BAB II Landasan Teori
C. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian pengembangan berpedoman dari desain penelitian pengembangan media instruksional olah Burg and Gall. Produk yang dihasilkan berupa bahan ajar pendidikan agama Islam berbasis strategi Concept Mapping yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan peserta didik sebagai bahan ajar yang berimplikasi terhadap pencapaian tujuan pembelajaran. Bahan ajar pendidikan agama Islam ini berupa modul.
Model Borg and Gall dalam Sugiyono ini meliputi: Potensi dan masalah, Pengumpulan data, Desain Produk, Validasi Desain, Revisi Desain, Uji coba Produk, revisi Produk, Uji coba Pemakaian, Revisi Produk dan Produksi masal3.
2
Nusa Putra, Research and Development(Penelitian dan Pengembangan:Suatu Pengantar),
(Jakarta:Rajawali Pers,2011) cet.1, h.67 3
Skema Prosedur Penelitian
Gambar 3.1 langkah-langkah penggunaan Research and Development Methode
Model ini memiliki langkah-langkah pengembangan yang sesuai dengan penelitian pengembangan pendidikan yaitu penelitian yang menghasilkan atau mengembangkan produk tertentu dengan melakukan beberapa uji ahli seperti uji materi, uji desain, dan uji coba produk di lapangan untuk menguji kementrian suatu produk.
Dalam penelitian pengembangan ini dibutuhkan sepuluh langkah pengembangan untuk menghasilkan produk akhir yang siap untuk diterapkan dalam lembaga pendidikan. Tetapi, penulis membatasi langkah-langkah penelitian
Validasi Desain Desain Desain Produk Pengumpulan data Potensi dan Masalah Uji coba produk Revisi Desain Ujicoba Pemakaian Revisi Produk Produksi Massal Revisi Produk
pengembangan dari sepuluh langkah menjadi tujuh langkah dikarenakan mengigat waktu yang tersedia dan biaya yang terbatas.
Produk akhir dari penelitian pengembangan ini adalah bahan ajar pendidikan agama Islam berbasis concept mapping berupa modul.
1. Potensi Masalah
Potensi dalam penelitian pengembangan ini adalah bahan ajar yang digunakan siswa modul kurang memenuhi kebutuhan, referensi pembelajaran yang terlalu ringkas dan tidak disediakan ilustrasi yang mendukung kejelasan pemaparan materi pembelajaran. Peneliti akan mengembangakan bahan ajar modul PAI berbasis strategi concept mapping berupa Modul, sehingga diperlukan adanya bahan ajar pendidikan agama Islam berbasis strategi concept mapping.
2. Mengumpulkan Informasi
Setelah mengetahui potensi dan masalah dalam penelitian pengembangan ini. Langkah berikutnya yaitu mengumpulkan berbagai informasi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah melalui penelitian pendahuluan. Mengumpulkan informasi penelitian ini dilakukan di SMPN 05 Bandar Lampung dengan cara melakukan wawancara dengan guru pelajaran pendidikan agama Islam mengenai proses pembelajaran pendidikan agama Islam pada saat ini dan angket diberikan kepada peserta didik mengenai kemampuan, sikap serta keterampilan karakteristik bahan
ajar belajar yang diinginkan. Adapun langkah-langkah penyusunan instrument untuk analisis kebutuhan guru dan peserta didik yaitu:
a. Langkah-langkah penyusunan instrument analisis kebutuhan guru sebagai berikut:
1) Menanyakan mengenai bahan ajar belajar pendidikan agama Islam yang ada.
2) Menuliskan pertanyaan berdasarkan kisi-kisi instrument yang telah ditentukan
b. Langkah-langkah penyusunan instrument analisis kebutuhan peserta didi sebagai berikut:
1) Menuliskan kisi-kisi instrumen analisi kebutuhan pengembangan bahan ajar pendidikan agama Islam berbasis concept mapping yang meliputi; aspek yang ingin diketahui dan indikatornya, minat peserta didik dan kebutuhan akan bahan ajar belajar.
2) Menuliskan pertanyaan yang berupa esai sesuai dengan kisi-kisi yang telah ditentukan.
3. Desain Produk
Setelah mengumpulkan informasi, selanjutnya membuat produk awal bahan ajar pendidikan agama Islam berbasis concept mapping berupa modul sehingga bermanfaat bagi guru dan peserta didik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Pada penulisan modul pendidikan agama Islam berbasis concept mapping mengikuti
penulisan modul yang telah ditentukan BSNP. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam pembuatan bahan ajar modul ini adalah sebagai berikut:
a. Membuat tema;
b. Membuat pemetaan SK dan KD;
c. Membuat silabus berdasarkan sub-sub tema;
d. Menentukan ukuran kertas, font, spasi, dan jenis huruf yang akan digunakan dalam menulis modul;
e. Menentukan warna dan gambar yang menarik sebagai pendukung pembelajaran;
f. Menentukan struktur penulisan;
g. Mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam Sk dan KD yang menjadi acuan pengembangan materi;
h. Mengidentifikasi jenis-jenis materi pembelajaran; i. Memilih materi pembelajaran yang sesuai dengan tema;
j. Memilih sumber materi pembelajaran dan mengemas materi pembelajaran.
4. Validasi Desain
Setelah produk awal yang sudah selasai dibuat, langkah selanjutnya konsultasi kepada tim ahli yang terdiri dari ahli materi dan ahli desain. Ahli materi mengkaji aspek sajian materi berupa kesesuian materi dengan kurikulum (standar isi). Adapun langkah-langkah penyusunan insterumen uji ahli materi dan desain sebagai berikut:
a. Instrument validasi ahli materi
Langkah-langkah penyusunan instrument uji ahli materi adalah sebagai berikut:
1) Menuliskan kisi-kisi instrument uji materi kebutuhan pengembangan bahan ajar pendidikan agama Islam berbasis concept mapping yang meliputi aspek yang ingin diketahui dan indikator. Aspeknya yaitu kualitas isi, kebahasaan, keterlaksanaan dan layout.
2) Menuliskan petunjuk umum dan petunjuk khusus pengisian angket.
3) Menentukan indikator penilaian yang akan digunakan untuk menilai bahan ajar yang telah dibuat.
4) Menyusun instrument berdasarkan indikator penilaian yang telah ditentukan b. Instrument validasi ahli media
Langkah-langkah penyusunan instrument uji ahli media adalah sebagai berikut:
1) Menuliskan kisi-kisi instrument uji desain kebutuhan pengembangan bahan ajar pendidikan agama Islam berbasis concept mapping yang meliputi aspek yang ingin diketahui dan indikator. Aspeknya yaitu kualitas isi, kebahasaan, kemudahan penggunaan dan tampilan layout.
2) Menuliskan petunjuk umum dan petunjuk khusus pengisian angket uji kesesuain desain dan layout modul.
4) Menuliskan indikator.
5) Menuliskan tema pembelajaran.
6) Menentukan indikator penilaian yang akan digunakan untuk menilai bahan ajar yang telah dibuat.
7) Menyusun instrument berdasarkan indikator penilaian yang telah ditentukan.
5. Revisi Desain
Setelah desain produk di validasi oleh ahli materi dan ahli desain, maka dapat diketahui kelemahan dari modul tersebut. Kelemahan tersebut kemudian direvisi untuk menghasilkan produk yang lebih baik lagi.
6. Uji Coba Produk
Produk yang telah selesai dibuat, selanjutnya diuji cobakan dalam kegiatan pembelajaran. Uji coba ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi apakah bahan ajar pendidikan agama Islam berbasis concept mapping berupa modul ini menarik sebagai bahan ajar. Untuk uji coba produk dilakukan uji coba lapangan (field-trial
evaluation).
Menurut Borg and Hall, uji coba lapangan produk awal jumlah responden antara 10 sampai 20 Uji coba lapangan dilakukan pada peserta didik yang dipilih melalui random sampling. Teknik random sampling yang digunakan ini dalam prakteknya. Peneliti melakukan undian. Uji coba dilakukan dengan memberi penjelasan tentang modul pendidikan yang sedang dikembangkan, meminta responden mencoba sendiri bahan ajar tersebut, kemudian dilakukan pengamatan
terhadap penggunaan bahan ajar oleh responden, setelah itu responden diminta mengisi angket yang telah dipersiapkan oleh peneliti. Berdasarkan dari hasil pengamatan, hasil analisis angket serta masukan-masukan dari responden, modul pendidikan agama Islam tersebut kemudian dievaluasi dan direvisi.
7. Revisi Produk
Dari hasil uji coba produk, apabila tanggapan peserta didik mengatakan bahwa produk ini baik dan menarik, maka dapat dikatakan bahwa bahan ajar ini telah selesai dikembangkan sehingga menghasilkan produk akhir. Namun apabila produk belum sempurna maka hasil uji coba ini dijadikan bahan perbaikan dan penyempurnaan bahan ajar yang telah dibuat. Sehingga dapat menghasilakan produk akhir yang siap digunakan di sekolah.