• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

H. Indikator Kerja

I. Prosedur Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bentuk penelitian tindakan kelas (classroom research). Bentuk ini dipilih karena data – data yang penulis gunakan dalam penelitian ini sebagian besar berupa data – data yang disusun deskriptif.

Yang menjadi indikator pencapaian keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah apabila telah menunjukkan terjadinya peningkatan hasil belajar yaitu siswa dapat membaca dengan benar dan lancar.

Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari siklus-siklus. Tiap-tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang dicapai, seperti yang telah didesain dalam factor-faktor yang diamati sebelumnya. Untuk mengetahui permasalahan yang menyebabkan rendahnya ketrampilan belajar membaca siswa kelas I SD Negeri II Hargosari dilakukan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sebagai peneliti.

Dengan berpedoman pada refleksi awal, maka prosedur pelaksanaan penelitian melalui tahapan atau siklus, dimana setiap siklus berisi empat langkah yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan tahap refleksi. Secara rinci tahapan penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut:

1.Tahap Perencanaan

a) Mengumpulkan data yang diperlukan

b) Mengidentifikasi masalah yang dihadapi siswa dan cara pemecahannya.

c) Menyiapkan rencana pembelajaran.

d) Menggunakan metode SAS.

2.Tahap Pelaksanaan Tindakan

a) Guru menerapkan pembelajaran membaca permulaan dengan menggunakan

metode SAS.

b) Siswa belajar membaca dengn menggunakan metode SAS pada

pembelajaran Bahasa Indonesia.

3.Tahap Observasi.

4.Tahap Refleksi

Mengadakan refleksi dan evaluasi dari kegiatan perncanaan, pelaksanaan, dan observasi. Bila hasl refleksi dan evaluasi siklus I menunjukkan belum adanya penngkatan yang berarti, maka perlu dilanjutkan ke siklus II. Demikian juga untuk siklus II dan selanjutnya sampai menunjukkan ketrampilan membaca permulaan siswa meningkat.

Penelitian tindakan kelas ini direncanakan dalam III siklus. Dalam pelaksanaan setiap siklus selesai, akan diadakan diskusi dengan observasi yang merupakan teman sejawat peneliti, membahas pelaksanaan dan hasil pada siklus tersebut kemudian selanjutnya menentukan langkah atau siklus berikutnya.

Dalam penelitian tindakan kelas ini, peneliti menggunakan model penelitian tindakan (action) yang diwujudkan dalam bentuk siklus – siklus, seperti yang terlihat pada gambar 03 di bawah ini :

Gambar 04

Siklus Penelitian Tindakan Kelas

Secara garis besar, siklus penelitian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :

Refleksi

Pengamatan

Refleksi Siklus II Pelaksanaan

Perencanaan Pengamatan Siklus I Perencanan Pelaksanaan ?

1. Siklus I

a. Tahap perencanaan (Planing)

Sebagai subjek penelitian sebanyak 25 siswa kelas I, yang mana masih terdapat beberapa siswa yang mendapatkan nilai rendah dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ternyata setelah diteliti masih ada beberapa siswa yang belum lancer membaca, sehingga dalam pembelajaran Bahasa Indonesia guru perlu memilih dan menggunakan metode yang sesuai dengan materi pembelajaran yakni metode SAS (Struktur Analitik Sintetik). Siswa disuruh menggabungkan huruf menjadi suku kata. Dari hasil membaca dan menggabungkan huruf menjadi suku kata, guru selalu menilai hasilnya. Guru juga memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan, sedangkan siswa yang membaca dan menggabungkan

huruf dengan benar guru memberikan penguatan (reinforcement) sehingga

siswa menjadi lebih senang dan bersemangat.

b. Tahap pelaksanaan (Acting)

Dari hasil membaca dan menggabungkan huruf menjadi suku kata, guru menunjukkan gambar dan tulisan dengan bantuan kartu huruf. Guru menjelaskan cara membaca misalnya: “kotak hitam”. Tulisan tersebut diucapkan sesuai dengan abjad atau dieja sehingga menjadi “ ka,o-ko te,a-ta ka-tak ha,i-hi te,a-ta em-tam akan menjadi kotak hitam dan sebagainya. Guru mengajak siswa membaca secara bersama-sama. Guru menyuruh salah satu siswa yang sudah lancer membaca untuk membaca ke depan kelas dan siswa yang lain menirukan. Guru memberikan motivasi kepada semua siswa dan membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca. Guru selalu mengamati perkembangan dan kemajuan siswa dalam belajar membaca.

c. Observasi (Observing)

Pada tahapan ini guru mengumpulkan data dan mengamati siswa pada waktu proses pembelajaran membaca secara langsung, sehingga dapat diketahui apakah siswa sudah bisa membaca dan menggabungkan huruf menjadi suku kata dengan benar seperti yang telah disampaikan guru.

d. Tahap refleksi (Reflecting)

Pada tahapan ini peneliti melakukan pengolahan data dalam membaca permulaan pada 25 objek penelitian berdasarkan hasil pengamatan selama pembelajaran. Hasil pengolahan data tersebut untuk menunjukkan adanya peningkatan ketrampilan membaca permulaan pada siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas I.

Peneliti mengumpulkan hasil tes dan hasil observasi selama pelaksanaan pembelajaran untuk dianalisa, kemudian disimpulkan. Hal ini sesuai dengan acuan perbaikan tindakan pada siklus selanjutnya bila dihubungkan.

2. Siklus II

Adapun tahap pada siklus II adalah sebagai berikut:

a.Perencanaan Tindakan (Planing)

Tindakan siklus II merupakan kelanjutan dari siklus I dengan melaksanakan proses pembelajaran dengan memanfaatkan kartu huruf dan beberapa gambar jika dibutuhkan dalam belajar membaca permulaan. Dalam tindakan sebelumnya, materi yang disampaikan guru adalah membaca tulisan di bawah gambar dan menggabungkan huruf menjadi suku kata, suku kata menjadi kata, maupun kata menjadi kalimat. Guru selalu memantau dan mencatat perkembangan siswa dalam belajar membaca tulisan tanpa gambar dan menggabungkan suku kata menjadi kata sampai membentuk sebuah kalimat.

b.Pelaksanaan Tindakan (Acting)

Dari hasil membaca tulisan di bawah gambar dan menggabungkan kata menjadi kalimat, guru selalu memberikan penguatan kepada siswa yang sudah bisa membaca atau menggabungkan huruf menjadi suku kata maupun kata hingga membentuk suatu kalimat dan memberikan bantuan serta motivasi kepada siswa yang belum bisa membaca untuk mencapai hasil yang lebih baik. Langkah selanjutnya guru menjukkan tulisan tanpa gambar. Guru menunjuk siswa yang sudah lancer membaca untuk memberikan contoh membaca dan menggabungkan suku kata menjadi kata

kepada siswa yang lain, selanjutnya siswa membaca bersama-sama dan berulang-ulang. Misalnya: “memetik kacang” dieja sesuai dengan abjad yakni em,e-me em,e-me te,i-ti ka-tik k,a-ka ce,a-ca eng-cang sehingga menjadi me-metik ka-cang. Guru selalu mengamati perkembangan dan kemajuan siswa dalam membaca dan menggabungkan suku kata menjadi kata.

c.Observasi (Observing)

Pada tahapan ini uru melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan metode SAS yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan yang diajarkan. Setiap akhir pembelajaran diadakan evaluasi atu tes membaca. Hasil atau nilai yang dicapai siswa dicatat oleh guru dan digunakan untuk menganalisis perkembangan atau kemajuan proses belajar siswa khususnya dalam kegiatan membaca.

d.Pengolahan Data (Reflecting)

Guru melakukan pengolahan data berdasarkan observasi selama pembelajaran untuk evaluasi tindakan yang telah dilakukan. Setiap akhir pembelajaran selalu diadakan tes membaca dan hasilnya dinilai oleh guru untuk mengetahui sejauh mana hasil yang dicapai siswa dalam membaca permulaan mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan metode SAS. Berdasarkan refleksi tersebut, apabila ketrampilan membaca permulaan belum menunjukkan peningkatan guru melaksanakan tindakan berikutnya yaitu mengadakan sikus III.

3. Siklus III

Setelah melaksanankan siklus I dan II, selanjutnya guru menyuruh siswa untuk menggabungkan kata menjadi kalimat. Setelah menjadi kalimat, guru membuat beberapa kalimat lagi hingga membentuk suatu bacaan teks pendek. Kemudian guru menyuruh salah satu siswa yang sudah lancer membaca untuk membacakan teks bacaan di depan kelas, sekaligus sebagai model bagi teman-temannya yang lain dan kegiatan ini dilakukan secara bergantian sehingga siswa akan senang dan termotivasi untuk ikut terlbat dalam kegiatan membaca. Pada siklus ini bisa dilakukan

atau dibentuk kelompok dimana satu kelompok itu ada salah satu siswa yang sudah lancar membaca sehingga siswa tersebut bisa memberikan contoh pada yang lain atau bisa disebut dengan melakukan tutor sebaya.

Adapun tahapan pada siklus III adalah sebagai berikut:

a.Perencanaan Tindakan (Planing)

Tindakan siklus III merupakan kelanjutan dari siklus II dengan melaksanakan proses pembelajaran dengan memanfaatkan kartu huruf dan beberapa gambar jika dibutuhkan dalam belajar membaca permulaan. Pada tahap ini dilakukan kegiatan membaca dengan melanjutkan menggabungkan kata menjadi kalimat hingga beberapa kalimat membentuk teks bacaan. Hasil dari siklus III diamati dan dicatat guru untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan belajar siswa. Pada tahap ini guru memberikan tugas secara keompok, dalam satu kelompok ada salah satu siswa yang sudah ancar membaca sehingga bisa memberikan contoh pada teman-temannya yang lain dalam satu kelompok.

b.Pelaksanaan Tindakan (Acting)

Guru menunjuk salah satu siswa yang sudah lancar membaca untuk memberikan contoh membaca dan menggabungkan kata menjadi kalimat hingga beberapa kalimat tersebut membentuk bacaan kepada siswa yang lain, selanjutnya siswa yang lain menirukan dan dilakukan berulang-ulang. Secara bergantian siswa membaca gabungan beberapa kalimat yang membentuk teks bacaan tersebut. Guru memberikan penguatan kepada siswa yang sudah lancer membaca dan memberikan motivasi kepada semua siswa agar lebih giat lagi dalam belajar membaca untuk merh hasil belajar yang lebih baik. Guru selalu mengamati perkembangan dan kemajuan siswa dalam belajar membaca.

c.Observasi (Observing)

Pada tahapan ini uru melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan metode SAS yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan yang diajarkan. Setiap akhir pembelajaran diadakan evaluasi atu tes membaca. Hasil atau nilai yang dicapai siswa dicatat oleh guru dan

digunakan untuk menganalisis perkembangan atau kemajuan proses belajar siswa khususnya dalam kegiatan membaca.

d. Pengolahan Data (Reflecting)

Guru melakukan pengolahan data berdasarkan observasi selama pembelajaran untuk evaluasi tindakan yang telah dilakukan. Setiap akhir pembelajaran selalu diadakan tes membaca dan hasilnya dinilai oleh guru untuk mengetahui sejauh mana hasil yang dicapai siswa dalam membaca permulaan mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan metode SAS.

commit to user

Dokumen terkait