METODE PENELITIAN 3.1 Bentuk Penelitian
3.2 Prosedur Penelitian
Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE. Sesuai dengan namanya, model ADDIE terdiri dari lima langkah atau tahapan pengembangan yaitu Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Menurut Januszweski dan Molenda (dalam Suryani, dkk, 2018:126) tahapan dari model pengembangan ADDIE adalah sebagai berikut:
19 Gambar 3.1 Tahap Pengembangan Model ADDIE
1. Analysis
Tahap analisis merupakan suatu proses mendefinisikan apa yang akan dipelajari oleh peserta didik, yaitu melakukan analisis kebutuhan, mengidentifikasi masalah, dan melakukan analisis tugas. Peneliti akan banyak melakukan diskusi dengan guru mata pelajaran matematika untuk mengetahui bagaimana kondisi dan proses pembelajaran disekolah tersebut. Hal ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai masalah mendasar yang perlu diupayakan pemecahannya.
1.1.1 Analisis Kurikulum
Analisis kurikulum dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kurikulum, khususnya pada materi barisan dan deret untuk siswa kelas XI.
Hal-hal yang dianalisis meliputi kompetensi dasar (KD) dari materi yang akan dikembangkan. Kompetensi dasar tersebut tercantum pada kurikulum yang digunakan oleh pihak sekolah. Berdasarkan kurikulum yang digunakan tersebut akan diketahui media pembelajaran seperti apakah yang layak untuk dikembangkan. Hasil analisis kurikulum berupa KD yang dijabarkan menjadi
Analysis
Design
Development
Implementation
Evaluation
20 beberapa indikator. Selanjutnya hasil tersebut sebagai pedoman penyusunan materi barisan dan deret pada media pembelajaran yang dikembangkan.
1.1.2 Analisis karakter peserta didik
Analisis peserta didik dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakter dari peserta didik serta pengalaman dari peserta didik dalam pemanfaatan teknologi yang berkembang. Analisis ini juga bertujuan untuk melihat ketertarikan peserta didik pada perkembangan teknologi yang dipakai sebagai media pembelajaran. Analisis ini dilakukan dengan observasi, pengamatan saat pembelajaran dikelas, melakukan wawancara dengan guru dan peserta didik serta teori yang terkait dengan pola piker dari peserta didik.
1.1.3 Analisis situasi atau lingkungan sekolah
Analisis ini dilakukan dengan observasi langsung ke sekolah. Observasi yang dilakukan ini bertujuan untuk dapat mengetahui bagaimanakah pemanfaatan fasilitas komputer (labor komputer) dalam pembelajaran matematika, kenyamanan ruang untuk pembelajaran serta komputer yang akan digunakan apakah dapat menunjang untuk penggunaan media yang di hasilkan.
1.1.4 Analisis Teknologi
Analisis ini bertujuan untuk mengetahui kelebihan serta kelemahan dari media yang akan dikembangkan yaitu berupa software macromedia flash 8.
Selain itu, akan dilakukan kecocokan dari software yang digunakan dengan materi yang akan dikembangkan yaitu barisan dan deret. Analisis ini dilakukan dengan cara berdiskusi dengan dosen pembimbing dan guru mata pelajaran untuk mencari kecocokan media yang digunakan dengan materi.
1.1.5 Analisis Media dalam pembelajaran
Analisis ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan media dalam pembelajaran khususnya media yang digunakan saat pembelajaran matematika serta bagaimana media dibuat agar dapat memenuhi kebutuhan peserta didik.
21 2. Design (Desain)
Dalam perancangan media pembelajaran, tahap desain memiliki kemiripan dengan merancang kegiatan belajar mengajar. Peneliti membuat storyboard yang merupakan rancangan secara umum yang meliputi penyusunan tampilan judul media, rancangan fitur informasi, rancangan pilihan materi, rancangan menu utama, dan rancangan materi ajar. Selain itu, penentuan alur pembelajaran yang akan dibuat serta merencanakan animasi dan diikuti audio dalam penyajian materi.
Selain membuat desain rancanga media pembelajaran, peneliti juga membuat lembar validasi. Desain dan storyboard yang dibuat akan dikonsultasikan kepada dosen pembimbing dan akan mengalami revisi dan perbaikan. Jika desain telah dinilai baik, proses selanjutnya untuk pengembangan media adalah development atau pengembangan dan pembuatan media yang berpedoman terhadap desain dan storyboard yang telah dibuat.
3. Development (Pengembangan dan Pembuatan Media)
Dalam tahap pengembangan, kerangka yang masih konseptual direalisasikan menjadi produk yang siap diimplementasikan, maka tahap pengembangan dan pembuatan media ini dibuat dengan perakitan menggunakan macromedia flash 8, yang mencakup penulisan teks, pemasangan gambar, pemasangan animasi dan audio serta pembuatan dan pemasangan materi dan soal. Selain itu juga dilakukan evaluasi formatif yaitu validasi oleh ahli media pembelajaran, untuk mengetahui apakah media tersebut layak digunakan atau diuji cobakan dalam proses pembelajaran. Sehingga akan didapat saran untuk memperbaiki media macromedia flash 8 sebelum diterapkan atau diuji cobakan dilapangan.
4. Implementation (Implementasi atau uji coba Media)
Pada tahap ini, media/bahan pembelajaran telah selesai dibuat dan diimplementasikan pada proses pembelajaran. Produk yang telah dinyatakan layak uji oleh validator diujicobakan pada peserta didik dan guru matematika. Mereka menggunakan dan mengevaluasi produk tersebut dengan mengisi angket respon guru dan angket respon peserta didik. Hal tersebut dimaksudkan untuk
22 mendapatkan masukan-masukan atau koreksi terhadap produk yang telah dikembangkan.
5. Evaluation (Evaluasi)
Pada tahap terakhir yakni evaluasi, pada dasarnya merupakan proses untuk memberikan nilai terhadap program pembelajaran. Dari tahap uji coba akan diperoleh penilaian dan respon dari angket yang diberikan kepada guru dan peserta didik. Angket dan hasil tes tersebut akan dianalisis yang selanjutnya dapat digunaka untuk menghitung praktikalitas media tersebut. Hasil analisis ini juga digunakan sebagai acuan perlu tidaknya revisi produk tahap akhir.
Berdasarkan situasi dan kondisi yang dialami pada saat proses penelitian, adanya dampak dari wabah covid-19 yang terus meningkat sehingga mengakibatkan penelitian kali ini tidak sampai kepada sekolah, hanya sampai kepada revisi para validator saja. Berdasarkan model pengembangan ADDIE yang diutarakan oleh Suryani, dkk (2018:127), peneliti memodifikasi tahapan dari metode pengembangan atau Research and Development I (R&D) tipe ADDIE sesuai dengan kebutuhan peneliti, yakni sebagai berikut:
Gambar 3.2 Modifikasi Tahap Pengembangan Model ADDIE
1) Analysis (analisis)
Tahap analisis merupakan suatu proses mengidentifikasi kebutuhan peserta didik untuk menghasilkan suatu produk ataupun yang dapat mengatasi permasalahan tersebut.
Analysis
Design
Development
23 2) Design (desain/perancangan)
Tahap desain memiliki beberapa tahapan yakni: 1) pembuatan storyboard, 2) pengumpulan bahan yang akan digunakan untuk membuat media pembelajaran interaktif, 3) perancangan lembar validasi media pembelajaran.
3) Development (pengembangan)
Tahap pengembangan adalah mewujudkan desain yang telah dirancang agar menjadi kenyataan. Dalam penelitian ini peneliti melakukan pengembangan produk berupa media pembelajaran matematika berbasis multimedia interaktif.
Selain itu juga dilakukan evaluasi formatif yaitu validasi oleh ahli media pembelajaran, untuk mengetahui apakah media tersebut layak diterapkan atau diuji cobakan dalam proses pembelajaran.