BAB IV HASIL PENELITIAN
B. Hasil dan Pembahasan
1. Proses Pembelajaran PAI Pada Masa Pandemi Covid-19 Di SD
Proses pembelajaran merupakan hal utama dalam berlangsungnya pembelajaran maka dari itu di butuhkan proses yang tidak biasa-biasa saja tapi harus dipersiapkan terlebih dahulu dan lebih matang agar menghasilkan peserta didik yang bukan saja hanya datang untuk menghadirkan diri tetapi peserta didik keluar dari ruangan tersebut membawa ilmu yang telah di ajarkan kepadanya maka dari itu proses pembelajaran sangat menentukan hasil dari pembelajaran tersebut, proses pembelajaran yang biasa-biasa saja tidak mungkin menghasilkan yang luar biasa maka dari itu diperlukan proses pembelajaran yang luar biasa agar hasilnya pun luar biasa.
Untuk mengetahui proses pembelajara mata pelajaran PAI di masa pandemi covid-19 maka peneliti melakukan wawancara dengan guru PAI dan peserta didik di SD Inpres Bira 2.
Berikut adalah kutipan hasil wawancara dengan Ibu Maemuna, S.Pd.I selaku guru PAI beliau mengatakan bahwa:
“Untuk berlangsungnya proses pembelajaran PAI menggunakan aplikasi whatsapp namun pembelajaran tersebut kurang efektif karena kita tidak bisa melihat atau berinteraksi secara langsung dengan peserta didik adapun ketika di beri tugas kita tidak bisa menentukan 100% itu tugas hasil kerjanya sendiri karena mungkin saja ada campur tangan orang tua ataupun google”57
57 Maemuna, S.Pd.I ( guru PAI di SD Inpres Bira 2), wawancara di SD Inpres Bira 2 Kota Makassar, 18 Mei 2021
Dari pendapat di atas peneliti dapat mengetahui bahwa, proses pembelajaran PAI di Sd Inpres Bira 2 pada masa pandemi covid-19 masih kurang efektif karena hanya menggunakan aplikasi whatsapp untuk berlangsungnya proses pembelajaran, maka dari itu menjadi seorang guru tugasnya bukan hanya saja sebagai pengajar atau hanya memberi tugas kepada peserta didik tetapi harus mampu menjadi penasehat atau pemberi motivasi kepada peserta didik agar peserta didik tetap semangat dan termotivasi untuk belajar terlebih ditengah kondisi seperti ini dorongan dari seorang guru sangat dibutuhkan dan seorang guru juga harus mampu menarik minat belajar peserta didik meskipun pembelajarannya hanya menggunakan aplikasi whatsapp.
Hal senada juga disampaikan oleh ibu Sitti Asma, S.Pd selaku guru PAI di SD Inpres Bira 2 beliau mengatakan bahwa:
“Proses pembelajaran pada masa pandemi kurang efektif dan efisien karena hanya menggunakan aplikasi Whatsapp dengan metode Tanya jawab, penugasan, dan praktek baik itu lewat voice ataupun video dan adapun cara mngefektifkan proses pembelajaran dengan memberikan batas waktu yang sesuai dengan kebutuhan belajar anak adapun cara mengukur tingkat pemahaman anak yaitu dengan melihat hasil tugas yang dikerjakan baik teori maupun praktek”58
Dari pendapat di atas peneliti dapat mengetahui bahwa proses pembelajaran PAI di SD Inpres Bira 2 pada masa pandemi covid-19 masih kurang efektif dan efisien karena hanya menggunakan aplikasi whatsapp dengan menggunakan beberapa metode untuk berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi dengan kurang efektifnya pembelajaran pada masa pandemi bukan berarti proses pembelajaran tidak berlangsung, akan tetapi gurunya berusaha semaksimal
58 Sitti Asma, S.Pd (Guru PAI di SD Inpres Bira 2), wawancara melalui whatsapp chat, 24 Mei 2021
mungkin mengefektifkan pembelajaran dengan memberikan batas waktu yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik untuk mengerjakan tugasnya dan memberikan reward kepada peserta didik yang aktif dalam proses pembelajaran dan dalam mengerjakan tugas, dan yang perlu kita ingat bahwa peserta didik pada jenjang pendidikan sekolah dasar yang notabenenya masih bersifat ke kanak-kanakan sudah pasti sangat menyukai yang namanya reward dalam segala hal terutama dalam bidang pendidikan agar dapat menambah semangatnya untuk tetap aktif dalam proses pembelajaran.
Selanjutnya peneliti melakukan wawancara dengan Azizah Mumtazah selaku peserta didik di SD Inpres Bira 2 mengatakan bahwa:
“Proses pembelajaran PAI pada masa pandemi covid-19 membosankan karena kita tidak bisa bertemu langsung dengan guru oleh sebab itu pelajaran susah di pahami”59
Hal serupa juga dikatakan oleh Putri Namira selaku peserta didik di SD Inpres Bira 2 bahwa:
“menurutnya proses pembelajaran pada masa pandemi covid-19 membosankan karena hanya menggunakan aplikasi whatsapp sehingga banyak pelajaran yang kurang dipahami karena tidak bertemu langsung dengan guru, sehingga hal tersebut membuat kita tidak bebas untuk menanyakan materi yang belum dipahami”60
Hal serupa juga dikatakan oleh Zahra Aqila selaku peserta didik di SD Inpres Bira 2 bahwa:
“Menurutnya proses pembelajaran pada masa pandemic covid-19 kurang di mengerti karena jika bertanya kepada guru biasa diresponnya lama beda halnya ketika pembelajaran luring kita bebas bertanya dan di
59 Azizah Mumtazah (Peserta didik di SD Inpres Bira 2), wawancara di rumah peneliti, 22 Mei 2021
60 Putri Namira (Peserta didik di SD Inpres Bira 2), wawancara di rumah penelit, 22 Mei 2021
jawabnyapun cepat dengan begitu kita bisa dengan mudah memahami pembelajaran”61
Hal serupa juga di katakana oleh Najmiatul Laila selaku peserta didik di SD Inpres Bira 2 bahwa:
“Dia mengatakan bahwa proses pembelajaran pada masa pandemi covid-19 melalui aplikasi whastapp itu membosankan karena tidak bisa bertemu langsung dengan guru dan teman-teman maka dari itu pelajaran kurang dimengerti karena guru kurang menanggapi dan kurang berinteraksi dengan murid maka jika boleh menyarankan aplikasi pembelajaran saya menyarankan untuk menggunakan aplikasi zoom agar kita dapat bertatap muka meskipun tidak secara langsung”62
Kesimpulan yang dapat diketahui dari hasil wawancara dengan peserta didik yaitu peserta didik merasa bosan dengan proses pembelajaran daring dengan menggunakan whatsapp karena banyak pembelajaran yang kurang dimengerti karena di batasinya oleh ruang sehingga mereka tidak bisa bertanya langsung mengenai apa-apa saja yang belum dipahami.
Dengan demikian dari uraian di atas, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa proses pembelajaran PAI dengan daring menggunakan aplikasi whatsapp masih kurang efektif karena peserta didik kurang memahami pelajarannya, karena dimana kita semua mengetahui bahwa peserta didik pada jenjang pendidikan sekolah dasar masih perlu di suap dalam artian harus dijelaskan sejelas-jelasnya agar mereka memahami apa yang diajarkan kepada mereka terlebih lagi pada pembelajaran PAI yang bukan saja hanya memahami dari segi teori akan tetapi
61 Zahra Aqila (Peserta didik di SD Inpres Bira 2), wawancara melalui whatsapp chat, 30 Mei 2021
62 Najmiatul Laila( Peserta didik di SD inpres Bira 2), wawancara di rumah peneliti, 22 Mei 2021
harus dibarengi dengan praktek agar mereka dapat mengaplikasikan apa yang telah dipelajari atau didapatkan dari bangku sekolah dalam kehidupan sehari-hari.
2. Kreativitas Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembelajaran di