberikan persepsi kesamaan dan pembinaan terhadap guru secara keseluruhan.

C. Supervisi Akademik Pengawas PAI

1. Program Supervisi Akademik Pengawas PAI

Supervisi akademik sebagai salah satu kegiatan internal sekolah yang penting dalam meningkatkan mutu pendidikan maka harus diprogram dan direncanakan dengan matang karena supervisi tersebut meningkatkan mutu

38

Hasil Observasi kegiatan kepala SMK Negeri Nusawungu dalam melakukan pembinaan ketika apel pagi pada hari Jumat tanggal 21 April 2017.

39

Hasil wawancara dengan bapak Drs. Akhmad Murwanto, M.Pd., kepala SMK Negeri Nusawungu, hari Jumat tanggal 7 April 2017.

40

Hasil wawancara dengan ibu Solichatun, waka kurikulum SMK YPE Sampang, pada hari Sabtu tanggal 15 April 2017.

pendidikan melalui perbaikan kualitas pembelajaran yang mana hal tersebut tidak lepas dari faktor profesionalitas guru. Pengawas PAI merupakan salah satu pihak yang diberi wewenang dan tanggung jawab berkaitan dengan peningkatan profesionalitas guru khususnya guru PAI. Oleh karena itu, supervisi akademik yang dilakukannya sebagai bentuk pengelolaan sumber daya pendidikan harus direncanakan, diorganisir dengan baik, dilaksanakan dengan maksimal kemudian dievaluasi dan dilaporkan serta dilakukan umpan balik atau tindak lanjut yang berkesinambungan. Penyusunan program tersebut jelas harus dilakukan oleh orang yang terpilih karena memenuhi standar kualifikasi dan kompetensi sesuai dengan Undang-undang yang telah ditetapkan.

Program-program kepengawasan yang disusun oleh pak Agus sebagai supervisor diantaranya Program Tahunan (Prota) supervisi akademik pengawas, menyusun Program Semester (Promes) supervisi akademik pengawas, dan Rencana Kepengawasan Akademik (RKA). Sebagai contoh, Program Semester Ganjil Tahun Ajaran 2016/2017 salah satu bagian di yang terpenting adalah deskripsi kegiatan pengawas PAI. Dalam deskripsi kegiatan yang disusun oleh pengawas PAI dibagi menjadi tiga program, sebagai berikut:41

a. Program Pembinaan, terdiri dari :

1) Penyusunan program tahunan supervisi akademik pengawas PAI sekolah, penyusunan program semester supervisi akademik pengawas PAI sekolah, penyusunan program rencana kepengawasan akademik (RKA)

2) Penumbuhan dan pengembangan kualitas pembelajaran yang lebih baik, peningkatan dan pengembangan kemampuan guru dalam pembelajaran, peningkatan pencapaian mutu prestasi siswa.

41

Hasil Dokumentasi dari bapak Agus Rubiyanto, Pengawas PAI, Program Semester

Ganjil Kepengawasan PAI SMP, SMA, SMK Tahun Ajaran 2016/2017, di Kantor Pokjawas Kab.

3) Pengukuran dan penilaian terhadap kinerja guru dalam supervisi akademik, pengolahan dan penyajian hasil temuan pembinaan guru dalam supervisi akademik.

b. Program Pemantauan, terdiri dari :

1) Penyusunan program tahunan dan program semester pemantauan 8 standar nasional pendidikan pengawas PAI sekolah.

2) Pelaksanaan pemantauan empat standar nasional pendidikan. c. Program penilaian, terdiri dari :

1) Penyusunan program penilaian kinerja guru untuk pembinaan. 2) Pengukuran dan pemberian penilaian kinerja guru untuk pembinaan. 3) Pengolahan dan menyajikan hasil temuan program penilaian kinerja

guru untuk pembinaan.

4) Perbaikan sistem program penilaian kinerja guru untuk pembinaan. Dari ketiga program tersebut kemudian dijabarkan dalam jadwal dengan berbagai jenis kegiatan dan sub kegiatan yang tersebar dari awal hingga akhir semester. Adapun yang tercantum dalam RKA meliputi fokus masalah kepengawasan, tujuan, indikator keberhasilan, strategi/teknik supervisi, skenario kegiatan, sumber daya yang diperlukan, penilaian dan instrumen.

RKA yang disusun oleh pengawas PAI pada semester ganjil tahun 2016/2017 menentukan dua fokus masalah. Pertama, pembinaan kemampuan guru dalam berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain. Kedua, membimbing guru PAI dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kegiatan siswa (LKS).

Pengawas PAI membuat program-program supervisi tersebut sesuai dengan format yang ditentukan oleh Diknas. Menurutnya, “Program-program yang saya buat itu disesuaikan dengan standar Diknas karena kemarin program-program tersebut saya gunakan untuk syarat kenaikan

pangkat ke IVb”.42 Program-program supervisi tersebut kemudian dijadikan sebagai acuan untuk pelaksanaan supervisi akademik di sekolah-sekolah binaan.

Sementara ini kegiatan supervisi akademik yang dilakukan pengawas PAI baik di SMK Negeri Nusawungu maupun SMK YPE minimal dilaksanakan satu kali dalam satu semester. Sama seperti supervisi internal di SMK, pengawas PAI merencanakan kunjungan ke sekolah-sekolah binaannya minimal satu kali dalam satu semester seperti yang tercantum dalam jadwal yang dibuat. Hal itu disampaikan oleh pengawas sebagai berikut:

program kunjungan ke sekolah binaan saya rencanakan minimal satu kali dalam satu semester berhubung begitu banyak sekolah binaan saya dari Cilacap timur sampai barat. Saya sendiri terkadang ada undangan workshop atau acara lain yang banyak menyita waktu, hingga menyebabkan tidak semua sekolah bisa saya kunjungi termasuk SMK di rayon Kroya.43

Sesuai dengan yang disampaikan oleh pak Imron, guru PAI SMK Negeri Nusawungu sebagai berikut: “Sejak tahun 2013 dan berlakunya kurikulum baru ini, pak Agus sebagai supervisor SMA/K berkunjung ke sekolah kami baru 3 kali, mungkin karena kesibukan beliau”.44

SMK YPE Sampang juga mengakui hal yang sama “pengawas PAI datang berkunjung ke SMK kami sekitar satu semester sekali kadang setahun sekali”.45

Mengenai fokus masalah yang ditekankan dalam pelaksanaan supervisi akademiknya beliau lebih dominan pada aspek administrasi pembelajaran yang dimiliki oleh guru PAI. Seperti yang disampaikan oleh pengawas: “karena keterbatasan waktu saya lebih sering memeriksa dan

42

Hasil wawancara dengan bapak Agus Rubiyanto, S.Pd.I,MM, pengawas PAI SMP dan SMA/K Sederajat rayon Kroya, hari Selasa tanggal 11 April 2017.

43

Hasil wawancara dengan bapak Agus Rubiyanto, S.Pd.I,MM, pengawas PAI SMP dan SMA/K Sederajat rayon Kroya, hari Selasa tanggal 11 April 2017

44

Hasil wawancara dengan bapak Imron, S.Th.I, S.Pd.I., guru PAI SMK Negeri Nusawungu, pada hari Jumat tanggal 21 April 2017.

45

Hasil wawancara dengan bapak Darto, M.Pd.I, guru PAI SMK YPE Sampang, pada hari Sabtu tanggal 15 April 2017.

menilai administrasi pembelajaran yang dimiliki oleh guru PAI saja, saya tidak bisa melaksanakan kunjungan kelas kepada semua guru PAI binaan saya.”46

Selain itu beliau juga beranggapan bahwa jika administrasinya sudah lengkap dan cukup baik masalah pengajaran dikelas beliau serahkan kepada guru karena beliau sudah meyakini bahwa guru-guru PAI mampu mengajar dengan baik sesuai dengan konteks yang ada.

Hal itu dibenarkan oleh guru-guru PAI yang penulis temui, mereka menyampaikan bahwasanya, selama berlangsungnya kurikulum 2013 di sekolah mereka belum pernah kelasnya dikunjungi oleh pengawas. Seperti yang disampaikan oleh beberapa guru PAI sebagai berikut:

Selama kurikulum baru ini pengawas datang ke sini belum pernah mengadakan kunjungan kelas saya, kita hanya diminta mengisi blangko pendataan/survei kondisi siswa, ditanya tentang perangkat mengajar yang dimiliki, dan kegiatan keagamaan yang berjalan.47 Ketika pengawas datang saya kebetulan sedang mengajar di SMP PGRI 4 Nusawungu karena di SMKN Nusawungu saya hanya mencari tambahan jam mengajar agar genap 24 berkaitan dengan sertifikasi saya, sehingga hanya hari-hari tertentu saja saya di SMK, jadi kadang tidak bertemu. Walaupun begitu saya kadang menemui pengawas dan mendapat bimbingan langsung di kantor atau di rumahnya ketika meminta tanda tangan beliau.48

Pak Agus kebetulan baru dua kali ke SMK YPE sejak beliau naik menjadi pengawas SMP dan SMK, dan selama itu belum pernah mengadakan kunjungan kelas untuk saya. Beliau hanya mengecek perangkat pembelajaran saya karena harus lengkap berkaitan dengan pencairan sertifikasi saya kemudian sharing tentang kegiatan keagamaan di sekolah.49

Selain dominan terhadap administrasi pembelajaran, dari hasil wawancara di atas beliau juga menggali informasi dan memberi masukan kepada guru PAI untuk melaksanakan program pembiasaan keagamaan agar

46

Hasil wawancara dengan bapak Agus Rubiyanto, S.Pd.I,MM, pengawas PAI SMP dan SMA/K Sederajat rayon Kroya, hari Selasa tanggal 11 April 2017.

47

Hasil wawancara dengan bapak Imron, guru PAI SMK Negeri Nusawungu, pada hari Jumat tanggal 21 April 2017.

48

Hasil wawancara dengan bapak Siman, guru PAI SMK Negeri Nusawungu, hari Jumat tanggal 7 April 2017.

49

Hasil wawancara dengan bapak Darto, M.Pd.I, guru PAI SMK YPE Sampang pada hari Sabtu tanggal 15 April 2017.

tertanam kehidupan yang Islami. Hal tersebut juga disampaikan oleh bapak Agus Rubianto sendiri selaku pengawas sebagai berikut:

Selain pembelajaran PAI ada yang lebih penting lagi adalah pembiasaan keagamaan karena di sanalah peserta didik itu dilatih untuk mengamalkan ajaran Islam secara langsung karena Islam itu praktek tidak hanya sekedar teori saja. Oleh karena itu, setiap saya berkunjung ke sekolah binaan saya termasuk SMK selalu saya tanyakan kegiatan Islam apa saja yang sudah berjalan. Kemudian saya beri masukan dari ide saya sendiri atau hasil dari kunjungan saya ke sekolah-sekolah lain yang sudah berjalan, seperti tadarus pada 15 menit pertama di awal pagi, asmaul husna, sholat dhuha berjamaah, dan lain-lain.50

Dalam dokumen TESIS HUSEIN YAHYA NIM (Halaman 122-127)