BAB III METODE PENELITIAN
B. Prosedur Penelitian
Langkah-langkah penelitian dan pengembangan ditunjukan pada gambar 1.1 berikut: 36
Gambar 1.1
Prosedur Penggunaan Metode Research And Development (R&D).
1. Potensi Dan Masalah
Penelitian dapat berangkat dari adanya potensi atau masalah. Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah.37dalam bidang pendidikan ini kita memiliki peserta didik yang multikultural. Peserta didik yang multikultural ini dapat di manfaatkan untuk dapat menumbuhkan sikap toleransi antar peserta didik yang memilki perbedaan budaya.Berdasarkan
36Ibid, h. 298. 37Ibid. Desain Produk Validasi Desain Pengumpulan Data
Revisi Produk Uji Coba
Produk Desain Revisi Uji Coba
Pemakaian Potensi dan Masalah
Revisi
permasalahan tesebut maka kita dapat mengembangkan bahan ajar PAI berbasis multikultural sesuai dengan keadaan yang terjadi di sekolah tersebut.
2. Mengumpulkan Informasi
Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara faktual, maka selanju tnya perlu dikumpukan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang dapat mengatasi masalah tersebut. Dengan mengumpulkan informasi maka peneliti akan mendapatkan masalah yang menyebabkan terjadinya ketidakbersamaan karna perbedaan sosial ataupun budaya, dengan ini kemudian peneliti dapat membuat rancangan untuk mengembangkan bahan ajar sehingga peserta didik dapat menerima adanya perbedaan tanpa bergaul hanya dengan kelompoknya saja.
3. Desain Produk
Desaian produk ialah melakukan sebuah rancangan baru untuk produk yang akan dikembangakan.38 Rancangan pengembangan bahan ajar pada materi toleransi baru ini dibuat berdasarkan penilaian terhadap materi toleransi yang lama. Sehingga dapat ditemukan kelemahan-kelemahan terhadap materi tersebut . Produk yang dihasilakan dapat berupa gambar, bagan ataupun uraian ringkas sehingga akan memudahkan pihak lain untuk memahaminya. Kefektivitasan
38Ibid, h.300.
pengembangan bahan ajar ini bisa diukur dari mudah emngimplementasikan, suasana belajar menjadi kondusif dan kebersamaan mereka semakin membaik.
4. Validasi Desain
Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk, dalam hal ini pengembangan bahan ajar berbasis multikultural secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Dikatakan secara rasional, karena validasi disini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta lapangan.Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. 39
5. Perbaikan Desain
Setelah desain produk , di validasi oleh pakar atau tenaga ahli , maka akan dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut selanjutny dicoba untuk memperbaiki produk tersebut.
6. Uji coba produk
Dalam bidang pendidikan desain produk dapat langsung diimplementasikan.Dan produk dapat diuji setelah di validasi dan revisi.Untuk melakukan uji coba dapat dilakukan pada kelompok yang terbatas.Pengujian dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi apakah pengembangan bahan ajar tersebut lebih efektif dan efisien di bandingkan dengan materi yang
lama.dan ketika produk sudah berhasil dapat menjadi materi yang mampu mengembangkan pesert didik agar dapat menerima perbedaan maka produk ini dapat digunakan dalam pendidikan.
7. revisi produk
langkah ini merupakan perbaikan kedua setelah dilakukan uji lapangan yang lebih luas dari uji lapangan yang pertama. penyempurnaan produk dari hasil uji lapangan lebih luas ini akan lebih memantapkan produk yang kita kembangkan, karena pada tahap uji coba lapangan sebelumnya dilaksanakan dengan adanya kelompok kontrol. desain yang digunakan adalah pretest dan posttest. selain perbaikan yang bersifat internal. penyempurnaan produk ini didasarkan pada evaluasi hasil sehingga pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif.
8. uji coba pemakaian
langkah ini meliputi sebaiknya dilakukan dengan skala besar : 1) melakukan uji efektivitas dan adaptabilitas desain produk; 2)uji efektivitas dan adabtabilitas desaian melibatkan para calon pemakai produk; 3) hasil uji lapangan adalah diperoleh model desain yang siap diterapkan, baik dari sisi substansi maupun metodologi.
9. revisi produk
langkah ini akan lebih menyempurnakan produk yang sedang dikembangkan. penyempurnaan produk akhir dipandang perlu untuk lebih akurat produk yang
akan dikembangkan. pada tahap ini sudah didapatkan suatu produk yang tingkat evektifitasnya dapat dipertangging jawabkan. hasil penyempurnaan produk akhir memiliki nilai “ generalisasi” yang dapat diandalkan.
10. produksi masal
berdasarkan tahapan dan penelitian pengembangan yang dikembangkan oleh Borg & Gall, Penelitian dapat dilakukan dengan melakukan penyederhanaan dan pembatasan menjadi tujuh tahapan dikarenakan dengan memperkirakan dana, tenaga dan waktu yang dimiliki peneliti. tahap penelitian dan pengembangan yang akan dilaksanakan sebagai berikut:
tahap penelitian dan pengembangan yang akan dilaksanakan sebagai berikut: 1) studi pendahuluan
a) mengidentifikasi potensi dan masalah, dimana hasilnya akan digunakan sebagai acuan untuk pengembangan produk yang akan dibuat
b) melakukan tinjaun terhadap kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) untuk menentukan indicator – indicator yang hendak dicapai.
c) melakukan studi pustaka untuk mengumpulkan materi. adapun materi yang akan dikembangkan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah toleransi
2) tahap perencanaan penelitian
b) merumuskan indikator yang akan dicapai berdasarkan kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) yang sesuai dengan materi yang digunakan dalam penelitian.
3) tahap pengmbangan produk
a) menyiapkan materi toleransi dari berbagai sumber yang relevan b) mengaitkan materi toleransi dengan pendidikan multikultural c) mendesain buku modul
d) mencetak buku modul
4) tahap validasi dan uji coba terbatas
a) pembuatan kisi-kisi instrument penelitian. dalam pembuatan kisi-kisi instrument penelitian, criteria penelitian disesuaikan dengan kategori masing-masing penilaian seperti ahli materi dan ahli media.
b) pembuatan instrument penelitian. instrument penelitan yang akan digunakan lembar validasi untuk penelitian para ahli. lembar validasi ini digunakan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran modul PAI berbasis multikultural berdasarkan penilaian ahli materi dan ahli media
c) validasi oleh ahli materi dan ahli media 5) revisi hasil uji lapangan terbatas
a) perbaikan atau revisi produk berdasarkan hasil uji lapangan terbatas dari penilaian ahli materi dan ahli media. revisi produk tahap 1 ini
dapat dilkakukan secara berulang-ulang sampai produk benar-benar dinyatakan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran b) hasil akhir produk media pembelajaran berbentuk buku modul
berbasis multikultural yang telah dinyatakan layak oleh ahli materi dan ahli media.
6) uji produk secara lebih luas
a) penggunaan produk dalam proses pembelajaran PAI
b) pengisian angket atau kuesioner terhadap respon guru dan peserta didik mengenai produk buku modul PAI berbasil multikultural
7) revisi hasil uji lapangan lebih luas
a) perbaikan produk berdasarkan hasil uji lapangan lebih luas atau revisi tahap II
b) hasil akhir produk media pembelajaran PAI berbasis multikultural
C.Teknik Pengumpulan Data