METODE PENELITIAN
E. Prosedur Pengumpulan data
Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sebab, bagi peneliti kualitatif fenomena dapat dimengerti maknanya secara baik, apabila dilakukan interaksi dengan kepala sekolah, guru PAI, dan siswa melalui wawancara mendalam dan di observasi ketika program kegiatan puasa sunah Kamis di SMA PSM kota Madiun berlangsung. Di samping itu, untuk melengkapi data, diperlukan dokumentasi. Penjelasan prosedur pengumpulan data tersebut sebagai berikut:65
1. Observasi
Observasi adalah pengamatan yang dilakukan secara sengaja, sistematis mengenai fenomena sosial dengan gejala-gejala psikis untuk kemudian dilakukan pencatatan.66 Sanafiah Faisal mengklasifikasikan observasi menjadi observasi berpartisipasi (participan observation), observasi yang secara terang-terangan dan tersamar (overt observation and covert observation), dan observasi tak terstruktur (unstructured observation).67
Penelitian ini yang digunakan adalah penelitian partisipan yaitu peneliti langsung terjun di SMA PSM kota Madiun untuk melihat dan mengikuti program puasa sunah Kamis yang dilaksanakan di SMA PSM kota Madiun. Peneliti juga
65
Sugiono, Memahami Penelitian Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2005), 75.
66
Joko Subagyo, Metode Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta, 2004), 63.
67
menggunakan observasi terus terang dan tersamar, observasi yang dilaksanakan secara terus terang yaitu peneliti melakukan observasi dengan terbuka di SMA PSM kota Madiun dari pihak sekolah dan seluruh warga sekolah juga mengetahui bahwa peneliti melakukan kegiatan penelitian atau observasi pada keadaan atau situasi tertentu. Peneliti juga menggunakan observasi tersamar sebab dalam mengamati situasi tidak selalau terus terang. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui situasi dan kondisi di lingkungan SMA PSM kota Madiun secara langsung. Observasi tersamar ini digunakan peneliti untuk memperoleh data tentang gambaran umum lokasi penelitian serta kondisi sarana dan prasarana penunjang pendidikan sekolah.
Observasi dalam penelitian ini, peneliti fokuskan pada penelitian penerapan program puasa sunah Kamis dan dampak dari program puasa sunah Kamis yang dilaksanakan di SMA PSM kota Madiun dalam meningkatkan kecerdasan spritual siswa.
Hasil observasi dalam penelitian ini, dicatat dalam catatan peneliti, sebagai alat yang sangat penting dalam penelitian kualitatif. Dalam penelitian kualitatif, peneliti mengandalkan pengamatan dan wawancara dalam pengumpulan data di SMA PSM kota Madiun.68
2. Wawancara
Wawancara adalah bentuk komunikasi antar dua orang, melibatkan seseorang yang ingin diperoleh informasi dari seseorang yang ingin memperoleh informasi dari seorang lainnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, berdasarkan tujuan tertentu.69 Wawancara dilakukan peneliti dengan kepala sekolah, guru PAI, guru kelas, dan siswa. Tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan informasi
68
Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, 153-154.
mengenai penerapan program puasa sunah Kamis yang dilakasanakan di SMA PSM kota Madiun.
Teknik wawancara ada banyak macamnya antara lain:
a. Wawancara terbuka, artinya bahwa dalam penelitian ini para subjeknya mengetahui bahwa mereka sedang diwawancarai dan mengetahui pula apa maksud wawancara itu
b. Wawancara terstruktur, artinya bahwa dalam penelitian ini, peneliti atau pewawancara menetapkan sendiri masalah dan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan.
c. Wawancara tidak terstruktur, artinya wawancara hanya memuat garis-garis besar yang akan ditanyakan dan hasil wawancara dengan jenis ini lebih cocok untuk penelitian kasus.
Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terbuka dan wawancara tidak terstruktur, wawancara terbuka yaitu semua warga sekolah di SMA PSM kota Madiun mengetahui jika peneliti melakukan penelitian di sekolah mereka, dari kepala sekolah, staf guru, hingga siswa semua mengetahui kalau sekolah mereka sedang diteliti mengenai program yang ada di sekolah mereka yaitu program puasa sunah Kamis dan ketika peneliti mewawancarai mereka juga megetahu maksud dari wawancara yang diberikan oleh peneliti. Yang kedua peneliti menggunakan teknik wawancara tidak terstruktur yaitu peneliti mengajukan berbagai pertanyaan secara mendalam sehingga data-data yang diperlukan terkumpul. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan wawancara tidak terstuktur untuk mengetahui hasil dari implementasi program wajib puasa sunah Kamis yang dilaksanakan di SMA PSM kota Madiun dalam meningkatkan kecerdasan spiritual
siswa. Hasil wawancara peneliti dari masing-masing narasumber tersebut ditulis dengan kode-kode dalam transkip wawancara dalam lampiran-lampiran skripsi.
Hal ini peneliti melakukan wawancara dengan beberapa orang yang bersangkutan dalam penelitian, yaitu:
a. Anwar Santoso, S.Pd selaku Kepala SMA PSM Madiun untuk memperoleh data mengenai latar belakang program wajib puasa sunah hari Kamis setiap sebulan sekali.
b. Ustad Hanif selaku Guru PAI untuk memperoleh data mengenai pelaksanaan program wajib puasa sunah hari Kamis setiap sebulan sekali.
c. Siswa-siswa SMA PSM Madiun untuk memperoleh data mengenai pelaksanaan program wajib puasa sunah hari Kamis setiap sebulan sekali.
3. Dokumentasi
Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data dari sumber non insani, sumber ini terdiri dari dokumen dan rekaman.“Rekaman” sebagai setiap tulisan atau pernyataan yang dipersiapkan oleh atau untuk individual atau organisasi dengan tujuan membuktikan adanya suatu peristiwa atau memenuhi accounting.70
Dokumen yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah dokumen tentang sejarah berdirinya lembaga, letak geografis, visi dan misi, tujuan berdirinya lembaga serta dokumen penerapan program puasa sunah Kamis yang dilaksanakan oleh pihak sekolahan di SMA PSM kota Madiun.
Teknik dokumentasi dipergunakan untuk mengumpulkan data tentang profil madrasah. Meliputi:
a. Visi, misi, dan tujuan lembaga SMA PSM kota Madiun b. Letak geografis SMA PSM kota Madiun
70
c. Sejarah berdirinya SMA PSM kota Madiun d. Struktur organisasi SMA PSM kota Madiun
e. Kondisi guru dan karyawan SMA PSM kota Madiun f. Kondisi siswa SMA PSM kota Madiun
g. Kondisi sarana dan prasarana SMA PSM kota Madiun
h. Dokumentasi pelaksanaan program kegiatan puasa sunah Kamis