• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosedur Pengembangan Prototipe Buku Cerita Bergambar

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Prosedur Pengembangan Prototipe Buku Cerita Bergambar

Prototipe buku cerita bergambar yang peneliti kembangkan menggunakan prosedur model ADDIE. Berikut akan dijelaskan tahapan-tahapan yang dilakukan oleh peneliti:

a. Analysis (Analisis)

Pada tahap ini, peneliti mengumpulkan informasi mengenai kerusakan lingkungan akibat masalah sampah plastik. Peneliti juga menemukan informasi mengenai cara untuk mengatasi permasalahan sampah plastik. Informasi yang dikumpulkan menjadi bukti bahwa penting untuk mengajarkan pendidikan lingkungan hidup agar dapat memahami masalah sampah plastik dan dampak yang ditimbulkan. Beberapa dampak sampah plastik antara lain dapat mencemari tanah, air tanah, dan menurunkan kesuburan tanah (Arifin, 2017: 4). Selain itu, sampah plastik mempunyai dampak bagi kelestarian hewan. Peneliti menemukan berita mengenai penyu hijau yang pada saluran pencernaannya ditemukan plastik (Kompas.com, 2020), rusa yang tewas dan ditemukan sampah plastik 7 kg dalam perutnya (Tempo.co, 2019), dan kematian paus di Wakatobi, Sulawesi Tenggara yang dalam perutnya ditemukan plastik 5,9 kg (detikNews, 2018). Masalah sampah plastik berdampak bagi kelestarian lingkungan serta makhluk hidup.

Salah satu upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui pendidikan lingkungan hidup.

Peneliti kemudian membaca materi-materi pelajaran pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan menemukan materi pendidikan lingkungan hidup yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan. Peneliti menemukan materi tersebut pada tema 3 “Peduli Terhadap Makhluk Hidup”, subtema 3 “Ayo Cintai Lingkungan” buku tematik kelas IV SD. Peneliti lalu mengumpulkan informasi mengenai proses pembelajaran yang berkaitan dengan materi tersebut.

Peneliti mengumpulkan informasi melalui wawancara dan angket. Wawancara dilakukan dengan empat guru kelas IV SD di sekolah yang berbeda yaitu di SD Kanisius Sengkan dengan guru inisial BM dan BV, dan di SD Negeri Kentungan dengan guru inisial BS dan PB. Berikut merupakan rekap wawancara dengan empat guru kelas IV SD.

Tabel 4.1 Rekap Wawancara Guru

No Pertanyaan dan Jawaban

Responden Kesimpulan

1 Bagaimana Bapak/Ibu mengajarkan

materi tematik kelas IV Tema 3 “Peduli Terhadap Makhluk Hidup”

Subtema 3 “Ayo Cintai

Lingkungan”?

Berdasarkan hasil wawancara dapat

disimpulkan bahwa dua guru

mengatakan setiap hari kamis terdapat Green Day sehingga guru

menyesuaikan materi dengan

kebiasaan di sekolah. Lalu terdapat seorang guru yang mengajak para siswa belajar di luar lingkungan sekolah. Sedangkan guru yang lain mengajak anak untuk melihat video pembelajaran.

2 Apa saja kegiatan yang dilakukan

ketika Bapak/Ibu mengajarkan

materi tematik kelas IV Tema 3 “Peduli Terhadap Makhluk Hidup”

Subtema 3 “Ayo Cintai

Lingkungan”?

Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan ketika mengajarkan materi tematik kelas IV Tema 3 “Peduli Terhadap Makhluk Hidup” Subtema 3 “Ayo Cintai Lingkungan” yang dilakukan oleh dua guru yaitu diskusi, tanya jawab, menonton video, dan membuat mind map. Sedangkan dua guru yang lain memberi tugas kepada siswa untuk bekerja sama dengan orang tua di rumah terkait dengan

hewan/tumbuhan peliharaan di rumah dan cara merawatnya.

3 Apakah Bapak/Ibu sudah pernah

menjelaskan mengenai pengolahan sampah plastik menggunakan alat pirolisis terkait materi tematik kelas IV Tema 3 “Peduli Terhadap Makhluk Hidup” Subtema 3 “Ayo Cintai Lingkungan”?

Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa keempat guru belum pernah menjelaskan mengenai

pengolahan sampah plastik

menggunakan alat pirolisis. Keempat guru juga mengatakan bahwa mereka belum pernah mendengar mengenai alat pirolisis yang dapat mengolah sampah plastik.

4 Berdasarkan pengalaman

Bapak/Ibu mengajar, media apa yang digunakan dalam mengajarkan materi tematik kelas IV Tema 3 “Peduli Terhadap Makhluk Hidup”

Subtema 3 “Ayo Cintai

Lingkungan”?

Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa media yang digunakan dalam mengajarkan materi tematik kelas IV Tema 3 “Peduli Terhadap Makhluk Hidup” Subtema 3 “Ayo Cintai Lingkungan” oleh dua guru yaitu video pembelajaran dan artikel tentang lingkungan. Sedangkan media yang digunakan oleh dua guru lainnya yaitu buku guru, buku siswa, lingkungan sekolah, dan pengalaman pribadi yang sesuai dengan tema. Guru

mengatakan bahwa media yang

digunakan saat mengajar terbatas.

5 Dalam pembelajaran, sumber

belajar apa saja yang telah

digunakan?

Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa sumber belajar

yang telah digunakan dalam

pembelajaran yaitu buku dinas,

bupena, koran, internet, dan buku-buku yang ada di perpustakaan.

6 Apakah ada buku cerita bergambar

untuk siswa kelas IV?

Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa terdapat buku cerita bergambar namun tidak sesuai tema dan berisi pengetahuan umum.

7 Apakah dalam pembelajaran

Bapak/Ibu menggunakan buku

cerita bergambar sebagai media pembelajaran?

Berdasarkan hasil wawancara dapat

disimpulkan bahwa dalam

pembelajaran keempat guru belum pernah menggunakan buku cerita

bergambar sebagai media

pembelajaran. Namun, menurut

keempat guru tersebut cergam dapat

dijadikan sebagai media

pembelajaran.

8 Lingkungan apa saja yang telah

Bapak/Ibu jelaskan pada Tema 3 “Peduli Terhadap Makhluk Hidup”

Subtema 3 “Ayo Cintai

Lingkungan”?

Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa lingkungan yang pernah dijelaskan pada Tema 3 “Peduli Terhadap Makhluk Hidup” Subtema 3 “Ayo Cintai Lingkungan” oleh dua guru yaitu lingkungan biotik dan abiotik, misalnya fungsi hutan bakau. Sedangkan dua guru yang lain

menjelaskan tentang lingkungan sekolah dan rumah.

9 Menurut Bapak/Ibu guru,

bagaimana karakteristik cergam yang dapat membuat anak tertarik untuk membacanya?

Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa keempat guru mengatakan karakteristik cergam yang dapat membuat anak tertarik untuk

membacanya yaitu cergam

mempunyai full color, gambar

animasi, cerita mempunyai alur, bahasa tidak terlalu menggunakan kata-kata teori, dan menumbuhkan imajinasi sehingga mudah untuk diingat, dan menarik perhatian siswa.

Berdasarkan hasil wawancara dengan empat guru kelas IV SD, peneliti mendapatkan informasi bahwa guru mengajarkan materi pelestarian lingkungan melalui kegiatan diskusi, tanya jawab, menonton video, membuat mind map, dan memberi tugas kepada siswa terkait cara merawat hewan/tumbuhan peliharaan. Peneliti juga mendapatkan informasi mengenai keterbatasan media yang digunakan guru saat menyampaikan materi. Guru menggunakan media berupa buku guru, buku siswa, dan video. Guru juga mengatakan bahwa buku cerita bergambar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dalam mengajarkan materi. Setelah melakukan wawancara selanjutnya peneliti menyebarkan angket kepada 25 siswa kelas IV SD Kanisius Sengkan. Berikut merupakan rekap angket siswa dalam tabel 4.2.

Tabel 4.2 Rekap Angket Siswa

No Pernyataan dan Hasil Angket

Responden Siswa

SS S TS STS

1 Saya sudah pernah membaca buku

cerita bergambar 64% 36% 0% 0%

2 Di sekolah terdapat buku cerita

bergambar untuk siswa kelas IV 60% 40% 0% 0%

3 Sebelum memulai pembelajaran saya

membaca buku cerita bergambar

4 Selama ini guru telah menggunakan buku cerita bergambar sebagai media

pembelajaran 0% 0% 80% 20%

5 Saya merasa bosan dan tidak tertarik

membaca buku yang tidak disertai

dengan gambar menarik 8% 76% 12% 4%

6 Saya belajar materi pelestarian

lingkungan sekitar di kelas IV 20% 80% 0% 0%

7 Di sekolah saya telah terdapat buku

cerita bergambar tentang pelestarian

lingkungan 0% 0% 76% 24%

8 Dengan buku cerita bergambar saya

lebih mudah memahami materi

pembelajaran 40% 32% 28% 0%

Berdasarkan angket yang telah dibagikan, peneliti mendapatkan data sebanyak 80% siswa belajar tentang materi pelestarian lingkungan. Selain itu, sebanyak 76% siswa merasa bosan dan tidak tertarik membaca buku tanpa disertai gambar-gambar menarik dan sebanyak 40% siswa merasa lebih mudah memahami materi pembelajaran menggunakan buku cerita bergambar. Namun, sebanyak 76% siswa tidak setuju bila di sekolah telah terdapat buku cerita bergambar tentang pelestarian lingkungan dan selama ini guru belum menggunakan buku cerita bergambar sebagai media pembelajaran. Dalam hal ini, peneliti menyimpulkan bahwa siswa membutuhkan media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, seperti buku cerita bergambar sehingga saat belajar tidak merasa bosan.

Berdasarkan data yang didapatkan dari hasil wawancara dan angket, peneliti menemukan masalah mengenai keterbatasan media yang digunakan pada proses pembelajaran sehingga peneliti mengembangkan prototipe buku cerita bergambar tentang pelestarian lingkungan. Prototipe tersebut berisi informasi mengenai pengolahan sampah plastik untuk siswa kelas IV SD. Hasil wawancara dan angket juga akan digunakan peneliti untuk acuan dalam membuat desain produk. Oleh karena itu, prototipe yang akan peneliti kembangkan

diharapkan dapat memberikan informasi bagi siswa dan dapat dijadikan sebagai media pembelajaran.

b. Design (Desain)

Langkah yang dilakukan peneliti selanjutnya adalah tahap desain. Tahap desain merupakan tahap untuk membuat konsep dari produk yang akan dikembangkan. Peneliti kemudian membuat kisi-kisi yang menjadi konsep dasar dalam pengembangan buku cerita bergambar. Isi cerita dalam kisi-kisi dibuat sesuai dengan materi kelas IV SD Tema 3 “Peduli Terhadap Makhluk Hidup”, Subtema 3 “Ayo Cintai Lingkungan”. Di dalam kisi-kisi terdapat uraian mengenai deskripsi, rencana cergam, dan percakapan tokoh.

Dokumen terkait