• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.16 Prosedur Perhitungan Berdasarkan MKJI

Prosedur perhitungan dilakukan berdasarkan manual kapasitas jalan Indonesia 1997. Perhitungan dengan metode ini memerlukan lima (5) buah formulir mulai dari formulir SIG I sampai dengan formulir SIG V. adapun penjelasan dari formulir-formulir tersebut adalah sebagai berikut:

1. Formulir SIG I untuk Geometri

Pengaturan lalu lintas dan Kondisi lingkungan. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengisian formulir SIG I adalah:

a. Pada bagian atas formulir ini dimasukkan data umum (tanggal, kota, simpang, waktu dan judul formulir), diagram fase yang ada, data waktu sinyal (waktu hijau, waktu antar hijau dan waktu hilang) dan identitas pendekat (tunjukkan dalam diagram fase pendekat-pendekat mana yang terdapat gerakan belok kiri langsung, belok kiri, belok kanan dan lurus).

b. Pada bagian bawah formulir ini dimasukkan kode pendekat (utara, Timur, Barat, dan Selatan), dan tipe lingkungan jalan untuk setiap pendekat (komersial, pemukiman, akses terbatas), tingkatan hambatan samping (tinggi atau rendah), median (terdapat atau tidak), kelandaian, belok kiri langsung (ada atau tidak), jarak kendaraan parkir (ada atau tidak), data pendekat (lebar pendekat, lebar masuk, lebar keluar dan lebar LTOR) dan lajur belok kanan terpisah (ada atau tidak).

2. Formulir SIG II untuk kondisi lalu lintas

Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengisisan formulir SIG II adalah dengan memasukkan data arus lalu lintas masing-masing pendekat sesuai arah pergerakannya (kendaraan ringan, kendaraan berat, sepeda motor, dan kendaraan tak bermotor).

3. Formulir SIG III untuk waktu antar hijau dan waktu hilang

Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengisisan formulir SIG II adalah sebagai berikut:

a. Masukkan data kecepatan masing-masing untuk kendaraan yang berangkat dan kendaraan yang datang (Vev dan Vav)

b. Masukkan jarak dari garis henti ke titik konflik untuk kendaraan yang berangkat dan kendaraan yang datang (Lev dan Lav)

c. Masukkan ukuran kendaraan yang berangkat (lev) 4. Formulir SIG IV untuk penentuan fase

Formulir ini memperlihatkan hasil analisis dari data yang telah dimasukkan dalam formulir sebelumnya. Pada formulir ini didapat besarnya waktu sinyal (waktu siklus dan alokasi waktu hijau), kapasitas

24 dari masing-masing pendekat dan pembahasan mengenai perubahan- perubahan yang apabila kapasitas simpang tidak mencukupi (meliputi:

perubahan fase sinyal, dan pelarangan pergerakan belok kanan).

5. Formulir SIG V untuk tundaan,

Panjang antrian dan jumlah kendaraan terhenti. Formulir ini memperlihatkan hasil analisis dari data yang telah dimasukkan dalam formulir sebelumnya. Pada formulir ini didapat perilaku lalu lintas pada simpang bersinyal berupa antrian, jumlah kendaraan terhenti, dan tundaan. Dari besarnya tundaan dapat ditentukan tingkat pelayanan pada simpang bersinyal.

25

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Kerangka Penelitian

Metode penelitian ini dimaksudkan sebagai penuntun dalam penyusunan langkah-langkah penelitian, sehingga penelitian yang dilakukan akan tersusun secara sistematis. Seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 3.1 berikut ini:

Pemilihan Lokasi

Tujuan Penelitian

Pengumpulan Data

Studi Pustaka

Data Primer Data Sekunder:

- Peta Lokasi

Volume Lalu Lintas Geometrik Simpang - Arus Lalu Lintas

Studi Pendahuluan

Identifikasi Masalah

A

Waktu Sinyal

- Waktu Merah - Waktu Kuning - Waktu Hijau

26 Gambar 3.1 Kerangka Penelitian

3.2 Studi Pendahuluan dan Studi Pustaka

Studi pendahuluan bertujuan untuk menentukan parameter data yang akan disurvei dan menentukan metode yang akan digunakan untuk pengumpulan data.

Sedangkan studi kepustakaan adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Informasi itu dapat diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian, karangan-karangan ilmiah, tesis dan disertasi, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan, buku tahunan, ensiklopedia, dan sumber-sumber tertulis baik tercetak maupun elektronik lain. Adapun langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut:

a. Merumuskan permasalahan.

Pengamatan dilakukan untuk merumuskan masalah.

b. Melakukan studi pustaka.

Dalam studi pustaka dilakukan studi terhadap penelitian-penelitian sebelumnya. Apakah data yang diperlukan dalam penelitian sekarang sudah ada dalam penelitian terdahulu atau perlu tambahan data sehingga perlu dilakukan survai.

c. Menentukan parameter-parameter yang akan diamati.

d. Merumuskan dan menentukan lingkup survai e. Menentukan metode survai.

Berdasarkan studi pendahuluan dengan pengamatan di lapangan, didapatkan gambaran awal mengenai karakteristik simpang bersinyal Gatsu - Supratman, yaitu:

a. Memiliki volume lalu lintas yang cukup padat.

b. Memiliki beberapa titik konflik dalam pergerakan.

c. Sering terjadinya antrian kendaraan yang akan memasuki Simpang pada jam-jam puncak.

3.3 Pemilihan Lokasi dan Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah merupakan langkah awal yang harus dilakukan setelah memperoleh dan menentukan permasalahan. Identifikasi ini dimaksudkan sebagai penegasan ruang lingkup permasalahan, sehingga cakupan penulisan tidak keluar dari tujuannya. Terdapat dua hal pokok dalam identifikasi ini, yaitu mengenai latar belakang masalah dan rumusan masalah.

A

Pengolahan Data

Analisis Data

Simpulan & Saran

27 Tahap pertama yang dilakukan sebelum melakukan survai adalah pemilihan lokasi. Beberapa alasan dipilihnya simpang bersinyal Gatsu - Supratman sebagai lokasi penelitian adalah sebagai berikut:

1. Simpang bersinyal Gatsu - Supratman terletak di Denpasar Timur, Kota Denpasar yang merupakan salah satu jalan penghubung antara Kota Denpasar dan Gianyar sehingga banyaknya kendaraan yang melewati simpang tersebut.

2. Simpang bersinyal Gatsu - Supratman sebagai salah satu penghubung jalan antar kota, memiliki tingkat volume lalu lintas cukup padat sehingga seringkali terjadi kemacetan terutama pada jam-jam sibuk.

3.4 Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada simpang bersinyal Gatsu - Supratman yang berada di Kota Denpasar. Pada simpang ini terdapat konflik lalu lintas yang seringkali terjadi salah satunya yaitu terjadinya kemacetan pada jam-jam tertentu dan juga kecelakaan lalu lintas.

Tujuan dari penelitian ini seperti yang telah diperlihatkan pada Bab I.

Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan landasan teori yang diambil dari beberapa sumber. Landasan teori yang diperlukan mengenai simpang bersinyal telah tercantum pad Bab II.

3.5 Pengumpulan Data

Pengumpulan data ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai karakteristik lalu lintas pada simpang bersinyal Gatsu - Supratman yang nantinya digunakan dalam menganalisis masalah yang ada. Data-data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber yang lain, data tersebut didapat dari instansi pemerintah, instansi swasta yang antara lain dapat berupa laporan penelitian, laporan hasil sensus, peta dan foto.

3.6 Data Primer

Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dengan cara mengadakan survai di lapangan. Dalam survai ini, pengumpulan data primer dilakukan hanya dengan melakukan pengamatan di lapangan secara langsung.

3.6.1 Survai Geometrik Simpang

Pengumpulan data dilakukan pada hari Senin, 13 November 2017 pada tengah malam dimana arus lalu lintas sangat kecil, sehingga dapat memudahkan didalam mengukur geometrik simpang, dilakukan oleh 7 orang dengan membawa pita ukur, alat tulis, dan formulir SIG-I yang terlampir pada Lampiran B1 (hal.

41). Penempatan survaiyor terbagi menjadi 4 titik yang terbagi pada setiap kaki, A dan B bertugas di kaki utara, A bertugas mengukur dan B bertugas untuk mencatat hasil pengukuran, untuk kaki timur yang bertugas adalah C dan D, C bertugas untuk mengukur dan D bertugas untuk mencatat, E dan F bertugas di kaki selatan, dan yang terakhir G dan H bertugas di kaki barat, G bertugas untuk mengukur dan H bertugas untuk mencatat hasil pengukuran. Pengukuran dilakukan selama 3 jam, dari pukul 24.00 Wita hingga 03.00 Wita, dengan maksud tidak terjadinya

28 hal – hal yang tidak diinginkan kepada kelompok survai. Untuk lebih jelasnya penempatan posisi pengukuran ditampilkan pada Gambar 3.2 dibawah ini

Gambar 3.2 Layout Penempatan Survaiyor Survai Geometrik 3.6.2 Survai Lampu Lalu Lintas

Tujuan melakukan survai lampu lalu lintas ialah agar dapat mengetahui panjang siklus waktu hijau, waktu kuning, maupun waktu merah.

Pada hari Kamis, 15 Desember 2017 melakukan survai lampu lalu lintas pada pukul 14.00 Wita hingga 16.00 Wita, dengan membawa alat tulis, dan stopwatch dengan jumlah perhitungan minimal 5 kali. Penempatan survaiyor terbagi pada setiap kaki simpang, A dan B bertugas di kaki utara, C dan D bertugas di kaki timur, E dan F bertugas di kaki selatan dan G,H bertugas di kaki barat.

3.6.3 Survai Volume Lalu Lintas

Pengamatan volume lalu lintas dilakukan pada tanggal 14 November 2017 pukul 10.00 Wita hingga 12.00 Wita dilakukan oleh 8 orang survaiyor yang terbagi pada setiap kaki simpang. A dan B bertugas mengamati pada kaki utara, A bertugas untuk mengamati kendaraan ringan (HV) dan kendaraan berat (LV), B bertugas untuk mengamati sepeda motor (MC) dan kendaraan tak bermotor (UM), untuk kaki timur yang bertugas adalah C dan D, C bertugas untuk mengamati kendaraan ringan (HV) dan kendaraan berat (LV), D bertugas untuk mengamati sepeda motor (MC) dan kendaraan tak bermotor (UM), E dan F bertugas mengamati kaki selatan, E bertugas untuk mengamati kendaraan ringan (HV) dan kendaraan berat (LV), F bertugas untuk mengamati sepeda motor (MC) dan kendaraan tak bermotor (UM) dan terakhir G,H bertugas di kaki barat, G bertugas untuk mengamati kendaraan ringan (HV) dan kendaraan berat (LV), H bertugas untuk mengamati sepeda motor (MC) dan kendaraan tak bermotor

29 (UM). Untuk lebih jelasnya Pembagian tempat pengamatan ditampilkan pada Gambar 3.3 dibawah ini.

Gambar 3.3 Layout Penempatan Survaiyor Survai Volume Lalu Lintas Didalam pengamatan, mencatat jumlah kendaraan di setiap simpang tiap 15 menit selama 2 jam. Hasil pengamatan ditulis di dalam formulir USIG-II yang terlampir pada Lampiran B.2, hal – hal yang dipersiapkan ialah alat tulis, formulir, dan alat hitung bantuan. Pengamatan dilakukan pada hari Minggu, 12 November 2017.

30

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Denah Simpang

Hasil yang didapatkan melalui pengamatan di lapangan pada lokasi penelitian maka didapat gambar geometrik untuk simpang bersinyal Gatsu - Supratman dapat dilihat pada Gambar 4.1, dan data simpang ditampilkan pada Lampiran B3.

Gambar 4.1 Denah Simpang Gatsu - Supratman

Dari hasil pengamatan, dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan sekitar simpang termasuk dalam tipe komersil, sesuai dengan MKJI 1997.

Disebutkan daerah komersil dikarenakan mayoritas di lokasi tersebut terdapat pertokoan dan perkantoran. Lokasi pengamatan terdapat pada simpang bersinyal Gatsu - Supratman.

31 4.2 Fluktuasi Volume Lalu Lintas

Data dari volume lalu lintas didapatkan dari hasil survei volume lalu lintas yang dilakukan pada lokasi simpang bersinyal Gatsu - Supratman. Dimana simpang ini terbagi menjadi 4 kaki simpang. Pada tiap kaki simpang terdiri dari 2 arah 3 lajur dan terdapat median. Kendaraan digolongkan sesuai dengan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997, yaitu terdiri dari : Kendaraan Ringan (LV), Kendaraan Berat (HV), Sepeda Motor (MC) dan Kendaraan Tak Bermotor (UMC).

Berikut ini merupakan grafik fluktuasi volume lalu lintas kendaraan bermotor selama 2 jam dari pukul 10.00 – 12.00 dan diagram waktu siklus sinyal simpang bersinyal Gatsu – Supratman :

Gambar 4.2 Fluktuasi Volume Lalu Lintas pada Kaki Barat

Dilihat pada Fluktuasi volume lalu lintas Kaki Barat, volume tertinggi ditunjukkan pada interval pukul 11.45 – 12.00 siang. Dapat diambil kesimpulan bahwa jam puncak berada pada waktu tersebut.

Komposisi lalu lintas pada Kaki Barat 70,26% merupakan Sepeda motor (MC), 14,49% merupakan Kendaraan Ringan (LV), dan 7% merupakan Kendaraan Berat (HV).

Gambar 4.3 Fluktuasi Volume Lalu Lintas pada Kaki Timur

32 Dilihat pada Fluktuasi volume lalu lintas Kaki Timur, diagram tertinggi menunjukkan pada interval pukul 11.45 – 12.00 siang. Dapat diambil kesimpulan bahwa jam puncak berada pada waktu tersebut.

Komposisi lalu lintas pada Kaki Timur 70,05% merupakan Sepeda motor (MC), 12,91% merupakan Kendaraan Ringan (LV), dan 7,4% merupakan Kendaraan Berat (HV).

Gambar 4.4 Fluktuasi Volume Lalu Lintas pada Kaki Utara

Dilihat pada Fluktuasi volume lalu lintas Kaki Utara, diagram tertinggi menunjukkan pada interval pukul 11.45 – 12.00 siang. Dapat diambil kesimpulan bahwa jam puncak berada pada waktu tersebut.

Komposisi lalu lintas pada Kaki Utara 77,64% merupakan Sepeda motor (MC), 13,41% merupakan Kendaraan Ringan (LV), dan 7,92% merupakan Kendaraan Berat (HV).

Gambar 4.5 Fluktuasi Volume Lalu Lintas pada Kaki Selatan

33 Dilihat pada Fluktuasi volume lalu lintas Kaki Selatan, diagram tertinggi menunjukkan pada interval pukul 11.45 – 12.00 siang. Dapat diambil kesimpulan bahwa jam puncak berada pada waktu tersebut.

Komposisi lalu lintas pada Kaki Selatan 77,31% merupakan Sepeda motor (MC), 12,83% merupakan Kendaraan Ringan (LV), dan 8,98% merupakan Kendaraan Berat (HV).

4.3 Gambar Diagram Waktu Siklus Simpang

Berdasarkan hasil survai di lapangan maka diperoleh data sinyal lalu lintas berupa waktu merah, kuning, hijau dan waktu siklus. Pada Tabel 4.3 dijelaskan mengenai sinyal lalu lintas di simpang bersinyal Gatsu - Supratman pada saat melaksanakan penelitia

Tabel 4.3 Data sinyal lalu lintas simpang Gatsu – Supratman

Kode Waktu hijau (G)

Waktu merah (R)

Waktu kuning (Y/Amber)

A 24 detik 130 detik 2 detik B 35 detik 119 detik 2 detik C 36 detik 118 detik 2 detik D 34 detik 120 detik 2 detik Sumber : Hasil survai (2017)

Dari hasil pencatatan durasi yang dilakukan pada tiap kaki simpang Gatsu – Supratman diperoleh seperti pada Tabel 4.3 dimana durasi waktu hijau lebih lama pada kaki Utara (Kode C) yaitu rata-rata selama 36 detik, waktu merah lebih lama pada kaki Timur (kode A) yaitu rata-rata selama 130 detik, sedangkan waktu kuning tiap kaki rata-rata selama 2 detik.

Gambar 4.6 Diagram Waktu Siklus

34 Dari diagram diatas simpang tersebut memiliki 4 fase yang artinya simpang tersebut adalah simpang protected. Dari Gambar 4.6 diperoleh waktu siklus selama 159 detik, waktu All Red selama 3 detik dan Intergreen selama 5 detik.

4.4 Penentuan Jam Puncak

Analisis data jam puncak simpang diperoleh dari hasil survai lapangan yang ditabulasi setiap interval 15 menit, dan dipisahkan menurut jenis kendaraan.

Data dengan interval 15 menit tersebut dianalisis untuk menentukan terjadinya jam puncak simpang dan untuk mengetahui distribusi lalu lintas pada segmen simpang tersebut. Dalam menganalisis data yang di dapat pada survei volum lalu lintas dikalikan dengan ekivalensi mobil penumpang masing-masing kendaraan.

Adapun koefisiennya adalah sepeda motor (MC) dikalikan 0.5, kendaraan ringan (LV) dikalikan 1 dan kendaraan berat (HV) dikalikan 1.3. Setelah menganalisis volume kendaraaan pada simpang tersebut didapatkan jam puncak siang. Hasil dari analisis data volume jam puncak dapat dilihat pada Tabel 4.4 di bawah ini.

Tabel 4.4 Tabel Analisis Jam Puncak

WAKTU Jumlah Volume WITA. Adapun jumlah persentase kendaraan, yaitu MC (motorcycle) sebanyak 50%, LV (light vehicle) sebanyak 30,56%, HV (heavy vehicle) sebanyak 19,44%.

Kendaraan yang mendominasi melewati simpang bersinyal Gatsu - Supratman, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur adalah kendaraan motor yang diikuti kendaraan ringan dan kendaraan berat.

35

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Hasil studi ini menghasilkan beberapa simpulan sebagai berikut :

1. Denah simpang bersinyal Gatsu – Supratman sebagaimana yang terdapat pada Gambar 4.1.

2. Fluktuasi arus lalu lintas pada simpang bersinyal sebagaimana disajikan pada Gambar 4.2 s/d Gambar 4.5.

3. Gambar diagram waktu siklus simpang bersinyal Gatsu – Supratman sebagaimana terdapat pada Gambar 4.6.

4. Jam puncak pada simpang bersinyal tersebut pada pukul 11.00 – 12.00 WITA.

5.2 Saran

Beberapa saran yang dapat diberikan antara lain :

1. Sebaiknya dilakukan survai pada hari kerja bukan hari libur.

2. Untuk mendapatkan data volume dan pergerakan yang lebih akurat sebaiknya survai di lakukan lebih dari 2 jam.

36 DAFTAR PUSTAKA

Alamsyah, A.A. 2005. Rekayasa Lalu Lintas Penerbit Universitas Muhammadiyah, Malang.

Badan Pusat Statistik. 2017. Denpasar dalam Angka 2017. Kantor Badan Pusat Statistik, Denpasar.

Direktorat Jenderal Bina Marga. 1997. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Sweroad and PT. BinaKarya (Persero). Jakarta.

Google Maps. 2017. Simpang Jl. By Pass Ngurah Rai – Jl. Gatot Subroto

37

LAMPIRAN A

PETA, LAYOUT DAN POTONGAN SIMPANG

38 Gambar A.1 Peta Lokasi Simpang Gatsu – Supratman

Sumber: Google.com (2016)

39 Gambar A.2 Layout Simpang Gatsu - Supratman

Gambar A.3 Potongan Kaki Barat

40 Gambar A.4 Potongan Kaki Utara

Gambar A.5 Potongan Kaki Timur

Gambar A.6 Potongan Kaki Selatan

41

LAMPIRAN B

FORMULIR, DATA HASIL SURVEI DAN ANALISIS

42

Lampiran 1. Dat a Kondisi Lapangan

FASE SINYAL YANG ADA

43 Lampiran B2. Formulir SIG—I

t erlindung terlawan t erlindung t erlawan t erlindung terlawan terlindung terlawan

U LT /LT OR

Kendaraan Ringan (LV) Sepeda Motor (MC)

Kendaraan Bermotor Total

44 LAMPIRAN B3. Data Geometrik Simpang

Kaki Simpang Kode

Lebar Perkerasan

Rata-Rata

Jumlah Lajur

Pada Pendekatan

Lebar Belok Kiri Langsung

Lebar Wmasuk

Lebar Wkeluar

Lebar

Trotoar Median

Jalan W.R.

Supratman (Barat)

A 3,4 m 5 4,5 m 3,4 m 3,4 m 2,5 m 1,75 m

Jalan Gatot

Subroto Timur B 3,6 m 4 4,5 m 3,3 m 3,3 m 2,5 m 2,2 m

Jalan W.R Supratman (Timur)

C 3,5 m 5 4,5 m 3,4 m 3,4 m 2,5 m 1,75 m

Jalan By Pass

Ngurah Rai D 3,5 m 4 4,5 m 3,3 m 3,3 m 2,5 m 2,2 m

45 Lampiran B4. Hasil Survei Geometrik

g = 44 g = 10 g = 34 g = 18 g = 48Waktu siklus:

Formulir SIG-I Simpang : GAT SU-SUPRAT MAN

Ukuran kot a : 897300

Lampiran 1. Dat a Kondisi Lapangan

FASE SINYAL YANG ADA

46 Lampiran B5. Hasil Survei Arus Lalu Lintas

t erlindung t erlawan t erlindung t erlawan t erlindung terlawan terlindung terlawan

U LT /LT OR 10 10 10 1 1 1 73 29 15 84 41 26 0.1061 2

Kendaraan Ringan (LV) Sepeda Motor (MC)

Kendaraan Bermotor Total

47 Lampiran B6 Tabel Analisis Faktor Jam Puncak

Catatan :

emp sepeda motor (MC) = 0.4 emp kendaraan ringan (LV) = 1 emp kendaraan berat (HV) = 1.3

48

LAMPIRAN C

DOKUMENTASI

49 Gambar C.1 Survei waktu siklus simpang Gambar C.2 pencatatan waktu

Dokumen terkait