METODE PENELITIAN A. Metode Pengembangan
C. Prosedur Pengembangan
Dalam Prosedur pengembangan ini akan dijelaskan prosedur penelitian dan
pengembangan media pembelajaran. Prosedur penelitian dan pengembangan
akan menunjukkan bagaimana prosedur yang harus dilalui oleh peneliti sehingga
sampai pada produk yang akan dibuat. Maka prosedur yang dilakukan adalah
sebagai berikut.
Pengumpulan
informasi Perencanaan
Pengembangan Produk
Validasi dan Uji Coba
Gambar 3.2 Garis Besar Alur Pengembangan Media
Pengumpulan Informasi yang diperoleh dari bahan ajar
Pembuatan Media Validasi Media: 1) Ahli Materi 2) Ahli Media 3) Ahli Pembelajaran Siswa
37
a. Penelitian dan pengumpulan data
Pada tahap pertama ini adalah pengumpulan data berupa teks dan
angka yang didapat dengan melakukan observasi langsung ke lapangan
maupun dalam studi pustaka yang berhubungan dengan penelitian dan
pengembangan ini. Disebabkan sampel yang diambil oleh peneliti adalah
kelas XI madrasah Aliyah maka peneliti juga mengambil data dari
wawancara kepada guru mata pelajaran, dan juga melakukan wawancara
kepada beberapa siswa kelas XI. Selain melakukan observasi kelapangan,
peneliti juga mengkaji beberapa kajian pustaka yang dirasa akan sangat
membantu dalam penelitian dan pengembangan ini.
Pada tahap ini, peneliti mengidentifikasi tujuan pembelajaran akidah
akhlak yang telah ditetapkan oleh Permendiknas Nomor 2 Tahun 2008
Tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama
Islam Dan Bahasa Arab di Madrasah maka mata pelajaran Akidah-Akhlak
adalah sebagai berikut.
1) Tujuan
a) Menumbuh kembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan
pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, dan
pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang akidah Islam
sehingga menjadi 84 manusia muslim yang terus berkembang
38
b) Mewujudkan manusia Indonesia yang berakhlak mulia dan
menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari baik dalam
kehidupan individu maupun sosial, sebagai manifestasi dari ajaran
dan nilai-nilai akidah Islam29
2) Ruang lingkup
Ruang lingkup mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah
menurut Permendiknas No 2 tahun 2008 tentang Program Keagamaan
meliputi: aspek akhlak terdiri dari masalah akhlak yang meliputi
pengertian akhlak, induk-induk akhlak terpuji dan tercela, metode
peningkatan kualitas akhlak, macam-macam akhlak terpuji seperti
husnuzhan, taubat, akhlak dalam berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu
dan menerima tamu, adil, rida, amal salih, persatuan dan kerukunan,
akhlak terpuji dalam pergaulan remaja; serta pengenalan tentang tasawuf.
Ruang lingkup akhlak tercela meliputi: riya, aniaya dan diskriminasi,
perbuatan dosa besar (seperti mabuk-mabukan, berjudi, zina, mencuri,
mengkonsumsi narkoba), ishraf, tabdzir, dan fitnah.
3) Kompetensi inti dan Kompetensi Dasar serta Indikator Pencapaian
Madrasah Aliyah Kelas XI semester II materi Ilmu Tasawuf
- Kompetensi Inti
29
Peraturan Menetri Pendidikan Nasional (permendiknas), No. 2 tahun 2008, standart kompetensi kelulusan dan isi
39
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
2. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual,
procedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
3. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
- Kompetensi Dasar
40
b. Membiasakan penerapan nilai-nilai tasawuf dalam kehidupan sehari-hari.
c. Memahami pengertian, kedudukan dan sejarah tasawuf dalam Islam.
d. Menyajikan pengertian, kedudukan dan sejarah tasawuf dalam Islam.
- Indikator Pencapaian
1. Siswa dapat menjelaskan pengertian, kedudukan dan sejarah tasawuf dalam Islam.
2. Siswa dapat menunjukkan fungsi dan peranan tasawuf dalam keagamaan dan kehidupan modern.
b. Perencanaan
Dengan studi pustaka yang dilakukan oleh peneliti dan juga ditambah
dengan observasi lapangan secara langsung di MA Attaroqie Malang, peneliti
bermaksud mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis komputer
dengan tujuan agar guru dapat menjelaskan tentang ilmu tasawuf kepada
siswa dengan lebih mudah, menarik dan menyenangkan. Selain itu media ini
juga dapat digunakan secara mandiri oleh siswa maupun dengan bimbingan
guru mata pelajaran. Sebab media ini akan didesain dengan menarik dan
mudah diaplikasikan serta dapat memudahkan siswa dalam memahami ilmu
41
c. Pengembangan Produk
Pada tahap perkembangan ini peneliti akan menyiapkan beberapa
bahan yang akan diolah menjadi medianya. Di antaranya adalah buku
pegangan siswa dari Kemendiknas dan alat evaluasi. Format bentuk fisik
media dapat berupa media cetak atau pun dalam bentuk compact disk (CD).
Pada tahap awal media masih berupa gambaran-gambaran kecil media
pembelajaran. Namun media sudah dilengkapi dengan komponen komponen
pembelajaran yang nantinya akan ditambahi atau pun dikurangi seseuai
dengan hasil uji lapangan yang akan dilakukan oleh peneliti. Serta
menyesuaikan dengan hasil validator oleh ahli media dan ahli isi. Kemudian
peneliti akan memperbaiki media pembelajarannya sesuai dengan beberapa
pendapat atau masukan dari beberapa ahli yang telah dimintai pendapat oleh
peneliti. Kemudian dilakukan tahap penyempurnaan. Pada tahap ini peneliti
lebih teliti lagi dalam mengolah produknya agar menjadi produk yang lebih
sempurna dari yang sebelumnya. Dengan pemilihan item-item yang sesuai
dengan media dan materi serta membuang yang tidak diperlukan dalam
medianya. Tidak lupa selalu meminta ahli untuk memberi maukan atau
42
d. Uji Coba Lapangan
Pada tahapan ini, peneliti mengujikan produknya di lapangan langsung
yakni di MA Attaroqie Malang yang kemudian peneliti juga meminta para
ahli untuk menilai produk yang telah dibuat oleh penilti. Peneliti juga
mewawancarai beberapa siswa kelas XI MA selaku objek dalam penelitian
pengembangan media ini serta meminta kepada guru Mata pelajaran Akidah
Akhlak agar memberikan masukan masukan atau saran terhadap media
pembelajaran. Setelah melakukan perbaikan pada produk maka peneliti akan
menguji kembali produknya apakah masih sama kekurangannya dengan yang
pertama diujicobakan. Uji coba pada tahap awal difokuskan pada
pengembangan dan penyempurnaan materi produk. Sehingga, masih belum
difokuskan pada konsumsi publik. Prosedur uji coba ini, sama dengan uji coba
yang pertama. Hasil pada uji coba akan dijadikan sebagai bahan
penyempurnaan produk atau media. Kemudian peneliti akan mengujikan
media secara langsung dikelas, agar peneliti mampu mengetahui secara
langsung kelayakan produk ini. Dengan demikian, peneliti dapat mengetahui
keefektifan media pada saat digunakan sebagai media pembelajaran. Uji coba
ini sekaligus sebagai penentu keberhasilan poduk ini.