• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

B. LANDASAN TEORI

4. Prosedur Memasuki Enclosed Space

Sebelum memasuki ruang tertutup, suatu penilaian harus dilakukan kepada ruangan ruangan tersebut oleh seseorang yang berwenang dan bertangung jawab.

Adapun prosedur yang perlu di lakukan menurut IMO Resolution A.864(20) untuk memasuki ruang tertutup adalah sebagai berikut : a. Memastikan bahwa ruangan tertutup yang akan dimasuki sudah

memenuhi syarat.

Di atas kapal pasti ada ruang tertutup, tapi tidak semua dari ruang tertutup tersebut dapat dimasuki oleh awak kapal.Ruang tertutup tersebut juga memiliki beberapa persyaratan untuk awak kapal agar dapat memasukinya.

b. Memastikan ventilasi yang terdapat pada ruang tertutup.

Sebelum memasuki ruang terturup, seluruh akses harus dibuka setidaknya satu pintu masuk yang dibuka pada setiap ujung ruangan yang terkait. Pergantian udara harus dimulai minimal 24 jam sebelum ruang dapat dimasuki.

Pergantian udara dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini, walaupun akan lebih baik untuk menggunakan bentuk-bentuk mekanik:

1) Di laut / pelabuhan – normalnya dapat menggunakan pertukaran udara alami, kecuali kapal dilengkapi dengan

peniup angin mekanis portable atau kipas angin. Pertukaran udara alami dapat dibantu dengan menggunakan layar atau kain (cowls) untuk mengarahkan aliran udara ke dalam ruangan.

2) Di galangan kapal – pada keadaan normal, pertukaran udara akan melibatkan peniup udara mekanik portable atau kipas angin yang disediakan oleh galangan kapal.

c. Menguji atmosfer yang berada dalam ruang tertutup hingga dinyatakan aman.

Sebelum memasuki ruang tertutup, atmosfer di dalam ruangan harus diuji. Pada keadaan normal, alat yang dibutuhkan adalah penganalisa kadar oksigen dan sebuah pengukur gas yang mudah terbakar yang mengukur batas ledak yang lebih rendah (batas mudah terbakarnya lebih rendah) dari gas pada campuran udara.

Pengujian atmosfer hanya akan dilakukan oleh personil yang terlatih khusus. Instruksi-instruksi dari pabrikan harus dipatuhi.Di dalam IMO Resolution A.864 (20) menyatakan bahwa untuk dapat dimasuki, angka pada meteran kadar oksigen harus menunjukan volume oksigen stabil sebesar 21%.

d. Memastikan bahwa ruang tertutup telah siap untuk dimasuki.

Sebelum melakukan operasi, orang yang berwenang berkewajiban untuk menilai area yang berpotensi bahaya. Hal yang perlu diperhatikan sebelum memasuki ruang tertutup:

1) Kurangnya pertukaran udara/ventilasi.

2) Bahaya yang terkait dengan lingkungan dari ruang yang dimasuki, misalnya ruang kargo, kargo apa yang diangkut terakhir dan dijelaskan bahaya-bahaya yang terkait dengan tipe-tipe kargo khusus.

3) Temperatur / suhu dari ruang tertutup.

4) Setiap mesin atau elemen-elemen pekerjaan yang dapat menimbulkan bahaya kepada orang yang memasuki ruangan itu, seperti:

a) Katup yang mungkin harus dikosongkan / diamankan pada posisi tertutup (misalnya, diikat dengan tali atau bisa diamankan dengan rantai dan gembok).

b) Tanda-tanda peringatan harus diletakan pada elemen- elemen pengendali yang mengoperasikan mesin/peralatan pada ruang terkait untuk mengingatkan personil dari proses masuk yang sedang berlangsung.

c) Mesin harus di non-aktifkan sementara dengan melepas sekering dan pemutus gelombang untuk mencegah kecelakaan penggunaan.

e. Memastikan ketersediaan peralatan penyelamatan dan resusitasi yang memadai pada pintu masuk ruang tertutup.

Secara khusus, pada kapal tangker dan kapal-kapal lainnya yang mengangkut produk-produk yang mudah terbakar, seluruh peralatan haruslah tipe yang disetujui (dan harus tahan terhadap percikan saat dibutuhkan) dan untuk mempercepat proses

penyelamatan, merupakan tindakan yang bagus untuk meletakan peralatan keselamatan pada pintu masuk menuju ruangan.

Peralatan-peralatan tersebut termasuk:

1) SCBA (Self Contained Breathing Apparatus (’Alat Bantu Pernafasan’)) dengan silinder cadangan yang terisi penuh.

Gambar 2II.2Self Contained Breathing Apparatus

Sumber : Inventaris KM Sanus 115

2) Menggunakan jaring pengaman dan penyelamatan. Jaring pengaman harus memiliki panjang dan kekuatan yang sesuai dan dapat dilepaskan bila terjadi belitan.

Gambar 2.3 Jaring Pengaman

Sumber : Inventaris KM Sanus 115

3) Senter penerangan.

Gambar 2.4 Senter Penerangan

Sumber : Inventaris KM Sanus 115

4) Tandu.

Gambar 2II.5 Tandu

Sumber : Inventaris KM Sanus 115

5) Penganalisa Gas, meteran oksigen.

Gambar 2. 6 Meteran Oksigen

Sumber : Shipownersclub.com

6) Peralatan Resusitasi.

Gambar 2. 7Emergency Resusiation

Sumber :Shipownersclub.com

f. Adanya orang yang cukup berpengalaman pada pintu masuk.

Sebelum dan pada saat inspeksi ruang tertutup, penting sekali untuk memastikan bahwa petugas yang ditunjuk atau anggota dari pekerja bersiap jaga di seluruh pintu masuk. Dalam situasi apapun, orang yang berjaga dan siap siaga sampai pekerja yang memasuki ruang tertutup keluar dengan selamat.

g. Menyediakan alat komunikasi yang digunakan untuk memasuki enclosed space.

Sarana komunikasi sangat dibutuhkan dalam memasuki enclosed space, alat komunikasi tersebut disediakan untuk masing-masing pekerja yang memasuki enclosed space maupun pekerja yang berjaga pada akses pintu masuk dan juga ahli yang diberikan kewenangan atau orang yang bertanggung jawab atau seluruh orang yang terkait dalam ruang mesin. Alat komunikasi telah ditetapkan sebelum memasuki enclosed space dan diuji dengan frekuensi / waktu yang telah diatur sebelumnya disetujui antara pihak untuk memastikan berjalannya komunikasi.

Komunikasi dilakukan dengan menggunakan sarana yang tepat, dengan menggunakan radio genggam yang mudah digunakan dimanapun.

Gambar 2. 8 Radio Genggam

Sumber : Inventaris KM Sanus 115

h. Memastikan ketersediaan akses yang aman dan pencahayaan yang memadai.

Pencahayaan yang sesuai dan memadai harus dipasang sejauh mungkin dan bilamana memungkinkan.Seluruh kemungkinan akses yang dilalui harus dibuka untuk menambah pertukaran udara / ventilasi dan cahaya. Orang-orang yang memasuki ruang tertutup dimana ada kemungkinan atmosfer yang berpotensi memiliki daya ledak, harus dibekali dengan alat yang aman secara intrinsik.

i. Memakai alat perlindungan diri untuk memasuki ruangan tertutup.

Merupakan hal yang penting untuk menilai setiap operasi memasuki ruang tertutup dengan dasar kasus per kasus sebagai jenis perlengkapan yang dibutuhkan, akan bergantung kepada keadaan pada saat itu.

Perlengkapan dasar dapat meliputi:

1) Helm.

Gambar 2. 9 Helm

Sumber : Inventaris KM Sanus 115

2) Sarung tangan.

Gambar 2. 10 Sarung Tangan

Sumber : Inventaris KM Sanus 115

3) Kacamata / pelindung mata.

Gambar 2.11 Kacamata Safety

Sumber : Inventaris KM Sanus 115

4) Pelindung telinga.

Gambar 2.12 Pelindung Telinga

Sumber : Inventaris KM Sanus 115

5) Senter.

Gambar 2II.13 Senter Penerangan

Sumber : Inventaris KM Sanus 115

6) Safety shoes.

Gambar 2.14Safety Shoes

Sumber : Inventaris KM Sanus 115

7) Baju pelindung.

Gambar 2II.15 Baju Pelindung

Sumber : Inventaris KM Sanus 115

8) ELSA (Emergency Life Support Apparatus), EEDB (Emergency Escape Breathing Device) atau alat bantu bernafas lainnya.

Gambar 2II.16Emergency Life Support Apparatus & Emergency Escape Breathing Device

Sumber :Shipownersclub.com

9) Oksigen portable / meteran oksigen.

Gambar 2II.17 Meteran Oksigen

Sumber : Shipownersclub.com

Disarankan bagi personil yang memasuki ruang tertutup untuk menyediakan penganalisa kadar oksigen portable.

Alat ini didesain untuk digunakan selama berada di dalam ruang tertutup untuk memonitor kadar oksigen dalam atmosfer secara terus-menerus. Jika level oksigen berada di bawah nilai standar, normalnya 19,5%, alarm suara, visual dan getaran yang jelas akan menyala untuk menunjukan bahwa ruangan harus segera dievakuasi secepatnya.

Monitor ini dapat dijepitkan pada pakaian kerja pengguna dan karena alat ini bekerja secara pasif, tidak ada tindakan lanjutan yang dibutuhkan dari pengguna. Jika tersedia, peralatan ini harus dimanfaatkan pada seluruh ruang tertutup yang dimasuki.

j. Memastikan bahwa orang yang memasuki enclosed space sudah memiliki ijin kerja.

Ijin kerja harus diselesaikan untuk setiap dan masing-masing pekerjaan yang memasuki ruang tertutup. Yang fungsinya sebagai cheklist dan catatan bahwa seluruh pengukuran yang diperlukan, telah dilakukan dengan benar untuk memasuki ruang tertutup yang dimaksud. Ketika mengisi formulir, orang yang bertanggung jawab harus mengalokasikan periode waktu untuk berlakunya ijin, tidak boleh melebihi dari 24 jam. Sebuah salinan dari ijin tersebut harus diletakan diluar tempat pemasukkan. Pada saat habis masa berlaku ijin tersebut, seluruh orang harus meninggalkan ruangan dan tidak boleh masuk kembali hingga ijin lainnya telah dikeluarkan.

Poin-poin tambahan dapat ditambahkan secara khusus untuk ruang yang sedang dimasuki sebagaimana dibutuhkan:

1) Lokasi, jenis pekerjaan, rincian pekerja yang berpartisipasi, dibawah arahan orang yang berwenang, periode validitas dari ijin dan petugas yang mengijinkan.

2) Melakukan pertukaran udara dan konfirmasi bahwa pertukaran udara terus menerus sedang dalam proses.

3) Atmosfer ruang tertutup telah diuji.

4) Mengidentifikasi dan mengisolasi hal-hal yang berpotensi bahaya sebagaimana mestinya.

5) Peralatan penyelamatan dan resusitasi diletakan dalam kotak darurat (penting untuk diingat bahwa saat menggunakan alat bantu pernafasan pada tekanan situasi darurat, konsumsi udara pengguna akan meningkat dengan pesat dan durasi dari ketersediaan udara terus berkurang).

6) Menguji peralatan, konfirmasi bahwa mereka merupakan jenis yang diterima/disetujui dan bahwa orang-orang yang menggunakannya adalah orang-orang yang kompeten.

7) Pencahayaan ruang dan akses jalan sejauh mungkin.

8) Menyiapkan sistem komunikasi yang sesuai antara seluruh pihak yang terlibat.

9) Menempatkan orang yang ditunjuk pada akses jalan.

10) Seluruh orang yang terlibat menggunakan peralatan keselamatan pribadi yang benar dari jenis-jenis yang disetujui.

11) Ijin kerja telah diselesaikan dan ditandatangani oleh seluruh pihak terkait.

5. Prosedur Memasuki Enclosed Space di KM Sabuk Nusantara 115

Di setiap kapal juga terdapat SOP yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan prosedur yang sudah ada. Berikut merupakan prosedur yang ada di KM Sabuk Nusantara 115 yang tercantum dalam checklist memasuki ruang tertutup BP-7 PT. Pelayaran Nasional Indonesia:

Tabel 2.1 SOP memasuki enclosed space di KM Sabuk Nusantara 115

Sumber : ISM Code KM Sabuk Nusantara 115

Gambar 2.18 Kerangka Penelitian

Perlu diadakan drill dalam memasuki enclosed space dan sosialisasi mengenai resiko bahaya dalam memasuki enclosed

PROSES

1. IMO Resolution A.864(20) adopted on 27 November 1997 Recommendations For Entering Enclosed Spaces Aboard Ships 2. Checklist memasuki ruang tertutup BP-7 PT. Pelayaran

Nasional Indonesia

Dokumen terkait