• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

E. Desain dan Prosuder Tindakan 1. Desain Tindakan

2. Prosedur Tindakan

Peneliti membuat persiapan yang mencakup semua langkah tindakan secara rinci yaitu mulai dari memilih materi pembelajaran, menentukan waktu pembelajaran, rencana pembelajaran, situasi kelas, strategi pembelajaran, menentukan metode, menentukan media, dan menyiapkan alat pengumpul data berupa kamera, dan sebagainya.

Adapun tahapan intervensi tindakan yang dilakukan sesuai dengan Kemmis & Taggart terdiri dari :

Adapun tahapan intervensi tindakan yang dilakukan sesuai dengan Kemmis & Taggart terdiri dari :

39 a. Kegiatan prapenelitian

Sebelum penelitian, peneliti melakukan persiapan-persiapan pra penelitian sebagai berikut:

1) Membuat surat izin untuk kegiatan penelitian tindakan kelas di sekolah yang akan diteliti, yaitu KB Al Muhajirin, Koja Jakarta Utara

2) Mencari dan mengumpulkan informasi atau data siswa yang akan menjadi subjek penelitian yaitu anak kelompok Bermain/KB Al Muhajirin. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, kenyataan yang terjadi di lapangan adalah penguasaan kosa kata anak kelompok Bermain, usia 3-4 tahun masih rendah, anak-anak masih ada yang memperlihatkan kekurang percayaan untuk mencoba kata-kata baru, bahkan ada juga anak yang menyampaikan keinginan tidak dipahami orang lain, dan ada juga yang masih menggunakan bahasa bayi dalam berkomunikasi, seperti : menyebut patu untuk sepatu, tutu atau cucu untuk susu.

3) Menentukan waktu pelaksanaan penelitian, yaitu pada bulan Februari sampai Juli 2017. Mempersiapkan media dan alat yang akan digunakan selama penelitian yang terkait dengan pelaksanaan penayangan Film Ella Ello

40

4) Mempersiapkan media dan alat yang akan digunakan selama penelitian yang terkait dengan pelaksanaan penayangan VCD Film Ella Ello.

Tabel 3.2

Rancangan Kegiatan Pra Siklus Pra siklus

a. Persiapan Perencanaan

 Mengajukan surat izin penelitian

 Mengumpulkan data hasil penelitian awal

 Menentukan waktu penelitian b. Pelaksanaan tindakan

 Menentukan anak-anak yang menjadi subjek penelitian

 Menyiapkan media dan menyusun strategi yang akan digunakan

 Menyiapkan alat pengumpilan data c. Pra Observasi

 Peneliti dan kolabolator mengamati kegiatan yang akan dilakukan

 Peneliti dan kolabolator mencatat hasil pengamatan yang dilakukan

d. Refleksi

 Peneliti dan kolabolator mendiskusikan hasil pengamatan dan menganalisisseluruh program mulai dari perencanaan sampai pelaksanan tindakan

 Peneliti dan kolabolator melihat kekurangan dan kemajuan anak serta mengevaluasi

 Peneliti dan kolabolator membuat kesimpulan yang dicapai

41

Tabel 3.3

Rancangan Kegiatan Siklus I Siklus I

a. Persiapan Perencanaan

 Merencanakan kegiatan ulang

 Mengumpulkan data hasil penelitian Pra siklus

 Menentukan anak-anak yang kurang memiliki kosa kata

b. Pelaksanaan Tindakan

 Membuat Rencana Kegiatan Harian ( RKH)

 Mengumpulkan materi dan tema kegiatan yang akan dilaksanakan

 Mebangun apersepsi anak tentang tema yang akan dibahas

 Melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan tema yang sedang berlangsung

 Menyiapkan media dan menyusun strategi yang akan digunakan

 Menyiapkan alat pengumpulan data

 Melakukan kesimpulan dari pembelajaran

 Mengevaluasi pembelajaran yang telah dilaksanakan c. Pengamatan

 Peneliti dan kolabolator mengamati peningkatan penguasaan kosa kata anak melalui media film ella ello

 Peneliti dan kolabolator bersama-sama melakukan evaluasi pengamatan dan hasilnya ditulis dalam catatan lapangan

d. Refleksi

 Peneleti dan kolabolator mendiskusikan hasil

pengamatan dan menganalisis seluruh program mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan tindakan

 Peneliti dan kolabolator melihat kekurangan dan kemajuan anak serta mengevaluasi

 Peneliti dan kolabolator membuat kesimpulan bahwa penguasaan kosa kata pada anak usia 3-4 tahun mengalami peningkatan, namun peningkatan tersebut belum signifikan, sehingga perlu dilanjutkan pada siklus II

42 Tabel 3.4

Rancangan Kegiatan Siklus II Siklus II

a. Persiapan Perencanaan

 Merencanakan kegiatan ulang

 Menentukan waktu penelitian

 Mengevaluasi hasil refleksi siklus I

 Menentukan kegiatan siklus II

 Membuat perencanaan tindakan yang akan diberikan pada anak

 Membuat lembar observasi dan instrument penelitian

 Mempersiapkan peralatan dan media yang sesuai

 Menentukan anak-anak yang belum masih memiliki kekurangan dalam kosa kata b. Pelaksanaan Tindakan

 Membuat Rencana Kegiatan Harian ( RKH)

 Mengenalkan materi dan tema kegiatan yang akan dilaksanakan

 Menyiapkan media dan menyusun strategi yang akan digunakan

 Membangun apersepsi anak tentang tema yang akan dibahas

 Melakukan kegiatan pembelajaran sesuai tema yang sedang berlangsung

 Menyiapkan alat pengumpulan data

 Melakukan kesimpulan pembelajaran

 Mengevaluasi pembelajaran yang telah dilaksanakan

c. Pengamatan

 Peneliti dan kolabolator mengamati kemampuan shalat anak saat kegiatan berlangsung

 Peneliti dan kolabolator mencatat hasil pengamatan yang dilakukan

 Peneliti dan kolabolator bersama-sama melakukan evaluasi pengamatan dan hasilnya ditulis dalam catatan lapangan

d. Refleksi

 Peneliti dan kolabolator mendiskusikan hasil

43

pengamatan dan menganalisis seluruh program mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan tindakan

 Peneliti dan kolabolator melihat kekurangan dan kemajuan anak serta mengevaluasi

 Peneliti dan kolabolator membuat kesimpulan bahwa penguasaan kosa kata pada anak usia 3-4 tahun sudah mengalami peningkatan, namun bila peningkatan penguasaan kosa kata anak belum signifikan, maka peneliti tidak akan meneruskan pada siklus III.

Setelah melakukan persiapan-persiapan pra penelitian, peneliti melakukan langkah-langkah penelitian tindakan yang dimulai dari siklus I dengan tahapan-tahapan sebagai berikut : 1) Perencanaan (planning)

Berdasarkan hasil observasi pra-penelitian, peneliti menyusun perencanaan untuk pelaksanaan penelitian tindakan siklus I, yaitu: (1) peneliti bersama kolaborator menentukan tema kegiatan dan sub tema serta sub-sub tema pada hari tersebut. Selanjutnya, peneliti bersama kolaborator membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang akan diberikan kepada anak pada siklus I, (2) Menyiapkan media yang sesuai dengan tindakan yang akan diberikan, (3) Menyiapkan alat yang akan digunakan sebagai alat pengumpulan data, yaitu pedoman observasi, kamera atau (video recorder), dan catatan lapangan saat dilaksanakannya penelitian.

44 2) Tindakan (actuating)

Setelah menyiapkan peralatan dan tempat, maka peneliti bersama kolaborator memulai pelaksanaan sesuai rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah dirancang bersama-sama sebelumnya. Program tindakan di setiap siklusnya terdiri atas 4 pertemuan masing-masing berdurasi 35 menit, yaitu 5 menit untuk pembukaan (apersepsi), 25 menit untuk penayangan Film Ella Ello, dan 10 menit untuk evaluasi. Di setiap akhir siklus I dan siklus II akan dilakukan evaluasi formatif untuk melihat hasil proses belajar siswa dari kegiatan yang telah dilakukan. Skor hasil evaluasi formatif pada setiap akhir pokok bahasan tersebut akan menjadi salah satu bahan refleksi yang akan dilakukan peneliti bersama kolaborator pada akhir siklus I. Refleksi secara keseluruhan dari siklus I akan dilakukan oleh peneliti bersama kolaborator pada akhir siklus setelah 4 kali pertemuan, sama halnya dengan siklus II, refleksi juga dilakukan di akhir pertemuan, yaitu pada pertemuan keempat.

3) Pengamatan (Observing)

Selama pelaksanaan dari kegiatan penayangan Film Ella Ello yang dilakukan, peneliti dan kolaborator mengamati jalannya kegiatan untuk melihat apakah tindakan-tindakan

45

tersebut sesuai dengan apa yang sudah direncanakan, dan melihat ketercapaian dari indikator-indikator yang ingin dicapai. Hasil pengamatan dicatat dalam bentuk uraian pada lembar catatan lapangan berdasarkan pengamatan secara langsung yang sedang dilakukan oleh peneliti dan kolaborator. Selain itu, peneliti dan kolaborator melakukan evaluasi di setiap akhir pelaksanaan kegiatan permainan yang telah diberikan untuk melihat pengaruh dari dilaksanakannya kegiatan tersebut bagi siswa. Selanjutnya, peneliti dan kolaborator mengamati hal-hal yang muncul selama kegiatan berlangsung, dapat ditandai dengan pemberian simbol checklist (√) pada lembar pedoman observasi aktivitas siswa. Laporan hasil observasi digunakan sebagai bahan tambahan penentuan ketercapaian dari indikator-indikator variabel di dalam penelitian, sehingga menjadi bahan pertimbangan untuk membuat program perbaikan selanjutnya. Selain itu, selama tindakan berlangsung peneliti juga melakukan dokumentasi kegiatan dengan menggunakan kamera foto. Dengan demikian, data yang diperoleh di dalam penelitian ini dapat menjadi bukti otentik dari hasil data penelitian selama kegiatan berlangsung.

46 4) Refleksi (Reflecting)

Refleksi merupakan upaya evaluasi yang dilakukan bersama kolaborator. Maksud pelaksanaan refleksi ini bertujuan untuk menganalisis ketercapaian proses pemberian tindakan, maupun untuk menganalisis faktor penyebab tidak tercapainya dari tindakan yang telah dilakukan, yaitu pada kegiatan siklus I, apakah penayangan Film Ella Ello tersebut dapat meningkatkan penguasaan kosa kata sebelum dan sesudah diberikan treatment (tindakan) pada setiap akhir siklus.

Peneliti bersama kolaborator menganalisis tingkat ketercapaian dari indikator-indikator variabel dalam penelitian, serta hal-hal apa saja yang menjadi faktor penghambat saat berlangsungnya kegiatan penelitian. Hasil refleksi dari keseluruhan siklus I akan menjadi dasar perbaikan-perbaikan tindakan yang akan dilakukan pada siklus berikutnya. Apabila pada siklus I ketercapaian indikator sudah tercapai tetap akan dilanjutkan pada kegiatan di siklus II untuk menguatkan data yang didapat dari proses penelitian.

47 F. Teknik Pengambilan Data

Dokumen terkait