• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODELOGI PENELITIAN

C. Prosedur Penelitian dan Pengembangan

METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

A. Model Penelitian dan Pengembangan

Motode pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk penelitian.41 Metode penelian ini menggunakan model pengembangan yang dikembangkan oleh Borg & Gall. Borg & Gall berpendapat bahwa, pendekatan research and development (R & D) dalam pendidikan meliputi sepuluh langkah. Tujuan utama metode penelitian pengembangan ini digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan.42

B. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian yang akan dilaksanakan di SMA Al-Kautsar Bandar Lampung pada 19 september sampai 19 oktober 2017 yaitu dikembangkan bahan ajar berupa modul biologi yang terintegrasi nilai-nilai keislaman untuk memberdayakan berfikir kritis siswa kelas XI. Dibatasi pada materi sistem reproduksi. Subyek yang menjadi penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA 1 dan XII IPA 2.

C. Prosedur Penelitian dan Pengembangan

41

Sugiyono, Metode penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif dan R & D (Bandung: Alfabeta, 2013), h.407.

42

Menurut Borg & Gall penelitian pengembangan adalah suatu proses yang dipakai untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan.43 Tahapan dalam proses penelitian dan pengembangan biasanya melalui beberapa langkah yang akan menghasilkan suatu produk, yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Langkah-langkah yang akan digunakan untuk menghasilkan sebuah produk melalui beberapa tahapan yaitu langkah desain awal produk, kemudian uji coba produk awal untuk menemukan berbagai kelemahan, setelah itu melakukan perbaikan kelemahan untuk dapat diujikan kembali, diperbaiki sampai akhirnya ditemukan produk yang baik.

Terdapat tiga yang paling mendasar dalam penelitian Research And Development yaitu : 1) pertama, tujuan akhir penelitian Research and Development dihasilkannya suatu produk tertentu yang dianggap andal karena melewati pengkajian terus-menurus 2) kedua, produk yang dihasilkan produk sesuai dengan kebutuhan lapangan, oeh sebab itu sebelum dihasilkan produk awal terlebih dahulu dilakukan survey pendahuluan 3) ketiga, proses pengembangan produk dari mulai pengembangan produk awal sampai produk jadi yang sudah divalidasi dilakukan secara ilmiah dengan menganalisis data secara empiris.44

Penelitian ini menggunakan model pengembangan yang dikembangkan oleh Borg and Gall, pendekatan research and development (R & D) dalam pendidikan

43

Pujani Setyosari, Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan, (Jakarta : Kencana, 2013), h. 222

44

Wina Sanjaya, Penelitian Pendidikan, (Jakarta : Kencana Prenada Media Grup,Cet, 2014), h. 130.

meliputi sepuluh langkah. Adapun langkah-langkah penelitiannya yang ditunjukan pada gambar berikut :

Gambar 3.1 Langkah-langkah penggunaan Metode Research and Development (R&D) menurut Borg dan Gall.45

Selanjutnya, untuk dapat memahami setiap langkah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.Studi Pendahuluan (Research and Information Collecting)

Langkah pertama ini meliputi analisis kebutuhan, studi pustaka, studi literatur, penelitian skala kecil dan standar laporan yang dibutuhkan.

45 Op. Cit, h. 783-795 Research and Information collecting planning Develop preliminar y form of product Preliminary field testing Main product revision Main field testing Operation al product revision Operational field testing Final product revision Dissemination And Implementation

a. Analisis kebutuhan, untuk melakukan analisis kebutuhan ada beberapa kriteria, yaitu apakah produk yang akan dikembangkan merupakan hal yang penting bagi pendidikan? apakah produknya mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan? apakah SDM yang memiliki keterampilan, pengetahuan dan pengalaman yang akan mengembangkan produk tersebut ada? apakah waktu untuk mengembangkan produk tersebut cukup?

b. Studi literature, studi literatur dilakukan untuk pengenalan sementara terhadap produk yang akan dikembangkan. Studi literatur ini dikerjakan untuk mengumpulkan temuan riset dan informasi lain yang bersangkutan dengan pengembangan produk yang direncanakan.

c. Riset skala kecil, Pengembang sering mempunyai pertanyaan yang tidak biasa dijawab dengan mengacu pada reseach belajar atau teks professional. Oleh karenanya pengembang perlu melakukan riset skala kecil untuk mengetahui beberapa hal tentang produk yang akan dikembangkan

2. Merencanakan Penelitian (Planning)

Perencaaan penelitian (R&D) meliputi : Merumuskan tujuan penelitian, memperkirakan dana, tenaga dan waktu, merumuskan kualifikasi peneliti dan bentuk-bentuk partisipasinya dalam penelitian.

3.Pengembangan Desain (Develop Preliminary of Product)

Langkah ini meliputi: Menentukan desain produk yang akan dikembangkan (desain hipotetik), menentukan sarana dan prasarana penelitian yang dibutuhkan selama proses penelitian dan pengembangan, menentukan tahap-tahap pelaksanaan

uji desain di lapangan, menentukan deskripsi tugas pihak-pihak yang terlibat dalam penelitian.

4. Uji coba lapangan pendahuluan /terbatas (Preliminary Field Testing)

Langkah ini merupakan uji produk secara terbatas. Langkah ini meliputi : Melakukan uji lapangan awal terhadap desain produk, bersifat terbatas, baik substansi desain maupun pihak-pihak yang terlibat, uji lapangan awal dilakukan secara berulang-ulang sehingga diperoleh desain layak, baik substansi maupun metodologi. 5. Revisi Hasil Uji Lapangan Terbatas (Main Product Revision)

Langkah ini merupakan perbaikan model atau desain berdasarakan uji lapangan terbatas. Penyempurnaan produk awal akan dilakukan setelah dilakukan uji coba lapangan secara terbatas. Pada tahap penyempurnaan produk awal ini, lebih banyak dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Evaluasi yang dilakukan lebih pada evaluasi terhadap proses, sehingga perbaikan yang dilakukan bersifat perbaikan internal.

6. Uji Produk Secara Lebih Luas (Main Field Test)

Langkah ini merupakan uji produk secara lebih luas, meliputi : melakukan uji efektivitas desain produk, uji efektivitas desain, pada umumnya, menggunakan teknik eksperimen model pengulangan, hasil uji lapangan adalah diperoleh desain yang efektif, baik dari sisi substansi maupun metodologi.

Langkah ini merupakan perbaikan kedua setelah dilakukan uji lapangan yang lebih luas dari uji lapangan yang pertama. Penyempurnaan produk dari hasil uji lapangan lebih luas ini akan lebih memantapkan produk yang kita kembangkan. Penyempurnaan produk ini didasarkan pada evaluasi hasil sehingga pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif.

8.Uji Kelayakan (Operational Field Testing)

Langkah ini sebaiknya dilakukan dengan skala besar: melakukan uji efektivitas dan adaptabilitas desain produk, uji efektivitas dan adabtabilitas desain melibatkan para calon pemakai produk, hasil uji lapangan adalah diperoleh model desain yang siap diterapkan, baik dari sisi substansi maupun metodologi.

9. Revisi Final Hasil Uji Kelayakan (Final Product Revision)

Langkah ini akan lebih menyempurnakan produk yang sedang dikembangkan. Penyempurnaan produk akhir dipandang perlu untuk lebih akuratnya produk yang dikembangkan. Pada tahap ini sudah didapatkan suatu produk yang tingkat efektivitasnya dapat dipertanggung jawabkan. Hasil penyempurnaan produk akhir memiliki nilai “generalisasi” yang dapat diandalkan.

10.Desiminasi dan Implementasi Produk Akhir (Dissemination and Implementation)

Berdasarkan tahapan penelitian dan pengembangan yang dikembangkan oleh Borg & Gall, peneliti melakukan penyederhanaan dan pembatasan menjadi tujuh tahapan. Penelitian ini sampai pada tahapan ketujuh dari sepuluh tahapan dalam penelitian R & D yaitu sampai pada tahapan revisi produk setelah dilakukannya uji

coba terbatas yaitu kepada peserta didik dan guru untuk melihat respon terhadap produk yang dikembangkan. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Borg & Gall yang menyarankan dalam penelitian untuk jenjang S1, penelitian dibatasi dalam skala kecil yaitu sampai dihasilkan produk setelah uji coba terbatas dan termasuk kemungkinan untuk membatasi langkah penelitian. Tahap penelitian dan pengembangan yang akan dilaksanakan sebagai berikut:

1.Studi Pendahuluan

Mengidentifikasi potensi dan masalah, dimana hasilnya akan digunakan sebagai acuan untuk pengembangan produk yang akan dibuat, melakukan tinjauan terhadap kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) untuk menentukan indikator-indikator yang hendak dicapai, melakukan studi pustaka untuk mengumpulkan materi, adapun sub materi yang akan dikembangkan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah sistem reproduksi.

2.Tahap Perencanaan Penelitian

Menyiapkan materi perubahan lingkungan dan daur ulang limbah dari berbagai sumber yang relevan yang disesuaikan dengan kurikulum KTSP. merumuskan indikator yang akan dicapai berdasarkan KD yang sesuai dengan sub materi yang digunakan dalam peneltian.

3.Tahap Pengembangan Produk

Menentukan konten dan objek-objek yang akan digunakan dalam modul, membuat desain yang didalamnya membahas materi sistem reproduksi dengan

diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman serta membuat instrument soal yang berkaitan dengan materi yang dibahas di lembar kerja, pembuatan instrument soal menggunakan indikator berpikir kritis, modul pembelajaran biologi ini akan terintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman.

4. Tahap Validasi Desain

Pembuatan kisi-kisi instrumen penelitian berdasarkan pembuatan kisi-kisi instrumen penelitian, kriteria penilaian disesuaikan dengan kategori masing-masing penilaian seperti ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media. Instrumen penelitian yang akan digunakan lembar validasi untuk penilaian para ahli. Lembar validasi ini digunakan untuk mengetahui kelayakan modul biologi yang terintegrasikan nilai-nilai keislaman berdasarkan penilaian ahli materi, ahli bahasa dan ahli media, dan ahli keterpaduan.

5. Revisi Hasil Validasi Desain

Perbaikan atau revisi produk berdasarkan hasil uji lapangan terbatas dari penilaian ahli materi, ahli bahasa dan ahli media. Revisi produk tahap I ini dapat dilakukan secara berulang-ulang sampai produk benar-benar dinyatakan layak untuk digunakan sebagai modul, hasil akhir produk modul biologi terintegrasikan nilai-nilai keislaman yang telah dinyatakan layak oleh ahli materi, ahli bahasa dan ahli media. 6. Uji Produk Secara Luas

Penggunaan produk dalam proses pembelajaran Biologi dan pengisian angket atau kuisioner tanggapan guru dan peserta didik mengenai produk media interaktif berbasis PBL.

a. Uji Skala Kecil

Uji coba kelompok kecil akan dilakukan pada 12 peserta didik di SMA Al-Kautsar Bandar Lampung, pada uji coba ini masing-masing responden diberikan angket. Prosedur pelaksanaannya adalah sebagai berikut:

1) Menjelaskan kepada peserta didik tentang media pembelajaran baru yang dirancang dan ingin mengetahui bagaimana reaksi peserta didik terhadap media pembelajaran yang sedang dibuat.

2) Mengusahakan agar peserta didik bersikap rileks dan bebas mengemukakan pendapatnya tentang media tersebut.

3) Memberikan instrument uji kelomopok kecil yang berisi tentang komponen media pembelajaran yang dibuat.

4) Merumuskan rekomendasi perbaikan

5) Mengkonsultasikan hasil rekomendasi perbaikan yang telah diperbaiki kepada pembimbing.

Setalah mengkonsultasikan hasil rekomendasi perbaikan yang telah diperbaiki kepada pembimbing, maka peneliti akan melakukan uji coba selanjutnya, yaitu uji coba lapangan, uji coba ini merupakan uji coba terakhir sebelum mendapatkan produk akhir.

b. Uji Skala Luas

Uji coba kelompok lapangan akan dilakukan pada 30 peserta didik di kelas XII AI di SMA Al-Kautsar Bandar Lampung, pada uji coba ini masing-masing responden diberikan angket.

Prosedur pelaksanaannya adalah sebagai berikut:

1) Menjelaskan kepada peserta didik tentang media pembelajaran baru yang dirancang dan ingin mengetahui bagaimana reaksi peserta didik terhadap media pembelajaran yang sedang dibuat.

2) Mengusahakan agar peserta didik bersikap rileks dan bebas mengemukakan pendapatnya tentang media tersebut.

3) Memberikan instrumen uji coba lapangan yang berisi tentang komponen media pembelajaran yang dibuat.

4) Merumuskan rekomendasi perbaikan. Mengkonsultasikan hasil rekomendasi perbaikan yang telah diperbaiki kepada pembimbing.46

7. Revisi Hasil Uji Lapangan Lebih Luas (Main Field Test)

Tahap selanjutnya adalah tahap ( main field test) yaitu tahap untuk. 1) Perbaikan produk berdasarkan hasil uji lapangan lebih luas atau revisi tahap II. 2) hasil akhir produk modul biologi yang terintegrasikan nilai-nilai keislaman pada materi sistem reproduksi untuk membedayakan berfikir kritis siswa kelas XI.

Dokumen terkait