• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. SALES ADMINISTRATION DEPARTMENT

2. Proses Ekstrusi (Extruding)

Proses ekstrusi adalah proses pengolahan alumunium billet menjadi alumunium ekstrusi yang disebut juga dengan profil alumunium. Berikut adalah langkah-langkah pengerjaannya yaitu :

a. Pemotongan Billet

Billet dipotong terlebih dahulu sebelum dibawa ke mesin ekstrusi dengan menggunakan cut of machine dimana billet dipotong dengan ukuran panjang 42 atau 52 cm dan lama waktu pemotongan 2 – 3 menit.

b. Pemanasan billet dan pemanasan die (cetakan)

Pemanasan billet dilakukan di dalam oven billet dengan suhu 460 – 5300C selama kurang lebih 1 jam. Billet diletakkan di roller chain yang kemudian akan meluncur masuk ke dalam oven billet dan setelah mencapai suhu dan waktu yang diinginkan, billet akan keluar dari pintu oven billet dan kemudian dibawa ke mesin ekstrusi dengan transfer billet. Sedangkan pada saat yang sama cetakan juga dipanaskan di oven die dengan waktu dan suhu yang sama seperti pada pemanasan billet.

c. Ekstrusi billet

Ekstrusi billet adalah suatu proses pembentukan billet menjadi profil alumunium. Cara pengerjaannya yaitu billet yang telah dipanaskan akan ditekan melalui cetakan (die) menuju run out table sehingga diperoleh bentuk profil yang sesuai dengan lubang yang terdapat pada cetakan. Profil yang keluar dari cetakan setelah mencapai batas maksimum panjang yang dapat dihasilkan akan dipotong dengan gergaji potong. Lalu profil ini didinginkan

selama kurang lebih 15 menit dan akan dilakukan proses stretching dengan tujuan meluruskan profil tersebut. Proses selanjutnya adalah pemotongan sesuai dengan ukuran yang diinginkan dengan mesin profile saw.

3. Ageing

Ageing/hardning adalah suatu proses heat treatment yang bertujuan untuk

mengeraskan dan menghilangkan tegangan sisa akibat gaya dan temperatur pada proses ekstrusi. Hal ini dilakukan agar profil tidak mudah bengkok. Proses ini berlangsung selama 4-5 jam dengan suhu 1850C - 1900C. Lalu profil akan diuji kekerasan dan kehalusan permukaannya, kemudian didinginkan.

4. Anodizing

Dari proses ageing akan dilanjutkan ke proses berikutnya sesuai dengan jenis profil aluminium yang akan diproduksi, yaitu:

a. Profil Tipe MF (Mill Finishing)

Profil tipe jenis ini tidak melewati tahapan proses lebih lanjut karena profil ini sudah merupakan produk akhir setelah melalui proses ekstruding dan ageing. Profil ini langsung masuk ke bagian penyortiran untuk melihat kesesuaian dan akan langsung akan dibawa ke tempat packing.

b. Profil Tipe AN (Anodizing)

Profil tipe jenis ini akan melewati tahapan proses lebih lanjut setelah melalui proses ekstruding dan ageing, yaitu:

1. Degreasing

Kedua ujung profil aluminium pada proses ini terlebih dahulu diikat pada dua buah jig, lalu ditarik dengan electric crane hoist untuk dibawa ke bak degreasing guna menghilangkan minyak yang melekat pada permukaan

profil tersebut. Lalu dicuci dengan air bersih sebanyak 2 kali kemudian dibawa ke proses selanjutnya.

2. Etching

Untuk proses ini, profil aluminium dicelupkan ke dalam bak etching yang berisi bahan caussatic soda (NaOH) dengan komposisi 5%. Tujuan dari proses ini adalah untuk menghaluskan dan mengkilatkan profil aluminium. Proses ini berlangsung selama 5-10 menit dengan suhu 550C - 700C. Setelah itu, profil dicuci kembali dengan air bersih sebanyak 2 kali, lalu dibawa ke proses selanjutnya.

3. Desmutting

Proses yang dikerjakan pada desmutiing adalah profil aluminium dicelupkan ke dalam bak desmutting yang berisi bahan asam sulfat (H2SO4) dengan komposisi 15%. Tujuan proses ini adalah untuk

membersihkan sisa NaOH dan proses ini berlangsung selama 1-3 menit. Setelah itu, profil dicuci kembali dengan air bersih sebanyak 2 kali, lalu dibawa ke proses selanjutnya.

4. Anodizing

Pada proses ini, bak anodizing diisi dengan bahan asam sulfat (H2SO4)

terhadap perubahan udara dan tahan terhadap karat serta keindahan dari profil tersebut dapat terjamin. Lamanya pencelupan profil ini bergantung pada berapa mikron ketebalan film oksida, misalnya bila 1 mikron, waktu pencelupan selama 2 menit. Semakin besar ketebalan mikronnya maka ketahanan terhadap udara dan karat semakin baik. Setelah itu, profil dicuci kembali dengan air bersih sebanyak 2 kali, lalu dibawa ke proses selanjutnya. Untuk profil dengan warna natural anodizing dilanjutkan pada proses sealing, sedangkan profil dengan warna medium bronze dilanjutkan pada proses colouring kemudian ke proses sealing.

5. Colouring

Proses colouring dilakukan dengan bak colouring diisi dengan bahan zat warna yaitu stanal sulfat (SnSO4) dan asam sulfat (H2SO4) dengan

komposisi 15-18 gr/l dan 20 gr/l. Semakin gelap warna yang diinginkan maka waktu yang dibutuhkan akan semakin lama. Adapun waktu pencelupan warna medium bronze selama 2-3 menit, Setelah itu, profil dicuci kembali dengan air bersih sebanyak 2 kali, lalu dibawa ke proses selanjutnya.

6. Cool Sealing

Profil dengan semua tipe warna, kemudian dicelupkan pada bak cool sealing yang berisi bahan flouride dengan komposisi 0,5-0,9 gr/l dengan

pH 5,5-6 selama 5-10 menit. Tujuan proses ini adalah mengeraskan film oksida dengan menutupi pori-pori, yang lamanya tergantung jumlah mikron. Selanjutnya, profil dicuci kembali dengan air bersih sebanyak 2

kali. Setelah dicuci, profil aluminium dicelupkan kembali ke dalam bak air yang bersuhu 600C dengan pH yang tetap. Kemudian profil aluminium dikeringkan dan dibawa ke bagian penyortiran.

c. Profil Tipe PC (Powder Coating)

Profil tipe jenis ini akan melewati tahapan proses powder coating setelah melalui proses ekstruding dan aeging, yaitu proses pelapisan permukaan aluminium dengan menggunakan cat cair. dengan ketebalan lapisan film 50-80 mikron. Tahapan proses powder coating ini adalah sebagai berikut:

1. Pre Treatment

Proses pre treatment dimulai dengan memasukkan profil aluminium hasil

ekstrusi ke dalam basket yang digerakkan dengan electric crane hoist. Tahapan proses pre treatment sebagai berikut:

a. Desmutting

Proses desmutting ini dilaksanakan dengan mencelupkan profil aluminium ke dalam bak desmutting yang berisi bahan asam sulfat (H2SO4) dengan komposisi 15% selama 10 – 15 menit. Tujuan proses

ini adalah untuk membersihkan sisa-sisa bahan kimia pada tahap sebelumnya. Setelah itu, profil dicuci kembali dengan air bersih sebanyak 2 kali, lalu dibawa ke proses selanjutnya.

b. Pickling

Proses pickling ini adalah proses untuk membersihkan kotoran-kotoran serta membentuk pori-pori pada permukaan aluminium. Profil aluminium dimasukkan ke dalam bak yang berisi bahan FKS

aluminium dan causatic soda pada suhu 600C selama 5-10 menit. Setelah itu, profil dicuci kembali dengan air bersih sebanyak 2 kali, lalu dibawa ke proses selanjutnya.

c. Chromating

Proses chromating ini adalah proses untuk merekatkan bahan-bahan yang dimasukkan berupa fluoride pada profil agar tahan terhadap retak. Setelah itu, profil dicuci kembali dengan air bersih sebanyak 2 kali, lalu dibawa ke proses selanjutnya.

d. Pengeringan

Proses selanjutnya adalah proses pengeringan yang dilakukan di dalam dry off oven dengan suhu 510C - 690C kira-kira selama 28 menit.

2. Pengecatan

Setelah profil alumunium dikeringkan, profil ini kemudian diikat pada hanging bar lalu dicat selama kira-kira 28 menit secara komputerisasi

dengan bantuan operator . Secara otomatis, profil akan masuk ke dalam oven bila telah selesai dicat dengan suhu 2400C selama 28 menit. Tujuan dimasukkan ke dalam oven adalah untuk mempercepat proses pengeringan dan memperkuat daya lekat cat. Setelah proses selesai, profil dikeluarkan lalu didinginkan selama 15 menit secara alamiah.

5. Penyortiran

Setelah semua profil siap diproses, maka profil akan disortir dengan cara sebagai berikut :

1. Pemeriksaan profil alumunium apakah ada yang rusak dan dikelompokkan berdasarkan standar mutu dan bentuknya.

2. Apabila ada kerusakan yang disebabkan oleh bagian ekstrusi maka profil yang rusak akan dikirim kembali ke bagian peleburan untuk dilebur kembali, sedangkan untuk profil yang rusak disebabkan oleh bagian anodizing akan dikirim kembali ke bagian anodizing untuk diproses ulang.

3. Hasil penyortiran selanjutnya dikirim ke bagian pengepakan.

6. Pengepakan

Pada bagian ini, profil yang telah selesai disortir dan dikelompokkan menurut jenisnya, akan dikemas dengan plastik dan diikat dengan selotip kedua ujungnya dan pada bagian tengahnya untuk menjaga produk agar tidak tergores pada saat dikirim. Setelah selesai dikemas dengan plastik, ditempel dengan stiker berkode dan siap untuk diangkut dan dikirim.

Berikut ini adalah blok diagram proses pembuatan profil alumunium pada PT. Cakra Compact Alumunium Industries yang dapat dilihat pada Gambar 2.2.

BILLET PEMBUATAN CETAKAN/DIE 1. Permesinan 2. Heat Treatment EKSTRUDING 1. Pemotongan Billet 2. Pemanasan Billet dan Pemanasan Die/Cetakan 3. Ekstrusi Billet AGEING PROSES ANODIZING - Degreasing - Etching - Desmutting - Anodizing - Colouring - Cool Sealing

PROSES POWDER COATING - Pre Treatment ¤ Desmutting ¤ Pickling ¤ Chromating ¤ Drying/Pengeringan - Pengecatan PENYORTIRAN PACKING MILL FINISHING

BAB III

Dokumen terkait