Pernyataan Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan
Laporan posisi keuangan konsolidasian pembuka BPJS Ketenagakerjaan disusun berdasarkan laporan posisi keuangan konsolidasian penutup PT Jamsostek (Persero), entitas anak, dan entitas bertujuan khusus yang telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).
Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Pembuka
Laporan keuangan disusun dan disajikan mengikuti Pedoman Akuntansi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Pedoman Akuntansi BPJS disusun dengan mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia. Acuan yang digunakan dalam penyusunan Pedoman Akuntansi ini antara lain: a. Standar Akuntansi Keuangan;
b. Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan; c. International Financial Reporting Standards; dan
d. Peraturan perudang-undangan dan peraturan pelaksanaan yang berhubungan dengan Program Jaminan Ketenagakerjaan.
Kebijakan akuntansi yang diatur dalam Pedoman Akuntansi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial mulai diterapkan pada tanggal 1 Januari 2014 adalah sebagai berikut:
a. Pengklasifikasian aset keuangan awal dalam kategori Diukur Pada Nilai Wajar Melalui Penghasilan Neto, Tersedia Untuk Dijual, Dimiliki Hingga Jatuh Tempo, dan Pinjaman yang Diberikan dan Piutang, sesuai persyaratan masing-masing klasifikasi berdasarkan kondisi pada tanggal tersebut;
b. Jumlah tercatat aset awal sesuai laporan posisi keuangan pembuka yang ditetapkan pemerintah;
c. Jumlah tercatat liabilitas awal sesuai laporan posisi keuangan pembuka yang ditetapkan pemerintah; dan
d. Jumlah tercatat ekuitas awal sesuai laporan posisi keuangan pembuka yang ditetapkan pemerintah.
Laporan keuangan pembuka merupakan laporan yang disusun untuk memenuhi ketentuan dalam UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial pasal 62 ayat 2 (c) disebutkan bahwa Menteri Badan Usaha Milik Negara selaku Rapat Umum Pemegang Saham mengesahkan Laporan Posisi Keuangan Penutup PT Jamsostek (Persero) setelah dilakukan audit oleh kantor akuntan publik dan Menteri Keuangan mengesahkan posisi laporan keuangan Pembuka BPJS Ketenagakerjaan dan laporan posisi keuangan pembuka Dana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Laporan posisi keuangan konsolidasian pembuka BPJS Ketenagakerjaan disusun berdasarkan laporan posisi keuangan konsolidasian penutup PT Jamsostek (Persero), entitas anak, dan entitas bertujuan khusus per 31 Desember 2013 yang telah diaudit oleh kantor akuntan independen dan telah disahkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara sesuai dengan Surat Keputusan Nomor: SK-50/MBU/2014 tanggal 11 Maret 2014 tentang Pengesahan Laporan Keuangan Penutup per 31 Desember 2013 Perusahaan Persero Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Persero).
Properti Investasi
Properti investasi adalah penanaman dana investasi BPJS Ketenagakerjaan pada tanah atau bangunan yang tidak digunakan untuk kegiatan operasional dan ditujukan untuk menghasilkan pendapatan investasi.
Investasi dalam properti tanah disajikan sebesar biaya perolehannya properti investasi tanah tidak disusutkan, karena BPJS Ketenagakerjaan berniat untuk memperpanjang haknya apabila periode haknya telah berakhir. Investasi dalam properti bangunan disajikan sebesar harga perolehannya dikurangi dengan akumulasi penyusutannya. Properti bangunan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus sebesar persentase tetap 5% per tahun dari harga perolehannya.
Estimasi Umur Manfaat Properti Investasi, Aset Tetap dan Sarana Kesejahteraan Peserta BPJS Ketenagakerjaan, entitas anak, dan entitas bertujuan khusus melakukan penelahaan berkala atas masa manfaat ekonomis properti investasi, aset tetap dan sarana kesejahteraan peserta berdasarkan faktor-faktor seperti kondisi fisik dan teknis serta perkembangan teknologi di masa depan. Hasil operasi di masa depan akan dipengaruhi secara material atas perubahan estimasi ini yang diakibatkan oleh perubahan faktor yang telah disebutkan di atas.
Adopsi Standar Baru Maupun Revisi Standar dan Intepretasi (Revisi atas PSAK dan ISAK)
a. Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan
Berikut adalah standar baru, perubahan atas interpretasi standar yang wajib diterapkan untuk pertama kalinya untuk tahun buku yang dimulai 1 Januari 2014: - ISAK No. 27 : Pengalihan Aset dari pelanggan
- ISAK No. 28 : Pengakhiran Liabilitas Keuangan dengan Instrumen Ekuitas b. Perubahan Kebijakan Akuntansi Selama Periode Berjalan
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Jamsostek (Persero) Nomor: KEP/461/122013 tanggal 31 Desember 2013 tentang Pedoman Akuntansi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2014. Pada tahun 2014, BPJS Ketenagakerjaan mengeluarkan beberapa kebijakan baru antara lain sebagai berikut:
1) PSAK 50 (Revisi 2010) dan PSAK 55 (Revisi 2011)
Kebijakan baru atas piutang properti investasi merupakan kelanjutan dari penerapan PSAK 50 (Revisi 2010) dan PSAK 55 (Revisi 2011) berdasarkan Keputusan Direksi Nomor: KEP/84/032014
2) PSAK 13 (Revisi 2011)
Kebijakan baru atas properti investasi merupakan penerapan PSAK 13 (Revisi 2011): Pengakuan Properti Investasi yang diterapkan pada 2014 sesuai Keputusan Direksi Nomor: KEP/85/032014 tentang klasifikasi properti investasi berdasarkan tujuan penggunaannya.
Pernyataan Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan
Laporan keuangan pembuka Dana Jaminan Sosial (DJS) Ketenagakerjaan Program Jaminan Hari Tua (JHT) disusun berdasarkan laporan konsolidasian penutup PT Jamsostek (Persero) yang telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).
Dasar Penyusunan, Pengukuran dan Asumsi Dasar Laporan Keuangan Laporan keuangan disusun dan disajikan mengikuti Pedoman Akuntansi Program Jaminan Hari Tua. Pedoman Akuntansi Program JHT disusun dengan mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia. Acuan yang digunakan dalam penyusunan Pedoman Akuntansi ini antara lain:
a. Standar Akuntansi Keuangan;
b. Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan; c. International Financial Reporting Standards; dan
d. Peraturan perudang-undangan dan peraturan pelaksanaan yang berhubungan dengan Program JHT.
Kebijakan akuntansi yang diatur dalam Pedoman Akuntansi Program Jaminan Hari Tua mulai diterapkan pada 1 Januari 2014 adalah sebagai berikut:
1) Penentuan aset investasi awal yang akan diukur pada nilai wajar dan yang akan diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi sesuai persyaratan sesuai dengan kondisi pada tanggal tersebut;
2) Jumlah tercatat aset awal sesuai laporan posisi keuangan pembuka yang ditetapkan pemerintah;
3) Jumlah tercatat liabilitas awal sesuai laporan posisi keuangan pembuka yang ditetapkan pemerintah;dan
4) Jumlah tercatat aset neto awal sesuai laporan posisi keuangan pembuka yang ditetapkan pemerintah.
Laporan keuangan pembuka merupakan laporan yang disusun untuk memenuhi ketentuan dalam UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial pasal 62 ayat 2 huruf c disebutkan bahwa Menteri Badan Usaha Milik Negara selaku Rapat Umum Pemegang Saham mengesahkan Laporan Posisi Keuangan Penutup PT Jamsostek (Persero) setelah dilakukan audit oleh kantor akuntan publik dan Menteri Keuangan mengesahkan Posisi Laporan Keuangan Pembuka BPJS Ketenagakerjaan dan Laporan Posisi Keuangan Pembuka Dana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Laporan Aset Neto Pembuka Program JHT disusun berdasarkan laporan posisi keuangan penutup PT Jamsostek (Persero) per 31 Desember 2013 yang telah diaudit oleh kantor akuntan independen dan telah disahkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara sesuai dengan Surat Keputusan Nomor: SK- 50/MBU/2014 tanggal 11 Maret 2014 tentang Pengesahan Laporan Keuangan Penutup per 31 Desember 2013 Perusahaan Persero Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Persero).
Properti Investasi
Pengelolaan properti investasi mengacu pada Keputusan Direksi Nomor KEP/85/032014 mengenai klasifikasi properti investasi, klasifikasi properti investasi berdasarkan tujuan penggunaanya sebagai berikut:
a. Tanah;
c. Aset Fasilitas Properti; d. Peralatan Properti;
e. Peralatan Lain Properti;dan f. Aset Properti Dalam Konstruksi.
Aset Properti Investasi dikuasai oleh Program Jaminan Hari Tua untuk menghasilkan sewa (rent) atau untuk kenaikan nilai atau keduanya. Properti investasi diukur pada nilai wajar. Nilai wajar properti investasi diakui berdasarkan penilaian (appraisal) oleh pihak yang berkompeten dan ditunjuk berdasarkan Keputusan Direksi. Perubahan nilai wajar properti investasi diakui pada laporan perubahan aset neto. Properti investasi dihentikan pengakuannya (dikeluarkan) dari laporan posisi keuangan pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui dalam laporan perubahan aset neto dalam tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut.
Akun properti investasi merupakan penempatan dana investasi program JHT per 1 Januari 2014 dalam bentuk properti investasi sesuai Keputusan Direksi Nomor: KEP/461/122013 tentang Pedoman Akuntansi Program JHT, pencatatan properti investasi program JHT mengacu pada PSAK 18 (Revisi 2010) “Entitas Purna Karya”, yaitu menggunakan model nilai wajar untuk pengukuran setelah pengakuan awal. Laba atau rugi antara biaya historis dan nilai wajar diakui di dalam laporan perubahan aset neto. Nilai wajar properti investasi per 1 Januari 2014 ditentukan berdasarkan hasil laporan Penilai Independen sebagai berikut: a. Laporan Penilaian Properti oleh KJPP Muhammad Taufik Nomor : 122-01/PNL/MT/VIII/13 tanggal 12 Agustus 2013 tentang Laporan Penilaian Properti untuk Menara Jamsostek. Dalam menentukan nilai wajar, Penilai Independen menggunakan metode penilaian dengan menggunakan pendekatan pendapatan dengan metode arus kas yang didiskonto dan pendekatan kalkulasi biaya.
b. Laporan Penilaian Properti oleh KJPP Muttaqin Bambang Purwanto Rozak Uswatun dan Rekan Nomor :
0251-F/PNL/MBPRU-JKT/VII/13 tanggal 31 Juli 2013 tentang Penilaian Aset yang berlokasi Jalan Raya Cariu, Desa Sirna Sari, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor. Dalam menentukan nilai wajar, Penilai Independen menggunakan metode penilaian dengan menggunakan pendekatan nilai pasar dan nilai jual paksa.
c. Laporan Penilaian Properti oleh KJPP Firman Azis dan Rekan Nomor : 54/KJPP_FA&R.BDG/ATB /UM/2/ 2012 tanggal 13 Februari 2012 tentang Penilaian Aset yang berlokasi Jalan Desa Majasari RT 08/RW02, Desa Kamarung, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dalam menentukan nilai wajar. Penilai Independen menggunakan metode penilaian dengan menggunakan pendekatan perbandingan data pasar, pendekatan pendapatan dan pendekatan biaya.
Adopsi Standar Baru Maupun Revisi Standar dan Intepretasi (Revisi atas PSAK dan ISAK)
a. Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan
Berikut adalah standar baru, perubahan atas interpretasi standar yang wajib diterapkan untuk pertama kalinya untuk tahun buku yang dimulai 1 Januari 2014: - ISAK No. 27 : Pengalihan Aset dari pelanggan
- ISAK No. 28 : Pengakhiran Liabilitas Keuangan dengan Instrumen Ekuitas b. Perubahan Kebijakan Akuntansi Selama Periode Berjalan
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Jamsostek (Persero) Nomor KEP/461/122013 tanggal 31 Desember 2013 tentang Pedoman Akuntansi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, menetapkan Pedoman Akuntansi Program Jaminan Hari Tua yang mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2014. Pada tahun 2014 Perusahaan mengeluarkan beberapa kebijakan baru antara lain sebagai berikut:
1) PSAK 50 (Revisi 2010) dan PSAK 55 (Revisi 2011)
Kebijakan baru atas piutang properti investasi merupakan kelanjutan dari penerapan PSAK 50 (Revisi 2010) dan PSAK 55 (Revisi 2011) berdasarkan Keputusan Direksi Nomor : KEP/84/032014.
2) PSAK 13 (Revisi 2011)
Kebijakan baru atas properti investasi merupakan penerapan PSAK 13 (Revisi 2011): Pengakuan Properti Investasi yang diterapkan pada 2014 sesuai Keputusan Direksi Nomor : KEP/85/032014 tentang klasifikasi properti investasi berdasarkan tujuan penggunaannya.
DAFTAR PUSTAKA https://www.staff.blog.ui.ac.id.martani2011PSAK-13-Properti-Investasi-IAS-40 120112.pptx&usg=AFQjCNHpfU320KOfywZzCgDjT0PnrRDIJw&sig2=TgloXz 9n8bQ35i5FUz3Yg&bvm=bv.104226188,d.c2E https://www.staff.blog.ui.ac.id.martani2011PSAK-30-Sewa-ISAK-8120212.pptx &usg=AFQjCNFWm1ttUwp7JnXUpePxzqVtUEebSA&sig2=CMakt6bHBZDem M9ossyTSg&bvm=bv.104226188,d.c2E https://www.staff.blog.ui.ac.id.martani2011%2F04%2FPSAK-48-Penurunan- Nilai-Aset-IAS-36-Impairment-15092014.pptx&usg=AFQjCNHv_TJESc016lA6Wgyw52bKCYKSGQ&sig2=a7 VE57sOLOXjYK_P8V2tAQ&bvm=bv.104226188,d.c2E https://www.staff.blog.ui.ac.id.martanipendidikanartikel-psak%2Fimpairment-aset %2F&usg=AFQjCNHfnI7DTg0K77mBJCaV2yVN8QywpA&sig2=ViCoItzOQd ZYWYbS88AvYw&bvm=bv.104226188,d.c2E http://www.staff.uny.ac.id.pengabdian-indah-mustikawati-seakt-msiFppm-2012- materi-aset- tetap.pdf&usg=AFQjCNHHKzq3dU342HCSgrS2hYInUbgcVw&sig2=PXD3Tl-kNW p2pl3vA9XiQ&bvm=bv.104226188,d.c2E http://www.merdeka.com www.bpjsketenagakerjaan.go.id