• Tidak ada hasil yang ditemukan

TANIN SEBAGAI INHIBITOR KOROSI LOGAM

D. PROSEDUR EKSPERIMEN 1. Preparasi sampel plat besi

Sampel plat besi dibuat berukuran 5x2x0,2 cm. Bagian atas dari besi dilubangi dengan paku agar bisa digantung waktu proses perendaman. Kemudian besi dibersihkan menggunakan amplas, setelah itu besi dicuci dengan akuades. Besi kemudian dikeringkan menggunakan oven sampai berat besi konstan. Sebelum dilakukan penimbangan, plat besi didinginkan dalam eksikator.

2. Pembuatan larutan induk inhibitor tanin sintetik a. Larutan Inhibitor tanin sintetik 1000 ppm

b. Larutan Inhibitor tanin sintetik 3000 ppm

Timbang 3 gram tanin sintetik, masukan ke dalam labu ukur, kemudian tambahkan akuades hingga volume 1000 ml.

c. Larutan Inhibitor tanin sintetik 5000 ppm

Timbang 5 gram tanin sintetik, masukan ke dalam labu ukur, kemudian tambahkan akuades hingga volume 1000 ml.

Buat larutan inhibitor larutan sintetik pada konsentrasi 2000 ppm dan 4000 ppm. Selanjutnya masing-masing larutan diukur berat jenisnya menggunakan piknometer. Kemudian dibuat grafik persamaan liniernya. Persamaan linier ini digunakan untuk mengecek konsentrasi larutan inhibitor ekstrak teh.

3. Pembuatan larutan induk inhibitor tanin dari ekstrak teh

Pembuatan larutan ekstrak teh dilakukan dengan cara mengekstrak secara langsung dari daun teh kering. Dalam landasan teori sudah dijelaskan bahwa kandungan tanin dalam teh adalah 20-30% dari berat kering daun teh. Asumsi yang digunakan adalah kandungan tanin dalam daun teh kering adalah 20%. Sehingga dalam 1 kg berat kering daun teh terdapat 200 gram tanin. Oleh karena itu untuk memperoleh 1 gram tanin diperlukan 5 gram daun teh kering, dan untuk memperoleh 3 gram tanin diperlukan 15 gram daun teh kering serta untuk memperoleh 5 gram tanin diperlukan 25 gram daun teh kering. Adapun cara pembuatan larutan induk inhibitor tanin dari ekstrak teh adalah sebagai berikut:

a. Larutan Inhibitor tanin dari ekstrak teh 1000 ppm

Timbang 5 gram daun teh kering masukan dalam beker glass tambahkan 950 ml akuades panas. Setelah dingin, disaring dan masukan ke dalam labu ukur, kemudian tambahkan akuades hingga volume 1000 ml.

b. Larutan Inhibitor tanin dari ekstrak teh 3000 ppm

Timbang 15 gram daun teh kering masukan ke dalam beker glass tambahkan 950 ml akuades panas. Setelah dingin, disaring dan masukan ke dalam labu ukur, kemudian tambahkan akuades hingga volume 1000 ml.

c. Larutan Inhibitor tanin dari ekstrak teh 5000 ppm

Timbang 25 gram daun teh kering masukan dalam beker glass tambahkan 950 ml

akuades panas. Setelah dingin, disaring dan dimasukan ke dalam labu ukur, kemudian tambahkan akuades hingga volume 1000 ml.

d. Pengecekan konsentrasi larutan inhibitor ekstrak teh

Lakukan prosedur yang sama seperti pada larutan inhibitor tanin sintetik dengan mengukur berat jenis.

4. Prosedur percobaan a. Kontrol

• Sampel plat dibersihkan dengan cara diamplas dibersihkan dengan akuades dikeringkan dengan menggunakan oven dan didinginkan dengan menggunakan desikator untuk mencegah terjadinya penyerapan uap air dari udara. Plat besi kemudian diamplas dan ditimbang untuk mengetahui berat awal.

• Disiapkan 6 buah beker glass ukuran 500 ml diisi dengan 400 ml air laut. Plat besi yang telah disiapkan kemudian dimasukkan ke dalam masing-masing beker glass. Variasi waktu perendaman 5, 10, dan 15 hari dengan pengulangan 3 kali.

• Setelah proses perendaman sesuai dengan variasi waktu, plat besi kemudian diangkat, dicuci dengan menggunakan akuades, dan dikeringkan dengan menggunakan oven dan didinginkan dengan menggunakan desikator untuk mencegah terjadinya penyerapan uap air dari udara. Plat besi kemudian diamplas dan ditimbang untuk mengetahui berat akhir.

• Lakukan perhitungan laju korosi menggunakan rumus sebagai berikut (Irianty dan Komalasari, 2013):

r = Keterangan : r : Laju korosi

Wo : Berat awal besi (gr) Wf : Berat akhir besi (gr)

A : Luas permukaan plat besi yang terkorosi (cm2) t : waktu

b. Perlakukan dengan ekstrak teh dengan konsentrasi 1000, 3000, dan 5000 ppm • Sampel plat besi dibersihkan dengan akuades dikeringkan dengan menggunakan

oven dan didinginkan dengan menggunakan desikator untuk mencegah terjadinya penyerapan uap air dari udara. Plat besi kemudian diamplas dan ditimbang untuk mengetahui berat awal.

• Disiapkan 6 buah beker glass ukuran 500 ml diisi dengan 300 ml air laut. Kemudian masukan larutan inhibitor dengan konsentrasi 1000 ppm sebanyak 100 ml. Plat besi yang telah disiapkan kemudian dimasukkan ke dalam masing-masing beker glass. Variasi waktu perendaman 5, 10, dan 15 hari dengan pengulangan 3 kali. • Setelah proses perendaman sesuai dengan variasi waktu, plat besi kemudian

diangkat, dicuci dengan menggunakan akuades, dan dikeringkan dengan menggunakan oven dan didinginkan dengan menggunakan desikator untuk mencegah terjadinya penyerapan uap air dari udara. Plat besi kemudian diamplas dan ditimbang untuk mengetahui berat akhir.

dan Komalasari, 2013): r = Keterangan : r : Laju korosi

wo : Berat awal besi (gr) wf : Berat akhir besi (gr)

A : Luas permukaan plat besi yang terkorosi (cm2) t : waktu

Luas permukaan plat besi yang terkorosi dapat dihitung dengan persamaan:

Luas permukaan = 2(pxl+pxt+lxt)-(2µr2)+(2µrt)

= 2(5x2+5x0,2+2x0,2) - ( 2x3,14x0,12) + (2x3,14x0,1x0,2) cm2 = 22,8628 cm2

• Tahapan yang sama dilakukan untuk perlakukan dengan konsentrasi 3000 dan 5000 ppm

c. Perlakukan dengan tanin sintetik dengan konsentrasi 1000, 3000, dan 5000 ppm • Sampel plat besi dibersihkan dengan akuades dikeringkan dengan menggunakan

oven dan didinginkan dengan menggunakan desikator untuk mencegah terjadinya penyerapan uap air dari udara. Plat besi kemudian diamplas dan ditimbang untuk mengetahui berat awal.

• Disiapkan 6 buah beker glass ukuran 500 ml diisi dengan 300 mlair laut. Kemudian masukkan larutan inhibitor dengan konsentrasi 1000 ppm sebanyak 100 ml. Plat besi yang telah disiapkan kemudian dimasukkan ke dalam masing-masing beker glass. Variasi waktu perendaman 5, 10, dan 15 hari dengan pengulangan 3 kali. • Setelah proses perendaman sesuai dengan variasi waktu, plat besi kemudian

diangkat, dicuci dengan menggunakan akuades, dan dikeringkan dengan menggunakan oven dan didinginkan dengan menggunakan desikator untuk mencegah terjadinya penyerapan uap air dari udara. Plat besi kemudian diamplas dan ditimbang untuk mengetahui berat akhir.

• Dilakukan perhitungan laju korosi menggunakan rumus yang sama seperti pada control.

• Tahapan yang sama dilakukan pula pada perlakukan 3000 dan 5000 ppm

0,2 cm 5 cm

2 cm 0,2 cm

5. Penentuan efektifitas ekstrak teh dan tanin sintetik sebagai inhibitor

Dalam menentukan efektifitas atau kemampuan ekstrak teh dan tanin sintetik dalam menghambat korosi besi dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Irianty dan Komalasari, 2013):

%E : efisiensi inhibisi (%)

r1 : laju korosi tanpa inhibitor (gr/cm2.hari) r2 : laju korosi dengan inhibitor (gr/cm2.hari)

Untuk memudahkan dalam analisis data, maka data yang didapatkan dimasukan dalam tabel rancangan percobaan dan dihitung rata-rata dari ketiga ulangan dari tiap-tiap perlakuan dan variasi waktu. Kemudian data dari tabel tersebut dibuat dalam bentuk grafik untuk mempermudah dalam pembacaan analisis.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. KADAR TANIN DALAM EKSTRAK TEH

Kegiatan preparasi ini dilakukan untuk memastikan konsentrasi atau kadar tanin dalam ekstrak teh. Preparasi dilakukan dengan cara membuat larutan tanin sintetik dengan konsentrasi 1000 ppm, 2000 ppm, 3000 ppm, 4000 ppm, dan 5000 ppm. Kemudian larutan-larutan yang sudah dibuat tersebut diukur berat jenisnya. Hasil pengukuran berat jenis tersebut dimasukan dalam tabel dan dibuat persamaan liniernya menggunakan program excel. Hasilnya ditampilkan dalam Grafik 8.1.

Berdasarkan persamaan y = 0,00363x + 1,00793, maka diketahui bahwa teh hitam merek B mengandung tanin dengan kadar ± 20% dan teh hijau merek B mengandung ± 23% tanin. Hal ini selaras dengan pernyataan Fajriati (2006) yang menyatakan bahwa teh mengandung 20-30% tanin. Oleh karena itu, untuk mempermudah dalam pembuatan larutan inhibitor induk ekstrak teh digunakan teh hitam merek B. Sehingga nantinya kandungan tanin dalam larutan ekstrak teh dan tanin sintetik pada larutan perlakukan akan sama pada konsentrasi yang sama.

Grafik 8.1 Persamaan Linier Konsentrasi dan BJ Tanin Sintetik

B. KOMPOSISI DAN SALINITAS AIR LAUT PANTAI GLAGAH SERTA KOMPOSISI PLAT