• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSEDUR ." Persiapan alat

Dalam dokumen pedoman pelayanan hemodialisa (Halaman 47-90)

Perawat pelaksana

2. PROSEDUR ." Persiapan alat

" set dialysis terdiri dari 0 " duk steril, " piala ginjal,  mangkok  :berisi normal saline dan betadhine solution<, " klem arteri, B kassa sterl dan duk pembungkus set tersebut.

7etadhine solution alcohol B!L

Spuit # cc atau "! cc spuit insulin berisi #!! u 1 "!!! u heparin :k@p untuk /; 1 >istula<

" sarung tangan steril,  /; 1 >istula, micropone

Masker, apron, kacamata tindakan

)elas ukur  liter, plastic untuk tempat sampah

Trolley tindakan

. =ara kerja

Pasien datang ke ruang dialysis sesuai jadwal

Pasien mencuci tangan dan timbang berat badan

7erikan posisi tidur nyaman

6bserFasi tanda8tanda Fital, catat dalam catatan keperawatan

Gelaskan kepada pasien bahwa tindakan akan dimulai

'aba desiran cimino, apakah desiran jelas

Tentukan daerah punksi arteri dan Fena

etakkan alas bawah tangan yang akan dipunksi

Dekatkan alat8alat yang akan digunakan ke pasien

Perawat mencuci tangan, memakai apron, masker, kacamata

7ukalah set dialysis, letakkan /;8>itsula, spuit dan sarung tangan di

atas set tersebut.

Tuangkan normal saline !,+L dan betadhine solution ke dalam

mangkok steril

Siapkan micropone, k@p heparin masukkan dalam spuit insulin

Perawat memakai sarung tangan steril

Mulailah melakukan disi>eksi daerah cimino pada arteri dan Fenous

dengan cara 0

2-o Tangan kanan memegang klem arteri dan menjepit " buah tu>er   betadhine

o 6leskan tu>>er betadhine pada daerah cimino dan Fenous line dengan memutar dari dalam ke arah luar 

o Masukkan tu>>er kotor ke dalam plastic kotor

o 7ersihkan kembali cimino dan Fena dengan kassa alcohol caranya

sama seperti di atas, sampai bersih dan letakkan kassa kotor pada  plastic

o etakkan kain alas steril dibawah tangan yang telah di disin>eksi etakkan kain alas steril dibawah tangan yang telah didisin>eksi

%silah spuit # cc atau "! cc dengan normal saline secukupnya dan

 bilaslah /;8>itsula

akukan punksi Fenous pada cimino :arterial lines< dengan jarak 8"! cm dari anastomose, bilas /;8>itsula sampai bersih lalu tutuplah /;8 >itsula

%silah spuit # cc atau "! cc dengan normal saline secukupnya dan

 bilaslah /;8>itsula

akukan punksi Fenous pada pembuluh Fenous line, caranya sama

seperti diatas

Selesai punksi cimino, alat8alat kotor dimasukkan ke dalam disposal

7edakan dengan alat yang terkontaminasi, bersihkan dari darah

masukkan ke dalam kantong plastic

Set dialysis yang telah dipakai akan diambil oleh petugas =SSD

MENYAMBUNG B"OOD "INE DENGAN A>@&ITSU"A

. TUJUAN

(ntuk memulai proses hemodialysis

2. PROSEDUR

2. M#*)m'*+ S#1)*+ &-$'1) Ar#r-)1 D#*+)* S#1)*+ D)r)3 Ar#r-)1 a. Matikan pompa darah@blood pump

 b. $lem selang in>use

c. Masing8masing kedua ujung selang darah arteri dan >itsula diswab dengan kassa betadhine sebagai desin>ektan lalu sambung dan kencangkan

d. (jung selang darah Fenous masukkan ke dalam gelas ukur atau drainage bag :jika ada<

e. &idupkan pompa darah dan tekan tombol  atau F mulai "!! 'pm >. Perhatikan aliran cimino apakah lancer, >iksasi selang darah dengan

micropone, jika liran cimino tidak lancer rubahlah posisi jarum >itsula atau posisi tangan

g. Perhatikan darah di buble trap tidak boleh penuh :kosong<, sebaliknya terisi  bagian

h. =airan normal saline yang tersisa, ditampung dalam gelas ukur@drainage bag disebut0 cairan sisa priming

i. Setelah darah mengisi semua selang darah dan dialyCer matikan pompa

darah

2.2 M#*)m'*+ S#1)*+ D)r)3 >#*o'$ D#*+)* &-$'1) >#*o'$

a. Sambungkan ujung selang darah Fenous keujung /; >itsula Fenous :outlet< kedua ujungnya diberi kassa betadhine sebagai disin>ektan  b. Masing8masing sambungan dikencangkan

c. 7ukalah kelm pada selang arteri dan Fenous, sedangkan selang in>use tetap ditutup

d. Pastikan tidak ada udara pada selang Fenous, lalu hidupkan pompa darah mulai dari "!! 'pm tingkatkan sesuai dengan keadaan pasien e. Tekan tombol 6* pada menu (3, pada layar monitor terbaca

D%/YS%S

. Selama proses &D berlangsung ada B lampu hijau yang menyala antara lain 0 ")mp' Mo*-or, O*, D-)1$-$ S)r, H#p)r-*, U  &1o5

. %ATATAN

a. Saat proses dialysis 0 blood line merah J kedialiCer :arteri< berada diatas  b. Setelah selesai tindakan, kembalikan alat8alat disposal

c. Perawat mencuci tangan

d. 6bserFasi tanda8tanda Fital, masukkan hasilnya ke dalam catatan dialysis

PROGRAM DIA"YSIS

. TUJUAN

"." Mencapai target ultra>iltrasi, antara lain dengan cara 0

Membuang kelebihan cairan dalam tubuh

7erat badan tercapai sesuai dengan dry weight@77 kering

". Membuang Cat sisa metabolism dalam tubuh ".- Membuang kelebihan potassium dalam darah ".2 Mengatasi asidosis metabolic

".# Memberikan keseimbangan elektrolit

". (ntuk mendapatkan hasil dialysis yang optimal seperti 0

('' :(rea 'educiton 'atio< minimal #L

$t@; ". :&D - 4 seminggu< lamanya &D 2 1 # jam pertindakan $t@; ". :&D  4 seminggu< lamanya &D 2 1 # jam pertindakan %dealnya "!8"# jam@minggu

".B $eluhan tidak ada, kondisi pasien menjadi lebih baik 2. PROSEDUR

2. M#m'1)- pro+r)m m#$-* B

a. akukan reset data : *o.B."< untuk menghapus data

Tekan tombol con>irm, layar akan otomatis menunjukkan angka nol :!< pada (; Folume, (3', (3' dan time le>t

 b. =ara membuat program dialysis

Tekan tombol (3) J untuk menunjukkan target cairan yang akan

ditarik

Tekan tombol time le>t J untuk menunjukkan waktu dialysis

(3' akan otomati> menghitung sendiri, sesuai dengan (3) dan

time le>t yang sudah deprogram

c. Sambungkan blood lines dan /;8>itsula, tekan tombol 6* di menu (3

d. Pemakaian consentrate disesuaikan dengan kebutuhan pasien 0

: jangan merubah base Na+ karena teknisi sudah mengatur sesuai dengan angka yang berada di gallon *a J "2! mmol<

Untuk menghitung kebutuhan natrium, caranya : :&asil *aKpost &D 4 < 1 hasil *a K pre &D

Tentukan konsentrate yang dikehendaki, lalu tekan con>irm

e. Tombol temperature, untuk mengatur suhu mesin antara -!!= 1 

-B!=

>. Pro>il ultra >iltrasi disesuaikan dengan keadaan pasien

g. Pro>il sodium sebaiknya harus sepengetahuan dokter yang ber8 tanggung jawab. $arena selama proses dialysis berlangsung dapat terjadi perubahan konsentrat sodium di dalam dialysat. Pemakaian sodium dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai kebutuhan pasien dan sebaiknya dilakukan pemeriksaan laboratorium terhadap plasma sodium untuk mendeteksi apakah kebutuhan sodium di dalam darah sudah terpenuhi.

h. Pemakaia bicarbonate mulai dari :8" s.d 8< dan :K" s@d K< dapat dipergunakan tergantung hasil bicorbonat dalam darah :&=6 -<. Pemakaian ini harus sepengetahuan dokter, penambahan bocorbonat  pada dialisat, hanya dimiliki oleh mesin >resensius dengan kandungan

sodium bicarbonate powder sebanyak ,2L

i. %cek kembali Rd :kecepatan dialisat< standar #!! cc@menit

(ntuk mendapatkan hasil dialysis yang lebih baik, tingkatkan Rd !! cc@menit dan Rb :kecepatan darah<  #! 'pm.

2.2 M#m'1)- pro+r)m m#$-* S : a. Menghapus data

akukan reset data :untuk menghapus data<, tempat reset data ada di menu layar utama akan terlihat (3 Folume, (3', (3', (3) dan time le>t akan menunjukkan angka nol :!<

 b. Membuat program dialysis

Menu (3 berisi 0

o Tekan tombol (3, dilayar akan terlihat (3 goal J jumlah cairan

yang akan ditarik

o (3 time le>t J waktu yang dibutuhkan untuk dialysis

o (3' akan otomatis menghitung sendiri sesuai dengan (3) dan

time li>t

o (3 pro>il J model pilihan dalam penarikan cairan, cukup dengan

menentukan angka pro>il yang dikehendaki

o (3 Folume akan otomatis tampil sesuai dengan jumlah air yang

sudah keluar. Gika program telah selesai tekan tombol con>irm

o Sambungkan blood line dengan /; >istula, tekan tombol 6* pada

mcu (3

o %S68(3, digunakan ketika akan melakukan tindakan seNuential (ltra>iltrasi :%S6 (3< J %solated (ltra>iltrasi, yaitu 0 penarikan cairan tubuh di luar tindakan &D.

Menu dialysis berisi 0

o Dilution 0 pencairan dalam konsentrate " K -2

o Pemakaian consentrate disesuaikan dengan kebutuhan pasien0

: jangan merubah Base Na+, karena teknisi sudah mengatur sesuai dengan angka yang berada di gallon *a J "2! mmol<

(ntuk menghitung kebutuhan natrium, caranya 0 6H)$-1 N)C po$ HD 28  H)$-1 N) C pr# HD

T#*'7)* 7o*$#r) )*+ -7#3#*)7-, #7)* omo1 %o*#. ")1' ;o*-rm.

o Pemakaian tombol 7icarbonat mulai dari :8" s@d 8< dan :K" s@d K<, pemakaian bicarbonate tergantung hasil darah :&=6 -< dan harus diketahui oleh dokter. $ebutuhan bicarbonate dialysis, hanya dimiliki oleh 3resenius dengan kandungan sodium bicarbonate  powder ,2L

o /turlah tombol temperatur

o =ek ulang Rd, standar #!! cc@menit

Gika pasien menginginkan Rd !! cc@mnt dan Rb  #! 'pm, maka akan mendapatkan hasil dialysis yang lebih baik

(ntuk pro>il sodium sebaiknya harus sepengetahuan dokter yang  bertanggung jawab, karena kebutuhan plasma sodium pada pasien dialysis dapat terjadi peningkatan atau penurunan, tergantung dari menu pro>il yang dikehendaki. Perubahan sodium ini terjadi dalam dialisat. Sebaiknya pemeriksaan laboratorium tetap dilakukan terhadap sodium, untuk mendeteksi apakah kebutuhan sodium  pasien sudah terpenuhi atau sesuai dengan yang dikehendaki.

Standar penggunaan sodium 0 untuk menentukan nilai awal  pemakaian sodium yang dikehendaki.

PENGAMATAN SE"AMA DIA"YSIS

. TUJUAN

"." Proses dialysis berjalan lancar ". Masalah pasien segera teratasi ".- Mencegah komplikasi berlanjut ".2 Pasien merasa nyaman dan aman 2. PROSEDUR

." Pengamatan DialiCer, meliputi 0

 *ama pasien dan dialyCer yang akan dipakai harus sama

Gika dialyCer direuse setelah dibilas dengan normal saline !,+L harus

sudah bebas dari >ormalin atau renalin dengan menggunakan test strip residual >ormaldehyde dan test trip residual pero4ide :renalin<

. Pengamatan pasien, meliputi 0

Sebelum dialysis melakukan pemeriksaan >isik secara teliti, mulai

kepala sampai kaki

Minimal setiap jam  obserFasi tanda8tanda Fital :tekanan darah, k@p<

heart rate, nadi, pernapasan dan suhu< sesuaikan dengan kondisi  pasien.

6bserFasi Faskuler access dan pembuluh darah Fena :apakah ada

rembesan darah, pembekakan, hematoma<

6bserFasi keluhan pasien 0

o $aji@anamneses kebutuhan pasien

o Mencari penyebab timbulnya masalah

o Mengatasi masalah yang ada dengan memberikan pendekatan atau

membantu kebutuhannya.

Perawat cepat tanggap dengan masalah pasien

Memberikan rasa nyaman :menciptakan lingkungan yang tenang<

.- Pengamatan mesin, terdiri dari 0

Sambungan /F8>itsula dengan blood lines dan sebaliknya

7lood line ke dialyCer dan sebaliknya

Sambungan tekanan arteri dengan mesin dialysis

Sambungan tekanan Fenous dengan mesin dialysis

Genis konsentrate yang digunakan

Selama proses dialysis semua klem terbuka, kecuali klem in>use harus

tertutup

7uble trap terisi  bagian, jangan sampai kosong

Gangan ada udara di sepanjang sirkulasi darah dan dialyCer

6bserFasi kecepatan pompa darah :Rb< cocokkan dengan e>ekti>itas

 blood >low, akurasi U #8"! L antara Rb dengan e>ekti>itas

6bserFasi tekanan arteri :apakah lancar darah menuju dialyCer<

7eberapa >aktor yang mempengaruhi tekanan arteri adalah 0

o Pembuluh darah pasien :aliran darah<

o (kuran dari pada jarum >itsula

o Posisi@letak jarum >itsula

o $ecepatan pompa darah

6bserFasi tekanan Fena :apakah ada hambatan pada tempat masuknya

darah menuju ke pasien<

Tekanan Fena dipengaruhi oleh 0

o Pembuluh darah Fena pasien kecil

o 7ekuan darah :kloting< pada buble trap Fenous

o Terjadi pembengkakan :hematoma< pada Fena

o 7lood lines tertekuk

o Tekanan Fena turun jika kecepatan darah dibawah "!! 'pm

6bserFasi TMP :Trans Membran Pressure<

Tekanan TMP dipengaruhi oleh 0

o Perbedaan tekanan diantara kompartemen darah dengan dialisate

o 7ekuan darah :kloting< di dialyCer

o Gika sut>ace area dialyCer kecil, (3' akan besar maka

menimbulkan TMP V

6bserFasi ultra >iltrasi goal :total jumlah penarikan cairan selama dialysis<

(3) dipengaruhi oleh 0

o %ntake :minum in>use, Coned, cairan priming<

o Selisih timbangan berat badan datang dengan berat badan kering

:dry weight<

o Pengkajian pasien :sesak na>as, batuk8batuk, slym, oFerload<

o $linis pasien :edema anasarka, acites, dll< Time le>t :lamanya dialysis<

o 3rekuensi dialysis

:"4@minggu 9 # jam atau 4minggu 9 # jam< :-4@minggu 9 28# jam<

o 5aktu seNuential :%so (3 J %soload (ltra>iltrasi<, teori bahwa waktu tindakan seNuential harus diluar waktu proses dialysis.

o 5aktu selama dialysis sangat mempengaruhi hasil dialysis yang adekuat

Temperature mesin

Suhu mesin yang diperbolehkan -!= 1 -B!=

Suhu mesin sekitar -#,#!= 1 -!= dapat mengatasi pasien hipotensi

Standar konsentrate

$onsentrate dapat dinaikkan atau diturunkan secara manual, sesuai kebutuhan pasien.

Pemakaian bicarbonate

Dapat diatur sesuai dengan hasil darah bicarbonate :&=6-<, asalkan menggunakan bi87ag sebagai konsentrate

MENGAKHIRI DIA"YSIS PASIEN

. TUJUAN

(ntuk menghentikan@menyelesiakan proses dialysis 2. KEBIJAKAN

." 5aktu dialysis sudah selesai

. $eadaan umum pasien semakin menurun :ditandai dengan TT; abnormal<

.- )angguan P* :listrik mati yang tidak ada batasan<

.2 )angguan mesin yang tidak bias diatasi saat proses dialysis berlangsung . PERSIAPAN

-." Piala ginjal -. $assa steril

-.- 7etadhine solution

-.2 Sarung tangan tidak steril -.# Perban gulung

-. 7and /id :pelekat< -.B )unting

-. *ebacetin powder anti biotic -.+ Termometer

-."! Microprone

-.""Perawat memakai kaca mata, apron, masker !. PROSEDUR

2." Sebelum # menit selesai, pasien diobserFasi TT; :T, *, S<

2. $ecilkan kecepatan aliran darah :pompa darah< sampai "!! 'pm 2.- Perawat mencuci tangan

2.2 Perawat memakai apron, masker, kaca mata, sarung tangan tidak steril 2.# Mesin menunjukkan (3) reached J (3) sudah tercapai :angka (3

Folume J angkat (3)<

2. Gika proses &D sudah selesai, posisi mesin akan terbaca H'ein>usionI tekan con>irm :pompa darah mati secara otomatis<

2.B Tekan tombl dialysis start

2. (ntuk mengakhiri dialysis, matikann pompa darah :blood pump< 2.+ $lem >itsula arteri dan selang darah arteri

2."! =abutlah >itsula inlet :arteri<, tekan bekas tusukan dengan kassa  betadhine

2.""7ilas >itsula, selang darah dialyCer dengan normal saline !,+L sampai  bersih dan gunakan Rb "!! 'pm. Gika buble outlet sudah bersih, mesin

akan tertulis HDialysis E*DI dan empity bi87ag lalu tekan tombol con>irm.

2." =abutlah >itsula outlet :Fenous< tekan bekas tusukan dengan kassa  betadhine

2."- Gika tidak ada darah bekas tusukan, maka berilah nebacetin powder 

:k@p< dan tutuplah dengan band aid

2."2 $@p berilah perban gulung pada luka tusukan  >iksasi

2."# 6bserFasi tanda8tanda Fital pasien, timbang 77

2." $embalikan alat8alat ketempat semula, perawat mencuci tangan

#-MENGGANTI DIA"YSIS BO%OR

. TUJUAN

"." Melindungi darah pasien dari kontaminasi microbial air dialisat berpindah keruang@kompartemen darah

". Mencegah banyaknya darah yang terbuang ".- Memberi rasa aman pada pasien

2. PENGERTIAN

$ebocoran dialyCer saat terjadi karena salah satu atau sebagian serabut membrane dialyCer lepas dari tempatnya, sehingga mengakibatkan darah keluar dari kompartemen darah ke kompartemen dialiCat

. KEBIJAKAN

-." $ebocoran kecil

:tidak tampak jelas adanya darah mengalir ke selang dialisat< Tekan tombil oFerride

-. $ebocoran besar

:darah tampak jelas mengalir ke selang dialisat<

Segera ganti dialyCer yang baru tanpa darah dikembalikan ke pasien !. PROSEDUR

2." Persiapan alat

Petugas 0 kacamata, masker, apron, sarung tangan non steril

 Blood leak test trip, untuk mengetes kebocoran darah dalam dialyCer

 Dialyzer baru, type sesuai kebutuhan pasien

$assa steril atau swab alcohol  arteri klem besar piala ginjal

Tempat sampah, normal saline  liter, in>use set 2. =ara melakukan test kebocoran darah pada dialyCer

Petugas memakai pelindung seperti dianjurkan diatas

/mbilah piala ginjal, buka shunt coFer :by pass<

epaskan selang dialisat warna merah :dari ginjal<

Tampunglah air dari dialyCer bocor dengan piala ginjal secukupnya

$embalikan selang dialisat ke tempat semula

/mbilah satu lembar test trip blood leak

=elupkan tes trip kedalam pila ginjal dan cocokkan dengan standar 

warna yang terdapat pada botol test trip

Gika hasil test trip blood leak negatiFe

/rtinya tidak ada kebocoran darah pada dialyCer dan tekan tombol oFerride

Gika hasil test trip blood leak prositi>

/rtinya ada darah yang melewati membrane dialiser dan kebocoran dialyCer terjadi

2.- =ara mengganti dialyCer

Petugas memakai pelindung yang dianjurkan seperti di atas

$ecilkan Rb "!! rpm, lakukan by pass dengan membuka shunt coFer

epaskan kedua selang dialisat dari dialiseer yang bocor

Pasanglah kedua selang dialisat ketempat dialiser baru

:saat pergantian dialyCer letakkan tempat sampah dibawahnya<

Tutuplah dialyCer bocor dengan penutup dialyCer

akukan priming dialiser baru sebanyak  liter, dengan cara 0

o Sambungkan normal saline ke selang in>use

o Sambungkan selang in>use ke dialiser baru

:perhatikan ujung selang in>use tidak menyentuh tangan<

o /lirkan normal saline ke dialiser sebanyak  liter dan bebaskan

dialiser dari udara

Matikan pompa darah, gunakan arteri klem " bahwa untuk mengklem

arteri line dan " bh untuk mengklem Fenous line

Pasanglah arteri line dan Fenous line ketempat dialiser baru

:perhatikan aliran darah berlawanan arah dengan aliran dialisat<

7uang dialyCer bocor ke dalam tempat sampah

epaskan kedua arteri klem dari selang darah

Selang in>use dari dialyCer baru kembali ke tempat selang arteri lines &idupkan pompa darah :Rb< mulai "!! rpm

Sementara bagian arterial posisi dibawah sama seperti saat priming :tujuannya untuk membebaskan dialiser dari udara<

Setelah dialiser bebas dari udara, kembalikan dialiser ke posisi seperti

semula

 *aikkan Rb :pompa darah< secara bertahap sesuai kebutuhan pasien

$embalikan alat8alat ketempat semula dan perawat mencuci tangan.

=atat dengan lengkap prosedur di atas dalam lembar catatan

keperawatan dialysis

BAB >

PEN%EGAHAN IN&EKSI

. PENGERTIAN IN&EKSI

Masuknya kuman atau bibit penyakit ke dalam tubuh :sirkulasi darah< yang menimbulkan pembekakan :tumor<, kemerahan :rubor<, nyeri :dolor<, panas :calor< >ungsio laesa :gangguan >ungsi<

2. PASIEN YANG TERIN&EKSI ." Pasien dengan hepatitis 7 :&7;< . Pasien dengan &%;

.- Pasien dengan M'S/ :Methilichillin 'esisstant Staphilococcus /ureus< .2 Pasien dengan ;'E :;ancomycin 'esistant Enterococci<

. DATA

-." =enter >or diseases control and preFention :=D=< -. &ealth =are 3inancing /dministrattion :&=3/< -.- 3ood Drug /dministration :3D/<

!. PENYEBAB TIMBU"NYA IN&EKSI 2." 7erhubungan langsung dengan darah

2. 7erhubungan dengan keluarnya cairan tubuh :sekresi< pembuangan kotoran dari badan :ekskresi< yang membawa bibit penyakit menular

2.- ;askular akses digunakan dalam jangka panjang

2.2 Menerima berbagai macam penyakit yang dilaksanakan secara bersama8 sama dalam tindakan dialysis

2.# /lat8alat yang digunakan tidak steril

2. Data tahan tubuh menurun, mudah terkena in>eksi

2.B Sistem keluar masuknya barang melewati ruangan dialysis

2. %n>eksi bakteri menjadi penyebab meningkatnya angka kesakitan dan kematian :morbidity dan mortality<

4. TUJUAN PENGAWASAN IN&EKSI #." Mengerti standard tindakan pencegahan

#. Menetapkan kebijakan untuk pencegahan in>eksi #.- Mencegah terjadinya penularan melalui

Pekerja kesehatan :dokter dan perawat< dengan pasien dan sebaliknya

Peralatan medis yang digunakan harus steril :aseptic<

ingkungan kerja :ruangan, linen< dan cara kerja yang baik

#.2 Mencegah penyebaran kuman penyakit maupun timbulnya in>eksi nosokomial di dalam ruangan dialysis

9. PROSEDUR

." Petugas dialysis

Pakaian seragam petugas digunakan hanya untuk diruangan dialysis

Pakaian seragam petugas dialysis tidak boleh menutupi telapak tangan

dan menyentuh lantai

Pakailah apron selama berada di ruang dialysis

Pakailah kacamata, masker, sarung tangan jika akan menolong pasien

=uci tangan selama - menit sebelum dan sesudah menolong pasien

Gangan menggunakan perhiasan di tangan saat bertugas di ruang

dialysis

$enakan sepatu seragam selama berada di ruang dialysis

Periksa darah terhadap hepatitis, &%;, M'S/, ;'E

. Mencuci tangan

5asta>el harus terlihat jelas oleh petugas dialysis, pasien dan keluarga  pasien

" bahwa wasta>el disetiap 2 mesin dialysis

$ran wasta>el yang dapat digerakkan oleh siku tangan tanpa harus memutar dengan jari tangan

5adah cairan desin>ectan untuk mencuci tangan menggunakan cara

ditekan

Sediakan gambar proses mencuci tangan dengan sistematis dan benar 

dan letakkan diatas wasta>el

akukan pembilasan dengan posisi jari tangan ke arah atas

$eringkan tangan dengan handuk tissue :disposable<

Disetiap wasta>el sediakan 0 sarung tangan, tissue handuk, larutan desin>ektan, artikel, kran air, kran putar dengan siku, tempat sampah  pelembab untuk tangan, masker

$alau perlu pasanglah artikel yang menarik untuk dibaca, letakkan

dekat dengan wasta>el .- ingkungan tempat kerja

Masukkan alat8alat kotor ke tempat pembuangan yang tersedia

)unakan cairan desin>ectan dalam bentuk spray untuk membersihkan

wilayah ruang dialysis

)unakan handuk tissue untuk membersihkan wilayah ruang dial ysis

)unakan sarung tangan non steril setiap membersihkan darah diarea

dialysis

7ersihkan area dialysis sebelum dan sesudah proses dialysis

7ersihkan alat8alat yang digunakan pasien yaitu 0

o Trolley tindakan

o Tempat tidur

o $ursi

o Meja pasien :nakhas<

o Mesin dialysis

7ebaskan tempat dialysis dan nurse station :sta>> dialysis< dari makanan dan minuman

Sterilisasi ruangan dialysis minimal setiap " bulan sekali

Sediakan tempat sampah sesuai dengan jenisnya untuk dibakar di

incinerator, antara lain 0

o Sampai jarum@ampul@>lacon

o Sampah blood lines dan dialyCer

o Sampah gallon dan pembungkus kemasan

Pisahkan linen umum dengan linen terin>eksi

Siapkan ruangan untuk pasien umum dan pasien isolasi

.2 /lat Medis

Pisahkan mesin untuk kasus8kasus tertentu, jika tidak mempunyai

Dalam dokumen pedoman pelayanan hemodialisa (Halaman 47-90)

Dokumen terkait