• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN

H. Analisis Data

I. Prosedur Penelitian

Prosedur Penelitian Tindakan Kelas ini merujuk pada model Kurt Lewin yang terdiri atas empat komponen pokok, yakni: perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), refleksi (reflecting).

Secara rinci prosedur Penelitian Tindakan Kelas ini dapat dijabarkan dalam uraian berikut:

1. Siklus 1

a. Perencanaan

1) Mengumpulkan data yang diperlukan melalui teknik observasi, dokumentasi , dan wawancara.

2) Merencanakan langkah-langkah pembelajaran matematika materi perkalian dengan cara membuat rencana pembelajaran (RPP) yang indikatornya mengenal perkalian sebagai penjumlahan berulang.

3) Merencanakan kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran quantum serta mempersiapkan alat atau media yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

4) Menyusun alat observasi dan soal evaluasi yang akan digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. b. Pelaksanaan

Tindakan yang telah direncanakan serta telah disepakati oleh guru kelas dan peneliti diimplementasikan guru dalam proses pembelajaran matematika materi perkalian dengan menggunakan model pembelajaran quantum. Pelaksanaan tindakan diwujudkan dalam langkah-langkah yang sistematis. Kegiatan pokok dalam pembelajaran adalah sebagai berikut: 1) Kegiatan pembelajaran dimulai dengan apersepsi, “3 ekor anak ayam,

commit to user

2) Tumbuhkan: guru menjelaskan konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang, guru harus menumbuhkan minat dan motivasi belajar siswa dengan cara memberikan penguatan atau pujian-pujian kepada siswa. 3) Alami: saat guru mendemonstrasikan operasi hitung perkalian di depan

kelas dengan benda konkret, secara berkelompok siswa mengikuti apa yang dicontohkan guru, yaitu melakukan operasi hitung perkalian dengan menggunakan benda konkret.

4) Namai: setelah secara berkelompok melakukan operasi hitung perkalian dengan menggunakan benda konkret, maka siswa dapat memahami perkalian sebagai penjumlahan berulang.

5) Demonstrasikan: siswa yang kurang memahai konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang mendemonstrasikan operasi hitung perkalian menggunakan benda konkret di depan kelas secara bergantian (dibimbing oleh guru).

6) Ulangi: siswa membuat catatan/rangkuman materi dengan bimbingan guru.

7) Kegiatan evaluasi: siswa mengerjakan soal yang telah dipersiapkan oleh guru.

8) Rayakan: setelah pembelajaran selesai, guru dan siswa menyanyikan sebuah lagu untuk merayakan apa yang baru saja dipelajari.

c. Pengamatan (Observasi)

Observasi berarti pengamatan dan pencatatan terhadap pelaksanaan dan hasil pelaksanaan tindakan yang telah dilaksanakan. Observasi berupa kegiatan pemantauan, pencatatan, serta pendokumentasian segala kegiatan selama pelaksanaan pembelajaran. Data yang diperoleh dari kegiatan observasi dianalisis guna mengetahui kelebihan dan kekurangan dari tindakan yang dilakukan.

d. Refleksi

Refleksi berarti penilaian dan pengkajian terhadap hasil evaluasi data kaitannya dengan indikator kinerja siklus I. Evaluasi atau penilaian untuk menilai hasil atau dampak pembelajaran quantum yang akan dilaksanakan

commit to user

pada akhir silklus I. Sasaran dari evaluasi ini adalah paling tidak terdapat 65% siswa yang dapat mencapai KKM.

2. Siklus II:

a. Perencanaan

Pada tahap ini dilakukan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) materi pokok perkalian dengan indikator: mengenal sifat pertukaran pada perkalian. Disamping itu peneliti menyiapkan perangkat yang diperlukan untuk observasi, dokumentasi, dan soal evaluasi. Siklus II direncanakan 2 kali pertemuan.

b. Tahap Pelaksanaan

Tindakan yang telah direncanakan serta telah disepakati oleh guru kelas dan peneliti diimplementasikan guru dalam proses pembelajaran matematika materi sifat pertukaran pada perkalian dengan menggunakan model pembelajaran quantum. Pelaksanaan tindakan diwujudkan dalam langkah-langkah yang sistematis. Kegiatan pokok dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:

1) Tumbuhkan: guru menumbuhkan minat dan motivasi belajar siswa dengan cara memberikan penguatan atau pujian-pujian kepada siswa.

2) Alami: Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 4 siswa. Tiap kelompok dibagi menjadi dua bagian (kanan dan kiri). Guru menugaskan kelompok bagian kanan untuk menghitung perkalian, misalnya 5 x 6 dan kelompok bagian kiri untuk menghitung perkalian 6 x 5. Setelah kelompok bagian kanan dan bagian kiri selesai menghitung, guru bertanya, “apakah hasilnya sama anak-anak?”. Kegiatan ini dilakukan berulang-ulang dengan bilangan yang berbeda-beda sampai siswa memahami konsep.

3) Namai: setelah melakukan kegiatan di atas, siswa dapat mengenal sifat pertukaran pada perkalian.

commit to user

4) Demonstrasikan: siswa yang kurang memahami konsep sifat pertukaran pada perkalian, melakukan demonstrasi di depan kelas dengan bimbingan guru.

5) Ulangi: tanya jawab antara guru dengan siswa.

6) Rayakan: siswa yang bisa menjawab pertanyaan guru dengan benar, mendapat tepuk tangan dari guru dan seluruh siswa.

7) Kegiatan evaluasi: siswa mengerjakan soal yang telah dipersiapkan oleh guru.

c. Pengamatan (Observasi)

Observasi berarti pengamatan dan pencatatan terhadap pelaksanaan dan hasil pelaksanaan tindakan yang telah dilaksanakan. Observasi berupa kegiatan pemantauan, pencatatan, serta pendokumentasian segala kegiatan selama pelaksanaan pembelajaran. Data yang diperoleh dari kegiatan observasi dianalisis guna mengetahui kelebihan dan kekurangan dari tindakan yang dilakukan.

d. Refleksi

Refleksi berarti penilaian dan pengkajian terhadap hasil evaluasi data kaitannya dengan indikator kinerja siklus II. Evaluasi atau penilaian untuk menilai hasil atau dampak pembelajaran quantum yang akan dilaksanakan pada akhir silklus I. Sasaran dari evaluasi ini adalah paling tidak terdapat 75% siswa yang dapat mencapai KKM.

3. Siklus III

a. Perencanaan

Pada tahap ini dilakukan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) materi pokok perkalian dengan indikator: mengalikan tiga bilangan satu angka. Disamping itu peneliti menyiapkan perangkat yang diperlukan untuk observasi, dokumentasi, dan soal evaluasi. Siklus III direncanakan 2 kali pertemuan.

commit to user

Pelaksanaan tindakan diwujudkan dalam langkah-langkah yang sistematis. Kegiatan pokok dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:

1) Apersepsi: tanya jawab tentang materi sebelumnya.

2) Tumbuhkan: saat mengulang materi, guru juga memberikan penguatan atau pujian-pujian kepada siswa untuk meningkatkan minat dan motivasi belajarnya.

3) Guru menjelaskan dan memberi contoh perkalian tiga bilangan satu angka. Untuk mempermudah pemahaman siswa, guru menggunakan media berupa benda konkret, misal: sedotan.

4) Alami: saat guru mendemonstrasikan operasi hitung perkalian di depan kelas dengan benda konkret, secara berkelompok siswa mengikutinya (melakukan operasi hitung perkalian tiga bilangan satu angka dengan benda konkret).

5) Namai: setelah melakukan kegiatan di atas, siswa dapat memahami konsep perkalian tiga bilangan satu angka.

6) Demonstrasikan: siswa yang kurang memahami konsep perkalian tiga bilangan satu angka, melakukan demonstrasi di depan kelas dengan bimbingan guru .

7) Ulangi: siswa mencatat materi di buku catatan masing-masing.

8) Rayakan: guru dan siswa melakukan senam dengan gerakan-gerakan kecil untuk merayakan apa yang baru saja dipelajari.

c. Pengamatan

Observasi berarti pengamatan dan pencatatan terhadap pelaksanaan dan hasil pelaksanaan tindakan yang telah dilaksanakan. Observasi berupa kegiatan pemantauan, pencatatan, serta pendokumentasian segala kegiatan selama pelaksanaan pembelajaran. Data yang diperoleh dari kegiatan observasi dianalisis guna mengetahui kelebihan dan kekurangan dari tindakan yang dilakukan.

d. Refleksi

Refleksi berarti penilaian dan pengkajian terhadap hasil evaluasi data kaitannya dengan indikator kinerja siklus III. Evaluasi atau penilaian untuk

commit to user

menilai hasil atau dampak pembelajaran quantum yang akan dilaksanakan pada akhir siklus III. Sasaran dari evaluasi ini adalah terdapat 85% siswa yang dapat mencapai KKM.

Dokumen terkait