• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

F. Prosedur Penelitian

Persiapan yang dilakukan sebelum melaksanakan penelitian tindakan yaitu mengidentifikasi permasalahan yang ada dikelas. Peneliti mengadakan diskusi dengan ibu Erni selaku guru mata pelajaran memuat busana wanita, dengan maksud untuk mengetahui hambatan-hambatan dalam proses belajar mrngajar dan sejauh mana pencapaian kompetensi dasar menjahit busana wanita. Adapun hasil diskusi yaitu:

a. Untuk membantu proses belajar siswa pada menjahit busana wanita tailoring.

b. Proses belajar dikelas belum berjalan dengan baik, hal ini terlihat dari banyak siswa yang masih tidak aktif bertanya, sehingga siswa banyak yang mengerjakan tugas praktek asal jadi.

c. Siswa lebih merasa kesulitan dalam praktek menjahit busana

tailoring yang diwujudkan dalam bentuk blazer.

Berdasarkan permasalahan tersebut maka peneliti dan guru sebagai kolaborator dalam penelitian, merencanakan perbaikan untuk meningkatkan kompetensi menjahit busana tailoring rmelalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Karena selama pembelajaran di kelas guru belum menggunakan metode diskusi yang bisa mengaktifkan siswa, peneliti menyarankan untuk mencoba menngunakan metode diskusi atau model pembelajaran kooperatif Jigsaw, sehingga dapat

meningkatkan kompetensi menjahit busana tailoring pada kelas XI B1 di SMK Negeri 2 Nganjuk.

Guru merespon baik dan sepakat dengan rencana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan kompetensi menjahit busana tailoring.

2. Pelaksanaan Tindakan a. Siklus I

1) Perencanaan

Perencanaan dalam penelitian tindakan kelas pada siklus adalah sebagai berikut:

a) Mempersiapkan perangkat pebelajaran Menyusun perangkat pembelajaran, berupa skenario pembelajaran dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP disusun oleh peneliti dengan pertimbangan dari dosen dan guru yang bersangkutan. RPP yang dibuat lebih menekankan pada kegiatan inti yaitu pada peningkatan kompetensi menjahit busana tailoring melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw khususnya pada materi pembelajaran mengepres bahan pelapis pada bahan utama busana tailoring.

b) Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal dan guru memberikan penjelasan

singkat tentang pelaksanaan pembelajaran dengan model kooperatif tipe Jigsaw.

c) Menyiapkan instrumen berupa lembar observasi, tes berbentuk pilihan ganda dan lembar penilaian unjuk kerja. Lembar observasi digunakan untuk pengamatan selama proses pembelajaran dan berlangsungnya tindakan, tes pilihan ganda digunakan untuk mengetahui pencapaian taraf kognitif siswa mengenai pengetahuan, pemahaman dan penerapan terhadap bahan pengajaran, dan untuk menilai hasil praktek siswa menggunakan lembar penilaian unjuk kerja.

2) Tindakan (acting)

Tindakan yang akan dilakukan dalam peneliti ini adalah sebagai berikut:

a) Pendahuluan

Pada tahap awal guru memberikan apersepsi untuk mengungkap pengetahuan siswa mengenai mengepres lapisan pada busana tailoring, guru motivasi siswa dan menyampaikan tujuan dari pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk mengkondisikan siswa agar siap menerima pelajaran dengan baik.

(1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran materi mengepres bahan pelapis pada bahan utama busana

tailoring dan membagikan handout kepada siswa sebagai acuan.

(2) Guru membagikan media job sheet yang berisi materi pembelajaran mengepres bahan pelapis pada bahan utama busana tailoring.

(3) Guru menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe

Jigsaw, yaitu:

(a) Guru membagi 7 kelompok secara heterogen (kelompok asal).

(b) Guru menjelaskan materi pembelajaran mengepres bahan pelapis pada bahan utama busana tailoring, yang terdiri dari empat materi yaitu cara mengepres lapisan badan depan, lapisan badan belakang, lengan dan kerah dan cara mengepres lubang kancing passpoille dan saku passepoille.

(c) Siswa membentuk kelompok sesuai materi yang didapat dan selanjutnya berkumpul untuk mengkaji materi tersebut (kelompok ahli).

(d) Guru menyimpulkan hasil diskusi setelah kelompok ahli mempresentasikan hasil diskusi.

(e) Siswa kembali ke kelompok asal untuk mengajarkan anggota lain mengenai materi yang telah dipelajari dalam kelompok ahli.

(4) Guru meminta siswa mengerjakan praktek mengepres bahan pelapis pada bahan utama busana tailoring

sesuai prosedur yang tepat.

(5) Guru meminta siswa untuk mengumpulkan pekerjaannya untuk dievaluasi.

(6) Guru memberikan tes evaluasi kepada siswa. c) Penutup

Guru memberikan kesempatan pada siswa yang belum paham untuk bertanya mengenai materi yang disampaikan.. Guru dan siswa mengadakan refleksi hasilnya. Kemudian pembelajaran ditutup, siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran menjahit busana wanita blazer dengan teknik tailoring. Tidak lupa guru selalu memberikan dorongan dan motivasi pada siswa untuk terus belajar. Dan yang terakhir guru menutup pelajaran dengan mengucap salam.

3) Pengamatan (observing)

Pengamatan dilakukan peneliti pada saat proses belajar mengajar menjahit busana tailoring dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Pengamatan terhadap

keaktifan siswa, perilaku bertanggung jawab dan kompetensi siswa dalam melakukan trknik mengepres bahan pelapis pada bahan utama busana tailoring. Pengamatan dilakukan oleh peneliti pada saat proses belajar mengajar dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.. Pengamatan pada siklus I dilakukan dengan bantuan observasi, catatan lapangan, tes pilihan ganda dan lembar penilaian unjuk kerja. Peneliti berharap dari hasil pengamatan pada proses pembelajaran siklus I dapat dijadikan acuan dalam proses belajar mengajar dikelas, sehingga dapat meningkatkan kompetensi belajar siswa pada siklus berikutnya.

4) Refleksi

Pada tahap refleksi ini untuk mengungkap hasil pengamatan. Peneliti yang berkolaborasi dengan guru mengungkap hasil pengamatan keaktifan siswa, perilaku bertanggung jawab siswa dan kompetensi siswa dalam melakukan trknik mengepres bahan pelapis pada bahan utama busana tailoring. Jika pada siklus ini hasil belum optimal, maka dilanjutkan pada siklus berikutnya. Kekurangan-kekurangan pada siklus ini diperbaiaki pada siklus berikutnya.

b. Siklus II

1) Perencanaan

Perencanaan dalam penelitian tindakan kelas pada siklus adalah sebagai berikut:

a) Menyusun perangkat pembelajaran, berupa skenario pembelajaran dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP disusun oleh peneliti dengan pertimbangan dari dosen dan guru yang bersangkutan. RPP yang dibuat lebih menekankan pada kegiatan inti yaitu pada peningkatan kompetensi menjahit busana tailoring melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw khususnya pada materi pembelajaran menjahit dengan mesin busana

tailoring.

b) Yang membedakan pada siklus I adalah materi pembelajarannya.

c) Menyiapkan instrumen berupa lembar observasi, tes berbentuk pilihan ganda dan lembar penilaian unjuk kerja. Lembar observasi digunakan untuk pengamatan selama proses pembelajaran dan berlangsungnya tindakan, tes digunakan untuk mengetahui pencapaian taraf kognitif pengetahuan, pemahaman dan penerapan siswa terhadap bahan pengajaran, dan untuk menilai hasil unjuk kerja siswa adalah lembar penilaian unjuk kerja.

2) Tindakan (acting)

Tindakan yang akan dilakukan dalam peneliti ini adalah sebagai berikut:

a) Pendahuluan

Pada tahap awal guru memberikan apersepsi untuk mengungkap pengetahuan siswa mengenai menjahit dengan mesin pada busana tailoring, guru motivasi siswa dan menyampaikan tujuan dari pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk mengkondisikan siswa agar siap menerima pelajaran dengan baik.

b) Kegiatan Inti

Pada kegiatan inti ini, hal-hal yang dilakukan guru dalam penelitian tindakan kelas sebagai berikut:

(1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran materi menjahit dengan mesin busana tailoring dan membagikan handout kepada siswa sebagai acuan. (2) Guru membagikan media job sheet yang berisi materi

pembelajaran menjahit dengan mesin busana

tailoring.

(3) Guru menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe

Jigsaw, yaitu:

(a) Guru membagi 7 kelompok secara heterogen (kelompok asal).

(b) Guru menjelaskan materi pembelajaran menjahit dengan mesin busana tailoring, yang terdiri dari empat materi yaitu langkah-langkah menjahit lubang kancing paspoille, langkah-langkah menjahit saku passpoille, langkah-langkah menjahit kerah, dan langkah-langkah menjahit lengan.

(c) Siswa membentuk kelompok sesuai materi yang didapat dan selanjutnya berkumpul untuk mengkaji materi tersebut (kelompok ahli).

(d) Guru menyimpulkan hasil diskusi setelah kelompok ahli mempresentasikan hasil diskusi. (e) Siswa kembali ke kelompok asal untuk

mengajarkan anggota lain mengenai materi yang telah dipelajari dalam kelompok ahli.

(4) Guru meminta siswa mengerjakan praktek menjahit blazer dengan mesin, masing-masing sesuai prosedur yang tepat.

(5) Guru meminta siswa untuk mengumpulkan pekerjaannya untuk dievaluasi.

(6) Guru memberikan tes evaluasi kepada siswa c) Penutup

Guru memberikan kesempatan pada siswa yang belum paham untuk bertanya mengenai materi menjahit busana

tailoring. Guru dan siswa mengadakan refleksi hasil menjahit busana wanita blazer dengan teknik tailoring.

Kemudian pembelajaran ditutup, siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran menjahit busana wanita blazer dengan teknik tailoring. Tidak lupa guru selalu memberikan dorongan dan motivasi pada siswa untuk terus belajar menjahit busana tailoring. Dan yang terakhir guru menutup pelajaran dengan mengucap salam.

3) Pengamatan (observing)

Pengamatan dilakukan peneliti pada saat proses belajar mengajar menjahit busana tailoring dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Pengamatan terhadap keaktifan siswa, perilaku bertanggung jawab dan kompetensi siswa dalam melakukan menjahit dengan mesin busana

tailoring. Pengamatan pada siklus II dilakukan dengan bantuan catatan lapangan, tes pilihan ganda dan lembar penilaian unjuk kerja. Peneliti berharap dari hasil pengamatan pada proses pembelajaran siklus II dapat dijadikan acuan dalam proses belajar mengajar dikelas, sehingga dapat meningkatkan kompetensi belajar siswa pada siklus berikutnya.

4) Refleksi

Pada tahap refleksi ini untuk mengungkap hasil pengamatan. Peneliti yang berkolaborasi dengan guru mengungkap hasil pengamatan Pengamatan dilakukan keaktifan siswa, perilaku bertanggung jawab siswa dan kompetensi siswa dalam melakukan menjahit dengan mesin busana tailoring. Jika pada siklus ini hasil belum optimal, maka dilanjutkan pada siklus berikutnya. Kekurangan-kekurangan pada siklus ini diperbaiaki pada siklus berikutnya.

c. Siklus III

1) Perencanaan

Perencanaan dalam penelitian tindakan kelas pada siklus adalah sebagai berikut:

a) Menyusun perangkat pembelajaran, berupa skenario pembelajaran dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP disusun oleh peneliti dengan pertimbangan dari dosen dan guru yang bersangkutan. RPP yang dibuat lebih menekankan pada kegiatan inti yaitu pada peningkatan kompetensi menjahit busana tailoring melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw khususnya pada materi pembelajaran penyelesaian jahitan dengan tangan pada busana tailoring.

b) Yang membedakan pada siklus II adalah materi pembelajarannya.

c) Menyiapkan instrumen berupa lembar observasi, tes berbentuk pilihan ganda dan lembar penilaian unjuk kerja. Lembar observasi digunakan untuk pengamatan selama proses pembelajaran dan berlangsungnya tindakan, tes digunakan untuk mengetahui pencapaian siswa terhadap bahan pengajaran, dan untuk menilai hasil unjuk kerja siswa adalah lembar penilaian unjuk kerja.

2) Tindakan (acting)

Tindakan yang akan dilakukan dalam peneliti ini adalah sebagai berikut:

a) Pendahuluan

Pada tahap awal guru memberikan apersepsi untuk mengungkap pengetahuan siswa mengenai menyelesaikan jahitan dengan tangan pada busana tailoring, guru motivasi siswa dan menyampaikan tujuan dari pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk mengkondisikan siswa agar siap menerima pelajaran dengan baik.

b) Kegiatan Inti

Pada kegiatan inti ini, hal-hal yang dilakukan guru dalam penelitian tindakan kelas sebagai berikut:

(1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran materi menjahit dengan mesin busana tailoring dan membagikan handout kepada siswa sebagai acuan. (2) Guru membagikan media job sheet yang berisi materi

pembelajaran menjahit dengan mesin busana tailoring.

(3) Guru menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe

Jigsaw, yaitu:

(a) Guru membagi 7 kelompok secara heterogen (kelompok asal).

(b) Guru menjelaskan materi pembelajaran menjahit dengan mesin busana tailoring, yang terdiri dari empat cara pemasangan padding, cara penyelesaian furing kerung lengan, cara penyelesaian kelim bawah blaser dan cara pemasangan kancing.

(c) Guru menjelaskan materi pebelajaran.

(d) Siswa membentuk kelompok sesuai materi yang didapat dan selanjutnya berkumpul untuk mengkaji materi tersebut (kelompok ahli).

(e) Guru menyimpulkan hasil diskusi setelah kelompok ahli mempresentasikan hasil diskusi.

(f) Siswa kembali ke kelompok asal untuk mengajarkan anggota lain mengenai materi yang telah dipelajari dalam kelompok ahli.

(4) Guru meminta siswa mengerjakan praktek menyelesaikan jahitan dengan tangan pada blaser masing-masing sesuai prosedur yang tepat.

(5) Guru meminta siswa untuk mengumpulkan pekerjaannya untuk dievaluasi.

(6) Guru memberikan tes evaluasi kepada siswa. c) Penutup

Guru memberikan kesempatan pada siswa yang belum paham untuk bertanya mengenai materi yang disampaikan. Guru dan siswa mengadakan refleksi hasilnya.

Kemudian pembelajaran ditutup, siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran menjahit busana wanita blazer dengan teknik tailoring. Tidak lupa guru selalu memberikan dorongan dan motivasi pada siswa untuk terus belajar menjahit busana tailoring. Dan yang terakhir guru menutup pelajaran dengan mengucap salam. 3) Pengamatan (observing)

Pengamatan dilakukan peneliti pada saat proses belajar mengajar menjahit busana tailoring dengan menerapkan model

pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Pengamatan terhadap keaktifan siswa, perilaku bertanggung jawab siswa dan kompetensi siswa dalam melakukan trknik mengepres bahan pelapis pada bahan utama busana tailoring. Pengamatan dilakukan oleh peneliti pada saat proses belajar mengajar dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Pengamatan pada siklus III dilakukan dengan bantuan catatan lapangan, tes dan lembar penilaian unjuk kerja, wawancara dan angket. Peneliti berharap dari hasil pengamatan pada proses pembelajaran siklus III dapat dijadikan acuan dalam proses belajar mengajar dikelas, sehingga dapat dihentikan jika sudah meningkat kompetensi belajar siswa.

4) Refleksi

Pada tahap refleksi ini untuk mengungkap hasil pengamatan. Peneliti yang berkolaborasi dengan guru mengungkap hasil Pengamatan dilakukan keaktifan siswa, perilaku bertanggung jawab siswa dan kompetensi siswa dalam melakukan trknik mengepres bahan pelapis pada bahan utama busana tailoring. Pengamatan dilakukan oleh peneliti pada saat proses belajar mengajar dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Jika pada siklus ini sudah berhasil optimal, maka dapat dihentikan.

G. Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Dokumen terkait