BAB III METODE PENELITIAN
F. Prosedur Penelitian dan Teknik Pengolahan Data
a. Perencanaan Penyusunan Program Bimbingan Pribadi-Sosial untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa
Program bimbingan pribadi-sosial untuk meningkatkan kedisiplinan siswa disusun berdasarkan hasil identifikasi terhadap kondisi kedisiplinan siswa . Untuk mengetahui kondisi kedisiplinan tersebut dilakukan pemberian angket kepada siswa. Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat beberapa
terkait dengan kedisiplinan.
Penyusunan program bimbingan pribadi-sosial untuk meningkatkan kedisiplinan siswa mengikuti tahapan-tahapan sebagai berikut ini :
1) Melakukan analisis terhadap kondisi dan kebutuhan-kebutuhan siswa terkait dengan kedisiplinan siswa dan disesuaikan pula dengan visi dan misi Darul Hikam.
2) Melakukan peninjauan ulang terhadap program yang sudah ada.
3) Menyusun program bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan kedisiplinan siswa.
b. Pengujian Kelayakan Program Bimbingan Pribadi Sosial untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa.
1) Pengujian Rasional
Untuk memperoleh bangun dan substansi program yang teruji secara rasional konseptual, program bimbingan pribadi-sosial untuk meningkatkan kedisiplinan siswa mendapat masukan perbaikan program dari para pakar bimbingan dan konseling. Proses ini melibatkan dua orang pakar yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam mengembangkan program bimbingan dan konseling. Masukan dari para pakar, dapat diinventarisasi sebagai berikut ini.
kepada tata penulisan yang baku agar program bimbingan pribadi-sosial untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dapat dipahami oleh siswa, kepala sekolah, wali kelas dan guru bimbingan dan konseling.
b) Program bimbingan pribadi-sosial untuk meningkatkan kedisiplinan siswa agar disinergikan dengan program pembelajaran.
c) Struktur program dan satuan layanan yang digunakan agar disesuaikan dengan Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Persekolahan, misalnya dalam visi program dibuat lebik spesifik; tujuan yang hendak dicapai, gunakan standar kompetensi kemandirian mahasiswa; istilah ruang lingkup diganti dengan komponen program dan strategi; isi dan jenis layanan bimbingan digunakan istilah action plan.
2) Pengujian Keterbacaan Program
Pengujian keterbacaan program bertujuan agar naskah program bimbingan pribadi-sosial untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dapat dipahami dengan baik oleh pengguna program, antara lain : kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas dan siswa. Selain itu, pengujian keterbacaan program merupakan proses untuk menginventarisasi masukan bagi perbaikan program bimbingan pribadi-sosial untuk meningkatkan kedisiplinan siswa.
maka dihasilkan program bimbingan pribadi-sosial untuk meningkatkan kedisiplinan siswa, sebagai berikut.
Program program bimbingan pribadi-sosial untuk meningkatkan kedisiplinan siswa di dalamnya mencakup : rasional, visi dan misi program, deskripsi kebutuhan, tujuan program, komponen program, rencana operasional (action plan), pengembangan tema/ topik, dan evaluasi program.
2. Teknik Pengolahan Data
Teknik pengolahan data dalam penelitian ini terbagi dua. Bagian pertama dilakukan saat membakukan isntrumen penelitian, yaitu dengan menghitung validitas dan reliabilitasnya. Validitas menggunakan teknik korelasi item-total dengan rumus korelasi point-biserial, sedangkan reliabilitas menggunakan rumus statistik KR.
Bagian kedua adalah deskripsi profil. Profil ini dikembangkan atas dasar kategorisasi norma yang dibuat saat hasil validitas dan reliabilitas diketahui. Profil diperoleh dengan membuat kategorisasi tingi, sedang dan rendah. Tingkatan pengkategorian tinggi, sedang dan rendah tersebut menggunakan rumus kategorisasi skor aktual dengan perhitungan pesentil dibantu melalui SPSS Versi 14. Hal ini senada dengan pendapat Anastasi dan Urbina (2003: 44-49).
ketentuan kategori. Kedisiplinan Total Aspek I: Peraturan Aspek II: Hukuman Aspek III: Penghargaan Aspek IV: Konsistensi N Valid 42 42 42 42 42 Missing 0 0 0 0 0 Mean 47,83 37,45 3,48 2,45 4,45 Std. Deviation 5,079 3,921 ,671 ,670 1,173 Range 20 16 3 2 5 Minimum 37 28 1 1 1 Maximum 57 44 4 3 6 Percentiles 25 44,75 36,00 2,00 1,00 3,00 50 49,00 38,00 3,00 2,00 4,00 75 52,00 40,00 4,00 3,00 5,00 Tabel 3.5
Pedoman Kategorisasi Profil Kedisiplinan
KATEGORI PATOKAN TOTAL ASPEK 1: PERATURAN ASPEK 2: HUKUMAN ASPEK 3: PENGHARGAAN ASPEK 4: KONSISTENSI Tinggi X ≥ 52 X ≥ 40 X ≥ 4 X ≥ 3 X ≥ 5 Sedang 46 – 51 37 – 39 3 2 4 Rendah X ≤ 45 X ≤ 36 X ≤ 2 X ≤ 1 X ≤ 3
Untuk menentukan profil kedisiplinan secara umum baik total maupun per-aspek digunakan rumus persentasi sederhana. Rumus presentasi yaitu dengan membagi jumlah responden yang menjawab oleh jumlah total responden dikali 100% atau sebagai berikut.
Tahapan ini dilakukan setelah program bimbingan pribadi-sosial disusun berdasarkan data yang diperoleh di lapangan. Penilaian dilakukan oleh kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling serta wali kelas X. Personil sekolah tersebut melakukan penimbangan terhadap program bimbingan pribadi-sosial yang dilihat berdasarkan visi misi, tujuan, aspek yang dikembangkan, materi, sampai pada media yang digunakan dalam proses pemberian layanan. Pada akhirnya personil sekolah akan memberi hasil kesimpulan terhadap program berupa kesimpulan program tersebut layak atau tidak layak untuk digunakan.
153
BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Kesimpulan
Pada bagian ini diuraikan sejumlah kesimpulan penelitian sebagai hasil akhir dari rangkaian proses penelitian yang telah dilakukan sekaligus merupakan finalisasi hasil-hasil temuan penelitian beserta pembahasan yang telah ditampilkan pada bab IV.
1. Mayoritas kedisiplinan siswa kelas X tahun pelajaran 2009/2010 cenderung memperlihatkan kedisiplinan yang sedang, artinya siswa cukup mampu memperlihatkan ketaatan (kepatuhan) terhadap tata tertib dengan baik.
2. Gambaran berdasarkan empat aspek pembangun kedisiplinan ditemukan siswa yang memperlihatkan kedisiplinan rendah pada beberapa aspek yaitu aspek penghargaan dan konsistensi.
3. Program yang dikembangkan sifatnya developmental melalui kurikulum yang khusus dijabarkan dari konsep kedisiplinan. Artinya, secara umum konten dari layanan dasar (kurikulum bimbingan) yang mesti dikuasai siswa adalah konstruk dari kedisiplinan dalam penelitian.
4. Hasil penimbangan yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru bimbingan dan konseling menyatakan bahwa program bimbingan layak
anggaran dana yang lebih dispesifikkan, dukungan sistem yang harus lebih dijelaskan berdasarkan peran sekolah dan koordinasi dengan wakil kepala sekolah terkait penggunaan waktu pelaksanaan program layanan serta pemberian materi yang harus lebih disesuaikan dengan tema/ topik menyempurnakan program bimbingan pribadi-sosial yang disusun.
B. Rekomendasi
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, diberikan rekomendasi kepada pihak sebagai berikut.
1. Bagi guru BK/konselor
Secara umum kedisiplinan siswa kelas X tahun ajaran 2009/2010 termasuk dalam kategori sedang pada aspek peraturan, hukuman, penghargaan dan konsistensi. Dengan demikian pelaksana kegiatan BK di SMA Darul Hikam Bandung diharapkan dapat memberikan pelayanan bimbingan yang bersifat preventif, pengembangan dan pemeliharaan kepada siswa, dengan tujuan agar siswa mampu meningkatkan dan memelihara kedisiplinan yang telah dimiliki.
Program ini dilaksanakan secara terpadu dengan program sekolah yang ada dan dengan mengoptimalkan dukungan sistem sekolah lainnya (personel sekolah), terutama dengan wali kelas dan orang tua siswa. Masih diperlukan basis empiris, suprastruktur dan infrastruktur yang memadai untuk mendukung diterapkannya rumusan program tersebut.
3. Bagi peneliti selanjutnya
a. Membandingkan gambaran umum kedisiplinan siswa SMA pada setiap jenjang kelas, gender, demografis, dan pola attachment sehingga gambaran yang dihasilkan cenderung dinamis dan menyeluruh.
b. Meneliti aspek-aspek kedisiplinan dan hubungannya dengan proses pembelajaran atau pola asuh orangtua
c. Melaksanakan uji coba empiris untuk menguji keefektifan program bimbingan pribadi-sosial bagi peningkatan kedisiplinan siswa.
156
DAFTAR PUSTAKA
Creswell, John. (1994). Research Design: Qualitative and Quantitative
Approaches. California: SAGA Publications, Inc.
Colvin G. (2008). 7 Langkah untuk Menyusun Rencana Disiplin Kelas Proaktif.
Jakarta: Macanan Jaya Cemerlang.
Depdiknas. 2004. Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Bimbingan dan Konseling. Jakarta:Dirjen Dikdasmen, Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.
Erikson, Erik H. (1989). Identitas dan Siklus Hidup Manusia : Bunga Rampai 1. Diterjemahkan dan Pendahuluan oleh Drs. Agus Cremers. Jakarta : PT Gramedia.
Gea, Antonius A. (2005). Relasi dengan Sesama : Character Building II. Jakarta : PT Gramedia.
Hadis, Abdul. (2006). Psikologi dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta Hurlock, B (1990) Perkembangan Anak, Jakarta: Erlangga.
Hurlock, E. B.. (1980). Developmental Psichology: A Life Span Approach (Fifth
ed.). Alih bahasa (1997). Istiwidayanti dan Soedjarwo. Psikologi Perkembangan. Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta:
Erlangga.
Ibnu Nizar I.M. (2009). Membentuk dan Meningkatkan Disiplin Anak Sejak Dini. Jogyakarta: DIVA Pres.
Masngudin HMS, dikutip dari htttp://www.depsos.go.id/Puslitbang/2007
McLeod J. (2006). Pengantar Konseling Teori dan Studi Kasus. Jakarta: Kencana. Mulyasa,E (2002). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Rosdakarya
Nurihsan A.J. (2006). Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Belakang. Bandung:Refika Aditama.
Tersedia: http://media.diknas.go.id/media/document/5117.pdf (5 Oktober 2009).
Riduwan. (2006). Belajar Mudah Penelitian untuk Guru –Karyawan dan Peneliti
Pemula. Bandung: Alfabeta.
Sanusi, A. (1998). Pendidikan Alternatif Menyentuh Azas Dasar Persoalan
Pendidikan dan Kemasyarakatan. Bandung: Grapindo Media Pratama.
Sudjana, N. (2004). Dasar-Dasar Proses Pembelajaran. Bandung: Sinar Baru Al Gensindo.
Sudjana. (1992). Metode Statistika. Bandung: Tarsito
Sukardi D.W. (2008). Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
Sukardi, D. W. (2008). Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan Konseling di
Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
Sukmadinata, Nana Sy. (2007). Bimbingan & Konseling dalam Praktek. Bandung: Maestro.
Universitas Pendidikan Indonesia. (2008). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia
Winkel, W.S. dan Hastuti Sri, M.M. (2004). Bimbingan dan Konseling Di Institusi
Pendidikan. Jogyakarta: Media Abadi.
Yusuf, Sy (2009). Program Bimbingan & Konseling Di Sekolah. Bandung: Rizqi Pres.
Yusuf, Syamsu dan Nursihan, A.J. (2005). Landasan Bimbingan & Konseling. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Yusuf, Syamsu. (2006). Program Bimbingan dan Konseling Di Sekolah. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.