• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. PELAKSANAAN PEMBAYARAN KLAIM ASURANSI

B. Prosedur Pengurusan Pembayaran Klaim Asuransi

Menurut Pasal 2 Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1981 yang menjadi Peserta Tabungan Asuransi Sosial Pegawai Negeri Sipil adalah seluruh Pegawai Negeri Sipil, yaitu mereka yang diangkat dan dipekerjakan dalam suatu jabatan negeri oleh pejabat negara atau badan negara yang berwenang mengangkatnya, dan digaji menurut peraturan gaji yang berlaku baginya dan dibayar atas beban Belanja Pegawai dari Anggaran Belanja Negara atau Daerah, kecuali Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Pertahanan-Keamanan.

Sebagai tindak lanjut dari Surat Direksi Nomor : SRT-008/DIR/012005 tanggal 6 januari 2005 perihal pelaksanaan pembayaran klaim untuk wilayah Kantor Cabang PT Taspen (Persero) Cabang Banda Aceh, dengan berdasarkan :

1. PP Nomor 32 Tahun 1979 tentang Penghentian Pegawai Negeri Sipil; 2. PP Nomor 5 Tahun 1987 tentang Perlakuan Terhadap Penerima

Pensiun/Tunjangan yang hilang.

Dengan ini diberikan petunjuk tentang pelaksanaan pebayaran manfaat program Tabungan Hari Tua dan Pensiun khusus kepada peserta atau penerima pensiun yang hilang atau meninggal dunia sebagai akibat telah terjadinya musibah gempa bumi dan badai tsunami yang melanda sebagian wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara.

Sebelum diberikan persyaratan pengajuan klaim asuransi, apabila peserta atau penerima pensiun atau ahli warisnya mengajukan klaim kepada Kantor Cabang PT Taspen (Persero) Banda Aceh, maka terlebih dahulu dilakukan wawancara oleh petugas Kantor Cabang PT Taspen (Persero) Banda Aceh yang

Dewi Novita Tarigan : Pembayaran Klaim Asuransi Pegawai Negeri Sipil Kepada Para Ahli Waris Korban

hasilnya dituangkan ke dalam formulir wawancara untuk dicocokkan dengan master data peserta atau pensiunnya. Selanjutnya apabila cocok tata cara pemberian manfaat dilakukan sebagai berikut :

1. Peserta Pegawai Negeri Sipil atau Pegawai Badan Umum Milik Negara yang hilang.

Kepada peserta dari Pegawai Negeri Sipil atau Pegawai Badan Umum Milik Negara yang hilang dapat diberikan manfaat uang Tabungan Hari Tua dan Asuransi Kematiannya kepada keluarganya atau ahli warisnya dengan melengkapi persyaratan sebagai berikut :

a. Mengisi formulir Akt. 2/3;

b. Copy surat pernyataan atau berita acara hilang yang diterbitkan oleh pejabat yang resmi ditunjuk oleh Pemerintah atau instansinya;

c. Mengisi surat keterangan atau pernyataan bahwa pemohon adalah ahli waris dari almarhum/almarhumah dan ditandatangani di atas materai; d. Mengisi surat pernyataan bertanggung jawab atas penerimaan pembayaran

manfaat dan ditandatangani di atas materai;

e. Copy surat keputusan kenaikan pangkat atau gaji berkala terakhir atau surat pernyataan tentang keterangan kepegawaian yang diketahui pejabat yang ditunjuk dari instansinya;

f. SKPP Sementara dari instansinya;

Formulir Akt. 2 adalah formulir TASPEN untuk peserta yang meninggal dunia pada masa aktif, yang diajukan oleh ahli waris dan disahkan oleh Instansi atau Kantor peserta.

Dewi Novita Tarigan : Pembayaran Klaim Asuransi Pegawai Negeri Sipil Kepada Para Ahli Waris Korban

Formulir Akt. 3 adalah lampiran dari formulir Akt. 2 yang diisi data peserta, data keluarganya yang disahkan oleh Instansi atau Kantor Peserta dan serendah-rendahnya Lurah atau Kepala Desa setempat.

Pegawai Negeri Sipil atau Pegawai Badan Umum Milik Negara yang hilang dianggap meninggal dunia sejak ada laporan hilang yang dibuktikan dengan surat pernyataan atau berita acara hilang seperti tersebut pada angka 2. Selanjutnya khusus untuk pembayaran pensiun janda/duda/anak dari Pegawai Negeri Sipil yang hilang diberikan penghasilan penuh selama 12 (dua belas) bulan sejak dinyatakan hilang. Apabila dalam 12 (dua belas) bulan tidak diketemukan, maka Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan dianggap meninggal dunia dan diberhentikan sebagai Pegawai Negeri Sipil, dan kepada janda atau dudanya yang memenuhi syarat mulai bulan ke-13 (tiga belas) diberikan pensiun janda atau duda dan hak-hak kepegawaian yang dibayarkan sejak bulan berikutnya dianggap meninggal dunia. Untuk mendapatkan penghasilan penuh tersebut, isteri/suami/anak kandung (yang berhak sesuai ketentuan) dari Pegawai Negeri Sipil yang hilang menyerahkan berita acara atau surat keterangan dari Kepolisisan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian atau pejabat yang ditunjuk atau pejabat Badan Kepegawaian Negara yang ditugaskan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara untuk membantu Pejabat Pembina Kepegawaian.

2. Keluarga peserta Pegawai Negeri Sipil atau Pegawai Badan Umum Milik Negara yang hilang.

Dewi Novita Tarigan : Pembayaran Klaim Asuransi Pegawai Negeri Sipil Kepada Para Ahli Waris Korban

Kepada peserta dari Pegawai Negeri Sipil atau Pegawai Badan Umum Milik Negara yang keluarganya hilang dapat diberikan manfaat Asuransi Kematian dengan melengkapi persyaratan sebagai berikut :

a. Mengisi formulir Akt. 4;

b. Copy surat pernyataan atau berita acara hilang yang diterbitkan oleh pejabat yang resmi ditunjuk oleh pemerintah atau instansinya;

c. Mengisi surat keterangan atau pernyataan bahwa pemohon adalah ahli waris dari almarhum/almarhumah dan ditandatangani di atas materai; d. Copy surat keputusan kenaikan pangkat atau gaji berkala terakhir atau

surat pernyataan tentang keterangan kepegawaian yang diketahui pejabat yang ditunjuk dari instansinya;

e. SKPP Sementara dari instansinya.

Formuli Akt. 4 adalah formulir TASPEN untuk mengajukan Hak Asuransi Kematian Keluarga Peserta (isteri/suami/anak) yang disahkan oleh pimpinan kepegawaian Instansinya (peserta masih aktif).

Keluarga Pegawai Negeri Sipil atau Pegawai Badan Umum Milik Negara yang hilang tersebut dapat dianggap meninggal dunia sejak ada laporan hilang yang dibuktikan dengan surat pernyataan atau berita acara hilang seperti tersebut pada angka 2.

3. Penerima Pensiun yang hilang

Untuk penerima pensiun yang hilang maka kepada ahli warisnya berlaku ketentuan seperti yang dimaksud pada Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1987 dan Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nomor : SE-43/A/1987 tanggal 18

Dewi Novita Tarigan : Pembayaran Klaim Asuransi Pegawai Negeri Sipil Kepada Para Ahli Waris Korban

Agustus 1987, sedangkan untuk manfaat Asuransi Kematiannya dapat diberikan kepada ahli warisnya dengan tata cara sebagai berikut :

a. Mengisi formulir Akt. 5;

b. Copy surat pernyataan atau berita acara hilang yang ditandatangani oleh pejabat resmi yang ditunjuk oleh Pemerintah;

c. Mengisi surat pernyataan bertanggung jawab atas penerimaan pembayaran manfaat dan ditandatangani di atas materai;

d. Pas foto pemohon.

Formulir Akt. 5 adalah formulir TASPEN untuk mengajukan hak asuransi kematian penerima pensiun, keluarga penerima pensiun (isteri/suami/anak) meninggal dunia.

Untuk janda/duda/anak yang berhak menerima pensiun atau bagian pensiun diterbitkan KARIP dan ditempel pas photo pemohon.

c. Keluarga penerima pensiun hilang

Untuk keluarga penerima pensiun yang dinyatakan hilang dianggap meninggal dunia pada saat dinyatakan hilang dan kepada penerima pensiun diberikan manfaat Asuransi Kematian dengan persyaratan sebagai berikut :

a. Mengisi Formulir Akt. 5;

b. Copy surat pernyataan atau berita acara hilang yang ditandatangani oleh pejabat resmi yang ditunjuk oleh Pemerintah;

c. Mengisi surat pernyataan bertanggung jawab atas penerimaan pembayaran manfaat dan ditandatangani di atas materai.

Dewi Novita Tarigan : Pembayaran Klaim Asuransi Pegawai Negeri Sipil Kepada Para Ahli Waris Korban

b. Peserta Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Badan Umum Milik Negara yang meninggal dunia.

Kepada peserta dari Pegawai Negeri Sipil atau Pegawai Badan Umum Milik Negara yang meninggal dunia dapat diberikan manfaat Asuransi Kematiannya kepada keluarganya dengan melengkapi persyaratan sebagai berikut:

a. Mengisi Formulir Akt. 2/3;

b. Copy surat keterangan kematian yang ditandatangani oleh pejabat yang resmi ditunjuk oleh Pemerintah atau instansinya atau Koordinator Lapangan atau Penanggung jawab poko penanggulangan bencana alam; c. Mengisi surat keterangan atau pernyataan bahwa pemohon adalah ahli

waris dari almarhum/almarhumah yang ditandatangani di atas materai; d. Copy surat keputusan kenaikan pangkat atau gaji berkala terakhir atau

surat pernyataan tentang keterangan kepegawaian yang diketahui pejabat yang ditunjuk dari instansinya;

e. SKPP Sementara dari instansinya;

f. Mengisi surat pernyataan bertanggung jawab atas penerimaan pembayaran manfaat dan ditandatangani di atas materai.

Untuk Pegawai Negeri Sipil yang meninggal dunia maka pembayaran pensiun kepada janda atau duda atau anaknya berlaku ketentuan Peraturan Pemerintahan Nomor 8 Tahun 1989.

c. Keluarga peserta Pegawai Negeri Sipil/Badan Umum Milik Negara meninggal dunia

Dewi Novita Tarigan : Pembayaran Klaim Asuransi Pegawai Negeri Sipil Kepada Para Ahli Waris Korban

Kepada peserta Pegawai Negeri Sipil/ Pegawai Badan Umum Milik Negara yang keluarganya meninggal dunia dapat diberikan manfaat Akt. 4 dengan melengkapi persyaratan sebagai berikut :

a. Mengisi Formulir Akt. 4;

b. Copy surat keterangan kematian yang ditandatangani oleh pejabat yang resmi ditunjuk oleh pemerintah atau instansinya atau Koordinator Lapangan atau Penanggung jawab posko penanggulangan bencana alam; c. Mengisi surat keterangan atau pernyataan bahwa pemohon adalah ahli

waris dari almarhum atau almarhumah yang ditandatangani di atas materai;

d. Copy surat keputusan kenaikan pangkat atau gaji berkala terakhir atau surat pernyataan tentang keterangan kepegawaian yang diketahui pejabat yang ditunjuk dari instansinya;

e. SKPP Sementara dari instansinya.

d. Penerima pensiun yang meninggal dunia

Untuk penerima pensiun yang meninggal dunia kepada ahli warisnya diberikan Asuransi Kematian dilakukan dengan tata cara sebagai berikut :

a. Mengisi Formulir Akt. 5;

b. Copy surat pernyataan atau berita acara hilang yang ditandatangani oleh pejabat resmi yang ditunjuk oleh Pemerintah;

c. Surat pernyataan bertanggung jawab atas penerimaan pembayaran manfaat dan ditandatangani di atas materai.

Dewi Novita Tarigan : Pembayaran Klaim Asuransi Pegawai Negeri Sipil Kepada Para Ahli Waris Korban

Penerima pensiun yang meninggal dunia, kepada janda atau dudanya diberikan pensiun janda atau duda dan uang duka wafat. Untuk memperoleh pensiun janda atau duda dan uang duka wafat tersebut, janda atau duda dari penerima pensiun menyerahkan surat keterangan kematian dari Kelurahan atau Kepala Desa atau yang setingkat atau Camat atau pejabat yang ditunjuk dengan pas photo ukuran 4 × 6 cm sebanyak 5 (lima) lembar (apabila ada) kepada PT Taspen (Persero). Apabila dalam surat keputusan pensiun sudah ditetapkan sekaligus pensiun janda atau dudanya, maka PT Taspen (Persero) setelah menerima surat kematian segera melakukan pembayaran uang duka wafat sebesar 3 (tiga) kali penghasilan terakhir pensiunan yang bersangkutan dan pensiun janda atau dudanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

f. Keluarga penerima pensiun meninggal dunia

Untuk keluarga penerima pensiun yang meninggal dunia kepada penerima pensiun ahli warisnya diberikan manfaat Asuransi Kematian dengan persyaratan sebagai berikut :

a. Mengisi Formulir Akt. 5;

b. Copy surat pernyataan atau berita acara hilang yang ditandatangani oleh pejabat resmi yang ditunjuk oleh Pemerintah;

c. Surat pernyataan bertanggung jawab atas penerimaan pembayaran manfaat dan ditandatangani di atas materai.

g. Penerima pensiun yang meninggal dunia dengan tidak meninggalkan ahli waris.

Dewi Novita Tarigan : Pembayaran Klaim Asuransi Pegawai Negeri Sipil Kepada Para Ahli Waris Korban

Yang dimaksud dengan ahli waris penerima pensiun seperti yang diatur dalam Surat Kepala Kantor Urusan Pegawai Nomor : E.70-2-40/A.6-2 tanggal 5 Maret 1959, adalah sebagai berikut :

Ahli waris yang sah ialah mereka yang menurut Undang-undang atau hukum adat istiadat setempat turut berhak dalam harta peninggalan si peninggal, yaitu :

a. Janda/duda yang sah jika almarhum/almarhumah pada saat itu mempunyai istri/suami yang sah serta anak-anaknya.

b. Anak-anak yang sah, bila istri si peninggal itu sudah meninggal dunia dan jika anak-anak itu belum akil balik maka pembayaran harus dilakukan kepada pengampu, wali.

c. Keluarga dalam tingkat pertama dan kedua dari si peninggal, bila ia tidak beristri dan tidak mempunyai anak, yaitu : Adik, kakak, ibu, ayah.

Apabila seorang penerima pensiun yang meninggal dunia tidak meninggalkan ahli waris seperti yang dimaksud diatas maka hak hak pensiun peninggalannya harus disetor ke Kas Negara. Adapun yang dimaksud dengan pensiun peninggalan adalah :

a. Pensiun pertama atau bulanan yang belum dibayarkan kepada yang berhak pada waktu menerimanya.

b. Uang kekurangan pembayaran pensiun karena penyesuaian pensiun pokok tunjangan keluarga dan lain-lainnya, yang belum dibayarkan atau tidak diterima oleh yang berhak.

Sesuai dengan Surat Edaran Bersama Direktur Jenderal Anggaran Nomor : SE-98/A/51/0794 dan Nomor :SE-16/DIR/1994 Tanggal 2 Juli 1994 tentang tatacara penyelenggaraan pembayaran pensiun melalui PT Taspen (Persero)

Dewi Novita Tarigan : Pembayaran Klaim Asuransi Pegawai Negeri Sipil Kepada Para Ahli Waris Korban

dijelaskan bahwa apabila penerima pensiun meninggal dunia dan tidak meninggalkan ahli waris, maka persyaratan untuk pembayaran uang duka wafat yaitu dengan surat penunjukan yang bertanggung jawab tentang penguburan yang telah ditandatangani atau disahkan oleh serendah-rendahnya Lurah atau Kepala Desa. Dengan demikian Uang Duka Wafat dapat dibayarkan kepada seseorang atau Badan yang bertanggung jawab terhadap penguburan penerima pensiun dimaksud.

Seorang penerima pensiun Pegawai Negeri Sipil yang meninggal dunia dan tidak meninggalkan ahli waris maka pembayaran Asuransi Kematian dapat diberikan kepada ahli waris lainnya jika ada penunjukan ahli waris dari Pengadilan Negeri atau Pengadilan Agama.

C. Ketentuan Mengenai Pelaksanaan Pembayaran Klaim Asuransi Pegawai

Dokumen terkait