• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

D. Prosedur Penelitian

Indikator hasil belajar yaitu apabila hasil belajar sudah mencapai

KKM. Jadi dalam penelitian ini, yang menjadi variabel terikatnya adalah hasil

belajar IPS.

B. Setting Penelitian

Tempat penelitian tindakan kelas ini adalah di SDN 1 Depokrejo

Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah.

C. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Depokrejo

pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial tahun pelajaran 2017/2018 yang

berjumlah 27 orang yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 13 siswa

perempuan.

D. Prosedur Penelitian

Penelitian tindakan kelas dilakukan dalam 2 siklus, tiap siklus

terdiri dari empat tahap kegiatan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan,

tahap pengamatan dan tahap refleksi.Dalam proses tersebut dapat

Gambar 1.1: Model Penelitian Tindakan menurut Suharsimi Arikunto.

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Dalam

setiap siklus, pertemuan 1 dan 2 diadakan kegiatan pembelajaran, sedangkan

pertemuan ke 3 diadakan evaluasi atau tes. Setiap siklus ini meliputi

tahapan-tahapan sebagai berikut:

1. Siklus 1

a. Tahap perencanaan pembelajaran.

Pada tahap perencanaan dilakukan hal yang perlu

dipersiapkan yaitu meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

1) Menetapkan waktu mulai penelitian tindakan kelas yaitu pada

semester genjil.

2) Menetapkan materi pelajaran yang akan digunakan.

3) Membuat rencana pembelajaran

?

4) Menetapkan sumber, alat, bahan dan model TSTS dalam kegiatan

pembelajaran.

5) Menyusun instrumen penelitian yang meliputi :

a) Penyusunan perangkat pembelajaran berupa silabus dan RPP.

b) Penyusunan lembar kerja siswa.

b. Tahap pelaksanaan pembelajaran

Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah

melaksanakan tindakan penerapan pembelajaran dengan menggunakan

model sesuai dengan RPP yang sudah dipersiapkan. Pelaksanaan

tindakan ini dilaksanakan dalam beberapa siklus yang tersusun dalam

RPP sebagai berikut :

Pertemuan I

1) Kegiatan Awal :

- Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam

- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa.

- Memberikan Apersepsi

2) Kegiatan inti

- Guru menjelaskan tentang materi yang akan disampaikan.

- Guru membagi siswa kedalam 6 kelompok. Setiap kelompok terdiri

dari 4 sampai 5 orang.

- Guru menjelaskan tentang langkah – langkah TSTS yang meliputi

memahami masalah, merencanakan cara penyelesaian,

- Guru memberikan soal atau masalah mengenai materi yang

diajarkan.

- Guru meminta siswa untuk menyelesaikan soal yang dibahas sesuai

dengan data dan guru mengawasi jalannya proses pembelajaran.

- Guru memberikan kesempatan kepada perwakilan kelompok untuk

mempresentasikan hasil diskusi kedepan kelas.

- Guru dan siswa bersama – sama menguji lembar kerja siswa dari

jawaban sementaranya.

- Guru dan siswa bersama – sama membuat rumusan kesimpulan

terhadap soal atau masalah yang telah dibahas.

3) Kegiatan Akhir

- Guru memberikan kesimpulan terhadap materi yang dipelajari.

- Guru menutup pelajaran.

c. Pengamatan

Observasi ( kolaborasi) mengamati kegiatan guru dan siswa

saat pembelajaran dan mengamati kegiatan belajar siswa dengan

menggunakan instument pengamatan pembelajaran guru dan siswa.

d. Refleksi

Refleksi merupakan kegiatan menganalisis, merenungi dan

membuat perbaikan berdasarkan pengamatan dan catatan lapangan.

Refleksi berguna untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan kegagalan.

Apabila telah tercapai target yang diinginkan maka siklus tindakan

siklus II dengan memperbaiki tindakan.

2. Silkus II

Pelaksanaan siklus II ini berdasarkan hasil dari refleksi siklus

I. Oleh karenanya hasil observasi di jadikan bahan untuk refleksi dan

hasil refleksi pada siklus I akan dijadikan acuan perbaikan pembelajaran

pada siklus II. Dengan tahap-tahap tindakan siklus II sama dengan siklus

I. Apabila proses pembelajaran siklus I kurang memuaskan dimana hasil

belajar siswa masih rendah. Maka pada dasarnya pelaksanaan siklus II

adalah untuk memperbaiki kelemahan dan kekurangan dari siklus I.

E. Teknik pengumpulan data 1. Metode Tes

“Tes merupakan alat pengukur data yang berharga dalam penulisan. Tes adalah seperangkat rangsangan ( stimulus ) yang diberikan

kepada seseorang dengan maksud untuk mendapatkan jawaban – jawaban

yang dijadikan penetapan skor angka”.29Penulis membuat test yang dapat

digunakan berdasarkan KD materi IPS kelas V tentang Menceritakan

tokoh-tokoh sejarah pada masa Hindu-Budha, dan Islam di Indonesiayang

terdiri dari pre-test dan post-test, dengan melakukan test tertulis berupa

pertanyaan yang terdiri dari 5 soal pada setiap test siklus 1 dan 5 soal di

test siklus 2, dan dapat dilihat peningkatan pada hasil tes setelah digunakan

model pembelajaran TSTS (Two Stay Two Stray) dengan KKM yaitu ≥ 70.

29 Hamzah B. Uno, Menjadi Penulis PTK Yang Profesional, (Jakarta : Bumi Aksara, 211), h.104

2. Metode observasi

Menurut Sutrisno Hadi, metode observasi adalah “ suatu cara

pengumpulan data yang dilakukan secara langsung dengan mengamati

objek yang sedang diteliti dengan sistematis, fenomena – fenomena yang

diselidiki dalam arti yang tidak terbatas”.30

Dalam penulisan ini penulis menggunakan metode observasi

berperan serta (participant observation), artinya dalam pelaksanaannya

penulis turut berpartisipasi dalam objek yang diobservasi. Metode

observasi ini penulis gunakan untuk memperoleh data tentang penggunaan

model pembelajaran TSTS (Two Stay Two Stray) di sekolah dalam

kegiatan belajar mengajar di SDN 1 Depokrejo, khususnya mata pelajaran

IPS. Selain itu juga, ”Observasi adalah kegiatan pengamatan (pengambilan

data) untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai

sasaran”.31

Dari pendapat diatas dapat diketahui bahwa metode observasi

ini digunakan untuk dapat mengukur tingkah laku individu ataupun proses

terjadinya suatu kegiatan yang diamati, baik dalam situasi yang

sebenarnya maupun dalam situasi buatan. Dengan kata lain, observasi

dapat mengukur atau menilai hasil dan proses belajar misalnya tingkah

laku siswa pada waktu belajar, tingkah laku guru pada waktu mengajar,

kegiatan kerja kelompok siswa, partisipasi siswa dalam penggunan alat

media pada waktu mengajar.

30 Sutrisno Hadi, Metodologi Research, ( Jakarta: Fakultas Psikologi UGM, 2002), h.158

31

3. Metode dokumentasi

“Dokumentasi, dari asal katanya dokumen, yang artinya

barang-barang tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, penulis

menyelidiki benda – benda tertulis seperti buku – buku, majalah,

dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan

sebagainya”.32

Dari pendapat di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa

metode dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk memperoleh

informasi dari sumber tertulis. Metode ini penulis gunakan untuk

memperoleh data tentang sejarah SDN 1 Depokrejo, singkat keadaan

Guru, siswa dan struktur organisasi.

Dokumen terkait