• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

3.3 Pemilihan Informan

3.3.1. Proses Pemilihan Informan

Informan adalah ibu dari siswa yang mengalami obesitas di SD Pertiwi. Informan diambil dan dipilih berdasarkan pengukuran dan penimbangan yang dilakukan kepada siswa kelas V dan kelas VI SD Pertiwi dimana secara fisik memiliki berat badan berlebih. Penimbangan dan pengukuran kepada siswa dilakukan ketika mengadakan survei pendahuluan . Pemilihan informan berdasarkan angka kecukupan dan kesesuaian.

Penimbangan dan pengukuran yang dilakukan di SD Pertiwi dilaksanankan selama dua hari. Penimbangan dilakukan dengan menggunakan timbangan injak merek Camry, sedang tinggi badan diukur dengan meteran Maestro Lock. Setelah berada di SD Pertiwi, pertama sekali peneliti menemui satpam penjaga gerbang dan Bapak guru yang sedang piket. Setelah peneliti menunjukkan surat survei pendahuluan, peneliti kemudian diizinkan menemui Bapak Kepala Sekolah yang ruangannya terletak berdampingan dengan ruang tata usaha, sehingga yang pertama peneliti jumpai adalah Bapak Toto salah satu pegawai tata usaha yang menyambut peneliti dengan baik. Peneliti dipersilakan masuk dan disuruh untuk mengisi buku tamu sebelum bertemu dengan Bapak Kepala Sekolah. Kebetulan sekali pada saat itu, Bapak Kepala Sekolah berada di ruangannya. Dengan senang hati Bapak Toto memberi izin kepada peneliti menemui Bapak Kepala Sekolah.

Lidia marpaung. Perilaku ibu terhadap obesitas pada anak usia sekolah dasar sd pertiwi kecamatan Medan Barat tahun 2007

USU Repository©2009

Setelah pintu diketuk oleh peneliti, Bapak Kepala Sekolah yang sudah lanjut usia mempersilakan peneliti masuk. Peneliti terlebih dahulu memperkenalkan diri dan kemudian menyampaikan maksud dan tujuan peneliti. Bapak Hassan adalah Bapak Kepala Sekolah di SD Pertiwi tersebut. Dengan senang hati Bapak Hassan menanggapi surat survei pendahuluan yang peneliti bawa dan kemudian Bapak Hassan menyuruh peneliti untuk menemui ibu Erna sebagai koordinator UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) yang berada di lantai dua. Sebenarnya peneliti bingung untuk mencari ibu Erna yang mana dan lantai dua berada dimana, kemudian sekali lagi Bapak Toto memberi bantuan, memberi tahu ciri-ciri Ibu Erna dan menunjukkan jalan menuju lantai dua .

Akhirnya peneliti menemukan ruang perpustakaan tempat dimana Ibu Erna biasanya menghabiskan waktunya jika tidak mengajar mata pelajaran. Di dalam perpustakaan peneliti menemukan banyak guru yang sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ada yang sedang membaca, berdiskusi dan sedang duduk-duduk melamun. Peneliti kemudian menanyakan tentang Ibu Erna kepada salah seorang Ibu guru yang duduk di dekat pintu. Setelah Ibu Erna dipanggil, seorang Ibu guru bertubuh mungil, berkacamata tersenyum ke arah peneliti dan kemudian menanyakan apa tujuan peneliti mencari Ibu Erna. Peneliti pun menjelaskan tujuan kedatangan peneliti ke SD Pertiwi dan tiba-tiba seorang ibu guru menanyakan peneliti, “ FKM apa dek? Dari kedokteran ya? “ dan peneliti pun langsung menjawab “ FKM itu Bu,

Fakultas Kesehatan Masyarakat . Saya sedang menyusun skripsi dan tempat

Lidia marpaung. Perilaku ibu terhadap obesitas pada anak usia sekolah dasar sd pertiwi kecamatan Medan Barat tahun 2007

USU Repository©2009

mengangguk setelah mendengar penjelasan peneliti. Ibu Erna kemudian mengajak peneliti ke ruang rapat guru yang berada di lantai satu dan kemudian menanyakan peneliti apa saja yang dibutuhkan. Peneliti kemudian menjelaskan bahwa yang dibutuhkan adalah siswa kelas V dan kelas VI yang secara fisik bertubuh gemuk dan besar. Kemudian Ibu Erna memanggil salah satu ketua kelas VI dan menyuruh siswa tersebut mengumumkan kepada setiap kelas, yang merasa siswa berbadan gemuk untuk berkumpul di ruang rapat guru. Peneliti menanyakan Ibu Erna mengapa hanya kelas VI saja yang diumumkan, akhirnya Ibu Erna menjelaskan bahwa jadwal belajar pagi hanya untuk kelas I, II, dan kelas VI sedangkan kelas III, IV dan kelas V belajar pada siang hari mulai pukul 14.00 WIB. Ibu Erna kemudian menyarankan peneliti untuk menunggu sampai anak kelas V pulang sore harinya. Tetapi karena peneliti masih memiliki pekerjaan lain di kampus maka peneliti meminta izin kepada Ibu Erna untuk datang lagi keesokan harinya saat anak kelas V belajar, dan Ibu Erna pun setuju.

Setelah sekitar 50 siswa berkumpul, peneliti melakukan penimbangan dan pengukuran berat badan. Tetapi sebelumnya siswa-siswa yang akan diukur dan ditimbang tampak bingung dengan kegiatan yang dilakukan oleh peneliti. Dan seorang siswa pun akhirnya bertanya, “ Kaka dokter ya? Apa kami mau disuntik Ka? Ini untuk apa Ka? Kanapa harus ditimbang?” kemudian peneliti menjawab “Kaka

bukan dokter dan kalian ngga akan disuntik, kaka dari USU Fakultas Kesehatan

Masyarakat, kaka sekarang sedang skripsi jadi kaka membutuhkan kalian. Skripsi itu

Lidia marpaung. Perilaku ibu terhadap obesitas pada anak usia sekolah dasar sd pertiwi kecamatan Medan Barat tahun 2007

USU Repository©2009

kaka nanti, dari skripsi kaka ini….” Peneliti juga menjelaskan bahwa peneliti ingin

bersahabat dengan siswa-siswa yang sedang diukur dan diteliti karena peneliti peduli dengan mereka. Peneliti mengatakan demikian supaya siswa-siswa yang akan diukur dan ditimbang tidak malu dan takut untuk diukur dan ditimbang. Dan di luar dugaan peneliti, tiba-tiba seorang siswi memberikan nomor telepon genggamnya, dan meminta peneliti sepulang dari SD Pertiwi menghubunginya. Peneliti merasa terharu, dari wajah siswi tersebut masih tersirat kepolosan dan ketulusannya “kata kaka kita teman, ini nomor saya yah…nanti kaka sms ya…” dengan senang hati peneliti mencatat nomor telepon dari siswi tersebut. Dan akhirnya beberapa siswa lainnya juga memberikan nomor telepon genggam dan telepon rumah mereka.

Penimbangan dan pengukuran tidak dilakukan kepada seluruh siswa yang datang. Peneliti memilih sebanyak 30 siswa yang mewakili siswa kelas VI dan pemilihan ini berdasarkan fisik siswa yang dianggap lebih gemuk dari yang lainnya karena ruangan rapat guru menjadi padat dan sesak. Setelah selesai melakukan pengukuran dan penimbangan dengan siswa-siswa tersebut, ternyata beberapa guru tertarik juga untuk diukur dan ditimbang. Dengan senang hati peneliti mengukur dan menimbang beberapa ibu guru yang penasaran dengan berat badannya.

Peneliti melakukan penelitian pada hari kedua tepatnya pukul 16.00 WIB sebelum siswa kelas V pulang sekolah. Dengan bantuan Ibu Erna peneliti dapat melakukan penimbangan dan pengukuran kepada 20 orang siswa yang mewakili kelas V. Sesudah selesai melakukan penimbangan dan pengukuran maka peneliti

Lidia marpaung. Perilaku ibu terhadap obesitas pada anak usia sekolah dasar sd pertiwi kecamatan Medan Barat tahun 2007

USU Repository©2009

kembali ke ruang tata usaha untuk menanyakan alamat, nomor telepon siswa yang sudah diukur dan ditimbang.

Kemudian peneliti pulang dan menghitung kriteria obesitas terhadap siswa-siswa yang sudah diukur sesuai dengan CDC (Center of Disease for Prevention) yang menggunakan pengukuran IMT (Indeks Massa Tubuh) dan persentil. Berdasarkan CDC, maka peneliti memperoleh hasil perhitungan terhadap siswa kelas V terdapat sebanyak 17 orang siswa yang obesitas dan 3 orang over weight kecenderungan obesitas, dan hasil perhitungan terhadap siswa kelas VI terdapat sebanyak 18 orang siswa yang obesitas dan selebihnya mengalami over weight berat. Selanjutnya peneliti menentukan informan yang akan diwawancarai dengan menghubungi ibu siswa yang mengalami obesitas.

3.3.2. Hambatan-hambatan dalam Melaksanakan Proses Pemilihan Informan