• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN

3.2 Prosedur Penelitian

3.2.1. Penyediaan Larutan Pereaksi

a. larutan sulfanilamida H2NC6H4SO2NH2

- Ditimbang 5 gram kristal sulfanilamida

- Dilarutkan dalam campulan 300mL aquadest dan 50 mL HCl(p)

- Diencerkan dengan aquadest sampai 500mL

b. larutan N- 1 Naptil Etilen Diamin Dihidroklorida (NEDD)

- Ditimbang 500 mg kristal NED dihidroklorida

- Dilarutkan dalam 500 mL aquadest

- Disimpan dalam botol gelap dalam refrigenerator

c. Campuran brusin dan Asam sulfanilat

- ditambahkan 0,1 gram asam sulfanilat

- ditambahkan 70 mL akuades panas didalam labu takar 100mL

- ditambahkan 3 mL HCl(p)

- dikocok

- didinginkan

- ditambahkan akuadest hingga batas tanda

d. Nacl 30%

- ditimbang 30 gram kristal NaCl

- dimasukkan ke dalam beaker glass 100 mL

- ditambahkan akuades sampai garis tanda

- dilarutkan

- dimasukkan kedalam botol kaca

3.2.2 Penyediaan Larutan Standart

a. Larutan Standart Nitrat (NO3)

1. Larutan Standart NO3 100 ppm

Dipipet 10 mL larutan standart NO3 1000 ppm, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 100 mL, diencerkan dengan akuades sampai garis tanda lalu

2. Larutan Standart NO3 10 ppm

Dipipet 25 mL larutan standart NO3 100 ppm, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 250 mL, diencerkan dengan akuades sampai garis tanda lalu dihomogenkan.

3. Larutan Standart NO3 5 ppm

Dipipet 125 mL larutan standart NO3 10 ppm, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 250 mL, diencerkan dengan akuades sampai garis tanda lalu dihomogenkan.

3. Larutan Standart NO3 1 ppm

Dipipet 20 mL larutan standart NO3 5 ppm, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 100 mL, diencerkan dengan akuades sampai garis tanda lalu dihomogenkan.

4. Larutan Standart NO3 1,5 ppm

Dipipet 30 mL larutan standart NO3 5 ppm, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 100 mL, diencerkan dengan akuades sampai garis tanda lalu dihomogenkan.

5. Larutan Standart NO3 2,0 ppm

Dipipet 40 mL larutan standart NO3 5 ppm, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 100 mL, diencerkan dengan akuades sampai garis tanda lalu dihomogenkan.

6. Larutan Standart NO3 2,5 ppm

Dipipet 50 mL larutan standart NO3 5 ppm, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 100 mL, diencerkan dengan akuades sampai garis tanda lalu dihomogenkan.

7. Larutan Standart NO3 3,0 ppm

Dipipet 60 mL larutan standart NO3 5 ppm, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 100 mL, diencerkan dengan akuades sampai garis tanda lalu dihomogenkan.

b. Larutan Standart Nitrit (NO2)

1. Larutan Standart NO2 100 ppm

Dipipet 10 mL larutan standart NO2 1000 ppm, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 100 mL, diencerkan dengan akuades sampai garis tanda lalu

dihomogenkan.

2. Larutan Standart NO2 10 ppm

Dipipet 25 mL larutan standart NO2 100 ppm, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 100 mL, diencerkan dengan akuades sampai garis tanda lalu dihomogenkan.

3. Larutan Standart NO2 1 ppm

Dipipet 10 mL larutan standart NO2 10 ppm, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 100 mL, diencerkan dengan akuades sampai garis tanda lalu dihomogenkan.

4. Larutan Standart NO2 0,2 ppm

Dipipet 50 mL larutan standart NO2 1 ppm, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 250 mL, diencerkan dengan akuades sampai garis tanda lalu dihomogenkan.

5. Larutan Standart NO3 0,01 ppm

Dipipet 5 mL larutan standart NO3 0,2 ppm, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 100 mL, diencerkan dengan akuades sampai garis tanda lalu dihomogenkan.

6. Larutan Standart NO3 0,03 ppm

Dipipet 15 mL larutan standart NO3 0,2 ppm, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 100 mL, diencerkan dengan akuades sampai garis tanda lalu dihomogenkan.

7. Larutan Standart NO3 0,05 ppm

Dipipet 25 mL larutan standart NO3 0,2 ppm, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 100 mL, diencerkan dengan akuades sampai garis tanda lalu dihomogenkan.

8. Larutan Standart NO3 0,07 ppm

Dipipet 35 mL larutan standart NO3 0,2 ppm, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 100 mL, diencerkan dengan akuades sampai garis tanda lalu dihomogenkan.

9.Larutan Standart NO3 0,09 ppm

Dipipet 45 mL larutan standart NO3 0,2 ppm, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 100 mL, diencerkan dengan akuades sampai garis tanda lalu dihomogenkan

3.2.3 Pembuatan Kurva Kalibrasi

a. Larutan Standart Nitrat

- Dioptimalkan alat spektrofotometer sesuai dengan petunjuk penggunaan alat untuk pengujian kadar nitrat

- Dipipet 20 mL larutan standart nitrat 1 ; 1,5 ; 2,0 ; 2,5 dan 3,0 ppm, kemudian dimasukkan masing – masing kedalam erlenmeyer 250 mL

- Ditambahkan 2 mL larutan NaCl dan 10 mL H2SO4 (p) diaduk perlahan – lahan dan di biarkan sampai dingin

- Ditambahkan 0,5 mL larutan campuran Brusin – Asam sulfanilat, aduk perlahan – lahan dan panaskan diatas penangas air pada suhu tidak melebihi 95⁰C selama 20 menit kemudian didinginkan

- Dimasukkan blanko ke dalam kuvet lalu diukur absorbansinya pada λ 410 nm lalu tekan autozero hingga absorbansi 0,0000

- Dibilas kuvet kedua lalu dimasukkan larutan standart nitrat kemudian ukur absorbansinya pada λ410nm

- Dicatat angka absorbansinya.

b.Larutan Standart Nitrit

- Dioptimalkan alat spektrofotometer sesuia dengan petunjuk penggunaan alat unutuk pengujian kadar nitrit

- Dipipet 50 mL larutan standart nitrit 0,01 ; 0,03 ; 0,05 ; 0,07 dan 0,09 ppm, kemudian dimasukkan kedalam erlenmeyer 250 mL

- Ditambahkan 1 mL larutan sulfanilamida kedalam masing – masing erlenmeyer biarkan bereaksi 2 – 8 menit

- Ditambahkan 1 mL NEDD ( 1-Naptil Etilen Diamina Dihidroklorida) dikocok, didiamkan selama 10 menit

- Dimasukkan blanko kedalam kuvet lalu diukur absorbansinya pada λ 543 nm lalu

tekan autozero hingga absorbansinya 0,0000

- Dimasukkan kuvet kedualalu dimasukkan larutan standart nitrit kemudian ukur

- Dicatat angka absorbansi

3.2.4 Perlakuan Pada Sampel

a. Penentuan Kadar Nitrat

- Dipipet 20 mL sampel dan dimasukkan kedalam erlenmeyer 250 mL

- Ditambahkan 2 mL larutan NaCl dan 10 mL H2SO4 (p) diaduk perlahan – lahan dan di biarkan sampai dingin

- Ditambahkan 0,5 mL larutan campuran Brusin – Asam sulfanilat, aduk perlahan – lahan dan panaskan diatas penangas air pada suhu tidak melebihi 95⁰C selama 20 menit kemudian didinginkan

- Dimasukkan blanko ke dalam kuvet lalu diukur absorbansinya pada λ 410 nm lalu tekan autozero hingga absorbansi 0,0000

- Dibilas kuvet kedua lalu dimasukkan sampel kemudian ukur absorbansinya pada

λ410nm

- Dicatat angka absorbansinya.

b. Penentuan Kadar Nitrit (NO2)

- Dipipet 50 mL larutan standart nitrit 0,01 ; 0,03 ; 0,05 ; 0,07 dan 0,09 ppm, kemudian dimasukkan kedalam erlenmeyer 250 mL

- Ditambahkan 1 mL larutan sulfanilamida kedalam masing – masing erlenmeyer biarkan bereaksi 2 – 8 menit

- Ditambahkan 1 mL NEDD ( 1-Naptil Etilen Diamina Dihidroklorida) dikocok, didiamkan selama 10 menit

- Dimasukkan blanko kedalam kuvet lalu diukur absorbansinya pada λ 543 nm lalu

tekan autozero hingga absorbansinya 0,0000

- Dimasukkan kuvet kedua lalu dimasukkan sampel kemudian ukur absorbansinya

pada λ 543 nm

BAB 4

DATA DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait