• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proses Bisnis Berjalan

Dalam dokumen BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN (Halaman 59-131)

Aliran Proses Produksi Tire di dalam PT. S

1. Mixing

a. Mixing-Standard Job

01.a Mixing ‐ Flowchart Plan To Produce – Standard Job Warehouse Production Planning  and Control (PPC) Mixing Mix in g Mixing ‐1 04.a  Entry Move Order Approved Move Order 04.b  Allocate Move Order 04.c Print Move Order Move Order Raw Material Mixing ‐2

01.a Mixing ‐ Flowchart Plan To Produce – Standard Job Warehouse Production Planning  and Control (PPC) Mixing Mix in g Mixing ‐2 04.d  Transfer  Material 04.e  Weighting  Material Total quantity material  equals to total quantity in  MOT Yes No 04. f Transact Move  Order 05  Production  Master  Batch Master Batch 07  Checking  Quality 06  Move Transaction Mixing ‐3

01.a Mixing ‐ Flowchart Plan To Produce – Standard Job Warehouse Production Planning  and Control (PPC) Mixing Mix in g Mixing ‐3 08 Master Batch  Good Quality or  Defect 08.a  Entry Completion 08.b  Entry Completion  Defect Goods Good Quality Defect Quality Create Non  Standard Job Job Database Job Database 10  Production  Final Batch 09  Weightin g Master  Batch Final Batch 11  Move Transaction Mixing ‐ 4

01.a Mixing ‐ Flowchart Plan To Produce – Standard Job Warehouse Production Planning  and Control (PPC) Mixing Mi xi ng Mixing ‐5 12  Checking  Quality 13 Final Batch Good  Quality or Defect 13.a  Entry Completion 13.b  Entry Completion  Defect Goods Create Non  Standard Job Job Database Job Database Finish   Gambar 3.13 Proses bisnis yang berjalan pada bagian Mixing- Standard Job- 5

Keterangan :

Tabel 3.1 Keterangan Proses Mixing-Standard Job Proses Keterangan

01.a Mixing – 01 Planning

Bagian PPC membuat planning untuk job yang harus dikerjakan bagian produksi. Planning di dalam proses produksi dibuat per-shift (dalam satu hari terdapat 3 shift).

01.a Mixing – 01.a Create Discrete Job

Setelah membuat planning bagian PPC akan menginput planning yang ada ke dalam sistem.

01.a Mixing – 01.b Release Standard Job

Setelah menginput planning yang ada, bagian PPC akan me-release job yang ada agar dapat diakses oleh bagian produksi.

01.a Mixing – 02 Print Discrete Job

Setiap shift nya bagian mixing akan mencetak discrete job untuk mengetahui produksi yang harus dilakukan pada shift tersebut.

01.a Mixing – 03 Calculate total stock raw material

Setelah mengetahui produksi yang harus dilakukan, bagian mixing akan menghitung raw material yang dibutuhkan untuk melakukan produksi. Raw matetial untuk membentuk produksi mixing, menggunakan tiga raw material utama yaitu rubber (karet), filler (karbon) dan chemical. Untuk permintaan raw material ini, bagian mixing akan membuat move order kepada bagian warehouse.

01.a Mixing – 04.a Entry Move Order

Bagian mixing membuat move order untuk bagian warehouse untuk meminta raw material yang dibutuhkan dalam proses mixing.

01.a Mixing – 04.b Allocate Move Order

Apabila barang yang minta oleh bagian mixing tersedia, maka bagian warehouse akan melakukan allocate yang menandakan bahwa barang tersebut telah di-booking oleh bagian mixing.

01.a Mixing – 04.b Print Move Order

Setelah melakukan allocate, bagian warehouse akan mencetak move order sesuai dengan jumlah yang di-allocate yang akan ditempelkan pada material yang akan diberikan kepada bagian mixing.

01.a Mixing – 04.d Transfer Material

Setelah di-booking maka bagian warehouse akan mempersiapkan barang telah di-booking tersebut, kemudian akan dikirim ke bagian mixing apabila barang telah siap.

01.a Mixing – 04.e Weighting Material

Bagian mixing akan mengecek barang yang dikirim oleh bagian warehouse. Apabila barang yang dikirim sesuai, maka bagian mixing akan menandatangani move order yang menandakan barang telah diterima, agar bagian warehouse dapat melakukan transact (04.e- Transact Move Order) dan apabila tidak sesuai, maka bagian mixing dapat mengembalikan dan meminta raw material yang sesuai.

01.a Mixing – 04.f Transact Move Order

Apabila barang yang dikirim telah diterima oleh bagian mixing, maka bagian warehouse akan melakukan transact yang menandakan stok raw material yang diminta telah pindah dari subinventory warehouse menjadi stok subinventory mixing.

01.a Mixing – 05 Production Master Batch

Setelah barang yang diperlukan untuk melakukan produksi telah ada, maka bagian produksi dapat langsung melakukan produksi sesuai dengan planning yang diberikan.

01.a Mixing – 06 Move Transaction

Setelah selesai melakukan proses produksi, maka bagian mixing akan menginput move transaction yang menandakan status raw material telah menjadi master batch sesuai dengan BOM (Bill Of Material) yang berlaku.

01.a Mixing – 07 Checking Quality

Kemudian bagian mixing akan mengecek kualitas dari hasil produksi master batch, apabila berkualitas baik, maka bagian mixing akan menginputnya ke dalam completion (08.a), sedangkan apabila kualitas buruk maka bagian mixing akan menginputnya ke dalam completion defect goods (08.b)

01.a Mixing – 08.a Entry Completion

Jumlah hasil produksi berkualitas baik akan diinput ke dalam completion yang akan menambah stok master batch pada bagian mixing.

08.b Entry completion defect goods

goods yang selanjutnya akan dibuat non standard job (01.b Mixing-Non Standard Job).

01.a Mixing – 09Weighting Master Batch

Kemudian bagian mixing akan menimbang jumlah master batch untuk memproduksi final batch.

01.a Mixing – 10Production Final Batch

Setelah master batch untuk membuat final batch telah ada, maka bagian mixing dapat langsung melakukan produksi sesuai dengan planning yang diberikan.

01.a Mixing – 11Move

Transaction

Setelah selesai melakukan proses produksi, maka bagian mixing akan menginput move transaction yang menandakan status master batch telah menjadi final batch batch.

01.a Mixing – 12Checking Quality

Kemudian bagian mixing akan mengecek kualitas dari hasil produksi final batch, apabila berkualitas baik, maka bagian mixing akan menginputnya ke dalam completion (13.a), sedangkan apabila kualitas buruk maka bagian mixing akan menginputnya ke dalam completion defect goods (13.b)

01.a Mixing – 13.a Entry Completion

Jumlah hasil produksi berkualitas baik akan diinput ke dalam completion yang akan menambah stok final batch/compound pada bagian mixing.

01.a Mixing – 13.b Entry completion defect goods

Jumlah hasil produksi yang defect akan diinput ke completion defect goods yang selanjutnya akan dibuat non standard job (01.b Mixing-Non Standard Job).

b. Mixing- Non Standard Job

  Gambar 3.14 Proses bisnis yang berjalan pada bagian Mixing- Non Standard Job- 1

Keterangan :

Tabel 3.2 Keterangan Proses Mixing-Non Standard Job Proses Keterangan 01.b Mixing – 01 Timbang, mendata dan menempatkan scrap.

Tahap awal untuk membuat non standard job adalah menimbang jumlah scrap agar tahu jumlah yang harus diinput ketika membuat non standard job. Non standard job disini dimaksudkan memproduksi barang yang tidak sesuai dengan planning yang ditetapkan oleh bagian PPC, biasanya digunakan untuk pencatatan barang defect.

01.b Mixing – 02 Entry Non Standard Job

Setelah melakukan penimbangan bagian mixing akan membuat planning yang jumlahnya sesuai dengan jumlah yang telah ditimbang.

01.b Mixing – 03 Entry Operation

Setelah membuat planning bagian mixing akan melakukan entry operation yang mendefinisikan operation, routing, dan resource yang diperlukan.

01.b Mixing – 04 Entry Material Requirement

Setelah selesai entry operation, bagian mixing akan melakukan entry material requirement yang berisi raw material apa saja yang dibutuhkan untuk membuat suatu produk.

01.b Mixing – 05 Entry Completion

Setelah itu bagian mixing akan melakukan entry operation yang menggambarkan produksi selesai dilakukan dan akan menambah jumlah scrap yang ada pada bagian mixing serta mengurangi jumlah material yang dibutuhkan ketika kita menginput entry material sebelumnya.

01.b Mixing – 06 Create Move Order

Bagian mixing membuat move order untuk bagian waste control, sesuai dengan jumlah scrap yang mau dikirim ke bagian waste control.

01.b Mixing -06.a Allocate Move Order

Bagian mixing melakukan allocate yang menandakan bahwa scrap telah di-booking untuk dikirim kepada bagian waste control.

01.b Mixing -06.b Print Move Order

Setelah melakukan allocate, bagian mixing akan mencetak move order sesuai dengan jumlah yang di-allocate yang akan diberikan ke bagian waste control.

01.b Mixing – 06.c Transfer Scrap

Setelah scrap yang di-booking siap untuk dikirim, maka bagian mixing akan mengirimkan scrap ke bagian waste control.

01.b Mixing -06.d Transact Move Order

Setelah menerima scrap yang dikirim oleh bagian mixing, bagian waste control akan melakukan transact, yang menandakan stok scrap sudah berpindah dari subinventory mixing, menjadi stok subinventory waste control.

2. SA-PS Bead Wiring

a. SA-PS Bead Wiring- Standard Job

Keterangan :

Tabel 3.3 Keterangan Proses Bead Wiring-Standard Job Proses Keterangan

02.a Bead Wiring– 01 Planning

Bagian PPC membuat planning bulanan untuk job yang harus dikerjakan bagian produksi. Planning di dalam proses produksi dibuat per-shift (dalam satu hari terdapat 3 shift).

02.a Bead Wiring– 01.a Create Discrete Job

Setelah membuat planning, bagian PPC akan menginput planning yang ada ke dalam sistem.

02.a Bead Wiring– 01.b Release Standard Job

Setelah menginput planning yang ada, bagian PPC akan me-release job yang ada agar dapat diakses oleh bagian produksi.

02.a Bead Wiring– 02 Print Discrete Job

Setiap shift nya bagian SA akan mencetak discrete job untuk mengetahui produksi yang harus dilakukan pada shift tersebut.

02.a Bead Wiring– 03 Calculate total stock raw material

Setelah mengetahui produksi yang harus dilakukan, bagian SA akan menghitung raw material yang dibutuhkan untuk melakukan produksi. Raw matetial untuk membentuk bead wire, menggunakan dua raw material utama yaitu kawat dan compound WADS. Untuk permintaan raw material kawat bagian SA akan membuat move order transfer sendiri (berlanjut dalam proses 04.a), tetapi untuk permintaan raw material compound WADS bagian SA akan memberitahukan jumlah yang diperlukan dan bagian PSS yang akan membuatkan move order transfer (berlanjut dalam proses 04.b).

02.a Bead Wiring– 04.a Entry Move Order

Bagian SA membuat move order transfer untuk bagian warehouse untuk meminta raw material kawat yang dibutuhkan dalam proses produksi.

02.a Bead Wiring– 04.a.1 Allocate Move Order

Apabila barang yang minta oleh bagian SA tersedia, maka bagian warehouse akan melakukan allocate yang menandakan bahwa barang tersebut telah di-booking oleh bagian SA.

02.a Bead Wiring– 04.a.2 Print Move Order

Setelah melakukan allocate, bagian warehouse akan mencetak move order sesuai dengan jumlah yang di-allocate yang akan ditempelkan pada material yang akan diberikan kepada bagian SA.

02.a Bead Wiring– 04.a.3 Transfer Material

Setelah di-booking maka bagian warehouse akan mempersiapkan barang telah di-booking tersebut, kemudian akan dikirim ke bagian SA apabila barang telah siap.

02.a Bead Wiring– 04.a.4 Checking Material

Bagian SA akan mengecek barang yang dikirim oleh bagian warehouse. Apabila barang yang dikirim sesuai, maka bagian SA akan menandatangani move order transfer yang menandakan barang telah diterima, agar bagian warehouse dapat melakukan transact (04.a.4- Transact Move Order) dan apabila tidak sesuai, maka bagian SA dapat mengembalikan dan meminta raw material yang sesuai.

02.a Bead Wiring– 04.a.5 Transact Move Order

Apabila barang yang dikirim telah diterima oleh bagian SA, maka bagian warehouse akan melakukan transact yang menandakan stok raw material yang diminta telah pindah dari subinventory warehouse menjadi stok subinventory SA.

02.a Bead Wiring– 04.b Entry Move Order

Bagian PSS membuat move order transfer sesuai dengan permintaan bagian SA.

02.a Bead Wiring– 04.b.1 Allocate Move Order

Apabila barang yang minta oleh bagian SA tersedia, maka bagian PSS akan melakukan allocate yang menandakan bahwa barang tersebut telah di-booking untuk dikirim ke bagian SA. 02.a Bead Wiring–

04.b.2 Print Move Order

Setelah melakukan allocate, bagian PSS akan mencetak move order sesuai dengan jumlah yang di-allocate yang akan ditempelkan pada material yang akan diberikan kepada bagian SA.

02.a Bead Wiring– 04.b.3 Transfer Compund

Setelah mencetak move order maka bagian PSS akan mengambil barang yang di-booking tersebut pada bagian mixing, kemudian mengirimnya ke bagian SA.

02.a Bead Wiring– 04.b.4 Checking Material

Bagian SA akan mengecek barang yang dikirim oleh bagian PSS. Apabila barang yang dikirim sesuai, maka bagian SA akan menandatangani move order transfer yang menandakan barang telah diterima dan apabila barang yang diterima tidak sesuai dengan move order transfer, maka bagian SA dapat mengembalikan dan meminta raw material yang sesuai.

02.a Bead Wiring– 04.a.5 Transact Move Order

Apabila barang yang dikirim telah diterima oleh bagian SA, maka bagian SA akan melakukan transact yang menandakan stok raw material yang diminta telah pindah dari subinventory PSS menjadi stok subinventory SA.

02.a Bead Wiring– 05 Production Bead Wiring

Setelah barang yang diperlukan untuk melakukan produksi telah ada, maka bagian produksi dapat langsung melakukan produksi sesuai dengan planning yang diberikan.

02.a Bead Wiring – 06Move

Transaction

Setelah selesai melakukan proses produksi, maka bagian SA akan menginput Move transaction yang menandakan status raw material telah menjadi bead wire sesuai dengan BOM (Bill Of Material) yang berlaku.

02.a Bead Wiring– 07Checking

Quality

Kemudian bagian SA akan mengecek kualitas dari hasil produksi bead wire, apabila berkualitas baik, maka bagian SA akan menginputnya ke dalam completion (09.a), sedangkan apabila kualitas buruk maka bagian SA akan menginputnya ke dalam completion defect goods (09.b)

02.a Bead Wiring– 08.a Entry Completion

Jumlah hasil produksi berkualitas baik akan diinput ke dalam completion yang akan menambah stok bead wire pada bagian SA

02.a Bead Wiring– 08.b entry completion defect goods

Jumlah hasil produksi yang defect akan diinput ke completion defect goods yang selanjutnya akan dibuat non standard job (02.b SA-PS Bead Wiring – Non Standard Job).

b. SA-PS Bead Wiring- Non Standard Job

Gambar 3.19 Proses bisnis yang berjalan pada bagian SA- Bead Wiring- Non Standard Job- 1

Gambar 3.20 Proses bisnis yang berjalan pada bagian SA- Bead Wiring- Non Standard Job- 2

Gambar 3.21 Proses bisnis yang berjalan pada bagian SA- Bead Wiring- Non Standard Job- 3

Keterangan :

Tabel 3.4 Keterangan Proses Bead Wiring- Non Standard Job Proses Keterangan

02.b Bead Wiring –

01 Timbang, mendata dan menempatkan scrap.

Tahap awal untuk membuat non standard job adalah menimbang jumlah scrap agar tahu jumlah yang harus diinput ketika membuat non standard job. Non standard job disini dimaksudkan memproduksi barang yang tidak sesuai dengan planning yang ditetapkan oleh bagian PPC, biasanya digunakan untuk pencatatan barang defect.

02.b Bead Wiring – 02 Entry Non Standard Job

Setelah melakukan penimbangan bagian SA akan membuat planning yang jumlahnya sesuai dengan jumlah yang telah ditimbang.

02.b Bead Wiring – 03 Entry Operation

Setelah membuat planning bagian SA akan melakukan entry operation yang mendefinisikan operation, routing, dan resource yang diperlukan.

02.b Bead Wiring – 04 Entry Material Requirement

Setelah selesai entry operation, bagian SA akan melakukan entry material requirement yang berisi raw material apa saja yang dibutuhkan untuk membuat suatu produk.

02.b Bead Wiring – 05 Entry Completion

Setelah itu bagian SA akan melakukan entry operation yang menggambarkan produksi selesai dilakukan dan akan menambah jumlah scrap yang ada pada bagian SA serta mengurangi jumlah material yang dibutuhkan ketika kita menginput entry material sebelumnya.

02.b Bead Wiring – 06 Create Move Order

Bagian SA membuat move order transfer untuk bagian waste control, sesuai dengan jumlah scrap yang mau dikirim ke bagian waste control.

02.b Bead Wiring -06.a Allocate Move Order

Bagian SA melakukan allocate yang menandakan bahwa scrap telah di-booking untuk dikirim kepada bagian waste control.

02.b Bead Wiring -06.b Print Move

Setelah melakukan allocate, bagian SA akan mencetak move order sesuai dengan jumlah yang di-allocate yang akan

Order diberikan ke bagian waste control. 02.b Bead Wiring –

06.c Transfer Scrap

Setelah scrap yang di-booking siap untuk dikirim, maka bagian SA akan mengirimkan scrap ke bagian waste control. 02.b Bead Wiring

-06.d Transact Move Order

Setelah menerima scrap yang dikirim oleh bagian SA, bagian waste control akan melakukan transact, yang menandakan stok scrap sudah berpindah dari subinventory SA, menjadi stok subinventory waste control.

3. SA-PS Topping danBias Cutting

a. SA-PS Topping dan Bias Cutting – Standard Job

  Gambar 3.22 Proses bisnis yang berjalan pada bagian SA- Topping dan Bias Cutting- Standard Job-1

Keterangan :

Tabel 3.5 Keterangan Proses Topping dan Bias Cutting-Standard Job Proses Keterangan

03.aTopping and Bias Cutting– 01 Planning

Bagian PPC membuat planning bulanan untuk job yang harus dikerjakan bagian produksi. Planning di dalam proses produksi dibuat per-shift (dalam satu hari terdapat 3 shift).

03.aTopping and Bias Cutting– 01.aCreate Discrete Job

Setelah membuat planning bagian PPC akan menginput planning yang ada ke dalam sistem. 03.aTopping and Bias Cutting–

01.bRelease Standard Job

Setelah menginput planning yang ada, bagian PPC akan me-release job yang ada agar dapat diakses oleh bagian produksi.

03.aTopping and Bias Cutting– 02Print Discrete Job

Setiap shift nya bagian SA akan mencetak discrete job untuk mengetahui produksi yang harus dilakukan pada shift tersebut.

03.aTopping and Bias Cutting– 03 Calculate total stock raw material

Setelah mengetahui produksi yang harus dilakukan, bagian SA akan menghitung raw material yang dibutuhkan untuk melakukan produksi. Raw material untuk membentuk topping, menggunakan dua raw material utama yaitu nylon cord dan compound CMDS. Untuk permintaan raw material nylon cord bagian SA akan membuat move order transfer sendiri (berlanjut dalam proses 04.a), tetapi untuk permintaan raw material compound CMDS bagian SA akan memberitahukan jumlah yang diperlukan dan bagian PSS yang akan membuatkan move order transfer (berlanjut dalam proses 04.b) 03.aTopping and Bias Cutting–

04.a Entry Move Order

Bagian SA membuat move order transfer untuk bagian warehouse untuk meminta raw material nylon cord yang dibutuhkan dalam proses produksi. 03.aTopping and Bias Cutting– Apabila barang yang minta oleh bagian SA tersedia,

04.a.1Allocate Move Order maka bagian warehouse akan melakukan allocate yang menandakan bahwa barang tersebut telah di-booking oleh bagian SA.

03.aTopping and Bias Cutting – 04.a.2 Print Move Order

Setelah melakukan allocate, bagian warehouse akan mencetak move order sesuai dengan jumlah yang di-allocate yang akan ditempelkan pada material yang akan diberikan kepada bagian SA.

03.aTopping and Bias Cutting – 04.a.3 Transfer Material

Setelah di-booking maka bagian warehouse akan mempersiapkan barang telah di-booking tersebut, kemudian akan dikirim ke bagian SA apabila barang telah siap.

03.aTopping and Bias Cutting– 04.a.4Checking Material

Bagian SA akan mengecek barang yang dikirim oleh bagian warehouse. Apabila barang yang dikirim sesuai, maka bagian SA akan menandatangani move order transfer yang menandakan barang telah diterima, agar bagian warehouse dapat melakukan transact (04.a.4- Transact Move Order) dan apabila tidak sesuai, maka bagian SA dapat mengembalikan dan meminta raw material yang sesuai.

03.aTopping and Bias Cutting– 04.a.5 Transact Move Order

Apabila barang yang dikirim telah diterima oleh bagian SA, maka bagian warehouse akan melakukan transact yang menandakan stokraw material yang diminta telah pindah dari subinventory warehouse menjadi stok subinventory SA.

03.aTopping and Bias Cutting – 04.b Entry Move Order

Bagian PSS membuat move order transfer sesuai dengan permintaan bagian SA.

03.aTopping and Bias Cutting – 04.b.1 Allocate Move Order

Apabila barang yang minta oleh bagian SA tersedia, maka bagian PSS akan melakukan allocate yang menandakan bahwa barang tersebut telah

di-booking untuk dikirim ke bagian SA. 03.aTopping and Bias Cutting

– 04.b.1 Print Move Order

Setelah melakukan allocate, bagian PSS akan mencetak move order sesuai dengan jumlah yang di-allocate yang akan ditempelkan pada material yang akan diberikan kepada bagian SA.

03.aTopping and Bias Cutting – 04.b.2 Transfer Compund

Setelah mencetak move order maka bagia PSS akan mengambil barang yang di-booking tersebut pada bagian mixing, kemudian mengirimnya ke bagian SA.

03.aTopping and Bias Cutting – 04.b.3 Checking Material

Bagian SA akan mengecek barang yang dikirim oleh bagian PSS. Apabila barang yang dikirim sesuai, maka bagian SA akan menandatangani move order transfer yang menandakan barang telah diterima dan apabila barang yang diterima tidak sesuai dengan move order transfer, maka bagian SA dapat mengembalikan dan meminta raw material yang sesuai.

03.aTopping and Bias Cutting – 04.a.4 Transact Move Order

Apabila barang yang dikirim telah diterima oleh bagian SA, maka bagian SA akan melakukan transact yang menandakan stok raw material yang diminta telah pindah dari subinventory PSS menjadi stok subinventory SA.

03.aTopping and Bias Cutting– 05 Production Topping Cord

Setelah barang yang diperlukan untuk melakukan produksi telah ada, maka bagian produksi dapat langsung melakukan produksi sesuai dengan planning yang diberikan.

03.a Topping and Bias Cutting– 06 Production Bias Cutting

Setelah selesai memproduksi topping cord, maka

Dalam dokumen BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN (Halaman 59-131)

Dokumen terkait