BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.4 Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian yang akan dilakukan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah berbentuk siklus, setiap siklus terdiri dari 1 pertemuan (2 jam pelajaran). Pada akhir pertemuan diharapkan tercapainya tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan baik. Prosedur penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti akan dilaksanakan melalui empat langkah utama yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.
Empat langkah utama yang saling berkaitan itu dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas disebut dengan istilah satu siklus. Beberapa ahli penelitian, seperti Lewin (dalam Kasbolah, 1999), Kemmis dan Mc Taggart (1998), dan Elliot (1992), dalam (Susilo, 2007) telah menyarankan rancangan PTK terdiri atas empat tahap, yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Keempat tahap ini adalah unsur-unsur yang membentuk suatu siklus atau daur, yakni satu putaran kegiatan beruntun, yang kembali ke langkah semula.
Secara skematis keempat tahap dalam PTK digambarkan seperti berikut ini.
Observasi Observasi
Tindakan SIKLUS 1 Refleksi Tindakan SIKLUS 2 Refleksi
Perencanaan Perencanaan
Skema 3.1: Desain PTK
Untuk memperjelas gambaran tindakan masing-masing siklus, peneliti memaparkan masing-masing tindakan yang akan dilaksanakan pada setiap siklus yaitu:
3.4.1 Siklus 1 a. Perencanaan
Dalam penelitian ini, kegiatan perencanaan meliputi:
1. Mengadakan penelitian awal untuk mengidentifikasi permasalahan yang perlu segera diatasi. Dalam tahap ini, peneliti melakukan observasi pada proses pembelajaran dan wawancara terhadap siswa dan guru kelas X.
2. Membuat lembar observasi bagi guru dan siswa untuk melihat proses pembelajaran di kelas. Lembar observasi tentang kinerja guru dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, peneliti juga membuat pedoman wawancara bagi siswa tentang kesan-kesannya selama proses pembelajaran.
3. Membuat instrumen pengumpul data untuk mengetahui karakteristik siswa dan analisis kebutuhan.
4. Membuat silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran.
5. Membuat alat evaluasi untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan media audiovisual dalam kegiatan pembelajaran menyimak di kelas.
b. Pelaksanaan Tindakan (acting)
Peneliti melaksanakan tindakan dengan menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah disusun oleh peneliti. Tahap tindakan ini adalah tahap di mana peneliti yang bertindak sebagai guru melakukan pembelajaran menyimak yaitu menyimpulkan isi
informasi yang disampaikan melalui tuturan langsung maupun tuturan tidak langsung dengan menggunakan media audiovisual.
Sebelum pembelajaran dilakukan, guru menjelaskan tujuan, manfaat dan langkah-langkah pembelajaran. Di samping itu juga, mengadakan apersepsi dengan bertanya jawab berkaitan informasi apa saja yang pernah siswa dengar/hal-hal yang sedang aktual. Beberapa pertanyaan yang ditanyakan misalnya, (1) seberapa seringkah Anda menonton acara-acara televisi yang mengandung suatu informasi tertentu (berita, dialog, atau hal-hal lainnya). (2) Acara apa saja yang pernah ditonton dan (3) Apa saja informasi yang didapatkan dari kegiatan menonton tersebut. Pertanyaan-pertanyaan tersebut bertujuan agar siswa dapat menguraikan isi informasi yang pernah dibaca atau didengar. Langkah selanjutnya, guru memberi pengantar pengertian dan cakupan sebuah informasi.
Untuk kegiatan inti, guru memutarkan sebuah video dan siswa diminta untuk menyimpulkan isinya. Tetapi sebelum menyimpulkan isi informasi yang ada dalam rekaman tersebut, siswa diminta untuk berkirim soal kepada kelompok lain dan diminta untuk menjawab soal-soal yang diberikan kemudian mencocokan jawabannya. Setelah itu, guru meminta beberapa kelompok untuk memaparkan hasil dinamika bertukar soal yang baru saja dilakukan.
Untuk mengukur pemahaman siswa dan untuk mendapatkan data ketuntasan belajar, siswa diberi soal guna menyimpulkan isi iformasi yang baru saja disimaknya. Guru kemudian menutup pelajaran.
c. Observasi
Observasi dilakukan bersama dengan dilaksanakannya tindakan. Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data yaitu kegiatan guru dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung.. Adapun aspek yang diamati adalah perilaku siswa baik yang positif maupun negatif. Aspek yang positif terdiri dari: (1) memperhatikan materi pelajaran; (2) keseriusan siswa dalam menyimak informasi yang diperdengarkan; (3) keantusiasan siswa dalam menanggapi media audiovisual; (4) keaktifan siswa di dalam kelas; (5) siswa bersemangat dalam mengerjakan tes/tugas; sedangkan aspek negatif terdiri dari: (6) siswa meremehkan kegiatan menyimak; (7) siswa berbicara sendiri atau dengan temannya saat proses belajar mengajar berlangsung; (8) siswa mengganggu teman; (9) siswa terganggu oleh lingkungan; (10) siswa tidak bersemangat dalam mengerjakan tes/tugas.
Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar pedoman observasi siswa yang berisi pertanyaan mengenai perilaku siswa selama pembelajaran berlangsung. Peneliti dibantu tim kolaboratif dan guru Bahasa dan sastra Indonesia (mitra penelitian ini) dalam mengobservasi
hal-hal yang dilakukan siswa baik yang positif maupun yang negatif selama pembelajaran dilaksanakan.
Setelah kegiatan pembelajaran selesai, peneliti mendata hasil observasi melalui beberapa cara antara lain (1) alat evaluasi yang digunakan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berbicara siswa; (2) lembar pedoman observasi tingkah laku siswa selama pembelajaran berlangsung; (3) wawancara yang dilakukan di luar jam pelajaran. Wawancara dilakukan secara acak. Hal ini untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap kegiatan pembelajaran menyimak isi informasi dan untuk mendapatkan data yang lebih lengkap karena masing-masing telah terwakili. (5) dokumentasi foto sebagai laporan yang berupa gambar aktivitas siswa selama penelitian. Dokumentasi ini digunakan sebagai penguat data-data yang lain.
d. Refleksi
Setelah pelaksanaan tindakan, peneliti melakukan analisis terhadap hasil tes, hasil observasi, dan hasil wawancara yang telah dilakukan. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui: (a) kelebihan dan kekurangan teknik dan media audiovisual yang digunakan yang digunakan oleh peneliti dalam proses pembelajaran siklus I; (b) kelebihan dan kekurangan materi; (c) tindakan-tindakan yang dilakukan oleh siswa selama proses pembelajaran; (d) tindakan-tindakan yang dilakukan peneliti selama proses pembelajaran. Refleksi pada siklus I dilakukan untuk mengubah strategi pembelajaran pada siklus II.
3.4.2 Siklus II
Tahap-tahap pada siklus II pada dasarnya sama dengan tahap pada siklus I. Yang membedakan antara kedua siklus tersebut adalah pada tahap tindakan (proses pemahaman materi/bahan simakan). Tindakan pada siklus II dilakukan berdasarkan hasil refleksi pelaksanaan siklus I. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut.
a. Perencanaan
Tahap perencanaan dalam siklus ini, dimanfaatkan untuk menyusun RPP dan instrumen pengumpul data. Peneliti bersama dengan mitra penelitian ini mempersiapkan rencana tindakan berdasarkan evaluasi pada siklus I agar tujuan pembelajaran pada siklus II dapat tercapai.
b. Pelaksanaan Tindakan (acting)
Pada awal pembelajaran, guru menanyakan kepada siswa hambatan atau kesulitan dalam menganalisis isi sebuah informasi tertentu. Setelah itu, siswa dibagi menjadi 5-6 kelompok dan mulai diperdengarkan rekaman tuturan tidak langsung dari narasumber tertentu.
Setelah rekaman diputar dan siswa sudah selesai mendiskusikannya dengan teman kelompok, siswa diminta membuat soal kemudian dikirimkan kepada kelompok lain. Langkah berikutnya, masing-masing kelompok membuat kesimpulan isi informasi yang baru saja disimak. Perwakilan kelompok memaparkan hasil diskusi kelompok dan ditanggapi bersama. Setelah itu, guru membagikan soal untuk mengukur pemahaman
siswa dalam menguasai materi yang baru saja disimak. Pembelajaran ditutup dengan kesimpulan mengenai kegiatan yang telah berlangsung. c. Observasi
Observasi dilakukan bersama dengan dilaksanakannya tindakan. Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data yaitu kegiatan guru dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Pedoman analisis yang digunakan sama seperti yang digunakan pada siklus I.
d. Refleksi
Tahap refleksi digunakan untuk mengevaluasi tindakan siklus II. Pada tahap ini, peneliti dan guru mendiskusikan hasil temuan selama proses pembelajaran. Proses penyimpulan apakah indikator keberhasilan sudah tercapai atau belum juga dilakukan pada tahap ini. Apabila indikator keberhasilan belum tercapai, maka guru dan peneliti akan merencanakan siklus III.
3.4.3 Siklus Ketiga
Jika hasil yang diperoleh kurang menunjukkan perubahan yang signifikan, maka dapat dilakukan siklus ketiga. Tahap-tahap dan kegiatan-kegiatan pada siklus ketiga pada dasarnya sama dengan siklus pertama, hanya saja tindakan yang dilakukan berbeda. Tindakan pada siklus ketiga ini ditentukan berdasarkan hasil refleksi pelaksanaan siklus kedua.