BAB III METODE PENELITIAN
D. Prosedur Penelitian
Pra siklus dilakukan sebelum melaksanakan penelitian tindakan yaitu menggali informasi dan permasalahan yang terjadi di dalam pelaksanaan pembelajaran pelaksanaan layanan secara prima menggunakan metode pembelajaran ceramah, memperoleh informasi tentang aktivitas siswa pada saat pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah, memperoleh informasi tentang pencapaian kompetensi bekerja dalam satu tim, memperoleh informasi tentang kemampuan guru di dalam mengembangkan metode pembelajaran.
Berdasarkan informasi dan permasalahan tersebut maka peneliti dan guru sebagai kolaborator dalam penelitian, merencanakan perbaikan untuk meningkatkan kompetensi bekerja dalam satu tim rmelalui metode pembelajaran snowball throwing. Metode pembelajaran ini melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari orang lain, membangkitkan keberanian siswa dalam merumuskan
oleh temannya. Karena selama pembelajaran di kelas guru belum menggunakan metode diskusi yang bisa mengaktifkan siswa, peneliti menyarankan untuk mencoba menggunakan metode diskusi atau metode pembelajaran snowball throwing, sehingga dapat meningkatkan kompetensi bekerja dalam satu tim pada siswa kelas X Busana 1 di SMK Negeri 1 Pandak.
Kelebihan metode pembelajaran snowball throwingadalah: 1. Melatih kesiapan siswa, dalam hal ini siswa dituntut untuk bisa
menjawab pertanyaan dari temannya sendiri
2. Saling memberikan pengetahuan. Artinya dari beberapa siswa dapat memungkinkan pertanyaan yang sama dan tentu beragam pula siswa yang menanggapinya.
3. Memberi kesempatan siswa untuk berpendapat.
Kekurangan metode pembelajaran snowball throwing yaitu pengertahuan tidak luas hanya berkutat pada pengetahuan sekitar siswa. Artinya hasil yang diperoleh dari pembelajaran tergantung pada siswa sendiri.
Guru merespon baik dan sepakat dengan rencana penerapan metode pembelajaran snowball throwing untuk meningkatkan aktivitas belajar dalam pencapaian kompetensi bekerja dalam satu tim.
2. Pelaksanaan Tindakan a. Siklus I
1) Perencanaan
Perencanaan dalam penelitian tindakan kelas pada siklus pertama adalah sebagai berikut:
a) Mempersiapkan perangkat pembelajaran, menyusun perangkat pembelajaran, berupa skenario pembelajaran dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP disusun oleh peneliti dengan pertimbangan dari guru yang bersangkutan. RPP yang dibuat lebih menekankan pada kegiatan inti yaitu pada peningkatan kompetensi bekerja dalam satu tim melalui metode pembelajaran snowball throwing.
b) Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal, pembentukan kelompok dan guru memberikan penjelasan singkat tentang pelaksanaan pembelajaran dengan metode pembelajaran snowball throwing.
c) Menyiapkan instrumen berupa panduan observasi dan tes berbentuk pilihan ganda. Lembar observasi digunakan untuk pengamatan selama proses pembelajaran dan berlangsungnya tindakan, tes pilihan ganda digunakan
mengenai pengetahuan, pemahaman dan penerapan terhadap bahan pengajaran.
2) Tindakan dan Pengamatan
Tindakan yang akan dilakukan dalam peneliti ini adalah sebagai berikut:
a) Pendahuluan
Pada tahap awal guru memberikan apersepsi untuk mengungkap pengetahuan siswa mengenai bekerja dalam satu tim, guru memotivasi siswa dan menyampaikan tujuan dari pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk mengkondisikan siswa agar siap menerima pelajaran dengan baik.
b) Kegiatan inti
(1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran materi bekerja dalam satu tim dan membagikan handout kepada siswa sebagai acuan.
(2) Guru menyampaikan materi yang akan disajikan, dan KD yang ingin dicapai.
(3) Guru membentuk siswa berkelompok, lalu memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi.
(4) Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya. (5) Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar
kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok.
(6) Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama kurang lebih 5 menit.
(7) Setelah siswa dapat satu bola atau satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian.
c) Penutup
Guru memberikan kesempatan pada siswa yang belum paham untuk bertanya mengenai materi yang disampaikan. Guru membagikan soal tes kepada siswa. Guru dan siswa mengadakan evaluasi. Kemudian pembelajaran ditutup, siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran bekerja dalam satu tim. Tidak lupa guru selalu memberikan dorongan dan motivasi pada
siswa untuk terus belajar. Dan yang terakhir guru menutup pelajaran dengan mengucap salam.
Pengamatan dilakukan peneliti pada saat proses belajar mengajar pelaksanaan layanan secara prima kepada pelanggan (costumer care) dengan menerapkan metode snowball throwing. Pengamatan terhadap penerapan metode pembelajaran snowball throwing dan pengamatan terhadap peningkatan aktivitas siswa, diantaranya keberanian siswa dalam menyampaikan pertanyaan, keberanian siswa dalam menjawab pertanyaan dan keberanian siswa untuk menyampaikan pendapat. Pengamatan pada siklus I dilakukan dengan bantuan lembar observasi dan tes pilihan ganda. Peneliti berharap dari hasil pengamatan pada proses pembelajaran siklus I dapat dijadikan acuan dalam proses belajar mengajar dikelas, sehingga dapat meningkatkan kompetensi belajar siswa pada siklus berikutnya.
3) Refleksi
Pada tahap refleksi ini untuk mengungkap hasil pengamatan. Peneliti yang berkolaborasi dengan guru mengungkap hasil pengamatan terhadap penerapan metode pembelajaran snowball throwing dan pengamatan aktivitas siswa, diantaranya keberanian siswa dalam menyampaikan pertanyaan, keberanian siswa dalam menjawab pertanyaan
dan keberanian siswa untuk menyampaikan pendapat. Selain itu juga untuk menetahui pencapaian kompetensi. Jika pada siklus ini hasil belum optimal, maka dilanjutkan pada siklus berikutnya. Kekurangan-kekurangan pada siklus ini diperbaiki pada siklus berikutnya.
b. Siklus II
Pada tahapan ini, peneliti dan kolaborator mendiskusikan masalah berdasarkan refleksi dari tindakan siklus I. Tindakan atau kegiatan dalam siklus II melakukan pembelajaran bekerja dalam satu tim dengan metode snowball throwing.
1) Perencanaan
Perencanaan tindakan dilakukan oleh guru berkolaborator dengan peneliti. Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, rencana tindakan pada siklus II adalah:
a) Menyusun perangkat pembelajaran, berupa skenario pembelajaran dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP disusun oleh peneliti dengan pertimbangan dari guru yang bersangkutan. RPP yang dibuat lebih menekankan pada kegiatan inti yaitu pada peningkatan kompetensi bekerja dalam satu tim melalui metode snowball throwing.
memberikan penjelasan singkat tentang pelaksanaan pembelajaran dengan metode pembelajaran snowball throwing.
c) Menyiapkan instrumen berupa lembar observasi dan tes berbentuk pilihan ganda. Lembar observasi digunakan untuk pengamatan selama proses pembelajaran dan berlangsungnya tindakan, tes pilihan ganda digunakan untuk mengetahui pencapaian taraf kognitif siswa mengenai pengetahuan, pemahaman dan penerapan terhadap bahan pengajaran.
2) Tindakan dan Pengamatan
Tindakan yang akan dilakukan dalam peneliti ini adalah sebagai berikut:
a) Pendahuluan
Pada tahap awal guru memberikan apersepsi untuk mengungkap pengetahuan siswa mengenai bekerja dalam satu tim, guru memotivasi siswa dan menyampaikan tujuan dari pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk mengkondisikan siswa agar siap menerima pelajaran dengan baik.
b) Kegiatan inti
(1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran materi bekerja dalam satu tim dan membagikan handout kepada siswa sebagai acuan.
(2) Guru menyampaikan materi yang akan disajikan, dan KD yang ingin dicapai.
(3) Guru membentuk siswa berkelompok, lalu memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi.
(4) Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya. (5) Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar
kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok.
(6) Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama kurang lebih 5 menit.
(7) Setelah siswa dapat satu bola atau satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola
c) Penutup
Guru memberikan kesempatan pada siswa yang belum paham untuk bertanya mengenai materi yang disampaikan. Guru membagikan soal tes kepada siswa. Guru dan siswa mengadakan evaluasi. Kemudian pembelajaran ditutup, siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran bekerja dalam satu tim. Tidak lupa guru selalu memberikan dorongan dan motivasi pada siswa untuk terus belajar. Dan yang terakhir guru menutup pelajaran dengan mengucap salam.
Pengamatan dilakukan peneliti pada saat proses belajar mengajar pelaksanaan layanan secara prima kepada pelanggan (customer care) dengan menerapkan metode snowball throwing. Pengamatan terhadap penerapan metode pembelajaran snowball throwing dan pengamatan terhadap peningkatan aktivitas siswa, diantaranya keberanian siswa dalam menyampaikan pertanyaan, keberanian siswa dalam menjawab pertanyaan dan keberanian siswa untuk menyampaikan pendapat. Pengamatan pada siklus II dilakukan dengan bantuan lembar observasi dan tes pilihan ganda. Peneliti berharap dari hasil pengamatan pada proses pembelajaran siklus II dapat dijadikan acuan dalam proses
belajar mengajar dikelas, sehingga dapat meningkatkan kompetensi belajar siswa.
3) Refleksi
Pada tahap refleksi ini untuk mengungkap hasil pengamatan. Peneliti yang berkolaborasi dengan guru mengungkap hasil pengamatan terhadap penerapan metode pembelajaran snowball throwing dan pengamatan aktivitas siswa, diantaranya keberanian siswa dalam menyampaikan pertanyaan, keberanian siswa dalam menjawab pertanyaan dan keberanian siswa untuk menyampaikan pendapat. Selain itu juga untuk menetahui pencapaian kompetensi. Jika pada siklus ini sudah optimal, maka dapat dihentikan, tetapi apabila pada siklus ini hasil belum optimal, maka dilanjutkan pada siklus berikutnya. Kekurangan-kekurangan pada siklus ini diperbaiki pada siklus berikutnya.