• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prokrastinasi Akademik pada Usia Sekolah Dasar

BAB II KAJIAN TEORI

A. Kajian Teori

3. Prokrastinasi Akademik pada Usia Sekolah Dasar

Masa usia sekolah dasar merupakan masa dimana perubahan emosi sangat kurang stabil, khususnya usia kelas tinggi. Dimana emosi yang mereka miliki adalah pembelajaran dalam menggunakan emosi, baik emosi buruk maupun tidak, kontrol dalam emosi yang dimilikinya. Jika lingkungan keluarga mendidik anaknya dengan emosi kurang stabil (contoh: marah-marah, gampang mengaduh, putus asa, dan tidak optimis terhadap mengatasi permasalahan), maka akan tercetaknya emosi sang anak yang kurang stabil.53

Ketika usia ini pertumbuhan sosial anak mulai keluar dari sikap egosentrisnya dan berpindah kearah kooperatif terhadap lingkungan sekitar, mulai untuk peduli terhadap kepentingan banyak orang. Dibuktikan dengan luasnya hubungan yang anak miliki dengan orang disekitar tidak hanya dengan keluarganya saja, minat sang anak suadah mulai bermain dengan teman-teman yang seumurn dengannya dan sadar jika ia tidak diterimanya di kelompok bermain tersebut.54

Hal-hal tersebut merupakan salah satu faktor anak usia SD/MI bisa memiliki sikap prokrastinasi jika tidak diasah atau dibimbing dengan baik.

Emosi anak dibentuk dari bagaimana ia di didik, dan bagaimana yang telah diungkapkan bahwa emosi anak tergantung lingkungan serta orang tua, jika

53 Syamsu Yusuf dan Nani M. Sugandhi, Perkembangan Peserta Didik (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2014). Hal 63-64

54 Ibid. hal 66

33 orang tua mempunyai sikap emosi yang tidak stabil akan menimbulkan sikap pesimis dan tidak percaya diri pada dirinya. Sikap ini akan timbul pada jati dirinya dan akan bepengaruh pada proses akademiknya sehari-hari.

Berkembangnya rasa emosi akan kecemasan dan ketakutan diakibatkan cara orang tua mendidik sang anak dengan gaya otoriter. Sedangkan perkembangan emosi akan semangat dan rasa dimiliki seutuhnya merupakan cara orang tua mendidik sang anak dengan cara toleran dan demokratis.55

Pada dasarnya bentuk emosi masa kanak-kanak dan masa remaja adalah sama-sama mirip. Hanya saja titik perbedaan keduanya tertuju pada besarnya rangasangan atau besarnya pemantik pada emosi yang dimilkinya, dan juga bagaimana pribadi tersebut mengendalikan emosi yang dimilikinya, rasa kasih sayang, rasa cemas atau kekalutan, sedih, gembira, dan sebagainya.56

Pada masa anak menginjak usia sekolah dasar mereka memiliki salah satu sikap sosiosentris, dimana mereka menjalani berbagai cara agar dapat diterima oleh teman yang seumuran dengannya untuk bermain dan berinteraksi sosial. Anak pada masa ini mudah sekali terpengaruh terhadap hal tersebut dan dunia kesenangan mereka, anak akan memilih hal demikian daripada mengerjakan tugas yang dimilkinya, manakala semua hal ini menjurus kearah negatif. Maka penjurusan kearah negatiflah dapat menyebabkan penundaan pada tugas akademik yang dimilikinya.

Untuk ukuran anak pada usia SD/MI mereka memiliki sikap tertentu pada tugas yang mereka dapati ketika disekolah, bagaimana anak mengerjakan suatu hal terhadap tugas tersebut. Apabila tugas yang dimilikinya adalah suatu hal yang menantang, maka sikap yang ditunjukan sikap yang berapi-api ketika ia mengerjakan tugas tersebut, akan berbeda

55 H. Sunarto dan B. Agung Hartono, Perkembangan Peserta Didik (Jakarta: Rineka Cipta Jakarta, 2006). hal 164

56 Ibid, hal 151

34 dengan sang anak yang beranggapan bahwa tugas adalah suatu yang buruk, suatu yang memusingkan, maka yang akan terlihat adalah sikap berat dalam mendapatkan hal tersebut, sebuah beban yang sulit untuk diterima.

Diibaratkan pula dengan kondisi dalam belajar, apabila anak enggan belajar kadang halnya sang anak memeprlihatkan keadaan psikis yang terpaksa atau stress, hal lain terjadi pula dengan kondisi kesehatan jasmani dan rohaninya akan mempengaruhi prokrastinasi akademik siswa. Bagi sekolah yang melaksanakan full day school, maka harus berfikir kembali untuk memikirkan kesehatan mental jasmani dan rohani anak dalam kegiatan belajar mengajar.57

Salah satu faktor prokrastinasi akademik adalah kondisi tertekan dan kelelahan (stress and fatigue). Jika keadaan demikian terjadi pada kondisi siswa dan akan menyerang kondisi psikis siswa dalam belajar, maka tidak menutup kemungkinan proses belajar siswa akan terpengaruh dan akan mengalami prokrastinasi akademik jika tidak diperhatikan kondisi Siswa tersebut.

Perkembangan psikososial pada masa usia sekolah dasar sudah memiliki kebisaan dalam dirinya yang manakala memiliki keistimewaan dari temannya. Anak sudah mulai memancing perhatian-perhatian kecil dan achievement pada hasil ciptaanya. Rasa tanggung jawab yang dimilikinya serta giat belajar juga salah satu sikap yang ditunjukan pada masa usia tersebut. Hal semua ini akan menjadi bahaya apabila rasa percaya diri sang anak timbul, yang pada akhirnya anak merasa tidak bisa mengerjakan tugas seperti teman sebayanya.58

57 Jauharoti Alfin et al., “Analisis Karakteristik Siswa Pada Tingkat Sekolah Dasar,” Prosiding Halaqoh Nasional & Seminar Internasional Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya (2015): 198.

58 Rima Trianingsih, “Pengantar Praktik Mendidik Anak Usia Sekolah Dasar,” Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI 3, no. 2 (2016): 201

35 Karakteristik pada usia sekolah dasar bermacam-macam, dan karakteristik ini akan tumbuh seiring dengan usia yang bertambah pula.

Mulai dari karakteristik intelegensi, moral, perkembangan emosi, bahasa, etika, dan lain sebagainya sesuai dengan teori-teori psikologi perkembangan.

Bagaimana yang sudah dipaparkan sebelumnya karakteristik mereka bisa saja terjadi sikap penyelewengan dari sikap baik atau yang sebenarnya, apabila tidak di didik atau dibiasakan yang sebagaimana mestinya. Karena prokrastinasi akademik ini adalah sikap negatif terhadap perilaku maka bisa terjadilah sikap negatif ini kepada siswa usia sekolah dasar apabila tidak di didik sebagaimana mestinya, atau hal ini bisa saja terjadi karena suatu hal pembiasaan yang dibiarkan begitu saja oleh lingkungan sekitar, baik disekolah, rumah, ataupun masyarakat. Maka terbentuklah sikap prokarstinasi akademik ini terhadap perkembangan proses belajar anak usia SD/MI.

Dokumen terkait