• Tidak ada hasil yang ditemukan

BABI V: PAPARAN DAN PEMBAHASAN DATA HASIL

B. Pembahasan Data Hasil Penelitian

1. Prosedur Pengajuan KPR Griya Multi

b. Surat Keterangan Berkewarganegaraan Indonesia bagi WNI keturunan.

c. Telah berusia 21 tahun atau telah menikah dan berwenang melakukan tindakan hukum.

d. Pada saat kredit lunas usia pemohon tidak melebihi 65 tahun.

e. Memiliki penghasilan yang menurut perhitungan Bank dapat menjamin kelangsungan pembayaran kewajiban.

f. Mempunyai pekerjaan tetap atau menjalankan usahanya sendiri (wiraswasta) dengan masa kerja minimal 1 (satu) tahun.

g. Tidak memiliki kredit bermasalah baik di Bank BTN maupun di Bank Lain.

h. Pemohon yang masih berstatus sebagai Debitur di Bank untuk jenis kredit apapun, disyaratkan;

1) Sesuai ketentuan Bank penghasilannya masih cukup untuk membayar kewajiban.

2) Telah menjadi debitur sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan selama menjadi debitur (minimal 1 tahun terakhir) tidak pernah menunggak.

3) Menyampaikan NPWP Pribadi untuk pemohon dengan jumlah kredit > Rp. 100 juta atau SPT Pasal 21 Form A1 untuk pemohon dengan jumlah kredit > Rp 50 juta sampai

dengan < Rp. 100 juta atau sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (www.btn.co.id)

Jika calon nasabah sudah mantap untuk mengambil Kredit Griya Multi, maka selanjutnya mengisi formulir pembukaan rekening, yang kemudian diperiksa oleh bagian Customer service untuk penerbitan buku tabungan atas nama nasabah yang bersangkutan, selanjutnya mengisi slip setoran uang pertama untuk pengisian awal buku tabungan pada bagian Teller Service. Slip setoran tersebut mempunyai rangkap dua yaitu:

Lembar I : untuk bagian Penyelia Loan Service sebagai bukti awal pengajuan kredit.

Lembar II : untuk nasabah sebagai arsip

Hal-hal yang perlu dilengkapi oleh calon nasabah adalah sebagai berikut:

1. Berpenghasilan Tetap / Karyawan a. Aplikasi Permohonan

b. Copy KTP, KK, Surat Nikah / Cerai, Pasphoto Pemohon dan Pasangan (suami/istri) yang terbaru.

c. Copy Slip Gaji atau Surat Keterangan Penghasilan yang telah disahkan

d. Copy Rekening Tabungan/Giro BTN dan/atau Bank Lain.

e. Surat Kuasa Pemotongan Gaji untuk pembayaran angsuran kolektif.

2. Berpenghasilan Tidak Tetap / Wiraswasta a. Aplikasi Pemohon.

b. Copy KTP, KK, Surat Nikah / Cerai, Pasphoto Pemohon dan Pasangan (suami/istri) yang terbaru.

c. Surat Keterangan Penghasilan

d. Copy Rekening Tabungan/Giro BTN dan/atau Bank Lain.

e. Copy Akta Perusahaan, Ijin Usaha; SIUP/TDP f. Laporan Keuangan Perusahaan

g. Izin Praktek. (www.btn.co.id)

Dengan demikian jika semua persyaratan sudah dipenuhi oleh calon nasabah, maka pihak Loan Service akan memproses ketahap selanjutnya.

b. Pemeriksaan data

Setelah data pemohon kredit dimasukkan dalam daftar pemohon kredit maka bagian Penyelia Loan Service melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Data pemohon kredit diperiksa dan diteliti akan kelengkapan dan keabsahan dari berkas-berkas yang telah diajukan bersama surat permohonan kredit.

2. Mengadakan proses seleksi terhadap kelengkapan-kelengkapan berkas dari permohonan kredit.

c. Wawancara

Pada tahap ini calon nasabah dipanggil oleh pihak bank untuk memenuhi panggilan wawancara (waktu dan tempat telah disepakati bersama). Tahap ini merupakan dialog langsung antara calon nasabah dengan bagian Penyelia Loan Service sebagai wakil dari pihak bank yang mana dalam proses wawancara tersebut calon nasabah diberikan pertanyaan mengenai hal-hal yang tertulis dalam data pemohon kredit dari calon nasabah. Pada saat wawancara calon nasabah harus membawa persyaratan asli beserta foto copy untuk mendapatkan kesesuaian dan kelengkapan data.

Hasil wawancara jika belum selesai dengan syarat-syarat kredit dari bank nasabah mempunyai kewajiban untuk melengkapi semuanya, apabila sudah sesuai maka akan dilanjutkan pada tahap selanjutnya.

Setelah melakukan wawancara, pihak bank mengadakan rakomdit (Rapat Komite Kredit) untuk menilai layak tidaknya calon nasabah menerima kredit. Adapun materi pertanyaan dalam wawancara tersebut adalah mengenai 5’Cs credit, yang merupakan standar penilaian dicairkan suatu kredit atau tidaknya suatu kredit, tergantung pada hasil wawancara dengan menggunakan 5’Cs yaitu:

1)Character

Untuk mengetahui sejauh mana tingkat kejujuran dan integritas serta tekad baik yaitu kemauan dan untuk mengetahui kewajiban-kewajiban dan juga untuk mengetahui identitas pemohon.

2)Capacity

Berkaitan dengan kemampuan calon debitur dalam menjalankan usahanya atau dengan kata lain untuk mengetahui jenis usahanya.

3)Capital

Untuk mengetahui keadaan sumber-sumber dana dan pengguna permodalan, atau disebut juga dengan jumlah kebutuhan dana.

4)Collateral

Untuk mengetahui sejauh mana resiko tidak tertagihnya kewajiban finansial kepada bank dapat tertutup oleh barang agunan tersebut.

5)Condition of Economic

Penilaian terhadap kondisi perekonomian berpengaruh terhadap kegiatan usaha debitur atau disebut dengan hal yang berhubungan dengan sektor ekonomi. (wawancara dengan Bpk Marsudi perwakilan Loan Service, Tgl 24 gustus di Kantor Cabang Sawojajar, dilengkapi dengan Bpk Budhi Tgl 6 juni di Kantor Pusat Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Malang )

Sebelum wawancara ditutup, pihak Loan Service hendaknya menjelaskan kepada calon debitur mengenai proses setelah wawancara:

a.Disetujui, akan diterbitkan Surat Penegasan Persetujuan Pencairan Kredit (SP3K).

b.Apabila perlu adanya Observasi Usaha, maka tanggal dan waktu Observasi akan dikomfirmasi kemudian.

c.Jika ditolak, akan diterbitkan surat penolakan.

d.Pemeriksaan agunan

Dalam prosedur ini pemeriksaan agunan selain Loan Service juga melibatkan Loan Administration Head (LA Head), Loan Administration Analis (LA Analis), (wawancara dengan Bpk Budhi Tgl 8 Juni di Kantor Pusat Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Malang ). Untuk mengetahui barang atau surat-surat berharga apa saja yang digunakan nasabah sebagai agunan atau jaminan apakah barang tersebut memenuhi syarat yang diajukan oleh BTN sebagai barang agunan atau jaminan. Sedangkan prosedur yang harus dilalui adalah:

1) Menerima memo permintaan peninjauan agunan, kemudian mendisposisikan surat permohonan peninjauan agunan kepada petugas teknis atau analis kredit.

2) Membuat surat penugasan kepada appraiser yang telah diotorisasi oleh Loan Administration untuk mengevaluasi agunan.

3) Memonitor perkembangan peninjauan agunan yang dilakukan oleh appraiser.

4) Membuat laporan hasil peninjauan agunan (LPA) dan diberi nomor unit LPA

5) Memasukkan formulir kerja evalusi agunan kedalam berkas permohonan masing-masing debitur untuk dipelajari dan diotorisasi oleh pihak Loan Administration Head, Loan Service Head, dan Loan Service Analis.

e. Analisa kredit

Setelah seluruh data calon nasabah lengkap, benar dan akurat dari tahap wawancara secara langsung dan adanya kejelasan dari barang atau surat-surat berharga yang digunakan sebagai jaminan selanjutnya bagian Penyelia Loan Service melakukan analisa. (wawancara dengan Bpk Sigit Atmoko, Tgl 23 Agustus 2007 di Kantor Cabang Sawojajar, dilengkapi dengan Bpk Budhi Tgl 8 Juni di Kantor Pusat Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Malang ). Tujuan dari analisa kredit adalah untuk menentukan kelayakan kredit yang diajukan berdasarkan penilaian pribadi pemohon serta bonafid atas kegiatan usaha sebagai berikut:

1) Melakukan pemeriksaan atas kebenaran uraian dan kewajiban mengenai hal-hal yang dikemukakan calon nasabah dan informasi yang diperoleh.

2) Latar belakang pemohon yaitu uraian analisa kredit yang berkaitan dengan informasi tentang reputasi usaha atau pekerjaan pemohon.

Dalam tahap ini analisa dituntut untuk lebih mengetahui keadaan potensi pemohon melalui pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif.

3) Menguraikan data dari aspek kualitatif maupun kuantitatif untuk mengetahui kemungkinan yang dapat mempengaruhi terhadap keputusan kredit.

Faktor-faktor yang ditentukan pada analisa kualitatif adalah sebagai berikut:

a) Keabsahan dari surat keterangan penghasilan pemohon yang disyahkan oleh Kepala Desa atau Lurah.

b) Sejarah dan reputasi terhadap eksistensi usaha pekerjaan yang telah dilaksanakan pemohon selama dalam kurun waktu minimal 1 tahun.

c) Jenis kepemilikan, status karyawan dana manajemen usaha atau pekerjaan pemohon

d) Pengaruh kondisi ekonomi.

e) Pengaruh peraturan dan kebijakan pemerintah.

Untuk analisa kualitatif bagian Penyelia Loan Service lebih menekankan kemampuan kapasitas pembayaran dan nilai jaminan pemohon melalui perhitungan dari laporan keuangan

(rekapitulasi usaha), surat keterangan gaji atau penghasilan dan analisa rekening koran. Analisa kuantitatif ini harus memperhatikan beberapa faktor sebagai berikut:

a) Jumlah pengajuan kredit harus disesuaikan dengan planfond kredit pada Bank Tabungan Negara Cabang Malang yaitu < Rp.

100.000.000,- dan harus disesuaikan dengan jangka waktu maksimal pelunasan kredit yaitu 10 tahun.

b) Lokasi proyek perumahan sebagai fasilitas kredit yang akan digunakan oleh pemohon.

c) Biaya lain-lain yang menjadi kewajiban pemohon sebagai penyertaan.

d) Usia pemohon harus dapat diperkirakan dengan menyesuaikan jangka waktu pelunasan kredit dan perkiraan pencapaian pelunasan kredit pemohon pada saat berumur 65 tahun.

e) Perhitungan rasio untuk mengetahui tingkat resiko dari pinjaman kredit yang diberikan yaitu rasio kredit terhadap harga rumah dan tanah, rasio angsuran terhadap penghasilan bulanan, rasio biaya hidup terhadap penghasilan.

4) Setelah data nasabah atau calon nasabah selesai diolah dan diperiksa kemudian dibawa ke rapat komite kredit yang akan memberikan usulan pemberian kredit atau memberikan rekomendasi-rekomendasi pemberian kredit selanjutnya

keputusan persetujuan permohonan menjadi wewenang dari Branch Manager untuk melakukan otorisasi terhadap Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K) ditujukan kepada pemohon kredit.

5) Sebelum tahap akad kredit dilakukan terlebih dahulu dilaksanakan proses legalitas dihadapkan notaris yang ditunjuk oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Malang dan didampingi oleh bagian Penyelia Loan Service. Legalitas pemohon kredit harus dipastikan orang tersebut adalah Warga Negara Indonesia yang harus dibuktikan dengan Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk baik asli maupun fotocopy, kemudian calon debitur baik perorangan maupun perusahaan memiliki ijin usaha yang jelas dan tidak bertentangan dengan hukum dan kaidah-kaidah ini yang berlaku. Surat-surat berharga yang dijadikan jaminan akan diperiksa kembali oleh notaris apakah sudah mempunyai kekuatan hukum yang sah.

f.Akad Kredit

Pada tahap ini bagian Penyelia Loan Service mengadakan pemanggilan terhadap calon nasabah setelah surat akad kredit telah selesai dibuat. Persetujuan akad kredit ini dilaksanakan di hadapan pejabat bank yang bertanggung jawab dan notaris setelah proses legalitas

telah selesai, diharapkan hasilnya nantinya tidak merugikan kedua belah pihak. Dalam penyetujuan tersebut ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi yaitu kelengkapan pengajuan kredit. Menyerahkan materi senilai Rp. 6.000,-. Kemudian setelah disetujui bersama ditandai tangani oleh Branch Manager, Penyelia Loan Service dan nasabah. Surat akad kredit tersebut hanya dibuat 1 (satu ) lembar saja sebagai arsip bank yang disimpan oleh bagian Penyelia Loan Administration.

Adapun alur prosedurnya sebagi berikut:

1) Loan Service Officer membuat daftar hadir calon debitur untuk urutan prioritas penandatanganan akad kredit.

2) Mendistribusikan perjanjian kredit dan kartu data penting kepada masing-masing calon debitur.

3) Notaris membacakan perjanjian kredir (PK), Akta Jual Beli (AJB), Surat Kuasa Memasang Hak Tanggungan (SKMHT), Akta Pengakuan Hutang (APH).

4) Loan Service menyiapkan Surat Pencairan Dana (SPD-5), Buku anggsuran, kartu data penting, Form SPPB dan materai.

5) Loan Service officer mengkomfirmasikan kecalon debitur perihal perjanjian kredit kemudian memarafnya.

6) Mempersilahkan calon debitur untuk menuju petugas Notaris untuk menandatangani Surat Pencairan Kredir (SPD-5) dan perjanjian kreditserta menyerahkan kepada debiturbuku anggsuran.

7) Mempersilahkan debitur untuk menuju petugas Notaris untuk menandatangani Surat Kuasa Memasang Hak Tanggungan (SKMHT), Akta Jual Beli (AJB), dan akta-akta lain yang dibutuhkan.

8) Pengotorisasian Perjanjian Kredit (PK) dan Surat Pencairan Dana (SPD-5) oleh petugas Notaris, Loan Service Head dan Brand Manager untuk pengesahan.

9) Menyerahkan PK kepada notaris untuk pengesahan dengan membuat berita acara pengesahan.

10) Mendistribusikan SPD-5 yang telah disahkan untuk, Arsip Loan Service (1 lembar), Loan Administration (2 lembar), Loan Recovering (1 lembar).

11) Menyerahkan daftar pencairan dana untuk proses pencairan hasil akad kredit dan berkas permohonan kredit kepada Loan administration untuk diarsip sebagai riwayat kredit. (hasil wawancara dengan Bpk Budhi Tgl 10 juni, di Kantor Pusat Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Malang)

g. Pengikatan Jaminan

Pengikatan jaminan yang diterima oleh PT. Bank Tabungan Negara adalah berupa sertifikat tanah dan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) asli sebagai jaminan utama. Untuk jaminan yang lain berupa fotocopy surat keterangan penghasilan, fotocopy karpeg dan SK terakhir. Setiap kredit yang telah disetujui oleh PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang

Malang akan diberikan pencairan fasilitas kredit. Tetapi sebelum kredit tersebut dicairkan terlebih dahulu pihak bank melalui Penyelia Loan Administration akan membukukannya ke dalam arsip bank. Untuk merealisasikan pencairan fasilitas kredit sebelumnya dibuat memo pencairan dana yang berisi tentang data pemohon yaitu nama, lokasi proyek perumahan, jumlah rumah, jumlah maksimal kredit.

Memo pencairan ini berfungsi sebagai pengajuan putusan lebih lanjut untuk realisasi pencairan dana atas nama pemohon kredit.

Selanjutnya berdasarkan memo pencairan dana dari Penyelia Loan Administration tersebut maka kredit cair sekalian dengan dilakukannya entry data debitur yang dilakukan oleh Penyelia Trans Prosses (TP).

Fasilitas dana dari PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Malang untuk nasabah tersebut masuk dalam buku tabungan dan selanjutnya nasabah dapat mengambil dana tersebut melalui bagian Penyelia Teller Service (TS). (hasil hasil wawancara dengan Bpk Budhi Tgl 10 juni, di Kantor Pusat Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Malang dan juga dengan Bpk Sigit Atmoko Tgl 25 agustus di Kantor Cabang Sawojajar) h. Pelunasan Kredit

Para nasabah yang mengangsur kredit ada tiga cara yaitu:

1) Pembayaran langsung keloket PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Malang

2) AGF (Automatic Grab Sistem), yaiu pendebetan secara otomatis dari rekening tabungan debitur.

3) Pembayaran kolektif, yaitu pihak bank melakukan kerjasama dengan bendaharawan pemotong gaji diinstansi masing-masing debitur.

(hasil wawancara dengan Bpk Budhi Tgl 10 juni, di Kantor Pusat Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Malang)

i.Arsip

Setelah tahap pencairan kredit pada penyaluran kredit dilaksanakan tahap terakhir dalam proses ini adalah pengarsipan yaitu menyimpan berkas-berkas nasabah ke dalam arsip pemohon kredit untuk dijadikan sebagai pengawasan terhadap kelangsungan fasilitas kredit yang diberikan oleh pihak bank kepada nasabah, untuk mempermudah didalam memahani Standar Operasional Prosedur pengajuan kredit pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Malang dapat dijelaskan dengan gambar berikut:

Bagan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengajuan Kredit

Nasabah Customer Service Teller Service Penyelia Loan Service Penyelia Loan

Administration Penyelia Trans Process Loan Recovery Branch Manager

Sumber: data diolah oleh peneliti

Mulai

Mengisi form kelengkapan

Pemeriksaan Data

Hasil Pemeriksaan

Penerbitan Buku tabungan Permohonan

Pengajuan

Mengisi form pembukaan rekening

File

Masuk dalam buku tabungan

Slip setoran uang pertama

T

Kredit cair

Entry Data

N

File

Pembinaan debitur

N

Surat pemberitahuan ditolak

(Ya) (Tdk)

Buku register

Formulir register nasabah

Wawancara

Pemeriksaan Agunan

Hasil (Ya)

(Tdk)

N Realisasi

Dana

Analisa kredit

Legalitas

T

Akad kredit

Pengikatan jaminan

Memo pencairan

Pengambilan keputusan

Persetujuan permohonan

SP2K

Dokumen terkait